Junior Sandreas

Junior Sandreas
Pesta Publik Part 2



Suasana pesta di dalam ruangan sudah meriah dengan banyak hal yang dilakukan oleh para tamu. Bella yang saat masuk langsung melihat suasana dari kanan ke kiri pada setiap sisi aula. Bella mencari tempat ternyaman untuk tetap berada di dalam ruang ini walaupun tidak ingin.


"Di mana ya?" tanya Bella dalam hati melihat kanan dan kiri.


Mata ya terhenti tertuju pada sebuah meja yang di atasnya tertata rapi gelas yang berisi berbagai minuman alkohol dan non alkohol.


"Seperti ya ke sana akan seru." Ucap Bella dalam hati.


Bella berjalan ke arah meja itu dan mengambil satu persatu gelas untuk mencium aroma dan menebak ya.


"Bir." Ucap Bella dalam hati ketika mencium aroma gelas pertama yang di ambilnya tanpa mencicipinya.


Bir adalah minuman beralkohol dengan kadar 4-6%. Umumnya, bir didapat dari proses fermentasi barley dan gandum.


"Rum murni." Ucap Bella dalam hati ketika mencium aroma gelas kedua yang di ambilnya tanpa mencicipinya lalu meletakkan kembali dan berjalan lagi untuk mencoba yang lain.


Rum memiliki kadar alkohol 38,5%, walau ini bukan patokan resmi. Karena kadarnya bisa berbeda-beda. Rum dibuat dari fermentasi dan distilasi tetes tebu (molase) yang kemudian dimatangkan dalam tong-tong kayu.


Ada berbagai jenis rum yang dikenal. Rum putih biasanya digunakan untuk campuran cocktail. Ada pula rum yang berwarna cokelat keemasan hingga gelap, untuk memasak, membuat kue, dan campuran koktail. Sementara rum yang paling premium disajikan sebagai minuman di pesta seperti ini.


Saat Bella akan mengambil gelas ketiga tiba-tiba Feng datang meraih gelas itu.


"The Winston Churchill, dengan kadar alkohol 30-45%. Wine yang mahal cocok di acara seperti ini." Jawab Feng dengan langsung mengambil gelas yang di ambil Bella dan meminum ya.


The Winston Churchill dibuat dari paduan minuman legendaris seperti Croizet, Chartreuse Vieillissement Exceptionnellement Prolonge, Grand Marnier Quintessence, serta Angostura bitters.


"Oh." Jawab Bella dengan tidak peduli mengambil gelas yang sejajar dengan gelas yang tadi.


Bella mencoba mencium aromanya dan menganggukkan kepalanya.


"Tidak buruk penilaian ya." Jawab Bella dalam hati.


"Tidak mencoba mencicipi ya?" tanya Feng.


"Aku hanya menyukai aroma ya." Jawab Bella dengan simple.


"My princess love memang terbaik." Jawab Feng dalam hati.


"Kenapa?" tanya Feng.


Sedangkan Bella mengambil gelas ke-4 dan mencoba mencium aromanya kembali seperti sebelumnya.


"The Peak Connoisseurs Dona Sol Sweet Red Wine." Jawab Feng bersamaan dengan Bella yang mengucapkan hal yang sama di dalam hati sehingga membuat Bella memalingkan wajahnya ke hadapan Feng yang sejak tadi mencoba mengobrol pada Bella namun tidak dihiraukan olehnya.


The Peak Connoisseurs Dona Sol Sweet Red Wine ini memiliki karakter buah berry yang manis. Dikemas dalam botol dengan volume 750 ml.


"Boleh berkenalan nona Bella Chan?" tanya Feng dengan memberikan uluran tangannya kepada Bella.


"Tentu. Tapi, Anda seharusnya memperkenal diri terlebih dahulu." Jawab Bella dengan meletakkan gelas itu lalu berjalan dan mengambil gelas ke 5.


"Sepertinya ini tidak apa-apa." Ucap Bella dalam hati kemudian meminum ya.


"Perkenalkan saya biasa di panggil dengan sebutan Mr. Zo." Ucap Feng kepada Bella dan menarik uluran tangan yang tidak di sambut oleh Bella.


"Kenapa dia begitu cantik sehingga ingin sekali aku membawanya pulang." Ucap Feng dalam hati ketika melihat Bella yang meneguk minuman yang di minum ya.


"Tidak ada. Hanya saja yang Anda minum adalah jenis The Peak Connoisseurs Espora Cabernet Sauvignon Red Alc 0%. Jadi anda menyukai minuman ini?" tanya Feng.


The Peak Connoisseurs Espora Cabernet Sauvignon Red Alc 0% merupakan minuman yang sayang untuk Anda lewatkan. Minuman ini terbuat dari cabernet sauvignon yang merupakan jenis buah anggur merah yang sangat populer. Saat meminumnya, Anda akan merasakan aroma buah yang manis. Minuman non alkohol.


"Mungkin." Jawab Bella dengan simple.


"Bagus juga dia memilih yang tidak beralkohol. Dengan begitu aku tidak khawatir jika membiarkannya di pesta ini." Jawab Feng dalam hati.


"Kenapa?" tanya Bella.


"Tidak apa-apa. Sepertinya aku tidak pantas untuk di dekat Anda?" Ucap Feng kepada Bella dan membalikkan dirinya untuk menjauh dari Bella kemudian memberhentikan langkahnya.


"Oh ya nona, satu nasehat untuk Anda. Jangan mudah percaya pada orang lain. Sikap Anda saat ini harus di pertahankan. Dengan begitu aku semakin menyukai mu." Jawab Feng kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan Bella.


"Itu manusia aneh. Tiba-tiba datang dan ingin mengobrol kepadaku dan tiba-tiba juga pergi dengan begitu saja." Jawab Bella dalam hatinya melihat Feng yang semakin jauh darinya.


"Tapi kenapa aku sepertinya tidak asing dengan suara ya?" tanya Bella yang sedang berfikir dan biasanya paling jeli dengan menandai suara seseorang.


Namun saat ini, Bella tidak menyadari bahwa Mr. Zo adalah Feng, pujaannya hati ya.


"Ada apa Rom?" tanya Feng dalam saluran alat yang sudah terhubung dengan Rom. Itulah yang menjadi alasan Feng bergegas pergi meninggalkan Bella.


"Tuan, aku sudah melihat ya di arah Utara dari tuan." Jawab Rom.


"Oke, aku segera ke sana." Jawab Feng.


**** 2 Jam Sebelum Itu****


Feng lebih dulu tiba di aula dengan penampilan penyamaran dirinya sebagai Mr. Zo. Wajah, rambut dan sekujur kepala ya telah terganti dengan wajah silikon orang lain dengan penampilan rambut pendek dan menggunakan kacamata.


"Tuan sudah siap?" tanya Rom.


"Sebentar lagi, aku sedang merapikan hal ini." Ucap Feng yang sedang menggunakan silikon wajah itu.


Silikon yang sengaja di desain oleh Nya 5 tahun yang lalu sebagai penyamaran Mr.Zo, seorang pembisnis perusahaan farmasi di kota C. Seorang yang di kenal sebagai CEO tampan, ramah dan bijaksana.


"Saya sudah menyiapkan peralatan kita di toilet dekat aula tersebut 2 hari yang lalu." Ucap Rom.


"Kerja bagus. Tunggu sebentar lagi aku selesai kita berangkat." Jawab Feng.


Beberapa menit setelah itu, mereka langsung berjalan menuju hotel S. Tiba di sana, mereka berpisah di depan pintu lift. Feng lebih dulu masuk ke dalam aula, sedangkan Rom ke toilet. Dan beberapa menit kemudian, Feng pergi ke toilet di luar aula juga dengan alasan toilet yang di dalam sudah penuh sehingga penjaga membiarkan Feng keluar.


"Bagaimana?" tanya Feng kepada Rom yang sudah membongkar beberapa alat yang di butuhkan mereka untuk masuk ke dalam aula.


"Alat penyadap sudah terhubung. Kita bisa saling mendengar dan mengirim berita masing-masing. Pistol Anda ini tuan, dan ini jarum suntik yang Anda berikan kepada ku." Jawab Rom.


"Kerja bagus. Lihat situasi dulu, apakah dia sudah berada di dalam ruangan?" tanya Feng.


"Tentu, aku sedang memindahkan rekaman ke ponsel milik ku." Jawab Rom.


"Oke."


"Beres." Ucap Rom yang beberapa menit sudah melaksanakannya dan mereka keluar dari toilet.