Junior Sandreas

Junior Sandreas
Feng Pindah Ke Samping Apartemen Bella



Episode Bella dan Feng


Waktu seperti seketika berhenti. Dua pasang wajah sedang menatap dengan dua pasang bola mata indah saling menatap dengan penuh perasaan. Beberapa detik berlalu, mata Bella berkedip dan baru saja tersadar. Di saat itulah Bella menyadari bahwa orang yang menangkap tubuh ya yang terjatuh adalah Feng.


"Kau?" Ucap Bella yang terkejut namun Feng memberikan senyuman indah untuk Bella.


Bella langsung berdiri sendiri dengan bantuan Feng dan mereka berdua berada di depan lift hingga lift tertutup kembali. Feng yang berjalan mendekati Bella beberapa langkah. Lalu memberikan ponselnya yang di tangkap olehnya kepada Bella.


"Kenapa kau di sini?" tanya Bella dengan cetus.


"Kenapa bernada seperti itu? Apakah aku tidak boleh kemari?" tanya Feng.


"Boleh saja, ini kan tempat umum. Apalagi jika kau adalah salah penghuni gedung apartemen ini." Jawab Bella dengan kesal lagi sambil memeriksa ponselnya untuk menekan tombol pesan.


Feng yang melihat Bella sedang memesan makanannya hanya tersenyum kecil, lalu menggoda Bella kembali.


"Kenapa baru pulang jam segini?" tanya Feng.


"Bukan urusan mu." Jawab Bella yang berjalan mendekati pintu apartemen ya namun di cegah oleh Feng dengan mengunci tubuh Bella dengan kedua tangannya ke dinding.


"Apa yang kau lakukan Feng?" tanya Bella dimana wajahnya sudah berhadapan dengan Feng begitu dekat tapi tangannya sedang menekan tombol pasword rumah.


"Aku salah apa?" tanya Feng.


"Dasar tidak peka. Malah bertanya salah apa. Fikir sendiri lah. Bukannya minta maaf malah bertanya apa seperti tidak ada kejadian." Ucap Bella dalam hati yang masih berusaha membuka pintu apartemen.


"Oh. Tidak ingin memberi tahu?" tanya Feng dengan wajah yang lebih dekat ke wajah Bella.


Karena Bella masih bungkam dan tidak berkata dengan cepat Feng mencium Bella dengan paksa di depan pintu apartemen Bella. Bella yang terkejut dengan tindakan Feng menekan tombol bintang lalu terbuka pintu. Dengan cepat Bella membuka dan masuk ke dalam apartemen meninggalkan Feng yang berdiri depan pintu.


Feng tersenyum melihat tingkah Bella yang imut. Feng berjalan sambil mengambil ponsel miliknya yang berada di saku celana.


"Hukuman karena tidak menjawab pertanyaan ku. Katakan apa kesalahan ku agar aku memperbaikinya." pesan pertama yang dikirim oleh Feng dari obrolan chat.


"Aku tunggu hingga kau mau berbicara." pesan kedua Feng namun masih saja di read oleh Bella tanpa di balas.


"Jangan salahkan aku jika aku mendobrak paksa pintu apartemen mu jika kau tidak menjawabnya." pesan ketiga Feng.


"Dasar gila." Jawab Bella.


"Hahha. Tunggu dan lihat saja." Jawab Feng.


Feng masuk ke dalam apartemen barunya sesuai dengan password yang sudah berikan kepada Rom.


"Kerja bagus." Jawab Feng ketika masuk dan melihat perabotan yang sesuai dengan seleranya kemudian ia berjalan mengelilingi isi apartemennya dan semuanya sesuai dengan seleranya. Feng memuji pekerjaan Rom udah beres dengan sangat baik.


Baru saja Feng memuji pekerjaan Rom. Suara ponsel berdering dengan panggilan Rom. Feng langsung mengangkatnya.


Mereka berdua mengobrol tentang lelaki yang sudah dibereskan oleh Rom. Rom memberitahu kepada saya bahwa lelaki itu sudah meninggalkan negara ini sesuai dengan perintah Feng.


"Terima kasih bos." Jawab Rom dalam chat setelah melihat ada pesan masuk kedalam rekening dengan jumlah yang cukup seperti gaji sebulan untuknya yang diberikan oleh Feng.


Feng melanjutkan untuk membersihkan dirinya. Yang bersamaan Bella juga sedang mandi di apartemen ya. Namun Feng lebih dulu siap dan mendengar suara bel apartemen ya berbunyi. Ternyata itu adalah delivery makanan yang di pesan Bella namun kesasar di apartemen Bella.


"Apakah benar tuan yang memesan? Tapi di sini namanya wanita?" tanyanya.


"Berapa?" tanya Feng yang mengambil ponselnya kemudian mentransfer ya.


"Terima kasih tuan." Jawabnya yang masih melihat ke dalam apartemen.


"Istriku yang memesan dan dia masih mandi." Jawab Feng dengan dingin langsung menutup pintu apartemen.


"Menakutkan." Jawab delivery itu mendapatkan perlakukan yang begitu.


Bella memesan delivery makanan itu dengan aku namanya namun tidak menyertakan nomor apartemen miliknya. Ia hanya menyertakan lantai berapa harus diantar karena saat itu memang terburu-buru karena kejadian beberapa saat yang lalu hingga Bella tidak memeriksanya kembali dan langsung menekan tombol pesan.


Sementara ponsel Bella habis baterai sehingga tidak dapat dilacak GPRS lokasi yang memesan. Berhubung di setiap lantai hanya ada dua pintu apartemen maka delivery itu asal menekan tombol pintu saja sehingga tiba di tempat Feng.


"Keberuntungan takdir." Jawab Feng yang tersenyum meletakkan makanan itu ke meja kemudian ia berjalan masuk ke kamar untuk memakai pakaian karena saat tadi dia masih menggunakan handuk untuk membuka pintu apartemen.


Feng bergegas menuju apartemen Bella dan menekan tombol bel. Bella yang baru selesai mandi masih menggunakan piama handuk dan handuk kecil yang melilitkan rambutnya di kepala. Bella berfikir itu adalah delivery makanan yang ia pesan sehingga langsung membuka pintu. Betapa terkejutnya ia bahwa itu adalah Feng.


"Lain kali jangan membuka pintu sembarangan dengan penampilan mu yang belum menggunakan pakaian ini." Ucap Feng yang langsung masuk ke dalam secara paksa dengan membuka pintu dengan lebar sehingga melewati Bella begitu saja.


"Kau, sedang apa kau?" tanya Bella kemudian menutup pintunya.


"Tentu saja mengantarkan makan malam untuk pacar ku." Jawab Feng yang menunjukkan makanan itu dengan tangan meninggi saat di bawa dan juga berjalan ke arah dapur.


"Kau seenaknya saja masuk ke dalam rumah ku?" tanya Bella yang berjalan menyusul Feng.


"Tunggu, kenapa pakaian mu berganti?" tanya Bella yang heran.


"Seperti yang kau katakan bahwa semua orang berhak ke sini jika menjadi penghuni sini." Jawab Feng yang meletakkan makanan di atas meja makan.


"Maksudmu kau yang menyewa di apartemen sebelah?" tanya Bella yang baru sadar bahwa sudah seminggu apartemen itu kosong.


"Tentu saja membelinya. Dan sekarang lebih baik kau gunakan pakaian mu atau jangan salahkan aku jika aku memakan mu." Jawab Feng yang menatap Bella.


"Kau, brengsek." Jawab Bella kesal yang melihat dirinya masih menggunakan piama handuk kemudian pergi ke kamar dan memakai pakaian.


Feng menyiapkan piring dan minum. Ia menata makanan itu untuk siap di nikmati. Bella yang sudah siap turun ke bawah dan di persilahkan duduk oleh Feng.


"Sebenernya ini rumah ku atau rumahnya?" tanya Bella dalam hati namun tetap saja di turutin oleh Bella.


"Makanlah dengan tenang dulu, setelah itu kita bicara." Jawab Feng lagi memberikan sendok dan sumpit ke Bella.


Bella hanya diam dan menuruti saja karena perutnya memang sangat lapar. Dan Feng juga ikut makan malam. Mereka berdua makan malam bersama.