
Episode Bella Sandreas
Setelah kepergian Feng dari apartemen yang membuat Bella merasa aneh. Feng tiba-tiba menjadi dingin kembali seperti biasannya setelah cukup lembut kepada Bella.
Bella juga bersiap-siap untuk pergi ke lokasi syuting. Melly yang menjemput Bella sudah datang dan mereka berdua pergi ke sana. Sejak di lokasi syuting Bella tidak seperti biasanya cerita dan penuh energik. Kali ini dia hanya melaksanakan perannya dalam drama dan setiap kali istirahat yang di cek ya adalah ponselnya.
Bella sejak tadi gelisah menunggu pesan dari Feng, tidak ada pesan kepada dirinya bahkan pesan Bella juga tidak di balas oleh Feng. Tidak ada sama sekali notifikasi yang di terima oleh Bella. Hingga akhirnya Bella selesai syuting, tiba-tiba suara ponsel berbunyi. Dan saat di lihatnya adalah telpon dari Jack.
"......Yah Daddy." Jawab Bella setelah menjawab salah.
"Kenapa suara mu tidak bersemangat seperti itu?" tanya Jack.
"Tidak apa-apa. Daddy ada apa menelpon?" tanya Bella.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada Abang mu?" tanya Jack.
"Abang?" tanya Bella yang belum mengerti apa yang di pertanyakan oleh Jack.
"Bukannya malam pesta publik itu princess juga hadir? Siapa wanita yang di kenalkan oleh Kenzo kepada publik sebagai tunangannya ity?" tanya Jack.
"Oh, Zhafira." Jawab Bella yang sambil berjalan dari ruang tunggu artis menuju mobilnya untuk kembali pulang.
"Princess mengenalnya?" tanya Jack.
"Tentu Daddy. Jadi Zhafira itu adalah teman Bella yang sejak masa perkuliahan. Dan dia anak yang baik, cerdas, lemah lembut tapi..." Jawab Bella berhenti ketika ingin membicarakan tentang nasib Zhafira.
"Tapi apa? Katakan pada Daddy?" tanya Jack.
"Keluarganya sedikit rumit dan nasibnya juga tidak begitu baik. Soal ini Daddy tanyakan langsung saja pada Abang. Dan jika mereka menjalin hubungan, Bella menyetujui bahkan sangat." Jawab Bella.
"Kenzo benar-benar durhaka, dia tidak mengenalkan wanita pilihannya terlebih dulu. Dan malah mengumumkannya tanpa sepengetahuan kami sebagai orangtua." Jawab Jack yang emosi.
"Daddy tenang dulu, soal itu biar Abang yang menjelaskannya. Bagaimana dengan bunda?" tanya Bella.
"Bunda belum mengetahui ya. Daddy mengetahuinya dari majalah." Ucap Jack.
"Oh pantasan saja Daddy marah, hehehe. Daddy tenang saja," jawab Bella.
"Daddy tidak akan melarang pilihan kalian, tapi Daddy harus mempertanyakan siapa dia." Jawab Daddy.
"Bella paham Daddy. Tapi rahasiakan dulu kepada bunda, Daddy tau sendiri bagaimana reaksi bunda jika dia mengetahuinya." Jawab Bella.
"Iya makanya Daddy menelpon mu, Daddy baru saja menelpon Kenzo. Dia mengatakan akan segera datang untuk menjelaskannya." Jawab Jack.
"Daddy, Bella mohon terima Zhafira. Hidupnya sudah terlalu sulit dan menderita." Ucap Bella.
"Kita lihat saja nanti. Oh ya bagaimana kabar mu princess Daddy?" tanya Jack.
"Sehat Daddy. Daddy dan Bunda?" tanya Bella.
"Bi, kita ke rumah sakit." Jawab Bella.
"Dokter Feng?" tanya Melly.
"Iya." Jawab Bella.
Mobil mereka terus melewati lampu merah tanpa berbelok untuk menuju apartemen. Tiba di rumah sakit, Bella menggunakan masker dan topi masuk ke dalam rumah sakit. Bella langsung menuju ke ruangan Feng, namun Bella tidak menemukan keberadaan Feng. Bella bertanya kepada resepsionis terdekat dari ruangan Feng dan mereka mengatakan bahwa Feng sedang rapat dokter di aula.
Bella memutuskan untuk kembali ke apartemen karena suster yang berada di resepsionis mengatakan bahwa rapat akan berlangsung selama 2 jam lebih. Dan Bella lebih baik kembali ke apartemen.
"Hmmmmmm, oh ya kenapa aku tidak berfikir untuk menunggunya di dalam apartemen miliknya." Ucap Bella yang mengingat bahwa Feng pernah memberitahukan pasword apartemennya.
Bella segera bersiap-siap membersihkan dirinya dan menggunakan baju piama lengan tiga siku dan panjang pakaian di bawah lutut dan juga berwarna merah. Bella bergegas masuk ke apartemen Feng dan memesan makanan untuk makan malam bersama dengan Feng. Bella menunggu Feng yang tak kunjung pulang hingga tengah malam dan Bella pun tertidur di sofa.
Feng membuka pintu apartemennya dan melihat lampu yang menyala, ia bergegas memeriksa keadaan dan melihat Bella yang terbaring di atas sofa dalam keadaan tidur pulas. Feng berjalan mendekati Bella dan duduk di depannya untuk melihat Bella.
"Sebenernya aku tidak menyukai peran mu sebagai artis. Karena aku tidak ingin dirimu di lihat banyak orang. Apalagi dengan orang-orang mesum di luar sana." Ucap Feng yang sedang melihat Bella tertidur pulas.
"Bella, aku hanya ingin kau di rumah dan biarkan aku yang memberikan semua kebutuhan mu." Jawab Feng dengan mengelus kepala Bella dengan lembut.
Bella yang terasa dirinya sedang di sentuh di bagian kepala membuat dirinya berpura-pura tetap tidur memejamkan matanya. Bella berpura-pura memutarkan dirinya berbalik.
Feng terkejut dikira bahwa Bella terbangun setelah ia mengelus kepala Bella. Dan di lihatnya pelan-pelan ternyata Bella belum terbangun. Feng melihat dari ujung kaki hingga kepala Bella. Ia melihat Bella begitu sexy hingga menelan ludah.
"Sedang menggodaku atau bagaimana?" tanya Feng dalam hati kemudian menahan diri dan mengangkat tubuh Bella untuk di pindahkan ke kamarnya.
Feng berjalan mengangkat tubuh Bella dengan menggendongnya seperti anak kecil. Bella yang sebenarnya terbangun masih berpura-pura tertidur dan saat di angkat oleh Feng. Bella memeluk tubuh Feng dan meletakkan wajahnya ke dada Feng sambil melingkarkan tangannya di leher Feng.
"Masih tidak tergoda?" tanya Bella dalam hati setelah melingkarkan kedua tangannya di leher Feng.
Feng hanya bisa menelan ludah dan tetap berjalan menuju tempat tidur. Feng membaringkan tubuh Bella di atas kasur dan merapikan kakinya dan menurunkan pakaiannya untuk menutupi dirinya.
"Kita lihat bagaimana reaksi mu." Ucap Bella dalam hati dengan lasak tertidur membuat tubuhnya di perlihatkan begitu saja dengan pakaiannya tertarik ke atas hingga paha miliknya terlihat.
"Tahan, jangan mencari kesempatan." Ucap Feng yang dengan lembut menarik selimut dan menutupi tubuh Bella dengan baik. Setelah itu, Feng duduk di samping Bella dan mengelus kembali kepalannya.
"Dia pasti terlalu lelah karena menunggu ku." Ucap Feng dalam hati sambil mengelus kepala Bella
"Maaf." Ucap Feng setelah memberikan sebuah kecupan di kening Bella.
"Wah, kau benar-benar lelaki unik yang baru aku temui. Bukan menyerang ku pada kesempatan tapi malah memberikan ku sebuah kecupan." Ucap Bella dalam hatinya.
"Selamat malam." Ucap Feng lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Aku semakin menyukai mu Feng." Jawab Bella yang membuka matanya dan melihat Feng yang sedang mandi dari kejauhan.
"Kali ini kau ku lepaskan, lebih baik aku segera menikahi mu." Ucap Feng dalam hati di bawah air shower.