Junior Sandreas

Junior Sandreas
Kepanikan Melly



Episode Bella dan Feng


Bella yang sedang makan bubur jagung


susu kambing di tambah sedang menikmati pemandangan melihat lelaki tampan yang si taksir oleh ya sedang berada di dalam apartemen ya dan sedang membersihkan


apartemen ya.


"Lelaki idaman. Aku tidak salah pilih." Jawab Bella dalam hati kemudian mengkhayal bahwa dirinya dan Feng sudah menikah dan tinggal di rumah yang sama sehingga setiap hari Feng akan melakukan pekerjaan membersihkan rumah.


Semakin lama Bella masuk dalam fikiran khayalan, terlihat jelas oleh Feng bahwa saat ini Bella sedang menatap diri ya dengan sesekali tersenyum. Feng yang melihat itu segera berjalan mendatangi Bella untuk menegur.


“Bella.”Panggil Feng dengan berdiri dan masih memegang vakum cleaner.


“Bella.”Panggil Feng lagi dengan meletakkan vacuum cleaner dan menyentuh pundak Bella.


“Iya.” Jawab Bella yang tersadar


akan kehadirannya Feng.


“Apa yang sedang kau fikirkan saat ini?” tanya Feng.


“Tidak ada, hanya sedang menikmati


lelaki tampan yang sedang membersihkan rumah ku.” Jawab Bella dengan jujur.


“Apakah ini pertama kali ya kau


melihat lelaki tampan sedang bekerja membersihkan rumah?” tanya Feng yang


penasaran.


“Tidak,” jawab Bella.


“Apa? Siapa dia?” tanya Feng.


“Maksudnya?” tanya Bella.


“Siapa yang kau lihat selain aku?”


tanya Feng yang penasaran.


Belum di jawab oleh Bella, suara bel


berbunyi.


“Biar aku buka.” Ucap Bella.


“Tidak, duduk dan habiskan sedikit


lagi bubur mu.” Jawab Feng yang berjalan menuju pintu.


Baru saja akan melangkah ternyata


pintu terbuka dengan begitu saja. Melly masuk ke dalam apartemen Bella. Karena ke khawatiran Melly beberapa saat yang lalu membuatnya langsung panik dan masuk


ke dalam apartemen dengan berlari.


Beberapa menit yang lalu Melly datang ke rumah sakit untuk mengatarkan bubur Bella. Saat tiba di sana ternyata Bella tidak ada, dan suster mengatakan bahwa Bella sudah pulang atas kemauan sendiri. Mendengar hal itu, Melly segera bergegas menuju apartemen Bella dan


menelpon Bella berulang kali namun tidak ada jawaban.


Tiba di apartemen Melly mencoba memencet bel seperti biasanya. Karena tidak ada respond yang cepat, Melly langsung membuka pintu apartemen, dimana Melly sudah mengetahui password apartemen Bella. Melly terlalu khawatir apa yang terjadi pada majikannya.


Sehingga membuat dirinya berlari dari depan pintu apartemen.


Melly tidak memperhatikan sekeliling


ya bahkan tidak merasa kehadiran Feng yang berada di dalam apartemen. Melly berlari ke arah Bella yang duduk di sofa sedang menikmati buburnya dengan tidak menyadari sudah melewati Feng begitu saja.


“Nona, nona baik-baik saja?” tanya Melly langsung memeluk Bella dan memeriksa keadaan Bella.


“Aku baik-baik saja seperti yang sedang kau lihat.” Jawab Bella yang telah menelan bubur terakhir di mana dia baru saja meletakkan mangkok bubur di atas meja.


“Bagimana anda tidak menjawab telepon saya, tidak-tidak bukan itu poin penting ya. Kenapa anda keluar dari rumah sakit tanpa memberitahukan kepada saya?” tanya Melly yang masih panik.


“Tenanglah Bibi. Aku baik-baik saja, lagian sudah ada yang merawat ku.” Jawab Bella yang menunjukkan jari telunjuk ke arah Feng, tepatnya ke arah belakang punggung Melly. Melly menolek ke belakang dan melihat keberadaan Feng yang sedang berdiri.


“Kenapa dokter Feng ada di sini?”


tanya Melly yang terkejut.


Jawab Feng.


Melly menoleh ke arah Bella untuk meminta jawaban kebenaran dari pernyataan Feng. Kemudian Bella memberikan anggukkan kepala untuk memberikan jawaban.


“Sejak tadi malam?” tanya Melly kembali.


“Tidak seperti yang kau fikirkan.” Jawab Bella.


“Jadi benar?” tanya Melly.


“Aku baru saja tiba beberapa menit yang lalu dari rumah sakit membawa bubur untuk dia.” Jawab Feng.


“Iya.” Jawab Bella.


“Oh begitu.” Jawab Melly yang masih heran dengan keadaan saat ini.


“Aku akan menjelaskanya nanti.” Jawab Bella dengan berbisik kepada Melly.


“Feng aku belum mengenal kan Melly secara resmi kepada mu. Melly ini adalah dokter Feng, dan Feng ini adalah Melly.” Jawab Bella.


Mereka berdua bersalaman, Melly memberikan senyuman kepada Feng sedangkan Feng tetap memberikan ekspresi dingin seperti biasanya.


“Karena Melly sudah berada di sini, aku undur diri karena belum ada istirahat sejak tadi malam.” Ucap Feng kepada Bella dan Melly.


“Baiklah. Hati-hati dan terima kasih.” Jawab Bella.


“Iya.” Jawab Feng kemudian pergi meninggalkan apartemen Bella.


Ketika Feng sudah meninggalkan apartemen Bella, Melly dengan tatapan serius untuk mendengarkan penjelasan Bella.


“Malam itu aku…” Ucap Bella yang menjelaskan apa yang terjadi pada malam hari itu.


“Jadi nona marah dan keluar dari rumah sakit karena hal itu?” tanya Melly.


“Iya. Karena hal itu, dan aku tidak mengetahui apa yang terjadi sehingga dia berubah menjadi begitu lembut dan menyusul aku di rumah…..” Mencerita dengan panjang lebar kepada Melly.


“Oh jadi seperti itu…”Ucap Melly yang sudah mengetahui dengan jelas cerita Bella.


“Tunggu, anda bilang tadi bahwa dokter Feng menyetujui untuk berpacaran dengan nona?” tanya Melly yang baru saja menyadari point pentinf dari cerita Bella.


“Tentu, aku sudah mengatakan pada mu bahwa aku pasti akan mendapatkan ya.” Jawab Bella.


“Dan karena hal itu dia pagi ini datang?” tanya Melly.


“Mungkin. Tapi aku tidak meminta ya untuk berpelaku lembut seperti itu, tapi entah kenapa aku menyukainya walaupun sifat dingin ya tidak pernah hilang.” Jawab Bella.


“Anda tidak meminta ya untuk datang?”


tanya Melly.


“Tidak ada. Aku juga terkejut dia pagi-pagi datang dan membawakan aku bubur.” Jawab Bella.


“Pesona ada memang tidak ada yang bisa menolak.” Jawab Melly.


“Tentu saja.” Jawab Bella yang merasa percaya diri.


Mereka tertawa berdua karena hal


itu.


“Apakah nona tidak akan memberitahukan hal ini kepada tuan Kenzo dan tuan Jack?” tanya Melly.


“Belum saat ya. Aku masih ingin mengetahui lebih jauh lagi tentang ya. Walaupun firasat ku mengatakan bahwa aku tidak salah pilih, tapi seperti yang bibi ketahui siapa kita.” Jawab Bella.


“Iya Nona. Nona harus jeli melihat siapa yang akan Anda pilih untuk masuk ke dalam keluarga besar Sandreas.” Jawab Melly.


“Sebenarnya, Feng sudah mengetahui siapa aku pada wajah kedua.” Jawab Bella.


“Maksud ya dia mengetahui wajah anda yang menyamar menjadi Bella Sandreas bukan Bella Chan?” tanya Melly.


“Iya. Saat itu aku bertemu dengan ya di taman pantai. Dia menyadari siapa aku dengan mudah ya. Begitu juga dengan ku yang mengetahui siapa dia dengan rambut panjang ya.” Jawab Bella.


“Maksud Nona, dokter Feng juga memiliki identitas lain?” tanya Melly.


“Iya. Tapi aku belum mengetahui alasan


dari identitas itu. Itulah alasan lain memperkuat ku untuk memilih ya selain dari jantung ku berdetak kencang karena ya.” Jawab Bella.


“Sekarang aku paham kenapa Nona memilih ya. Aku tidak akan ikut campur tentang pilihan nona, tapi aku akan tetap melindungi nona sesuai dengan janji ku kepada tuan Jack.” Jawab Melly.