Junior Sandreas

Junior Sandreas
Pertemuan Pertama Dengan Bella



Episode Bella dan Feng


"Ya sudah, istirahat lah yang cukup. Aku juga harus kembali ke rumah sakit." Jawab Feng.


"Oke." Jawab Bella.


"Ingat, kau adalah wanita ku jadi mulai sekarang bersikaplah dengan baik dan hubungi aku kapan pun. Aku sudah menyimpan kotak mu." Jawab Feng kemudian berjalan keluar dari apartemen.


"Iya." Jawab Bella dengan tersenyum.


Ketika Feng keluar dari apartemen Bella dengan wajah yang sangat ceria dan bahagia. Sedangkan Bella, berdiri dan ingin melompat untuk mengekspresikan dirinya yang sangat bahagia bisa mendapatkan Feng.


"Auuu, untung saja tidak jadi melompat." Jawab Bella saya merasakan artinya sakit.


Bella berjalan ke tempat tidur dan membaringkan tubuh ya untuk beristirahat. Dengan memeluk bantal guling sambil membayangkan kesempatan Feng yang abru saja terjadi.


"Dari banyak ya lelaki yang hanya melihat kecantikan, tapi tidak dengan ya. Dia bahkan mengetahui wajah kedua ku. Dan dengan mudah ya dia mengetahui itu. Aku yakin dia bukan orang biasa." Jawab Bella dalam hatinya.


Sementara di luar sana, Feng masih memperhatikan apartemen Bella yang masih terlihat jelas lampu yang menyala. Hingga lampu itu mati, Feng berjalan meninggalkan apartemen Bella dan menuju rumah sakit kembali.


"Aku tidak menyangka itu benar-benar kau. Takdir baik untuk pertama kalinya menghampiri ku. Aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi." Jawab Feng dalam hati.


FlashBack On


Angin berhembus kencang membawa udara dingin dan sejuk menandakan akan turun ya hujan. Langit berselimut awan hitam dengan begitu tebal. Suasana yang pas untuk mengiringi sebuah pemakaman.


Bella yang masih kecil di temani oleh Son untuk berziarah di pemakaman Jhon dan ibu kandung ya. Masih menggunakan baju perlombaan model yang ia gunakan hari ini. Kebahagian menjadi kesedihan akibat Jack tidak menyukai Bella mengikuti kontes itu. Untuk pertama kalinya Jack membentak Bella dan membuat Bella kabur dari acara itu di ikuti oleh Son.


Son mengikuti Bella atas perintah Caca. Karena Caca sedang menenangkan Jack dan memarahi ya karena telah membentak Bella. Bella meminta Son untuk mengantarkannya ke pemakaman orangtua kandung ya.


Di depan batu nisan Jhon dan istrinya, Bella mengungkapkan seluruh kekesalan ya.


"Ayah, Ibu. hiks hiks hiks." Panggil Bella.


"Bella tidak membawa bunga kali ini karena terburu-buru." Jawab Bella.


"Kali ini Bella datang dengan tangisan pertama karena Daddy Jack yang membentak ku untuk pertama kalinya. Daddy Jack tidak menyukai aku mengikuti kontes. Padahal aku sangat menyukaimu. Apa yang salah dengan menjadi terkenal? Daddy Jack bukannya bangga karena aku mendapatkan juara pertama dalam kontes itu tapi ia datang dengan kemarahan. hiks hiks." Bella yang bercerita di depan.


"Jika saja kalian masih hidup dan bersamaku, apakah kalian akan melarang ku juga? atau mendukung ku?" tanya Bella.


"Daddy tidak menyayangi ku, Daddy jahat." Ucap Bella yang mengeluarkan sifat anak-anak ya.


"Nona jangan berbicara seperti itu. Tuan Jack melakukan ini untuk kebaikan nona juga." Jawab Son yang datang membawa payung hitam. Son terlambat datang menyusul Bella yang berlari cepat dari mobil ke kuburan. Sedangkan Son mencari payung karena takut hujan akan segera datang.


"Tidak. Daddy egois. Apa perlu dia membentak ku?" tanya Bella.


"Dia melakukan itu tanpa di sadari ya. Tuan hanya takut jika musuhnya mengetahui keberadaan anda. Seperti yang anda ketahui bahwa musuh Tuan Jack berada dimana-mana. Tanpa di ketahui sebelum mereka bertindak." Jawab Son.


"Anda juga mengetahui kenapa tuan Jack dan Nyoya Caca pindah ke pulau. Semua itu untuk keselamatan Nyoya Caca dan calon adik ku." Jawab Son.


"Fikirkan lah tentang Nyoya Caca. Ia tadi meredamkan tuan Jack sehingga menyuruh saya untuk menjemput anda." Jawab Son.


"Benar, bunda sedang mengandung. Tapi aku tidak akan menyerah dengan keinginan ku. Paman, apakah kita bisa menginap beberapa hari di sini?" tanya Bella.


"Tentu, setelah anda menghubungi nona Caca." Jawab Son.


"Oke." Jawab Bella.


Bella berdiri dan di payungi oleh Son. Ketika Bella sedang melihat lingkungan sekitar. Ia melihat seorang anak laki-laki yang tertidur dengan memeluk batu nisan.


Hujan mulai turun dengan deras sehingga anak laki-laki itu basah dan tidak berteduh. Dengan rasa penasaran, Bella berjalan mendatangi anak laki-laki itu yang jauhnya sekitar 15 m dari nisan Jhon. Bella berjalan di ikuti oleh Son yang memegang payung untuk melindungi Bella dari deras ya hujan.


"Nona mau kemana?" tanya Son.


"Uncle lihat ada seorang anak laki-laki di sana."Jawab Bella yang berjalan menuju anak laki-laki itu.


Satu set seragam kemeja berwarna hitam yang digunakan oleh anak laki-laki itu basah dan kotor karena percikkan tanah. Ia tetap memeluk batu nisan itu dalam derasnya hujan yang mengguyur tubuhnya.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Bella yang tiba di sana.


"Aku ingin melindungi ibuku dari air hujan." Jawab Feng.


"Apa kau tidak melihat wajah pucat mu ini?" tanya Bella namun tidak mendapatkan jawaban dari Feng.


"Sudah berapa lama kamu di sini?" tanya Bella.


"Sejak pagi hari."Jawab Feng dengan dingin.


"Apa? Ini kan sudah sore. Pantas saja wajah mu seperti itu. Apa kau tidak ingin pulang?" tanya Bella.


" Aku tidak memiliki rumah."Jawab Feng.


"Bella. Kau beruntung masih bisa melihat wajah ibumu secara nyata sebelumnya diambil oleh Tuhan. Sedangkan aku tidak pernah melihat wajah ibuku secara langsung karena ia sudah tiada sejak melahirkanku." Jawab Bella kemudian ikut jongkok di samping Feng.


"Panggil saja Feng. Kau sendiri pulang lah." Jawab Feng.


"Tidak. Kau harus ikut dengan ku baru aku akan pulang." Jawab Bella.


"Sudah aku katakan aku tidak memiliki rumah. Lagian aku akan tetap disini untuk menemani ibu ku." Jawab Feng dengan membentak Bella dalam deras ya hujan ketika menolak tangan Bella yang di ulur kan.


"Dasar keras kepala." Jawab Bella berdiri dan melangkah pergi untuk meninggalkan Feng di situ.


"Ayo uncle kita pergi. Tidak kan saja dia di sini." Jawab Bella.


"Baik Nona."Jawab Son yang melirik Feng.


Namun, baru saja melangkahkan langkah pertama untuk meninggalkan Feng. Feng jatuh pingsan yang diketahui oleh Son.


"Nona dia terjatuh dan tidak dasarkan diri." Jawab Son.


"Uncle bawa dia bersama kita." Jawab Bella.


"Baik nona. Pakai payung ini agar nona tidak basah." Jawab Son yang mengangkat tubuh Feng dan memberikan payung kepada Bella.


"Iya." Jawab Bella.


Off Flash Back.


"Jika pada saat hujan sore itu aku tidak bertemu dengan mu, mungkin aku bukan Feng yang sekarang." Jawab Feng ketika mengingat kembali waktu mereka pertama kali bertemu