
Tiba-tiba saat ia menikmati makanannya seekor kucing berwarna putih dan bercorak hitam melompat ke arahnya yang membuat dirinya terkejut.
Kucing itu sangat imut, bukan karena coraknya yang di sukai oleh Bella tapi juga
tubuhnya yang cukup gemuk. Kucing ini jenis kucing persia. Kucing jenis Persia ini tiba-tiba datang ke arah Bella dengan menjatuhkan sate yang di pegang oleh tangan Bella.
“Hy, siapa kamu?” tanya Bella kepada seekor kucing itu.
Kucing yang tadinya menjatuhkan sate udang yang di pegang oleh Bella melompat ke bawah untuk memakan sate yang terjatuh itu. Bella dengan segera mengangkat kucing itu untuk mencegahnya memakan sate yang sudah jatuh.
Bella dengan lembutnya menggendong kucing itu dan memangku ya untuk duduk bersama dengannya.Bella mengelus kepala dan bawah leher kucing itu dengan lembut sehingga kucing itu tidak bisa menolak kelembutan yang
diberikan oleh Bella.
“Kau ingin udan itu?” tanya Bella kepada sang kucing.
Bella langsung mengambil satu tusuk sate yang berada di kotaknya tadi dan memberikannya kepada kucing. Dengan lahap kucing itu menikmati makanan sate udang itu dengan cepat.
“Kau lahap juga, tapi hanya tinggal satu saja dan kau sudah menghabisinya.” Ucap Bella yang melihat sate yang diberikan olehnya sudah habis di lahap oleh sang kucing.
“Siapa namamu dan siapa pemiliknya?” tanya Bella yang menggendong kucing itu lagi sambil melihat sekitar kanan dan kiri.
Bella mencari keberadaan sang pemilik kucing ini mungkin berada di sekitar daerah tempat ia duduk. Namun tidak ada tanda-tanda bahwa
orang-orang yang ada disekitarnya adalah sang pemilih kucing imut ini. Bella tidak sengaja memegang kalung kecil yang terpakai di leher kucing imut ini. Karena tubuhnya yang besar dan bulunya yang tebal sehingga sejak tadi Bella tidak melihat bahwa ia menggunakan sebuah kalung yang mungkin pemberian dari sang
pemiliknya.
“Zo.” Ucap Bella yang membaca tulisan yang berada di kalung itu.
“Apa mungkin itu namamu?” tanya Bella yang kembali bertanya kepada kucing imut itu.
“Baiklah aku memanggilmu sebagai Zo. Imut juga namanya.” Jawab Bella sendiri.
“Kita akan menunggu pemilikmu mencarimu ke sini. Dan jika tidak ada yang mencarimu maka kamu akan aku bawa pulang saja.” Jawab Bella yang tertawa penuh dengan kecurigaan.
Sementara dari ujung taman pinggir pantai seorang lelaki sedang berjalan dengan cepat dan melihat sekeling kanan dan kirinya. Seorang lelaki yang rambutnya lurus panjang sebahu, dengan hidung yang mancung dan mata yang sipit dan kulit yang putih seperti keturunan tiongkok. Laki-laki itu menggunakan celana berwarna hitam dengan baju kemeja berwarna biru langit yang di masukkan kecelana dengan menggunakan tali pinggang yang kecil terbuat dari kulit asli. Namun jika sekilas tidak tampak mengggunakan tali pinggang karena bajunya yang di menutupinya.
Lelaki itu menggulung lengan bajunya yang panjang hingga ke siku tangan sambil berjalan mengelilingi taman pinggir pantai untuk mencari sesuatu yang hilang darinya sambil menyebut nama dalam langkah kakinya.
“Zo!" Teriak lelaki itu bolak-balik untuk memanggil kucing yang bernama Zo.
Lelaki itu terus berjalan kucingnya dekat di mana Bella duduk dengan Zo. Zo yang mendengar suara tuan yang sedang memanggilnya, ia melompatkan dirinya dari pangkuan Bella ke bawah dan berlari ke arah sang pemilik. Bella yang ikut berdiri dan mengikutin berlari hingga berhadapan dengan lelaki itu dengan melihat Zo yang mengeluskan kepalanya ke kaki lelaki itu.
Lelaki itu langsung menggendong Zo dan menyayanginya dengan mengelus leher dan kepala Zo.
"Aku mengajak mu keluar agar kau tidak stress di rumah saja. Tapi kau malah pergi ketika sudah sampai." Jawab Lelaki itu berkata kepada sang kucing.
"Jadi tuan adalah pemilik dari kucing ini?" tanya Bella yang melihat dari bawah kaki hingga wajah tuan itu.
"Feng." Ucapnya dalam hati karena terkejut.
"Tidak, hanya menjatuhkan beberapa makananku saja." Jawab Bella yang terbata-bata.
"Dia tidak mengenaliku kan?" tanya Bella dalam hati.
"Aku seperti tidak asing melihat wajahnya." Ucap Feng dalam hatinya.
" Apakah kita pernah bertemu?" tanya Feng.
"Ti..dak." Jawab Bella dengan terbata-bata.
" Apakah dia benar-benar mengenalku? Dan dia juga berpenampilan berbeda." Ucap Bella dalam hatinya.
Bella melihat penampilan dokter Feng yang tidak seperti biasanya. Karena biasanya dokter Feng selalu mengucir rambut.
"Mungkin Aku sedang memikirkan seseorang yang pernah aku temui beberapa hari yang lalu." Jawab dokter Feng dengan nada yang pelan.
"Apa?" tanya Bella yang tidak mendengar dengan jelas.
"Tidak apa-apa." Jawab dokter Feng yang masih mengelus kepala kucing yang bernama Zo.
"Oh, karena tadi aku mendengar bahwa kau sedang menyamakan ku dengan seseorang yang pernah ketemu. Apakah pendengaranku tidak salah?" tanya Bella kepada dokter Feng yang berharap bahwa dirinya tidak dikenali oleh dokter Feng dengan wajah yang seperti ini.
"Aku berharap dia tidak akan mengetahui siapa aku dengan wajah seperti ini." Jawab Bella dalam hatinya.
Feng yang terus memandangi Bella dari ujung kaki hingga wajahnya dan mencari kembali memori yang mungkin membenarkan perasaannya bahwa ia mengenal orang yang ada di hadapannya. Dengan wajah yang penuh dengan kecurigaan sedang menatap Bella yang berdiri dihadapan dokter Feng itu.
"Hello." Ucap Bella dengan melambaikan tangan kanannya di depan wajah dokter Feng.
Bella yang melakukan hal itu hingga berkali-kali namun tidak menyodorkan dokter Feng pada lamunannya.
"Ini orang kenapa bisa melamun hingga tidak sadar diri. Mungkin jika aku berpenampilan dengan penampilan itu sudah aku peluk saja dia." Jawab Bella dalam hatinya sambil tertawa kecil karena melihat Feng yang memperhatikan Bella dengan serius tanpa berkedip mata.
"Tuan," panggil Bella sambil menyentuh bahu kanan Dokter Feng untuk menyadarkannya.
"Oh maaf aku melamunkan sesuatu."Jawab dokter Feng kemudian mengalikan pandangannya ke Zo.
"Ha.." Jawab Bella yang masih heran.
"Lihatlah di belakang mu. Ada senja yang indah untuk di pandangi." Jawab Feng untuk mengalikan pembicaraan.
Bella yang ikut membalikkan badan sambil melihat dengan takjub apa yang sedang ia lihat benar-benar indah. Matahari yang mulai terbenam keseluruhan di ujung lautan lepas memancarkan cahaya senjanya ke seluruh langit pada sore hari itu.
"Dia datang tanpa di undang, dan ia pergi tanpa berpamitan." Jawab Bella.
"Dia datang dengan kehangatan tapi pergi meninggalkan kerinduan." Jawab Feng menyambung pernyataan Bella.
"Seperti Aurora di sore hari." Jawab Bella yang kemudian menoleh ke kiri yaitu arah Feng yang berdiri di samping Bella saat ini.
"Senja keindahan yang tak bisa untuk di lupakan." Jawab Feng.