
Kriss kembali mencari banyak informasi tentang apa yang terlihat di matanya dengan bertanya kepada Nico. Dan Nico menjelaskan beberapa orang yang diketahui olehnya ketika Kris bertanya kepadanya.
Nico juga menjelaskan peraturan dalam pertarungan di ring ini seperti apa. Nico juga menjelaskan tentang beberapa informasi yang diketahui olehnya tentang bar ini bahwa orang dibalik semua ini adalah Ayah dari Dien yaitu Kayasi.
"Kayasi?" tanya Kriss.
"Iya, aku mendengarnya dari 5 tahun yang lalu bahwa Kayasi sudah lama membangun bar ini. Mungkin jika dihitung kan hampir sama dengan usia Anda tuan muda." Jawab Nico.
"16 tahun?" tanya Kriss.
"Sekitar 14 sepertinya. Dulu ini dipegang oleh seseorang dari Jepang. Konon katanya seseorang itu meninggal karena pertingkaian sesama Yakuzu." Jawab Nico.
"Apakah Kayasi itu datang hari ini?" tanya Kriss.
"Aku sudah mencari informasi tentang kedatangan Kayasi sesuai dengan jadwalnya. Jadi sumber terpercaya yang telah Aku perintahkan mengatakan bahwa hari ini dia akan datang. Karena ia akan menyaksikan seorang petarung yang diundang oleh mereka sendiri dari luar negeri untuk bertanding dengan seorang petarung hebat yang mereka miliki." Jawab Nico.
"Jadi mereka hanya membuat tempat ini sebagai arena kesenangan dalam melihat pertarungan orang lain?" tanya Kriss.
"Mereka menganggap semua ini adalah tontonan yang menarik dan menghasilkan uang bukan hanya saja menyenangkan hobi aneh mereka dalam melihat pertarungan orang lain dalam hidup dan mati." Jawab Nico.
"Dasar lelaki brengsek." Jawab Kriss.
"Begitulah kehidupan orang yang memiliki uang dan juga kekuasaan dan mereka mencari sesuatu yang dapat memuaskan diri mereka dengan salah satu caranya adalah seperti ini." Ucap Nico kepada Kriss.
"Jadi kalian sebagai seorang petarung hanya dijadikan sebagai alat untuk kesenangan mereka dalam menggandakan uang atau kehilangan uang." Jawab Kriss.
"Iya " Jawab Nico.
"Lebih tepatnya di jadikan budak petarung." Jawab Kriss.
"Anda tenang dulu tuan muda. Karena dunia ini tidak hanya putih. Namun berbagai warna yang menghiasi, salah satunya adalah warna kejahatan yang saat ini kita lihat di depan mata." Jawab Nico.
"Nico, Apakah permintaanku ini kau anggap dirimu sebagai budak yang harus mentaati tuannya?" tanya Kriss.
"Jawab pada ku dengan jujur." Jawab Kriss dengan wajah yang bersalah.
"Tentu saja tidak. Kenapa anda berfikir seperti itu tuan muda?" tanya Nico.
"Karena aku merasa kau harus menuruti permintaan ku dengan cara bertarung di ring itu." Jawab Kriss.
"Tuan muda. Apa yang aku lakukan ini sebenarnya adalah sebuah balas budi yang harus aku lakukan kepada generasi orang yang telah menyelamatkan hidupku."
"Jika berkaitan dengan kehidupan seseorang atau menyelamatkan seseorang maka seseorang yang telah diselamatkan itu akan memberikan segala sesuatu yang ia punya untuk membalasnya."
"Lagi pula, ini semua bukan permintaan dari Tuan Jack maupun Tuan Billy. Semua ini adalah janji aku untuk mengabdi kepada mereka. Dan selama 5 tahun ini aku mengikuti mereka, mereka juga memberikan ku kehidupan yang layak seperti orang lain pada umumnya dan juga memberikan bebas untuk ku memilih."
"Tuan Jack, oh tidak, kalian semua adalah orang baik. Jadi aku tidak akan pernah rugi mengabdikan hidupku untuk kalian. Jadi anda jangan berfikiran hal lainnya lagi." Jawab Nico menjelaskan.
"Terima kasih." Jawab Kriss.
"Anda sudah saya anggap sebagai adik sendiri. Andai saja adik saya masih hidup, dia akan sebaya Anda. Hanya saja dia seorang wanita." Jawab Nico.
"Iya tuan muda. Walaupun dia tidak bisa bertahan hidup, tapi aku sudah puas bisa memberikan yang terbaik untuknya dalam hal pengobatan." Jawabnya.
"Jadi dialah alasan mu melakukan pekerjaan ini?" tanya Kriss lalu di anggukan kepada Nico.
"Sudah jangan bahas tentang ku lagi. Dan jangan tidak enak hati kepada ku. Sekarang kita fokus pada tujuan kita kemari. Lihat, Kayasi sudah datang." Jawab Nico yang melihat Kayasi beserta para pengawalnya memasuki arena dan berjalan menuju ruangannya.
"Di mana?" tanya Kriss yang langsung fokus mencari keberadaan lelaki yang bernama Kayasi.
"Anda lihat itu tuan muda? Orang yang menggunakan jas silver berjalan di depan para pengawal." Jawab Nico menunjukkan ke arah bawah, tepatnya di Ring.
"Laki-laki yang umurnya hampir sama dengan Daddy?" tanya Kriss.
"Iya. Dialah yang bernama Kayasi." Jawab Nico.
"Jadi dialah orangnya. Aku ingin melihatnya dengan dekat." Jawab Kriss.
"Itu akan ada waktunya." Jawab Nico.
"Maksud Anda?" tanya Kriss.
"Dia akan datang pada kita dengan sendirinya. Anda lihat saja nanti setelah aku bertanding." Jawab Nico.
"Apakah yang kau katakan itu benar?" tanya Kriss.
"Iya. Dia tidak akan pernah melupakan umpan yang pernah lepas darinya. Dia akan menjerat umpan yang pernah kabur olehnya. Jadi Anda bersiap-siap untuk melihat pertunjukan nanti. Serahkan segala pada ku. Anda fokus mengamati tempat ini, dan cari informasi yang di butuhkan." Jawab Nico.
"Oke." Jawab Kriss.
Di lihat dari bawah, bahwa Kayasi yang melambaikan tangan kepada banyak orang dengan pengawal yang selalu melindungi dirinya. Hampir seluruh orang yang berada di tempat itu mengenal Kayasi. Namun, kebanyakan orang yang mengetahui tentang dia hanyalah sebagai seorang pemilik dari barang tersebut.
Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa dia adalah seorang mafia yang sangat licik untuk menguasai daerah ini dengan cara yang paling kotor diantara yang paling kotor. Dia sengaja menjadi pamor yang baik bagi publik namun ternyata dibalik semua itu ada cara-cara kotor yang ia lakukan untuk mendapatkannya.
Hanya beberapa orang yang mengetahui sifat aslinya.
Dan terlihat jelas ketika ia ingin masuk ke dalam ruangan yang sudah tersedia untuk dirinya ia bersalaman dengan beberapa orang yang memiliki kekuasaan dan juga harta yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan pertaruhan dalam pertarungan ini.
"Lihat tuan muda, semua para penjahat itu menghormati dia. Karena dia memberikan wadah untuk bersenang-senang kepada orang-orang seperti mereka. Sedangkan mereka tidak mengetahui bahwa mereka sedang diperalat olehnya untuk mengambil harta mereka dan juga beberapa keuntungan lainnya." Jawab Nico.
"Iya aku mengerti. Sekarang sudah hampir jadwal mu setelah 3 pertarungan lagi." Jawab Kriss yang sudah lama menunggu untuk jadwal Nico dalam bertarung.
"Benarkah?" tanya Nico yang baru tersadar bahwa mereka sudah hampir 2 jam di dalam ruangan VIP itu untuk menunggu giliran.
"Iya." Jawab Kriss.
"Anda ingat harus berbuat apa? Tuan cukup menungguku di bawah dengan berpura-pura tidak memiliki kemampuan apa-apa dan hanya menjaga taruhan yang kita taruh kan kepada mereka." Jawab Nico.
"Aku paham." Jawab Kriss.
"Saya ingatkan kembali, jangan menebarkan aura seperti ini, Anda harus tenang." Jawab Nico yang merasakan aura mengerikan yang di keluarkan oleh Kriss karena saat ini ia sedang emosi melihat segala sesuatu siklus yang terjadi di bar ini.