
Episode Feng dan Bella
"Benarkah?" tanya Dailon yang mengingat kembali sambil melihat wajah Rose.
"Aku ingat, jadi Anda adalah si pipi cabby?" tanya Dailon yang mengingat masa lalu bahwa ia pernah bertemu dengan Rose saat Rose masih dalam keadaan badan yang sedikit gemuk dari yang sekarang. Saat itu, Rose juga masih awal-awal debut dan menurunkan berat badan.
"Iya, akulah orang yang selalu kau beri jajan di dalam ruang latihan dimana aku sering diam-diam makan di ruangan musik latihan kalian." Jawab Rose.
"Hahahha, ternyata itu adalah kamu. Aku tidak menyangka bahwa kau akan lebih cantik dari saat gemuk dulu." Jawab Dailon dengan tertawa.
"Apakah aku selalu di nilai kau dengan begitu? Ingin sekali aku bertanya seperti itu tapi.." Ucap Rose yang bertanya dalam hatinya mendengar ungkapan Dailon.
"Kalau bukan karena mu mungkin akan tetapi gemuk seperti dulu." Jawab Rose.
"Karena aku?" tanya Dailon.
"Iya, kau mengatakan pada ku bahwa aku harus membuktikan kepada semua orang bahwa aku bisa menjadi wanita yang cantik." Ucap Rose.
"Hahahha " Ucap Dailon.
"Kenapa tertawa?" tanya Rose.
"Maaf maaf, aku benar-benar tidak ingat pernah mengatakan itu. Tapi apapun itu, itu adalah pilihan mu saat itu. Aku tidak merasakan bahwa itu karena ucapan ku. Lagian aku baru ingat kau adalah artis yang baru naik daun itukan?" tanya Dailon.
"Tapi aku merasa..." Ucapan Rose di hentikan oleh asisten Dailon.
"Dailon, tuan Dailon. Ah ternyata kau di sini, segera bersiap-siap." Ucap asisten Dailon yang tiba-tiba menemukan Dailon dan Rose di mobil yang sejak dari jauh memanggil Dailon.
"Sudah mau mulai?" tanya Dailon.
"Iya, nona Bella juga sudah di tempat." Jawabnya.
"Baiklah aku segera ke sana." Jawab Dailon yang berdiri dan melangkahkan kakinya.
"Aku duluan." Ucap Dailon yang membalikkan badannya setelah sadar bahwa ia sudah meninggalkan Rose.
"Bantu aku membawanya ke tendanya. Aku ke sana." Ucap Dailon kepada asistennya. Dailon sudah sepenuhnya pergi.
"Baik bos." Jawabnya.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri." Jawab Rose yang berjalan pelan-pelan ke tendanya dan melihat bagaimana ekspresi Dailon yang mendengar nama Bella langsung bereaksi.
Flashback Rose dengan Dailon
Dailon sudah berada di agensi musik di saat umur 14 tahun. Ia sudah menjadi penyanyi solo yang memiliki bakat suara yang khas dari dirinya. Hal itu yang membuatnya di latih oleh agensi hingga benar-benar matang bisa debut. Butuh waktu selama 4 tahun untuk belajar semua itu hingga saat ia debut di umur 18 tahun.
Pada saat dirinya sering latihan sendiri di saat semua orang sudah selesai latihan, Dailon berada di ruang latihan untuk kembali melatih dirinya dan tidak sengaja bertemu dengan Rose .
Saat itu Rose menyelinap masuk ke dalam ruang latihan untuk menikmati cemilan yang ada di dalam tas ransel miliknya. Saat itu Rose memang sudah menjadi seorang artis kecil yang sering menjadi peran pembantu dalam setiap adegan dengan posisi tubuhnya yang gemuk.
"Aku harus diam-diam dari ibu dan yang lainnya untuk menikmati cokelat ku yang ada di ransel. Heheh." Ucap Rose yang sedang menyelinap diam-diam ke dalam sebuah ruang latihan dengan lampu yang tidak hidup.
"Tidak terkunci?" Ucap Rose dalam hati yang membuka pintu ruang latihan secara perlahan lalu menutupnya. Rose meraba dinding ruangan untuk menemukan tombol lampu. Dan saat bertemu ia menekannya dan menghidupkan lampunya.
"Akhirnya hidup, heheh." Jawab Rose yang melihat sekitar tempat ruang latihan itu penuh dengan alat musik dan ada satu sofa yang ada di ruangan.
"Lebih baik aku ke sana." Jawab Rose mendekati Sofa panjang tanpa dinding itu untuk duduk dan menikmati makanannya.
Rose membuka tasnya dan mengeluarkan semua jajanan yang ada di dalam. Mulai dari cokelat, kripik, roti dan sebagainya. Semua makanan yang berlemak.
"Ternyata banyak juga. Akhirnya aku bisa menikmati kalian semua." Jawab Rose yang bahagia melihat semua jajanan yang ada di depan matanya.
Rose pertama mengambil roti selai cokelat lumer yang perlahan bungkusnya di buka dan roti itu di lahat ke dalam mulutnya secara perlahan-lahan ia nikmati. Membuka bungkus kedua yaitu keripik kentang taburan rumput laut dan sapi panggang. Satu persatu bungkus di buka dan di nikmati isinya.
"Kenikmatan makanan banyak." Jawab Rose yang sudah menghabiskan beberapa bungkus plastik yang sudah kosong karena isinya sudah habis di lahap olehnya
"Grukkkkkkkkk...."
"Suara apa itu?" tanya Rose yang memberhentikan kegiatannya dan mencari asal suara. Dan saat dirinya menoleh ke belakang dan melihat ke bawah ternyata ada seorang lelaki yang sedang tertidur di bawah sofa di atas karpet kecil.
"Ya ampun, orang? Anak laki-laki?" tanya Rose dalam hati lalu berjalan untuk melihatnya dengan detail.
"Sepertinya dia salah satu anak didik di ruangan ini yang menunggu untuk debutnya? Dan ia berlatih sendirian di sini? Ah aku ingat, dia adalah anak laki-laki yang sering aku lihat keluar di jam malam." Jawab Rose yang beberapa kali melihat Dailon keluar dari ruangan.
"Hey, bangun." Ucap Rose beberapa kali baru Dailon membuka matanya.
"Kenapa kau tidur di sini?" tanya Rose setelah Dailon bangun.
"Kriukkkkkkk." Suara perut Dailon.
"Kau lapar? Aku punya ini makanlah." Jawab Rose yang mengambil satu bungkus roti cokelat ya yang tersisa. Rose memberikan h itu kepada Dailon. Dailon menikmati makanan itu lalu Rose memberikan satu botol minuman kaleng yang ia miliki kepada Dailon.
Karena kejadian itu, mereka berteman dan sering menghabiskan waktu di ruang latihan itu bersama. Rose sering datang tiba-tiba dan membawa makanan untuk Dailon. Tapi hal itu hanya berlangsung 7 kali saja. Karena setelah itu, Dailon pindah ke kantor pusat karena ia harus lebih fokus pada debutnya yang akan di targetkan 2 tahun ke depan.
Rose yang setelah itu tidak bertemu dengan Dailon lagi tanpa ada perpisahan yang menurutnya adil dan hingga saat ini bisa berbicara kembali kepada Dailon adalah sebuah keinginan terbesar Rose selama ini. Dari beberapa pertemuan itulah Dailon yang memberikan kesan yang berharga untuk Rose tapi entahlah dengan sebaliknya.
Flashback Off
Rose bukan ke tendanya tapi ia berjalan mengikuti Dailon. Ia ingin melihat bagaimana akting Dailon bersama dengan Bella. Bersama dengan asisten Rose dan juga asisten Dailon yang berjalan bersama dengannya. Rose duduk di belakang sutradara. Rose melihat bagaimana semua orang sedang sibuk untuk siap bekerja mengambil adegan slide demi slide.