Junior Sandreas

Junior Sandreas
Pertemuan Pertama Dengan Orangtua Kenzo



Riki yang telah membeli pakaian Kenzo dan juga Bella dan beberapa hal yang diperintahkan oleh Kenzo untuk dibeli oleh nya sudah selesai. Riki kembali lagi ke restoran untuk menjemput mereka berdua di mana Kenzo dan juga Zhafira sudah selesai makan.


"Aku merasa tidak baik jika datang bertemu dengan mereka tidak membawa apapun juga." Ucap Zhafira.


"Sudah aku katakan kepadamu untuk tidak terlalu memikirkannya. Serahkan saja seluruh urusan itu kepadaku." Jawab Kenzo.


"Hm ya sudahlah." Jawab Zhafira dengan wajah yang murung dan terdiam namun tetap memikirkan bagaimana pertemuan pertamanya kepada keluarga Kenzo.


"Kau sudah selesai?" tanya Kenzo kepada zafira yang sudah selesai makan sejak 5 menit yang lalu saat mereka memulai obrolan.


"Sudah." Jawab Zhafira.


"Riki sudah berada di depan, jadi kita segera berangkat melanjutkan perjalanan kembali." Jawab Kenzo yang berdiri kemudian mengancingkan jasnya lagi yang diikuti oleh Bella dari belakang dan mereka berdua keluar dari ruangan itu menuju keluar restoran.


"Semuanya sudah beres?" tanya Kenzo.


"Sudah, ini kesukaan tuan besar dan Nyoya." Jawab Riki yang memberikan dua box belanjaan yang berisi sebuah dasi Hermes dan juga Khimar. Dasi yang akan diberikan kepada Jack dan kimar yang akan diberikan kepada Caca.


"Oke terima kasih." Jawab Kenzo yang menerimanya.


"Pakaian Anda dan Nona Zhafira ada di belakang bagasi." Jawab Riki.


"Ayo kita berangkat." Ucap Kenzo yang masuk ke dalam mobil di mana Zhafira sudah masuk terlebih dulu di dalam mobil.


"Siap." Jawab Riki yang tersenyum dan berjalan ke arah depan mobil untuk mengambil posisi supir.


"Ini nanti berikan kepada Bunda, dan ini kepada Daddy." Ucap Kenzo yang menjelaskan masing-masing box yang diberikan kepada Zhafira.


"Ini?" Jawab Zhafira yang menerima 2 box itu dan juga melihat isi dari keduanya.


"Iya." Jawab Kenzo.


"Terima kasih." Jawab Zhafira yang ekspresi wajahnya berubah menjadi bahagia karena sudah mendapatkan buah tangan yang akan dibawanya untuk menemui Jack dan juga Caca.


"Sudah aku bilang untuk serahkan saja semuanya pada ku."Jawab Jack yang tersenyum tipis karena melihat wajah Zhafira yang sudah berubah menjadi ceria kembali.


Beberapa menit perjalanan dari restoran menuju ke rumah Jack dan juga Caca, mereka tiba di sana sekitar pukul pukul 10 malam. Mobil yang dikendarai mereka masuk ke gerbang dengan pengawasan dari 2 pengawal yang menjaga di depan gerbang. Riki membuka kaca untuk memberitahu kepada penjaga bahwa itu adalah dirinya dan mereka diberi jalan masuk dengan pengawal membuka gerbangnya.


"Kita sudah sampai?" tanya Zhafira dengan tatapan yang sejak tadi sudah memperhatikan dari kaca mobil lingkungan rumah Jack dan juga Caca.


"Iya. Keluarlah" Jawab Kenzo yang keluar dan membuka pintu mobil lalu mengeluarkan tangannya kepada Zhafira.


Riki yang sudah lebih dulu keluar dari mobil langsung berjalan menuju pintu rumah Jack dan juga Caca. Riki menekan bel pintu rumah. Dan saat pintu rumah di buka ternyata Son yang mampir hari ini kerumah Jack dan Caca.


"Riki?" panggil Son.


"Anda di sini?" tanya Riki.


"Hallo." Ucap Zhafira yang memberikan uluran tangannya untuk menyalami Son.


Di saat itu tiba-tiba suasana menjadi hening di mana Kenzo dan juga Riki sama-sama saling menatap karena terheran melihat tingkat Zhafira yang grogi.


"Iya calon Nyoya Kenzo." Ucap Son yang tertawa lalu diikuti oleh Riki yang juga ikut tertawa sedangkan hanya tersenyum melihat mereka dan Zhafira terbengong melihat mereka yang sedang tertawa.


"Daddy dan Bunda di mana paman?" tanya Kenzo.


"Mereka ada di ruang tamu menonton televisi. Masuklah tuan muda, sekalian saya izin permisi kembali." Jawab Son dan kemudian berpamitan kepada Kenzo dan juga Riki.


"Jadi aku salah orang?" tanya Zhafira.


"..." Kenzo hanya tersenyum mengangguk kepalannya.


"Jangan grogi, ada aku." Ucap Kenzo menarik tangan Zhafira dalam genggamannya saat berjalan masuk kedalam rumah.


Mereka berjalan menuju ruang tamu. Saat mereka tiba, Jack dan Caca sedang duduk di sofa menghadap televisi menonton sebuah film horor kesukaan Caca.


"Bunda, Daddy." Panggil Kenzo yang berdiri bersama Zhafira di belakang mereka.


Jack dan Caca memutar kepalannya ke belakang melihat siapa yang telah memanggil mereka berdua.


"Kenzo." Ucap Caca kemudian berdiri dari sofa menyambut Kenzo.


"Kemarilah." Jawab Jack dengan dingin memerintahkan Kenzo dan Zhafira.


Kenzo dan juga Zhafira berjalan mendekati Mereka kemudian mengalami Caca dan juga Jack. Kenzo memeluk Caca seperti biasanya namun tidak memberikan salam kepada Jack. Tetapi Zhafira dengan sopan yang mengalami Caca dan juga Jack.


"Siapa ini?" tanya Caca dengan berbisik kepada Kenzo.


"Calon mantu." Jawab Kenzo membalas bisikan Caca.


"Ikut aku Ken." Ucap Jack yang berjalan ke arah ruang kerjanya.


"Aku ke sana dulu." Ucap Kenzo kepada Zhafira.


Zhafira memberikan wajah takutnya kepada Kenzo. Tapi Kenzo pergi meninggalkannya dia bersama dengan Caca.


"Tidak apa-apa, biarkan mereka para lelaki berdiskusi." Ucap Caca yang tersenyum. Caca kemudian mendatangi Zhafira dan memberikan ia ruang untuk duduk dan memulai obrolan mereka.


"Bu ini aku siapkan untuk mu saat ingin ke sini. Dan ini untuk paman." Ucap Zhafira yang memberikan 2 box yang dibawa olehnya sejak tadi kepada Caca.


"Wah apa ini? Padahal tidak perlu membawa apa-apa. Kalian berdua mau berkunjung saja ke sini sudah bagus." Ucap Caca yang tidak memperdulikan box yang di berikan oleh Zhafira kepadanya.


"Pantasan saja Kenzo mengatakan untuk tidak perlu khawatir. Ternyata seperti ini." Jawab Zhafira yang mengerti apa yang di maksud dengan Kenzo bahwa keluarganya tidak peduli dengan sebuah buah tangan. Bahkan saat ini Caca tidak melihat apa isi Box itu namun lebih fokus untuk mengobrol dengannya.


Saat ini Caca sedang memegang tangan Zhafira untuk mulai mengintrogasi Zhafira.


"Siapa nama mu?" tanya Caca yang tersenyum.


"Zhafira Shen, biasa di panggil Zhafira bu." Jawab Zhafira masih malu-malu.


"Hahaha, jangan panggil Bu panggil saja Bunda Caca." Jawab Caca.


"Iya bunda." Jawab Zhafira.


"Bagus-bagus, memang benar yang di katakan oleh Bella bahwa kau memang anak yang sopan, cantik dan juga lembut." Jawab Caca tertawa.


"Bunda sudah mengenal Zhafira?" tanya Zhafira yang terkejut mendengar pernyataan Caca.


"Tentu. Tapi aku tidak menyangka ternyata kau bisa bersama dengan Kenzo si kembaran suami ku." Jawab Caca kemudian Zhafira bingung apa yang di maksud dengan Caca.


"Dingin, tidak banyak bicara, tapi sebenernya dia itu baik." Jawab Caca yang tersenyum.


"Seperti itulah bunda." Jawab Zhafira dengan pelan.


"Hahahah, kenapa bisa menyukai Kenzo yang seperti itu?" tanya Caca.


"Karena Kenzo selalu ada di saat aku membutuhkannya." Jawab Zhafira.


"Jadi kau benar-benar menyukai si kulkas itu?" tanya Caca sekali lagi.