Junior Sandreas

Junior Sandreas
Penjelasan Kenzo yang Bertunangan



Episode Kenzo Sandreas


"Kenzo." Panggil Zhafira yang terkejut saat Kenzo memeluk tangannya dan merengek.


"Kau? Maaf aku kira bunda." Jawab Kenzo yang terkejut dan langsung meminta maaf.


"Iya." Jawab Zhafira yang sebenarnya tersipu malu namun tetap berpura-pura diam dan mengaduk kembali buburnya.


"Kenzo di sini?" tanya Caca yang baru saja tiba.


"Bun, Daddy meminta di buatkan kopi. Aku juga mintak satu." Ucap Kenzo.


"Oh begitu. Bunda lupa karena keasyikan memasak dengan Zhafira sambil mengobrol." Jawab Caca yang memakai celemek ya kembali.


"Kenzo kembali bersama dengan Daddy di taman belakang."Jawab Kenzo.


"Iya." Jawab Caca yang tersenyum dan Kenzo terburu-buru pergi meninggalkan dapur.


Caca membuatkan kopi itu dan mengantarkannya. Lalu Zhafira membantu Caca menata sarapan di atas meja makan. Setelah Caca kembali ke dapur lagi, Zhafira sudah setengah menyusun makanan di atas meja.


"Zhafira pintar menata makanan." Jawab Caca yang melihat bagaimana Zhafira menata makanan, piring dan yang lainnya di atas meja.


"Pasti tidak sebaik bunda dalam menatanya." Jawab Zhafira.


"Hahahha anak ini bermulut manis juga." Jawab Caca tertawa kemudian membantu Zhafira untuk menata meja hingga selesai.


"Akhirnya selesai juga. Zhafira sudah mandi?" tanya Caca.


"Hehehe, belum bunda." Jawab Zhafira dengan jujur.


"Ya sudah, bersihkan diri dulu lalu turun ke bawah. Bunda juga ingin ganti baju lagi. Lagian dua lelaki itu pasti masih menikmati kopi setelah lari pagi." Jawab Caca.


"Oh baik bunda." Jawab Zhafira dengan melepaskan celemek kemudian pergi ke kamar.


"Kenapa Kenzo bisa tau ukuran pakaian dalam ku atau ini adalah kerjaan Paman Riki karena dia yang membelinya. Tetapi itu atas perintah Kenzo." Ucap Zhafira yang kembali bertanya ketika selesai membersihkan diri dan memakai pakaian. Zhafira kembali bertanya pertanyaan tadi malam setelah membuka isi kotak pakaian yang di berikan oleh Kenzo.


Zhafira kembali menyingkirkan pertanyaan itu, Zhafira bersiap-siap berpakaian dan berias untuk turun ke bawah sarapan bersama dengan keluarga Kenzo.


"Kau sudah datang Zhafira? duduklah di situ." Jawab Caca yang juga tiba di ruang makan.


"Iya Bun," Jawab Zhafira yang sedang memperhatikan seluruh ruangan karena tidak menemukan wajah Kenzo dan Jack.


"Mereka sebentar lagi tiba." Jawab Caca.


"Tuh yang di bilangi sudah datang." Jawab Caca kembali dengan melihat mereka berdua tiba.


"Hubby sini." Ucap Caca yang menghampiri Jack dan mengiring ya duduk.


"Ada apa?" tanya Jack.


"Lihat, ini hasil karya menantu mu dan aku." Jawab Caca dengan gembira berbisik kepada Jack dan kemudian duduk di samping Jack. Sedangkan Kenzo dan Zhafira sudah duduk di depan mereka.


"Oh benarkah?" tanya Jack.


"Iya. Yang ada di meja ini semuanya adalah buatan Zhafira kecuali bubur ini." Jawab Caca.


"Aku hanya ingin makan bubur mu saja." Jawab Jack.


"Haisss, hubby boleh menikmati bubur buatan ku setelah mencicipi beberapa masakan Zhafira." Jawab Caca mengancam Jack.


"Kalian berdua?" tanya Caca dengan memberikan tatapan menyeramkan kepada Kenzo dan Jack. Sedangkan Zhafira yang sejak tadi mendengar pernyataan Jack membuatnya menjadi tidak bersemangat untuk tersenyum. Dan seketika kaget melihat Caca yang membelanya.


"Baiklah, baik." Jawab Kenzo dan Jack bersamaan.


"Bagus, aku ambilkan." Jawab Caca yang mengambil nasi goreng dengan campuran udang, kacang polo, jagung, wortel dan beberapa daging yang kriuk di goreng di taburkan di atasnya. Caca mengambilnya dan meletakkan ke piring Jack dan Kenzo.


Kenzo yang sudah mengetahui bahwa yang masakan yang di buat oleh Zhafira pasti sesuai dengan lidahnya. Tapi entah dengan Daddy, karena selama ini hanya masakan Caca yang dapat memuaskan dirinya.


Jack mencoba menikmati nasi goreng itu sesuap dan langsung memberikan komentarnya. Sedangkan Kenzo langsung menikmati saja dan menghabiskannya.


"Bagaimana?" tanya Caca kepada Jack.


"Lumayan, hampir bisa mendekati seperti masakan istriku. Hanya saja mungkin ada yang berbeda dari segi kadar bumbu yang di masukkan." Jawab Jack yang memang pemilih makanan.


"Baguslah kau tidak memuntahkannya. Tenang Zhafira, ternyata masakan mu lolos dari lidah lelaki pemilih ini." Jawab Caca tersenyum.


"Maksudnya itu, biasanya Daddy akan memuntahkan makanan yang baru di masukan ke dalam mulutnya begitu saja jika tidak sesuai dengan lidahnya." Jawab Kenzo.


"Lalu bagaimana jika makan di luar rumah?" tanya Zhafira dengan polosnya.


"Aku tidak ada napsu memakan masakan lain kecuali masakan istriku. Tapi jika dia ingin pergi keluar hanya sekedar makan, aku akan menemaninya." Jawab Jack.


"Dan jika aku malas, dia yang akan memasaknya." Jawab Caca tersenyum.


"Oh begitu, aku baru mendengarkan kisah romantis ini seperti di drama." Jawab Zhafira.


"Hahahahha." Ucap Caca tertawa. Kenzo dan Jack juga ikut tersenyum.


"Lama kelamaan kau akan terbiasa dengan apa yang kau lihat. " Jawab Kenzo dengan berbisik kepada Zhafira.


"Sudah-sudah. Ayo nikmati makanannya." Ucap Caca.


Mereka semua menikmati makanan dengan perlahan dan setelah itu mengobrol kembali.


"Bunda, sepertinya aku akan kembali setelah ini." Jawab Kenzo.


"Kenapa? Kau belum menjelaskan kenapa kau membawa Zhafira ke keluarga ini? Aku ingin mendengarkan penjelasannya." Jawab Caca yang kemudian dengan serius melihat mereka.


"Aku sudah menjelaskan semuanya kepada Daddy, biarkan Daddy menjelaskannya selebihnya. Tapi tetap saja intinya adalah Zhafira dan aku sudah bertunangan bunda." Jawab Kenzo.


"Benarkah?" tanya Caca yang melontarkan hal itu ke arah Zhafira.


"Iya bunda." Jawab Zhafira yang pelan-pelan.


"Katakan padaku, apakah Kenzo memasak mu untuk bertunangan dengannya?" tanya Caca.


"Tidak-tidak bunda, aku yang memintanya kepada Kenzo. Semua ini karena aku mengalami.." Zhafira yang ingin mengatakan semuanya tapi di cegah oleh Kenzo.


"Karena Zhafira yang lebih dulu mengatakannya, dan aku menerimanya. Lagian bukannya bunda memintaku untuk segera mencari pendamping daripada sendiri?" tanya Kenzo.


"Hmmmm." Jawab Caca dengan melihat mereka berdua dengan intens.


"Yang di katakan oleh Kenzo itu benar bunda. Sebenarnya aku menyukai Kenzo sejak awal dia masuk ke dalam kampus ku. Saat itu aku belum berteman dengan Bella. Dan setelah aku mengetahui bahwa lelaki yang pernah aku lihat itu adalah saudara Bella. Aku memutuskan untuk mengejarnya." Jelas Zhafira dengan jujur tanpa ada titik koma dalam mengungkapkannya dengan kecepatan full.


"Lalu sejak kapan kalian berhubungan? Kenapa Kenzo atau Bella tidak memberitahu ku lalu kalian mengatakan sudah bertunangan saja?" tanya Caca yang mengkorek kembali informasi.


"Sebulan lebih ini aku bertemu kembali dengan Zhafira Bunda. Dia menjadi sekertaris ku tanpa sengaja dan dia mengungkapkan semua perasaannya dengan ku baru-baru ini. Lalu tanpa menolaknya aku mengumumkannya di depan semua orang saat pesta publik 2 hari yang lalu." Jawab Kenzo.