Junior Sandreas

Junior Sandreas
Bertemu dengan Ceysi



Episode Kenzo Sandreas


Zhafira masih memikirkan bagaimana cara dirinya untuk membujuk Kenzo. Zhafira berjalan meninggalkan ruang Dekan menuju ke sebuah taman kampus. Zhafira yang melangkah tanpa melihat malah tertabrak Ceysi.


"Pakai mata dong kalau jalan!" Ucap Ceysi yang bahunya tertabrak Zhafira.


"Maaf, saya tidak sengaja." Ucap Zhafira yang kemudian mereka saling tatap.


"Zhafira!" Panggil Ceysi yang terkejut.


"Ceysi!" Panggil Zhafira yang terkejut.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Zhafira.


"Kenapa kau kembali?" tanya Ceysi.


Mereka yang mengeluarkan kalimat dalam fikiran mereka bersama-sama tanpa menerima jawaban dari masing-masing.


"Apa yang di lakukan oleh Ceysi di sini?" tanya Zhafira dalam hati.


"Kenapa dia muncul kembali? Bukannya Ibu sudah mengatakannya bahwa dia sudah di jual dengan om mesum itu?" tanya Ceysi dalam hati.


"Oh aku tahu, kau datang ingin bertemu dengan Damico. Selamat atas hubungan kalian." Ucap Zhafira yang menebak untuk menjawab pertanyaannya dan harus memberi balasan kepada Ceysi.


"Dari mana dia mengetahui ini?" tanya Ceysi dalam hatinya.


"Jadi kau sudah tahu? Baguslah dengan begitu aku tidak perlu lagi bersembunyi lagi dari mu." Jawab Ceysi dengan bangga ya.


"Tentu, silahkan lakukan apa yang kalian sukai." Jawab Zhafira yang melibatkan kedua tangannya ke dada untuk menutupi tangannya yang gemetaran.


"Oh satu lagi, aku akan kembali malam ini ke rumah sesuai dengan perintah ibu mu. Sampai bertemu kembali." Jawab Zhafira yang kemudian langsung pergi meninggalkan Ceysi tanpa mendengar jawabannya karena dia tidak ingin berlama-lama.


"Berani-berani ya dia!" Jawab Ceysi yang kesal karena tidak menerima perlakukan Zhafira.


"Kenapa sifatnya berubah selama dua bulan tidak bertemu?" tanya Ceysi yang heran dan terbengong setelah kesal melihat Zhafira pergi meninggalkannya.


"Ibu? Aku harus bertanya kepada ibu." Jawab Ceysi dalam hati.


Zhafira yang sudah menjauh dari Ceysi, dan Ceysi yang masih berdiri di sana di datangi oleh Damico.


"Sayang sudah sampai?" tanya Damico yang datang menghampiri Ceysi.


"Iya. Apakah urusan mu sudah selesai?" tanya Ceysi.


"Sudah." Jawab Damico.


Damico adalah seorang anak dari investor universitas untuk jurusan dissert di universitas ini. Karena ibunya adalah pembisnis kuliner di beberapa tempat di kota ini. Semenjak ibunya meninggal lima tahun yang lalu, Damico yang melanjutkan hal itu.


"Kenapa melamun dengan berdiri di sini?" tanya Damico.


"Tidak apa-apa. Oh ya aku lupa bahwa ada pekerjaan sedikit yang belum di selesaikan. Jadi sepertinya kita tidak jadi pergi hari ini. Bisa kah antarkan aku ke rumah saja hari ini?" tanya Ceysi.


"Tentu, lain kali bisa kita makan malam bersama." Jawab Damico.


"Iya." Jawab Ceysi yang tersenyum.


Mereka berjalan dengan bergandengan dimana tangan Damico yang di peluk oleh Ceysi. Mereka berjalan ke arah mobil Damico yang di ada di parkiran.


Damico adalah senior Ceysi yang sudah tamat di jurusan bisnis dua tahun yang lalu. Dan mereka sama di universitas yang sama. Karena pilih kasihnya Cai membuat Zhafira tidak bisa melanjutkan ke dunia perkuliahan seperti Ceysi. Zhafira sejak awal hingga sekarang mendapatkan beasiswa atas usahanya sendiri.


Dan saat melanjut ke jenjang inilah ia berada di universitas yang sama dengan Ceysi dan Damico. Karena gedung jurusan yang berdekatan sehingga mereka bisa bertemu. Dan karena Ayah Damico dan Cai adalah teman lama.


Sedangkan Zhafira pergi ke ruang Perpustakaan Universitas untuk menyelesaikan proposal agar segera di revisi oleh dirinya. Zhafira memperbaiki beberapa yang salah dan menambahkan apa yang di beri saran oleh Dekan kepada ya. Karena saat ini juga masih jam setengah 3 sore. Zhafira masih ada waktu untuk belajar sebelum kembali ke rumahnya karena untuk memenuhi janji Cai saat Cai datang ke kantornya.


***


Tiba di rumah, Damico yang mengantarkan Ceysi membukakan kan kunci mobil dan membiarkannya turun sendiri dari mobil tanpa membukakan pintu mobil.


"Terima kasih telah mengantar. Hati-hati di jalan." Jawab Ceysi.


"Tentu. Karena kau sibuk mengerjakan tugas jadi aku tidak mampir ke rumah." Jawab Damico.


"Iya." Jawab Ceysi yang tersenyum di depan jendela mobil kemudian berdiri tegak dan memberikan lambaian tangan kepada Damico yang pergi meninggalkannya.


"Baguslah dia sudah pergi dan tidak ikut masuk. Aku harus pergi bertemu dengan Ibu. Mempertanyakan semua ini kepadanya." Jawab Ceysi.


Ceysi berjalan masuk kedalam rumah kemudian masuk ke dalam kamarnya meletakkan semua barang-barang yang di bawahnya lalu pergi mencari keberadaan Cai yang berada di rumah.


"Ibu!" Teriak Ceysi yang memanggil Cai di dalam rumah. Ceysi berjalan menelusuri setiap sudut rumah dan menemukan Cai yang berada di halaman belakang rumah sedang duduk menyeduh teh.


"Ada apa berteriak-teriak. Kau sudah pulang putri ku?" tanya Cai.


"Bu jelaskan tentang Zhafira? Bukannya kau sudah menjualnya? Dan dua bulan ini dia juga tidak kembali ke rumah? Bukannya kau bilang dia tidak akan kembali lagi ke rumah ini? Lantas kenapa kau menyuruhnya kembali lagi?" tanya Ceysi yang terus bertanya tanpa ada jeda berhenti.


"Pelan-pelan bertanya ya. Kenapa? Apakah kau bertemu dengan Zhafira?" tanya Cai.


"Iya......" Ceysi bercerita tentang pertemuan dirinya dengan Zhafira.


"Jadi benar, dia memang sudah berubah sikapnya." Tanya Cai yang memberikan resume.


"Maksud ibu?" tanya Ceysi yang tidak mengerti apa yang di maksud dengan Cai.


"Dengar..." Cai menceritakan segalanya kepada Ceysi.


"Jadi ibu juga tidak mengetahui bagaimana dia bisa lepas dari orang yang membelinya tapi dia malah mendapatkan perlindungan dari Kenzo Sandreas?" tanya Ceysi.


"Iya. Aku sudah mencari tahu tentang kejadian kebakaran itu tapi tidak menemukan hal lainnya dari detektif yang sudah aku sewa." Jawab Cai.


"Ibu, benarkah Kenzo Sandreas? Pria muda berbakat, terkaya dan suami impian semua wanita di negara ini?" tanya Ceysi yang masih memikirkan bagaimana Zhafira bisa berkenalan dengan Kenzo.


"Iya. Seperti yang ibu ceritakan, ibu bertemu dengan mereka ketika mewakilinya ayah mu untuk penyambutan pesta publik....." Cai yang menjelaskan kembali ceritanya.


"Jadi apa yang membuat ibu menyuruh dia datang kembali ke rumah ini? Apa rencana ibu?" tanya Ceysi.


"Aku memberi tahu mereka tentang pernikahan mu dengan Damico yang di awali dengan pertunangan yang akan di adakan dalam waktu dekat ini kan?" tanya Cai.


"Iya. Lalu hubungannya?" tanya Ceysi.


"Aku ingin kau merebut Kenzo. Tapi sepertinya tidak mungkin, mendapatkan Damico juga tidak ada ruginya. Karena kau juga sudah berbuat banyak kepada Damico. Jika kau merebut Kenzo dengan cara yang sama seperti mendapatkan Damico itu tidak mungkin karena kita tahu bagaimana sifat keluarga Sandreas itu menurut kebanyak itu.