
"Dia bukan sombong, tapi itulah kemampuannya. Jika aku berpendapat itu bukan masalah." Jawab Daniel.
"Bagaimana pak Samuel?" tanya Gerry.
Gerry sengaja memancing pembahasan tentang Kriss yang bisa dibawa keputusan oleh Samuel itu orang tertinggi dalam memutuskan kebijakan. Untuk berjaga jika suatu saat mereka akan menyerang Kriss mengenai kelakuannya yang suka tidur di kelas.
"Kita lihat kemampuannya kembali pada bulan ini. Setelah itu kita akan membahasnya kembali." Jawab Samuel yang memutuskan hal dengan cara tidak terburu-buru. Hal ini di lakukan untuk tidak menimbulkan kecurigaan.
Gerry mendapatkan penjelasan dari Kenzo bahwa Kriss yang sejak awal homeschooling berubah menjadi sekolah formal. Di lihat dari kemampuan Kriss dan latar belakang keluarga Kenzo bahwa mereka dapat membayar beberapa orang yang dapat mengajari Kriss secara pribadi.
Selain untuk melindungi Kris dan menyembunyikan kemampuannya, hal ini juga untuk melatih Kriss sesuai bakat dan kemampuannya. Karena beberapa alasan dan permintaan dari Kriss maka Kenzo dan keluarganya memutuskan untuk memenuhi permintaan Kriss. Dan setelah Kriss di kirim dari lingkungan remaja yang normal, tetapi dirinya merasa bosan menikmati hal itu.
Dia harus menahan kemampuannya agar tidak mencolok bagi sekitar. Dan karena hal itu juga dirinya menjadi bebas dan liar. Kriss sering cabut dari sekolah, balapan dan tidur di kelas. Dengan beberapa kebiasaan itu membuat beberapa sekolah mengeluarkannya begitu saja. Itulah sebabnya Kriss sering berpindah sekolah sejak umur 12 tahun.
Dan kali ini dia mendapatkan tugas percobaan tanpa harus menahan seluruh kekuatannya. Bahkan di perintahkan untuk mengeluarkan sebaik mungkin yang dia miliki untuk memancing beberapa mangsa yang harus di tangkap oleh harimau. Kriss di perbolehkan untuk menunjukkan kecerdasannya tanpa harus menahan di sekolah JS.
Semua wali kelas sedang berjalan menuju ke kelasnya masing-masing dengan membawa beberapa map yang berisi tentang ujian para siswa. Ada gambar sekaligus yang dibawa oleh para wali kelas dalam memasuki kelasnya yaitu berisi mata pelajaran matematika, bahasa dan juga sastra.
Begitu juga dengan Gerry, ia berjalan menuju kelas ya dengan tersenyum membayangkan suatu hal yang akan terjadi dan pasti itu sangat menghebohkan ketika rapat berikutnya bersama dengan para guru dan kepala sekolah.
"Wah wah, melihat seluruh muridku sedang antusias belajar menghadapi ujian bulan pertama hari ini." Ucap Gerry saat masuk ke kelas dan meletakkan barang bawaan di tangannya di atas meja.
"Sudah siap untuk menghadapi ujian kalian hari ini?" tanya Gerry.
"Tentu." Jawab semua orang dengan serentak.
"Baiklah, persiapkan apa yang perlu. Seperti biasanya beberapa peraturan yang sudah ditetapkan harus dipatuhi ketika ujian sedang berlangsung. Dan 5 menit lagi bel akan berbunyi. Jadi kalian masih bisa belajar ulang dari pembelajaran kalian." Ucap Gerry.
"Baik pak." Jawab semua orang tapi tidak termasuk Kriss yang sejak tadi sudah meletakkan kepalanya di atas meja belajar miliknya.
Suara kaki yang sedang berjalan dengan cepat menuju ke dalam ruangan dan ternyata itu adalah Ella yang sedang terburu-buru masuk ke dalam kelasnya.
"Apakah aku terlambat pak?" tanya Ella dengan napas yang belum teratur karena berjalan dengan cepat.
"Masuklah dan duduk di tempat mu." Jawab Gerry.
"Terima kasih pak." Jawab Ella yang berjalan menuju kursi ya.
"Semua ini gara-gara untuk menghindari bertemu dengan Kriss. Ahh memalukan jika di ingat kembali." Jawab ya dalam hati melihat Kriss yang masih tertidur di meja menghalangi jalan Ella untuk duduk ke kursi miliknya.
"....." Suara Bel berbunyi dan membuat Kriss terbangun membangkitkan kepalanya dan langsung berdiri tanpa berkata.
Kriss sebenarnya sudah mengetahui bahwa Allah berada disampingnya dan tidak berani untuk mengucapkan kata sapaan atau memintanya untuk bergeser. Dengan suara bel berbunyi dengan memberikan alasan berdirinya terbangun karena bel.
"Baik pak. Kami siap." Jawab Semua siswa yang hadir.
Pak Gerry membuka kertas ujian dan kemudian membagikannya dengan jalan mengelilingi para murid untuk membagikan kertas ujian. Seluruh siswa menerimanya dengan baik dan mulai mengerjakan soal karena waktu terus berlanjut tanpa henti.
Kriss dan Ella tidak ada berkata sedikitpun hingga sampai ujian selesai. Mereka berdua hanya fokus dengan ujian masing-masing. Berbeda dengan Ella yang lebih banyak berfikir untuk menjawab pertanyaannya tertulis di lembar soal itu.
Waktu yang diberikan adalah satu jam untuk 20 soal matematika yang telah tersebar di seluruh para siswa di kelas. Seluruh siswa sedang fokus membaca soal yang tertera di dalam lembar soal itu kemudian mencoba mencari jawabannya dengan cepat untuk meletakkannya ke dalam kertas jawaban milik mereka yang telah diberikan nama di atasnya.
Kriss mengerjakan soal itu dengan cepat. Ia hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk menyelesaikan soal-soal yang ntar dapat di kertas soal tersebut. Kriss meletakkan pena yang dipegang oleh nya dan menutup lembar jawaban miliknya yang telah selesai diisi.
Ketika semua orang sedang bingung mengerjakan soal-soal matematika itu, Kriss malah kembali ke posisi awalnya yaitu tidur di atas meja belajar miliknya.
"Ini anak kenapa tidur di kelas. Setelah sebulan aku duduk di samping ya memang dia memiliki kelakuan tukang molor di kelas. Tapi apakah di saay ujian ini juga begitu? apa tugas dia sudah siap?" tanya Ella dalam hati.
"Ah sudahlah, lebih baik aku mengerjakan ujian ku dengan cepat dari pada memperhatikan dia." Jawab Ella kembali membaca soal dan menjawab ya.
"Seperti ya aku terlalu memandang tinggi tentang dirinya." Ucap Gibrel dalam hati ketika melihat Kriss yang sedang tidur di atas meja miliknya.
"Bagaimana jika aku ...." Ucap Gibrel dalam hati sedang memikirkan hal strategi untuk menjatuhkan Kriss dengan mengangkat tangannya.
"Pak." Ucap Gibrel dengan mengangkat tangan kanannya kepada Gerry.
"Ada apa Gibrel?" tanya Gerry.
"Seperti ya murid baru ini tidak mengetahui peraturan sekolah kita. Lihat, dia tertidur ketika ujian berlangsung." Jawab Gibrel.
Kriss terbangun dari tidur ya dan melirik ke arah Gibrel.
"Aku kira berisik karena apa, ternyata.." Jawab Kriss tidak melanjutkan perkataannya.
"Lihat kelakukan ya. Mungkin saja dia sedang mencontek dan berpura-pura tertidur." Jawab Gibrel yang menuduhnya.
"Cukup. Kalian semua kembali mengerjakan ujian kalian. Sementara kau Kriss kemari. Bawa soal dan lembar jawabanmu. Aku akan memeriksa tubuh mu dan kursi mu. Aku tidak ingin muridku melakukan kesalahan." Jawab Gerry.
"Baiklah." Jawab Kriss membawa lembar kertas jawaban dan soal ya ke depan dan mengangkat tangannya untuk di periksa oleh Gerry.
Gerry memeriksanya tubuh Kriss di depan kelas agar terlihat oleh seluruh murid. Tidak ada hal yang mencurigakan dan memerintah Gerry untuk mengecek kursi Kriss yang di bantu oleh Ella.
"Ella, Gibrel kalian bantu saya memeriksa kursinya." Jawab Gerry.
"Baik pak." Jawab Gibrel dan Ella yang memeriksa kursi dan meja Kriss.