Junior Sandreas

Junior Sandreas
Rencana Kriss Selanjutnya



Episode Krissta Sandreas


Kyler dan Farel tiba di parkiran sepeda dimana Kriss sudah menunggu mereka.


"Kita bicara di apartemen." Ucap Kriss.


"Oke." Jawab Kyler dan Farel.


Mereka menggoes sepeda menuju apartemen. Sampai di sana, mereka langsung masuk ke apartemen Kriss dan duduk di sofa untuk berdiskusi.


"Bagaimana tadi?" tanya Kriss.


"Semua aman terkendali." Ucap Farel.


"Kau?" tanya Kriss.


"Aman." Ucap Kyler.


"Baguslah, aku yakin dengan kemampuan kalian." Ucap Kriss.


"Selanjutnya bagaimana?" tanya Farel.


"Oh ya sebelum itu, tadi Senior Mawar memberikan mu pesan. Ia mengatakan bahwa jika kau sudah memikirkan tawaran mereka segera untuk memberikan kabar kepadanya." Ucap Kyler.


"Aku akan memberikan kabar kepadanya besok." Ucap Kriss.


"Okelah. Jadi bagaimana dengan rencana kita?" tanya Kyler.


"Kyler bertugas untuk membobol draf absen pada tanggal kejadian itu di mana IP di gunakan untuk mengirim ke email tersebut. Temukan juga nomor IP Address tersebut dengan memeriksa semua komputer maupun laptop yang digunakan." Ucap Kriss.


"Maksud mu juga ponsel ataupun laptop guru?" tanya Kyler.


"Iya. Jangan hilangkan semua jejak yang mungkin berguna menjadi bukti." Jawab Kriss.


"Aku mengerti." Jawab Kyler


"Dan Farel bertugas untuk memperhatikan semua orang di lingkungan sekolah. Siapa-siapa saja yang menyentuh seluruh komputer yang ada di sekolah. Baik di laboratorium maupun di tempat lainnya. Intinya dapatkan absen hadir yang sama dengan tanggal IP itu digunakan." Ucap Kriss.


"Maksud mu aku harus mendapatkan siapa saja orang-orang yang menggunakan IP address itu di tanggal tersebut?" tanya Farel.


"Iya. Setelah Kyler mendapatkan draf absen hadir itu, kau bisa memperhatikan orang-orang tersebut satu persatu. Aku yakin ada petunjuk dari hal itu." Jawab Kriss.


"Aku mengerti." Jawab Farel.


"Oh ya, Kyler kalau bisa rentas semua IP yang ada di sekolah kita. Kau harus mendapatkan semuanya dengan cepat. Aku akan mencoba mencuri rekaman CCTV pada tangga itu." Jawab Kriss.


"Aku mengerti. Aku akan melaksanakan perintah mu dengan baik." Ucap Kyler.


"Kita harus berusaha, semakin cepat semakin bagus."Ucap Kriss.


"Kami mengerti." Jawab mereka berdua.


"Ingat, jangan sampai di curigai oleh anggota lainnya apalagi jika diketahui oleh Gibrel dan rekannya." Jawab Kriss.


"Iya, aku akan menghindari CCTV dan mata orang lain. Di saat nanti berada di server sekolah aku akan menancapkan USB tanpa di ketahui." Ucap Kyler.


"Bagus. Farel bantu Kyler untuk bisa melaksanakan hal itu." Jawab Kriss.


"Oke." Jawab Farel.


"Sudah itu saja. Tetap bersikap biasa saja, dan kita akan membahas hal ini hanya di sini." Ucap Kriss.


"Kami mengerti." Jawab Farel dan Kyler.


Setelah mereka selesai berdiskusi untuk merencanakan tindakan selanjutnya, mereka kembali beristirahat di apartemen masing-masing. Farel kembali ke apartemennya, begitupula dengan Kyler yang juga kembali ke apartemennya. Sedangkan Kriss mengambil ponselnya untuk mengirim pesan balasan.


"2 orang yang kau rekomendasi tidak mengecewakan. Bagaimana dengan tawarannya? Apakah sudah menyetujui untuk bergabung bersama kami?" tanya Mawar dalam chatan itu.


"Oke." Jawab Kriss dalam balasannya.


"Baguslah. Selamat datang dan besok rapat pertama untuk memperkenalkan diri untuk anggota baru. Datanglah tepat waktu." Ucap Mawar.


Setelah membalas pesan chat itu, Kriss meletakkan ponselnya di meja dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan di tempat lain, Mawar yang membaca pesan itu hanya menggelengkan kepalanya.


*****


Hari menjelang pagi kembali, seperti biasanya mereka bertiga berangkat ke sekolah menggunakan sepeda miliknya masing-masing dan belajar seperti biasanya di kelas mereka masing-masing. Setelah selesai belajar, mereka bergegas untuk berkumpul di ruang OSIS untuk rapat.


"Aku dengar kau bergabung dengan OSIS?" ucap Ella yang tiba-tiba bertanya kepada Kriss yang sedang memasukkan buku pelajarannya ke dalam tas karena bel pulang sudah berbunyi.


"Kau bertanya dengan ku?" tanya Kriss yang menolehkan kepalanya kepada Ella.


"Iya." Jawab Ella yang menganggukkan kepala sambil memasukan bukunya juga ke dalam tas.


"Iya."Jawab Kriss dengan simple dan berdiri untuk berjalan meninggalkan Ella.


"Lelaki yang dingin padahal dia cukup baik menurut ku." Jawab Ella dalam hati.


"Ella." Panggil Gibrel yang datang di tempat duduk Ella memanggilnya.


"Ada apa?" tanya Ella.


"Ayo pergi bersama ke ruang OSIS." Ajak Gibrel kepada Ella.


"Ehmm..." Jawab Ella yang sedang memakai tasnya dan berdiri.


"Jangan menolaknya." Ucap Gibrel.


"Baiklah, lagian kita memang harus ke sana." Jawab Ella.


Gibrel berdiri dan menyingkirkan dirinya untuk Ella keluar berjalan dari kursinya. Dan Gibrel mengikuti dari belakang dengan wajah yang tersenyum karena berhasil telah mengajak Ella.


"Bos kami ikut." Ucap Kelvin dan Dien.


"Sttttt, jangan mengganggu suasana." Ucap Gibrel dengan pelan.


" Baiklah." Jawab Mereka berdua tersenyum ikut bahagia juga.


Gibrel dan Ella berjalan beriringan menuju ruang OSIS. Saat mereka sampai bersamaan di sana ternyata sudah ada Kriss dan Mawar di sana. Dan sebelum mereka datang ternyata Kriss sudah berada di dalam bersama dengan Mawar untuk menyelesaikan administrasi anggota baru.


"Kau sudah datang?" tanya Mawar.


"..." Kriss hanya menganggukkan kepalanya.


"Duduklah, aku akan mengambilkan biodata dulu." Ucap Mawar yang mengambil sebuah kertas lalu memberikan kepada Kriss untuk di isi.


"Ini anak tenang, dingin dan tidak banyak bicara." Ucap Mawar dalam hati melihat Kriss yang sedang mengisi biodata.


"...." Kriss memberikan kepada Mawar kertas yang sudah di isinya.


"Oke, aku simpan bersama dengan berkas lainnya." Ucap Mawar yang menerima dan menggabungkan ke berkas lainnya sebagai anggota baru.


"iya." Jawab Kriss.


"Kalian sudah datang?" tanya Mawar yang melihat Ella dan Gibrel datang bersamaan.


"Iya Kak." Jawab Ella yang melihat suasana saat ini sangat canggung karena hanya ada Kriss dan Mawar di dalam ruangan dan bersamaan dengan dirinya yang datang bersamaan dengan Gibrel.


"Duduklah, ngapain berdiri saja?" Ucap Mawar.


"Ayo duduk Ella." Ucap Gibrel yang merangkul Ella untuk berjalan menuju kursi lalu menarik kan kursi dan menyuruh Ella duduk.


"Ah iya." Ucap Ella


"Oh jadi kau juga sudah menjadi anggota OSIS atau ..." Ucap Gibrel.


"Seharusnya kalian sudah kenal dan kau juga tau kalau kita yang merekrut Kriss untuk ke OSIS?" tanya Mawar.


"Oh iya kak Senior. Aku terlalu lupa dengan hal-hal seperti ini karena terlalu banyak anggota baru yang bergabung dengan kita." Jawab Gibrel yang mengalikan pembicaraan.


Suasana menjadi canggung beberapa detik, Kriss hanya diam saja tanpa ekspresi dan melihat kanan atau kiri. Dia hanya melihat meja yang ada di depannya tanpa terprovokasi dengan Gibrel. Lalu suasana menjadi ramai ketika Kyler, Farel masuk ke ruangan dan tak lama di ikuti dengan Dien dan Kelvin.