Junior Sandreas

Junior Sandreas
Laporan Melly: Bella Sandreas



Bella sudah selesai mandi berjalan menuju ke arah kamar Kriss dan melihat baju yang sudah diletakkan oleh Kriss di atas tempat tidurnya. Bella yang sedang mengusap-usap rambutnya dengan handuk berwarna putih.


"Lumayan." Jawab Bella yang membentangkan piama yang disiapkan oleh Kriss. Piama itu berwarna hitam dan ukuran bisa di gunakan oleh Bella. Dan lagi itu adalah pakaian baru yang belum pernah di pakai oleh Kriss.


"Jika saya orang lain bisa melihat lemari mungkin mereka akan berpikir bahwa kamu bukan orang dari kalangan biasa melainkan raja di antara raja." Ucap Bella yang mengetahui kebiasaan Kris bahwa ia tidak akan pernah memberikan barang apapun kepada orang lain yang sudah pernah digunakan olehnya. Ia juga tidak akan pernah suka memakai barang yang sudah digunakan oleh orang lain.


"Kriss!" Panggil Bella sekali


"Dimana kau letakkan tas kakak tadi? Ambilkan tas itu dan bawa kemari." Jawab Bella yang memerintah.


"Kriss apa kau dengar?" tanya Bella yang berteriak kembali namun tidak mendapatkan jawaban.


"Ini anak kemana sih?" tanya Bella dalam hati.


Bella berjalan keluar mencari tas miliknya. Saat di lihat olehnya tas itu ada di sofa, Bella menuju ruang tamu di mana tas miliknya tadi diletakkan oleh Kriss.


Bella ngambil tas tersebut lalu membawanya ke dalam kamar. Tas itu berisi pakaian dalam Bella ya memang selalu dibawa olehnya ke manapun sebagai stok yang ada di dalam mobil. Bella menggunakan pakaian, setelah itu pergi mengambil ponsel.


"Sudah ku duga." Jawab Bella dalam hati saat membaca pesan Kriss.


"Pakaian dan tempat tidur sudah aku siapkan, Kakak tidurlah ku mohon jangan ganggu aku tidur karena aku belum ada tidur seharian untuk lebih jelasnya aku akan menjelaskan kepada Kakak besok sekalian aku akan menemani Kak jalan-jalan. Jadi ku mohon lepaskan aku malam ini saja." Ucap Kriss dalam pesan itu.


"Ah sudahlah, lagian hari ini juga aku terlalu lelah untuk melampiaskan kekesalan ku kepada mereka. Besok saja aku akan mengajak mereka bertiga untuk menemaniku berjalan-jalan di kota ini." Jawab Bella meletakkan ponselnya lalu naik ke atas kasur untuk membaringkan tubuhnya lalu tertidur.


Disisi lain, Feng yang sudah mendapatkan kabar dari bela bahwa dia baik-baik saja. Namun Feng tetap ingin mencari tahu keberadaan Bella di mana sehingga Iya tetap memerintahkan anak buahnya untuk melacak keberadaan Bella saat ini.


Tapi semua orang yang diperintahkan oleh Feng untuk mencari jejak Bella tidak ditemukan oleh mereka. Hal ini membuat Feng sangat kesal sehingga membuatnya melampiaskan semua itu dengan membuat seluruh anggotanya dipotong gaji bulanan mereka.


Feng mengambil botol bir tahun 1900-an untuk melampiaskan kekesalannya sehingga ia bisa tidur dengan nyenyak. Feng menikmati malam ini dengan hal yang seperti itu sedangkan Bella menikmati malamnya dengan tidur nyenyak setelah sampai di apartemen Kriss. Mereka berdua saling mengingat satu sama lain sebelum memejamkan mata dan tertidur.


Pagi hari, Bella yang terbangun tidur dan keluar dari kamar ternyata sarapan sudah di siapkan oleh Kriss beserta dengan note.


"Kakak jangan keluar apartemen sebelum aku kembali dari sekolah. Salam manis adik paling tampan dan baik hati." Tulisan dalam kertas kecil di bawah gelas susu.


"Ini jam berapa?" tanya Bella yang langsung melihat ke arah jarum jam yang menunjukkan pukul jam 05.00 pagi.


"Ini anak kemana? Jam segini udah pigi sekolah?" tanya Bella dalam hati lalu duduk di kursi meja makan.


Bella menikmati roti dan juga susu yang telah disediakan oleh Kriss. Sedangkan Kriss saat ini sedang berlari di taman seperti biasanya sebelum berangkat ke sekolah.


Beberapa menit yang lalu Kriss bangun lalu masuk ke dalam kamar untuk mengambil seragam sekolahnya dan segala perlengkapan untuk pergi ke sekolah. Kriss meletakkan semua perlengkapannya ke dalam apartemen Kyler lalu bergerak untuk berlari di taman sebagai olahraga pagi seperti biasanya.


"Sejuk juga di sini."Jawab Bella yang berdiri di belakang apartemen Kriss. Bella mengobati udara segar di pagi hari sambil membawa matras untuk melakukan olahraga pagi yaitu yoga.


"Andai saja Kriss mengizinkanku untuk keluar mungkin aku sudah mencari udara segar di luar dan menikmati pemandangan yang ada." Jawab Bella yang selesai Yoga.


Bella berjalan masuk ke dalam rumah dan bingung mau melakukan apa sehingga ia mengambil ponselnya lalu menghidupkannya.


Saat dalam menghidupkan ponselnya ia melihat bahwa ada puluhan panggilan dari nomor tidak dikenal, dan panggilan dari Mellay beserta pesan dari Melly.


"Anda di mana nona? Apa yang terjadi dengan anda dan Feng? Segera hubungi saya setelah membaca pesan ini." pinta Melly kepada Bella.


Bella yang membaca pesan itu langsung mencari kontak Melly dan menelponnya.


"Ada apa Bi?" tanya Bella ketika melihat panggilan ia diterima oleh Melly.


"Anda di mana sekarang?" tanya Melly.


"Kenapa sepertinya panik?" tanya Bella.


"Ais, di tanya malah bertanya kembali Nona. Ada harus tahu bahwa dokter Feng itu bukanlah hanya sekedar seorang dokter." Jawab Melly.


"Maksudnya?" tanya Bella.


"Aku juga belum mendapatkan informasi yang lebih detail namun dari orang-orang yang yang ada di sekitar kita bahwa ada sekumpulan organisasi yang terkenal di kota C sedang mencari anda." Jawab Melly.


"Lalu kaitan dengan Feng?" tanya Bella


" Orang kita mengikuti salah satu seseorang yang telah menanyakan keberadaan anda. Tenyata seseorang itu datang ke apartemen dokter Feng dengan membawa sebuah ponsel yang diberikan untuk Feng. Orang itu sedikit lama masuk ke dalam apartemen Feng."


"Setelah ia keluar, orang kita mendengar bahwa ia berkata 'Bos marah karena kami tidak menemukan artis itu.' Begitulah ucapan seseorang itu." Jawab Melly.


"Sudah aku duga. Banyak rahasia yang tidak aku ketahui tentang dirinya. Karena hal itu bisa dilihat dari bola matanya yang penuh dengan dendam dan juga rahasia tersembunyi yang tidak diketahui oleh banyak orang." Jawab Bella dalam hati.


"Nona, apakah anda mendengar aku?" tanya Melly.


"Lalu?" tanya Bella yang tersadar dari lamunannya dan kesimpulan ia terima dari cerita Melly.


"Tentu saja banyak orang-orang kita mengetahui bahwa banyak orang yang sedang mencari keberadaan anda saat ini. Jangan bilang Anda sedang di kota A di rumah tuan besar." Jawab Melly.


"Ada benarnya dan ada yang salah." Jawab Bella.