
Episode Krista Sandreas
"Tato ini hanya sebagai identitas kami sebagai anggota. Karena kami adalah pembunuh bayaran. Jadi setiap pembunuhan bayaran memilikinya." Jawabnya.
"Pembunuh bayaran?" tanya Kriss dalam hati.
"Aku tidak akan mempertanyakan tentang mengapa kalian ingin membunuh Zen. Tapi pertanyaan kedua, aku hanya ingin mengetahui siapa bos kalian?" tanya Kriss dengan tatapan serius melihat lelaki itu.
"Tuan muda jangan membunuh ku, aku benar-benar tidak mengetahui siapa bos kami. Aku sudah bergabung di dalam organisasi pembunuh ini selama 7 tahun, tapi belum pernah bertemu dengan bos kami." Jawabnya dengan terbata-bata melihat mayat yang hampir lebur itu seluruhnya.
"Laki-laki ini tidak mungkin berbohong dengan ekspresi dan tindakan ya ini." Jawab Kriss dalam hati.
"Jika kau tidak bisa bertemu dengan bos mu bagaimana mungkin kau percaya diri membunuh orang?" tanya Kriss.
"Aku bersumpah aku tidak mengetahuinya. Tapi aku mendengar bahwa banyak yang menyebut bos dengan sebutan Tuan Kalajengking." Jawabnya.
"Tuan kalajengking? Lalu ceritakan kau bergabung dengan organisasi ini. Katakan apa yang kau ketahui." Jawab Kriss dengan tatapan serius dan tajam mengeluarkan aura mengintimidasi.
"Yang aku tahu, hampir semua orang kepercayaan mereka adalah orang yang berasal dari berbagai pantai asuhan di negara sakura. Dan setiap ingin masuk ke dalam organisasi ini akan ada berbagai jalur bidang yang di miliki setiap orang."
"Seperti aku, aku ahli dalam hacker namun tidak terlalu pandai dalam berkelahi. Karena hak itu aku selalu berlatih selama 3 tahun setelah bergabung. Setelah layak di katakan mereka baru mendapatkan berbagai misi."
"Dan saat tadi bertarung dengan mu, aku baru bertemu dengan orang hebat seperti mu dari seluruh misi yang pernah aku temui. Aku berpura-pura pingsan agar kau bisa pergi. Tapi nyatanya malah di bawah di sini." Jawab ya dengan jujur.
"Lalu?" tanya Kriss yang memberikan mata melotot ke arah ya.
"Rumor yang beredar juga mengatakan bahwa ada benda gprs yang akan di pasang bersama orang-orang yang ingin bergabung dengan kami. Sama seperti waktu aku dulu, tapi karena aku berhasil dalam misi pertama untuk masuk ke dalam organisasi ini aku mendapat kepercayaan mereka. Sehingga benda yang di sebut gprs cip itu di keluarkan lagi dari tubuh ku."
"Tubuh?" tanya Kriss
"Tepatnya di daging perut yang di belah sedikit untuk memasukkan benda itu."
"Lalu?" tanya Kriss lagi.
"Setelah dinyatakan lulus pada percobaan pertama maka tanda ini di buat di tubuh kami. Dan semua tato yang ada di dalam tubuh ku karena bekas luka yang di dapat dari setiap misi. Aku menutupinya dengan tato." Jawabnya kemudian diam.
"Hanya itu yang kau ketahui?" tanya Kriss
"Iya tuan. Hanya itu yang saya ketahui." Jawabnya.
"Pernahkah kau bertemu dengan yang seperti ini?" tanya Kriss yang mengeluarkan kapsul racun darah.
"Apa itu?" tanya.
"Seperti hanya fikiran ku saja." Jawab Kriss dalam hati kemudian menarik kembali ponsel milik ya.
"Seperti bentuk cip yang di masukkan ke dalam perut ku waktu itu?" tanya ya yang sedang berfikir.
"Kau mengira ini adalah cip?" tanya Kriss.
"Iya, sama persis dengan warna seperti daging." Jawabnya.
"Kebanyakan dari kami ikut dalam organisasi ini adalah orang yang tidak memiliki keluarga. Dan kami menjadi keluarga di organisasi ini. Jadi, jika misi gagal kami akan di bunuh. Tapi aku tidak pernah tau bagaimana cara mereka membunuh kami. Menurut rumor yang beredar di kalangan kami adalah kami akan memakan sebuah pil yang di berikan oleh atasan." Jawabnnya.
"Jadi jika aku melepaskan mu, sama saja kau tidak bisa menyelamatkan nyawa mu." Jawab Kriss.
"Aku akan menghilangkan dari pradaban manusia dan mengisolasi diri di hutan. yang terpenting aku bisa hidup." Jawabnya.
"Baiklah jika itu mau mu. Aku akan menyuruh seseorang untuk melepaskan mu." Jawab Kriss yang keluar dari ruangan itu sambil tersenyum.
Kriss yang bertemu dengan anggota dirinya yang sedang menunggu di depan pintu.
"Kalian urus mayat itu dan lepaskan saja lelaki itu. Tapi ingat jangan memberitahu dia keberadaan tempat ini." Jawab Kriss.
"Baik tuan." Jawab mereka.
"Walaupun aku melepaskannya. Dia tidak akan selamat dalam waktu beberapa jam lagi. Di lihat dari kondisi dirinya, dia sudah memakai obat-obatan terlarang." Jawab Kriss dalam hati.
"Baiklah. Aku kembali ke apartemen karena besok pagi harus ke sekolah. Katakan kepada paman Robert aku tidak pamitan." Jawab Kriss yang melihat sudah pukul 2 pagi.
"Siap tuan."
"Kalian lepaskan dia di tengah hutan dan awasi hingga ia mati." Jawab Kriss kemudian pergi meninggalkan tempat ruang bawah tanah itu.
"Iya tuan muda." Jawab mereka berdua.
Kriss yang kembali sedangkan kedua orang itu masuk ke dalam pintu ruang bawah tanah.
"Kalian ingin melepaskan ku?"
"Iya, tapi sebelum itu kami di perintahkan untuk memberikan mu suntikkan. Suntikan ini hanya vitamin tenaga untuk mu."
Mereka menyuntikkan obat bius kepada lelaki itu sehingga saat mereka melepaskan tali yang mengingat pada tubuh lelaki itu masih tersadar. Hingga saat mereka akan berjalan keluar, lelaki itu sudah pingsan. Obat biusnya sudah bekerja.
"Kau bereskan mayat itu, dan aku akan membereskan laki-laki ini " Jawab ya pada rekan.
"Oke." Jawabnya.
Satu anggota bawahan Kriss mengurus mayat dan membersihkan ruangan itu. Sedangkan yang satunya membawa lelaki itu masuk ke dalam mobil. Ia membawanya sesuai dengan yang di perintahkan oleh Kriss yaitu di tengah hutan.
Beberapa saat perjalanan, tiba di tengah hutan ia memberhentikan mobilnya. Mengeluarkan lelaki yang berada di bangku belakang dan meletakkannya 10 meter dari jalan pasar.
Bius itu hanya bekerja selama dua jam. Jadi hanya menunggu 15 menit setelah ia meletakkan lelaki itu di hutan, lelaki itu sudah sadarkan diri. Ia terlihat senang dan perlahan-lahan berdiri setelah bangun duduk di atas tanah.
"Ternyata anak itu memang tidak mengingkari janjinya dan juga tidak berkemanusiaan melepaskan aku di hutan seperti ini padahal semua pernyataan ya sudah aku jawab dengan jujur." Jawabnya dalam hati sambil memegang kepalanya yang sedikit pusing.
Merasa dirinya yang sanggup berjalan, ia pergi dari hutan itu menuju ke pasar untuk melarikan diri. Tapi masih beberapa langkah ia sudah merasa tubuhnya tidak bisa terkontrol sehingga terjatuh di tanah. Ia merasa kesakitan dan mencari sesuatu yang berada di saku baju maupun celananya tapi tidak menemukan apapun sehingga napas yang tidak terkontrol membuat ya mati dengan begitu saja.
"Tuan, dia sudah mati." Jawab seseorang yang sejak tadi melihat dia dari ke jauhan dan melaporkan hal ini kepada Kriss.