
Terlihat jelas pada ekspresi zafira yang menunjukkan bawah iya memiliki sedikit harapan untuk mengetahui kebenaran tentang orang tuanya. Jack yang berusaha terbaik untuk memberi bantuan kepada dzakira dalam menemukan orang tua kandungnya.
"Terima kasih Daddy sudah banyak membantuku. Aku benar-benar bingung harus membalas segala sesuatu yang telah diberikan oleh keluarga Sandreas untukku. Terlalu banyak yang sudah kalian lakukan kan untuk membantuku selama ini." Jawab Zhafira dengan wajah yang berbinar-binar ingin mengeluarkan air mata.
"Jangan khawatir. Sudah seharusnya keluarga saling membantu." Jawab Caca yang berjalan menuju ke arah Zhafira lalu memeluknya dan mengeluskan kepala Zhafira dengan lembut
"Maaf Bunda, air matanya tidak bisa di hentikan " Jawab Zhafira.
"Tidak apa-apa menangis lah dengan puas. Lagian apa yang kau alami ini adalah sesuatu yang berat untuk seorang wanita menghadapinya." Jawab Caca.
"Sudah jangan cengeng. Bunda, aku akan mengantar Zhafira ke kamarnya." Jawab Kenzo yang membantu Zhafira berdiri dari kursinya mengantarkannya ke arah kamarnya yang sudah disiapkan oleh Caca.
"Tidak seharusnya seorang wanita mengalami semua itu." Jawab Caca kepada Jack di saatt Zhafira dan Kenzo pergi.
"Iya. Tapi itulah takdir yang harus ia hadapi dan juga jalani. Aku berharap dia akan mendapatkan kebahagiaan nya setelah semua apa yang telah terjadi." Jawab Jack yang memeluk Caca.
"Semoga." Jawab Caca yang juga memeluk Jack.
"Mereka sudah tidur, bisa kita juga kembali ke dalam kamar kita untuk melanjutkan yang tertunda tadi siang?" Tanya Jack dengan menggoda Caca.
"Tentu." Jawab Caca tersenyum.
Mereka berdua masuk ke dalam kamar mereka yang arahnya berlawanan dari kamar Kenzo dan juga Zhafira.
"Tidurlah dengan tenang malam ini. Kita akan di sini hingga ada informasi tentang kalung Giok mu." Jawab Kenzo kepada Zhafira.
"Iya." Jawab Zhafira.
"Masuklah dan istirahat." Jawab Kenzo yang telah mengantarkan Zhafira di depan pintu kamarnya.
"Iya. Terima kasih." Jawab Zhafira.
"Iya." Jawab Kenzo.
Kenzo pergi meninggalkan rumah Jack bersama dengan Riki. Ia akan kembali lagi kemari setelah urusan kantor yang telah ditinggalkan olehnya siang tadi siap diselesaikan.
"Anda yakin akan kembali?" tanya Riki
"Iya. Aku ingin menyelesaikannya dengan cepat berkas-berkas itu." Jawab Kenzo.
" Untuk membantu nona Zhafira besok?" tanya Riki.
"Jangan suka menebak. Jika aku katakan ini menyelesaikannya dengan cepat maka aku akan menyelesaikannya dengan cepat." Jawab Kenzo.
"Baiklah." Jawab Riki.
Ke esokkan paginya, Zhafira yang terbangun di pagi hari dan mendengar suara yang berasal dari dapur membuatnya berjalan menuju dapur dan melihat.
"Apakah aku membangunkan mu?" tanya Caca.
"Tidak bunda. Boleh aku membantu mu?" tanya Zhafira.
"Tentu." Jawab Caca yang sedang merajang bawang merah.
Mereka berdua memasak sarapan pagi dan menyiapkannya di meja makan. Saat mereka sarapan hanya 3 orang tanpa ada Kenzo.
"Di mana Kenzo?" tanya Zhafira.
"Dia sudah pergi bekerja." Jawab Jack.
"Nikmati makanan mu jangan fikirkan lelaki kedua yang gila kerja itu." Jawab Caca kemudian membuat Caca dan juga Zhafira tertawa sambil melihat Jack.
Di sisi lain pada siang hari, Jack sudah memberikan perintah kepada Kenzo untuk menjemput Richard dari bandara.
Bandara Kota A, Kenzo sudah tiba dengan Riki. Semua orang sangat heran karena di saat itu ada 1 orang yang diikuti oleh banyak bodyguard. Bandara juga sedikit sunyi. Tidak ramai seperti biasanya.
"Kenzo?" panggil Richard.
"Iya paman." Jawab Kenzo.
" Kau tumbuh besar dengan sangat baik. Sangat tampan seperti Daddy mu." Jawab Richard yang memeluk Kenzo.
"Hahahha, paman bisa saja. Paman juga tidak berubah sama sekali. Masih seperti 20 tahun yang lalu." Jawab Kenzo kepada Richard lalu melepaskan pelukan.
"Bagaimana perjalanan anda kemari?" tanya Kenzo lagi.
"Baik. Di mana aku akan bertemu dengan Daddy mu?" tanya Richard.
"Di sebuah paviliun miliknya. Ayo paman, aku antar." Jawab Kenzo.
"Untung saja Bos sudah mengatur untuk tidak terlalu menghebohkan media bawah aku kemarin sehingga bandara tidak ramai seperti biasa." Jawab Richard sambil berjalan bersama Kenzo menuju mobil yang sudah disiapkan oleh Riki.
"Paman tenang saja. Kedatangan Anda kali ini sudah diatur oleh Daddy agar tidak ada satu media pun yang mengetahuinya." Jawab Kenzo.
"Iya, jika tidak akan menghebohkan. Aku bersyukur Bos bisa melakukan semua ini di daerah kekuasaannya." Jawab Richard dengan tersenyum sambil berjalan bersama Kenzo.
Mereka di kawan beberapa pengawal pribadi yang di bawa oleh Richard untuk datang kemari. Karena status Richard membuatnya tidak bisa sembarang untuk pergi sendiri. Bukan hanya musuh tapi juga media.
Jack sudah mengutus beberapa hal untuk kedatangan Richard. Menutup sementara operasi bandara sejam. Hal ini untuk menghindari yang tidak perlu. Hanya ada orang-orang yang turun dari pesawat saja yang ada. Sehingga hanya mereka yang melihat hal itu aneh karena bandara sunyi dan mereka menerka-nerka bahwa ini karena kedatangan orang misterius menurut mereka yaitu Richard.
"Silahkan tuan!" Ucap Riki yang membukakan pintu mobil untuk Richard dan juga Kenzo.
"Paman boleh aku bertanya?" tanya Kenzo saat mereka di dalam mobil dan berjalan menuju ke rumah Jack.
"Tentu." Jawab Richard
"Sebenarnya kenapa harus paman sendirian yang datang kemari tanpa mengutus orang lain jika hanya untuk mengklarifikasi tentang giok milik tunangan ku itu."
"Tunangan?" tanya Richard yang kaget.
"Iya. Kenapa paman? " Jawab Kenzo.
"Hanya ingin memastikan sendiri. Bisa aku melihat rupanya sebelum bertemu dengannya secara langsung?" tanya Richard.
"Tentu." Jawab Kenzo yang memberikan ponselnya yang berisi foto Zhafira.
"Dia memang terlihat seperti ibunya." Jawab Richard dalam hati.
"Ada apa paman?" tanya Kenzo.
"Kau akan mengetahuinya nanti. Untuk saat ini boleh aku gantian bertanya pada mu Kenzo?" tanya Richard.
"Tentu." Jawab Kenzo.
"Bisakah kau memberi tahu ku semua tentang tunangan mu itu yang kamu ketahui?" Tanya Richard.
"Baik paman. ......" Kenzo menceritakan segala sesuatu yang pernah diketahui olehnya tentang Zhafira dan bagaimana ia hidup dalam menjalani kehidupannya selamanya ini.
"Sungguh menyedihkan jika Zhafira mengalami semua itu. Dan ibu tirinya yang bernama Cai itu berani menjual Zhafira?" tanya Richard.
"Iya...." Kenzo menceritakan semuanya hingga mereka tiba di rumah Jack.
"Terima kasih telah menceritakan semua yang kau ketahui Ken." Jawab Richard.
"Paman membuatku penasaran. Sebenarnya apa maksud semua ini?" tanya Kenzo kepada Richard.
"Aku akan memberitahumu ketika semuanya jelas " Jawab Richard kepada Kenzo dengan meletakkan tangannya di atas pundak kiri Kenzo dan berjalan masuk ke dalam rumah Jack.
"Paman dan Daddy sama saja. Tidak akan menjelaskan apapun sebelum semuanya jelas." Jawab Kenzo menyusul berjalan di belakang Richard.