
Episode Krissta Sandreas
Di dalam bus itu sangat senyap tanpa suara. Dan mereka tiba di sekolah tepat waktu. Di turunkan di halte bus sekolah. Queen langsung berdiri dan menendang kaki Kriss begitu saja karena ingin lewat. Dan hal itu membuat Kriss terbangun dengan membuka matanya.
"Dasar gadis kasar." Jawab Kriss dalam hati.
"Kalian berdua kenapa tidak membangunkan ku?" tanya Kriss yang melihat Kyler dan Farel yang berjalan akan keluar dari bus.
"Bagaimana kami membangunkan mu. Kau sudah terbangun karena senior." Jawab Farel dan Kyler yang berjalan cepat keluar dari bus.
"Kalian berdua tunggu, dasar tidak setia kawan." Jawab Kriss yang mencekik pelan keduanya dari belakang saat menyusul mereka turun dari bus.
Mereka kembali beraktivitas seperti biasanya untuk melaksanakan kegiatan belajar sebagai siswa di sekolah JS. Namun kali ini, Kriss dan yang lainnya tidak luput dari menyelidiki gerak gerik orang-orang yang sudah di targetkan oleh mereka.
"Jangan lupa tugas awal kita." Jawab Kriss saat berpisah dengan mereka berdua.
"Tentu." Jawab mereka berdua yang kemudian berpisah.
Kriss ke kanan dan Farel, Kyler ke arah kiri. Mereka ke ruang kelas masing-masing untuk mengikuti pembelajaran.
Beberapa jam telah terlewati, bel istirahat berbunyi dan banyak siswa yang keluar dari kelas untuk ke kantin menikmati makanan.
Kriss dan yang lainnya bertemu di pintu kantin. Kriss yang sudah menunggu di dinding lima meter dari pintu masuk kantin.
"Kalian sudah datang?" tanya Kriss.
"Sudah menunggu lama?" tanya Kyler.
"Belum. Target kalian bisa di lihat di dalam kantin." Jawab Kriss yang sedang bersandar di dinding.
"Ayo mulai sambil menikmati makanan." Jawab Farel.
Kriss dan Kyler hanya tertawa melihat Farel yang selalu bersemangat jika soal makanan. Kriss yang melipat tangannya di dada melepaskan dan berjalan dari balik dinding mengikuti mereka berdua.
Mereka bertiga mengantri untuk mengambil jatah makanan mereka. Namun mata profesional mereka kembali beraksi. Walaupun sedang berdiri menunggu giliran mengambil makanan, mereka sudah melihat target masing-masing. Kriss sengaja mengambil posisi di dekat barisan para guru. Sedangkan mereka berdua di barisan yang jauh dari Kriss untuk melihat target mereka.
Dan satu persatu yang di depan mereka sudah pergi setelah mengambil makanan dan duduk di meja kantin. Mereka juga seperti yang lalu, menggesek kartu ATM pelajar mereka untuk membeli makanan. Lalu mengambil tempat makan yang terbuat dari aluminium itu. Kemudian, mengambil beberapa makanan yang mereka inginkan dengan bantuan koki yang bekerja di sekolah itu.
Dan ketika duduk di meja makan baru mereka bergabung bertiga. Sambil makan sambil berbicara.
"Bagaimana?" tanya Kriss.
"Sedikit demi sedikit mengumpulkan ya." Jawab Kyler.
"Sudahlah, makan dulu." Jawab Farel.
"Dasar." Jawab Kyler.
"Aku sudah ada rencana untuk target ku. Kalian lihat saja nanti." Jawab Kriss tersenyum.
"Apa?" tanya mereka berdua.
"Makan saja dulu." Jawab Kriss menggoda Farel.
"Ihhh. ya sudahlah." Jawab Farel.
Saat itu, Kriss melihat wajah Queen yang sedang habis menangis dengan membawa tas dan berjalan dengan cepat meninggalkan sekolah.
"....." Queen menghapus air matanya yang terjatuh saat air matanya terjatuh. Dengan cepat ia berjalan dari lorong sekolah itu dan matanya masih berkaca-kaca.
"Ada apa dengan ya?" tanya Kriss dalam hati melihat Queen yang berpapasan dengannya di lorong sekolah.
Kriss di lewati oleh Queen begitu saja, lalu di belakang Queen ternyata ada Mawar yang sedang mengejarnya hingga tertabrak oleh Kriss.
"Auuu. maaf." Ucap Mawar yang telah menabrak bahu kanan Kriss.
"Lihat jalan senior." Jawab Kriss yang menoleh ke samping.
"Iya aku sedang buru-buru. Sekali lagi maaf. Queen." Ucap Mawar yang langsung pergi meninggalkan Kriss.
"Dasar wanita tidak sopan." Jawab Kriss dalam hati.
" dia kenapa?" tanya Kriss dalam hati lagi melihat mereka berdua yang berjalan melewati dia begitu saja. Kriss yang memperhatikan Queen dan Mawar pergi di hadapannya hingga tak terlihat lagi. Kriss melanjutkan perjalannya menuju kelasnya.
Tiba di dalam kelas ternyata belum ada orang yang berada di dalam kelas karena memang bel belum berbunyi. Masih ada waktu 15 menit lagi untuk bel berbunyi pada waktu istirahat ini. Dan seluruh siswa sedang berada di kantin dan tempat lainnya.
"Tidak seperti biasanya tidak ada orang. Tapi baguslah aku ingin istirahat." Jawab Kriss dalam hati ya ketika melihat dalam kelas di depan pintu.
Kriss berjalan menuju kursinya dan mengambil posisi duduk, meletakkan tas di atas meja sebagai alas kepala Kriss tertidur. Menggunakan earphone memutarkan musik dan memejamkan matanya.
Kriss menikmati tidur di dalam kelas, baru beberapa menit di dalam kelas sudah ada beberapa murid yang masuk ke dalam kelas. Dan waktu terus berjalan sehingga waktu 15 menit berlalu dengan cepat. Bel istirahat sudah berbunyi semua siswa masuk ke dalam kelas dan duduk di kursinya masing-masing.
Gibrel dan teman-temannya yang melihat Kriss tertidur ingin menjahilinya.
"Bos, sepertinya jika mencoret wajahnya atau mengerjainya akan seru." Ucap Dien.
"Aku setuju."
"Ayo lakukan." Jawab Gibrel berjalan bersama mereka berdua dan mengambil spidol yang ada di papan tulis untuk mencoretnya di wajah Kriss.
Saat tangan Dien sudah mengarahkan spidol ke wajah Kriss, Kriss memegang tangannya yang tiba-tiba terbangun. Hal itu membuat Gibrel dan lainnya terkejut khususnya Dien yang akan mencoret wajah Kriss.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Kriss dengan tatapan sinis ya berdiri dan mulai menekan tangan Dien.
"Auh...." Ucap Dien yang kesakitan karena tangannya di remas oleh Kriss dan Kriss melihat pergelangan telapak tangan Dien dengan gambar yang tidak asing untuknya.
"Tato ini?" tanya Kriss dalam hati melihat tato yang ada di tangan Dien namun tiba-tiba Gibrel melepaskan tangan Kriss dari Dien.
"Lepaskan dia Kriss." Ucap Gibrel.
"Kalian berani membangunkan ku lalu penjelasan apa yang ingin kalian katakan?" tanya Kriss.
"Kalian ingin bilang ada semut di wajah ku? atau kalian mau menggambar semut di wajahku?" tanya Kriss yang melangkah satu langkah di depan Gibrel.
"Kalau ia kenapa? Kau mau apa?" tanya Gibrel yang memprovokasi Kriss dengan percaya diri.
Kriss yang memang tidak suka jika tidurnya di ganggu orang lain membuatnya tidak berfikir panjang dan di tambah dengan perilaku mereka berdua membuat dirinya ingin memberikan pelajaran. Tangan yang sudah terkepal sejak di lepaskan Gibrel membuat dirinya siap meluncurkan satu tinju.
Namun saat dirinya ingin meninju Gibrel seseorang datang menghentikan dirinya dan membuat dirinya melihat siapa yang berhasil menghentikan serangannya ini.