
Jangan Lupa Like Dulu Sebelum Membaca 😂
Episode Krissta Sandreas
"Aku tidak pernah menganggap semua hal itu dengan sepele. Aku selalu serius Bang." Jawab Kriss.
"Aku tau. Tapi kali ini tidak bisa menganggap enteng karena memang mereka adalah orang yang hebat. Mereka bersembunyi dengan sangat baik." Jawab Kenzo.
"Kau benar Bang. Mereka bersembunyi sangat baik lalu apa yang harus kita lakukan saat ini? Apa yang kami dapatkan dengan berbagai cara yang sudah kamu lakukan untuk mendapatkan petunjuk ini namun saat ini lagi lagi petunjuk itu berhenti pada jalan buntu." Jawab Kriss.
"Abang mengerti apa yang sudah kalian lakukan. Kami jika sudah melakukan hal yang sama seperti apa yang kalian lakukan. Tidak ada yang sia-sia dalam setiap usaha. Kita akan mendapatkan petunjuk pada setiap kesulitan." Ucap Kenzo.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Kriss.
"Kembali pada petunjuk pertama." Jawab Kenzo.
"Fokus pada orang-orang yang menjadi kandidatnya?" tanya Kriss.
"Iya. Mungkin apa yang didapatkan oleh orang-orang kita itu adalah hal yang sengaja dilakukan oleh mereka. Mereka tahu bahwa kita akan mencari informasi tentang mereka dan mereka menyembunyikannya kembali dengan sangat rapi." Jawab Kenzo.
"Jadi maksud Abang seperti kejadian yang pernah di ceritakan oleh Daddy. Bahwa ada tindakan yang dilakukan Untuk memanipulasi setiap tindakan seseorang atau informasi dari seseorang." Jawab Kriss.
"Iya. Saat ini kita tidak bisa mencurigai a atau b tapi kita harus mencurigai orang-orang yang sudah kalian klasifikasikan sebagai target dari kalian siapa pun dia." Jawab Kenzo.
"Oh iya aku hampir lupa. Baiklah mulai sekarang aku akan memerintahkan beberapa orang untuk mengikuti mereka bertiga dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pasti akan menemukan sesuatu suatu saat." Jawab Kriss.
"Benar. Ikuti saja peran kalian sebagai OSIS sambil memperhatikan sekitar dengan leluasa." Jawab Kenzo.
"Abang benar, dengan menjadi anggota OSIS kami akan lebih berkuasa untuk memantau beberapa orang yang mungkin menjadi target kecurigaan kita." Jawab Kriss.
"Ia. Jangan terlalu memaksakan diri. Kalian nikmati saja masa sekolah itu yang sesuai dengan kemauan mu selama ini. Tapi jangan lupakan tugasmu untuk mencari tahu siapa yang telah membunuh kakek dan nenek kita." Jawab Kenzo.
"Tentu." Jawab Kriss.
"Apa lagi yang ingin kamu laporkan kepada aku?" tanya Kenzo.
"Aku cemburu bawa sekarang abang lebih meluangkan waktu untuk calon kakak ipar dibandingkan adikmu sendiri." Jawab Kriss yang kembali menggoda Kenzo.
"Kenapa membawa Zhafira dalam obrolan kita?" tanya Kenzo.
"Baiklah aku salah. Ya sudah Abang kembali menyelesaikan tugas menghabiskan waktu dengan calon kak ipar." Jawab Kriss yang mematikan panggilan itu sebelum Kenzo bertindak.
"Haha. Nampak sekali dia sekarang sudah tidak seperti kulkas." Jawab Kriss yang memegang ponselnya setelah mematikan panggilan itu lalu meletakkannya di samping laptop di atas meja belajar.
Kriss kembali memikirkan apa yang dikatakan oleh Kenzo. Ia berganti pakaian dan memakai jaket keluar dari apartemen. Kriss keluar ingin berjumpa dengan Robert. Kriss menggunakan sepeda untuk mengurus ke daerah rumah Robert.
Tiba di rumah Robert, Kriss melihat sekitar apakah ada yang sedang mengikuti dia atau tidak hujan ketika sudah memastikan keris masuk ke dalam pagar rumah Robert. Satpam yang menjaga sudah mengetahui siapa yang datang lalu membuka gerbang itu.
"Salam tuan muda Kriss." Ucapnya.
"Tuan Kriss?" tanya Robert yang terkejut ketika Kriss mengetuk pintu Kemudian langsung masuk ke dalam ruang kerjanya.Kriss yang tersenyum dan mengangguk ke kursi depan meja kerjanya lalu duduk.
"Seharusnya saya bisa mendatangi Anda dan tidak perlu Anda yang datang kemari tuan muda." Ucap Robert.
"Tidak apa-apa paman. Aku hanya ingin memberikan tugas ke beberapa anggota kita untuk mengikuti beberapa orang yang berada di daftar ini." Ucap Kriss.
Kriss mengirimkan beberapa file orang-orang yang menjadi target kecurigaan mereka termasuk Daniel. Robert langsung membuka email dari laptop yang berada di depannya lalu membuka file itu dan membacanya secara singkat.
" Orang-orang ini?" tanya Robert.
"Ia, dari hasil tindakan kita kemarin malam kami mendapatkan kesimpulan dari rekaman yang kita dapatkan itu. Mereka adalah orang-orang yang menjadi target kecurigaan kita tentang siapa dalang yang telah mengirimkan email anonim yang sedang kita cari." Jawab Kriss.
"Oh. Jadi mereka." Jawab Robert.
"Iya paman, aku mau orang-orang kita untuk mengikuti mereka mulai dari detik ini hingga nanti semuanya sudah jelas siapa yang telah mengirim email itu. Tapi berikan lebih ekstra kepada pak Daniel." Jawab Kriss.
"Daniel?" tanya Robert.
"Iya. Pak Daniel menjadi target kecurigaan ku karena....." Kriss menceritakan dengan singkat tentang apa yang terjadi yang didapatkan dari informan detektif yang telah ia sewa untuk mencari tahu tentang Daniel.
"Oh jadi seperti itu." Jawab Robert.
"Jadi ada 2 menit lebih durasi rekaman yang hilang dari komputer itu yang menjadi server. Dan Anda berhipotesis bahwa server itu telah diganti oleh orang lain. Sehingga kita tidak dapat memulihkan rekaman yang ada di flash disk yang telah kita dapatkan." Jawab Robert.
"Iya paman. Jadi coba pakan cek kembali tanggal kejadian pengiriman itu. Siapa saja yang datang." Jawab Kriss.
"Aku mengerti. Tidak apa-apa jika petunjuk ini menjadi buntu lagi namun setidaknya kita mendapatkan petunjuk baru untuk melanjutkan rencana apa yang akan kita lakukan selanjutnya." Ucap Robert.
"Iya paman. Aku hanya ingin mengatakan hal itu saja jadi aku pamit undur diri." Jawab Kriss yang berdiri dan melangkah keluar dari ruang kerja.
"Anda tidak ingin makan malam bersama kami dulu sebelum kembali ke apartemen?" tanya Robert.
"Tidak perlu paman. Aku ingin mencari udara segar malam ini." Jawab Kriss.
"Apa yang perlu saya bantu?" tanya Robert.
"Oh ya, paman pinjamkan aku motor anak mu yang ada di bagasi. Aku ingin pergi balapan.' Ucap Kriss.
"Balapan?" tanya Robert.
"Tolong jangan bilang ke Daddy atau Abang Kenzo. Aku sudah dua bulan tidak melakukan itu. Tenang saja aku tidak akan membuat masalah. Hanya ingin berkeliling di kota pada mal hari menggunakan sepeda motor." Jawab Kriss tersenyum.
"Hmmm. Baiklah. Tunggu saya ambilkan kunci sepeda motor ya." Ucap Robert yang membuka laci di dalam ruangan itu dan mengambil kunci sepeda motor lalu memberikannya kepada Kriss.
"Tidak perlu mengantar ku. Biar aku ke sana sendiri." Jawab Kriss yang mengambil kuncinya lalu pergi meninggalkan Robert berjalan ke arah bagasi mobil.