Junior Sandreas

Junior Sandreas
Naila dan Meysha



Nama : Meysha Sandreas


Umur :  9 tahun


Tinggi: 115 cm


Sifat : Manja, Cerewet


Status :Anak Max Sandreas dan Kazumi


Nama : Naila Sandreas


Umur :  6 tahun


Tinggi: 70 cm


Sifat : Cerewet


Status :Anak Deni Sandreas dan Meriska


Semua hidangan sarapan pagi sudah memenuhi meja makan dengan


pajang 10 meter x lebar 3 meter. Setiap kursi sudah tersedia piring kosong dan


juga gelas kosong. Ada 10 kursi yang berjajar di kanan dan kiri dan satu kursi di masing-masing ujung meja. Desain arsitektur di dalam ruang makan itu sungguh mewah dan klasik. Keluarga Sandreas yang sejak dulu menyukai gaya klasik dari berbagai negara.


Semua orang sudah berkumpul di meja makan. Keluarga Deni yang terdiri dari Melisa dan Naila, putri mereka berdua. Keluarga Max yang


terdiri dari Kazumi dan Meysha, putri mereka berdua. Keluarga Billy dari Lauren dan Kyler, putra mereka. Keluarga Jimmy yang terdiri dari Siska dan Farel, putra mereka. Beserta Jack, Caca, Bella, Kenzo dan Kriss. Suasana awal hingga selesai makan tidak ada pembicaraan yang keluar dari mulut semua orang sampai


akhirnya Jack memberikan kode kepada Bella.


“Naila, Meysha, bisa ikut Kakak.” Ucap Bella yang mengajak kedua anak-anak itu untuk keluarga dari ruang meja makan.


Naila dan Meysha yang sudah sangat dekat dengan Bella itu menyetujui saja perkataan Bella. Mereka berdua turun dari kursi dan segera melangkah berjalan menuju ke arah Bella. Bella menggandeng tangan kedua anak


itu dimana Meysha di tangan kanan Bella dan Naila di tangan kiri Bella. Mereka


keluar dari ruang meja makan menuju taman bunga yang berada di depan rumah Max.


“Kakak Bella kenapa kita harus keluar dari ruangan? Apakah mereka akan berbicara tentang hal orang dewasa?” tanya Meysha.


“Begitulah.” Jawab Bella tersenyum.


“Kenapa kita tidak boleh untuk mendengarkannya?” tanya Naila.


“Karena kalian belum dewasa. Maka cepatlah untuk tumbuh menjadi dewasa.” Jawab Bella yang tersenyum.


“Kami sudah bisa menghapal semua negara. Sudah bisa menghapal hampir setengah rumus matematika.” Jawab Meysha.


“Kami juga sudah pandai untuk merawat diri sendiri tanpa bantuan mami dan papi.” Jawab Nayla.


“Benarkah?” tanya Bella tertawa.


“Tentu saja.” Jawab mereka berdua dengan melihat wajah Bella.


“Suatu saat kalian akan mengetahui dan memahaminya tapi tidak untuk saat ini.” Jawab Bella dengan mengeluskan kepala Meysha dan Naila.


“Kapan kami bisa mengetahui semuanya?” tanya Meysha.


“Iya kak.” Jawab Naila.


“Mungkin 5 atau 10 tahun lagi.” Jawab Bella sambil tertawa.


“Kakak kenapa tertawa.” Jawab mereka berdua dengan melipatkan kedua tangannya dan memasang wajah yang cemberut.


“Hahahah, oh ya kalian mau hadiah apa bulan depan. Karena kemungkinan Kakak akan ada jadwal pergi keluar negeri.” Jawab Bella untuk


mengalihkan pembicaraan.


“Kemana?” tanya Naila.


“Ke kota C.” Jawab Bella.


“Itu kan tempat tinggal Kakak.” Jawab mereka berdua dengan kompak.


“Jika hanya melihat Kakak saja kami sudah tidak lagi ingin.” Jawab Meysha.


“Oh, jadi kalian tidak ingin melihat Kakak di atas panggung? Sudah tidak ingin menjadikan Kakak idola kalian lagi? Padahal Kakak ingin


menawarkan kalian itu untuk menjadi model yang akan memakai baju Kakak di atas


panggung.” tanya Bella.


“Kids Modeling?” tanya Meysha yang kemudian di anggukkan oleh Caca.


“Benar sekali, tapi tenang saja temanya adalah menggunakan topeng jadi kalian tidak akan ketahuan oleh siapapun kecuali Kakak.” Jawab


Bella.


“Benarkah. Jadi kami boleh ikut?” tanya Naila.


“Tentu saja. Bagaimana jika nanti kalian ikut Kakak saja kembali ke kota C untuk berlibur.” Jawab Bella.


“Tentu saja kami mau. Tapi bisakah Kakak merahasiakan semua ini dari papi dan mami?” tanya Naila dan Meysha yang memohon.


“Tentu saja.” Jawab Bella tersenyum.


Suasa di dalam meja makan tidak lagi hening ketika Jack mulai mengeluarkan suaranya setelah Bella membawa Meysha dan Naila keluar dari ruang meja makan.


“Sebagai akar dari permasalahan ini, aku meminta maaf jika kalian semua terlibat dalam lingkaran benang merah ini.” Ucap Jack dengan mendirikan kedua tangannya dalam genggaman.


“Apa yang kau maksud Jack?” tanya Billy yang langsung tegas bersuara lantang.


“Iya, apa maksud dari pernyataan mu?” tanya Max kepada Jack.


“Semua karena kelalaian kita bersama dan bukan salahmu.” Jawab Jimmy.


“Iya benar apa kata Deni.”


“Kalau bukan karena aku kalian dan keluarga kalian tidak


akan terancam seperti ini.” Jawab Jack.


“Kau salah Jack. Kalau bukan karena kebaikanmu mungkin saja aku tidak akan pernah bertemu denganku saat ini.” Ucap Lauren.


“Aku juga sudah mengetahui siapa kalian di masa lalu dan mengapa kalian meninggalkan semua itu dengan alasan untuk kami.” Jawab Meriska.


“Kalian di masa lalu bukan seseorang yang harus di benci untuk di masa ini.” Jawab Kazumi.


“Saat ini kita hanya perlu untuk bersatu dan mencari sumber masalahnya. Belum tentu musuh itu adalah musuh mu. Bisa saja itu adalah musuh Jimmy atau Billy atau Max atau Deni atau di antara kami yang bukan dari bagian dari kalian di masa lalu.” Jawab Siska.


“Daddy, kau juga mengetahui bahwa selama kalian semua meninggalkan dunia itu aku sudah menggantikan kalian. Jadi ini juga merupakan kesalahanku yang tidak sesempurna daddy selama ini selalu melindungi keluarga kita.” Jawab Kenzo.


“Iya. Selama ini semua yang dilakukan daddy hanya untuk kebahagia dan keselamatan semua orang. Stop daddy menyalahkan diri sendiri dan benar apa yang di katakan tante Siska. Mungkin saja itu musuh bukan dari


daddy.” Jawab Kriss.


“Aku juga sudah memutuskan untuk mengikuti jejak Uncle Jack untuk melindungi keluarga walaupun nyawa menjadi taruhannya.” Jawab Kyler.


“Aku juga.” Jawab Farel.


“Tidak salah aku mendidik kalian dan mempercayakan semua kepada kalian. Ternyata tidak ada penghianat di ruangan ini.” Jawab Jack.


“Maksudnya?” tanya semua orang dengan serentak.


“Son. Bawa masuk penghianat itu.” Panggil Jack dan memerintahkan Son untuk membawa seseorang di hadapan mereka.


“Dia?” tanya Max yang terkejut karena orang yang di bawa Son adalah seseorang yang dikenalnya dan sangat di percaya olehnya.


“Apa maksudnya ini Jack?” tanya Max yang terkejut.


Son membawa seseorang dengan kondisi wajah laki-laki itu yang sudah babak belur dan tangan yang di ikat di belakang badannya. Berjalan bersama dengan Son dengan jalan yang sempoyongan.


“Katakan apa yang kau katakan kepadaku tadi malam!” Perintah Jack dengan wajah yang sudah berubah menjadi emosional.


“Aku diperintahkan oleh tuan Max untuk memutuskan rem mobil yang akan dibawa oleh Nyoya Katie dan Tuan Besar Andrew.” Jawabnya dengan terbata-bata.