
Setelah mendapatkan persetujuan dari Ella tentang rencana yang akan dilakukan oleh Kriss pada hari esok ketika ujian semester ganjil. Saat ini mereka yang berada di dalam ruang VIP restoran sedang menikmati makan malam.
Keesokkan harinya, suasana sekolah yang begitu sibuk dengan murid-murid yang berjalan dengan membawa buku yang sedang mereka baca. Semua orang sedang mempersiapkan dirinya untuk menghadapi ujian tertulis yang akan diadakan beberapa hari.
Saat itu, Ella dan Kriss pergi ke sekolah diantar oleh supir Ella. Mereka berdua keluar dari mobil yang sama di sekolah sehingga membuat geger beberapa orang yang mengenal mereka berdua. Saat itu Gibrel dan lainnya sedang berada di lorong kelas.
"Eh lihat-lihat bukankah itu adalah Kriss dan Ella? Mereka berdua keluar dari mobil yang sama." Ucap salah seorang siswa yang melihat dari bawah lorong pada lantai 3.
"Eh iya." Jawab yang lainnya.
"Bergerak cepat juga anak itu." Jawab Dien dalam hati dan juga melihat hal itu.
"Gak salah mencari sekutu." Jawab Daniel dalam hati saat melihat Kris Daniela keluar dari mobil yang sama di depan pintu ruang guru pada lantai satu.
Kriss dan Ella yang keluar dari mobil yang sama di mana Kris dibukakan pintunya oleh super Ella sedangkan Kris membuka pintu mobil untuk Ella. Kemudian mereka berdua berjalan bersama menuju ke ruang ujian dan sepanjang perjalanan dilihat oleh banyak siswa lainnya.
Gibrel yang sudah melihat hal itu menggenggam erat tangannya untuk menahan emosi.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Gibrel dalam hati.
"Cie, cie. Apakah kalian berdua sudah jadian sehingga pergi ke sekolah bersama-sama?" tanya seseorang murid yang menjadi teman kelas mereka berdua.
"Begitulah." Jawab Kriss dan Ella hanya tersenyum saja dan masuk ke dalam kelas untuk mencari tempat duduk ujian.
"Berarti ada yang harus meneraktir kami satu kelas jika ada teman yang pacaran." Jawabnya lagi.
"Hmmm, kalau soal meneraktir mungkin aku tidak memilikinya karena kalian tahu sendiri bahwa aku dari keluarga yang tidak memiliki materi seperti kalian." Jawab Kriss ini termasuk ke dalam kelas mengikuti Ella.
Gibrel dengan emosinya masuk ke dalam kelas juga adalah menghentakkan tangannya ke atas meja Kriss duduk. Gibrel meletakkan kedua tangannya di atas meja dengan posisi badan sedikit membungkuk dan memberikan tatapan yang tajam kepada Kriss.
"Apa maksud mu? " tanya Kriss.
"Sudah aku katakan kepadamu untuk tidak mendekatinya tapi kau malah jadian dengan ya. Seharusnya yang bertanya adalah aku, apa maksudmu?" tanya Gibrel langsung kepada Kriss.
"Seharusnya kau bertanya sendiri kepada orang yang aku sukai mengapa ia lebih memilih aku dibandingkan kau." Jawab Kriss dengan simpel.
Hal ini membuat Gibrel semangkin emosi sehingga membuatnya hampir melayangkan tinju kepada Kriss namun dihalangi oleh kedatangan Ella.
"Apa-apaan kau Gibrel?" tanya Ella yang datang ke meja Kriss untuk menghentikan Gibrel.
"Kau tanya apa yang kurang dari Mu maka inilah jawabannya. Kau hanyalah anak orang kaya yang terlalu dimanjakan sehingga tidak bisa menghargai orang lain. Kau merasa bahwa dirimu lah yang paling hebat di dunia ini. Dan juga sifat emosional mu ini yang membuatku tidak ada rasa simpati sedikitpun. Jika dibandingkan dengan Kris kau benar-benar kalau jauh." Jawab Ella dengan tegas.
"Tapi apa yang bisa dia berikan kepadamu? Dia hanya orang miskin yang tidak memiliki banyak uang. Dan juga...." Gibrel yang ingin menjawabnya lebih panjang namun dihentikan oleh Ella.
"Sudah cukup Gibrel. Karena dia mendapatkan uang dari usaha sendiri bukan dari harta orang tuanya. Kau ingat itu." Jawab Ella.
"Sudah cukup. Bisakah kau Kembali ke tempat dudukmu setelah mendengarkan penjelasan dari Ella tadi." Jawab Kriss yang menarik Ella ke sampingnya.
Beberapa murid yang melihat itu sedang membicarakan Gibrel yang tidak tau malu telah melakukan hal itu. Karena hal itu, Gibrel kembali ke tempat duduknya dan melihat Kriss dan Ella yang bermesraan.
"Kembali ke tempat duduk mu dan lebih baik kita fokus untuk ujian hari ini." Jawab Kriss mengantarkan Ela ke tempat duduknya lagi yang berada di depan barisan pertama.
"Iya. Semangat ya." Jawab Ella.
"Tentu. Begitu juga dengan mu." Jawab Kriss dengan mengelus kepala Ella.
"Sial mereka bermesraan di depan ku. Jika bukan karena kau adalah pemilik dari sekolah ini aku tidak akan pernah merendahkan diri didepan seorang wanita." Jawab Gibrel dalam hati.
Kriss Kembali ke tempat duduknya di barisan ke empat dan melihat Gibrel yang masih dalam keadaan emosi. Kriss hanya memberikan senyuman liciknya kepada Gibrel sekalian memberikan kode kepada Dien yang juga tersenyum melihat kejadian ini.
"Kerja bagus." Jawab Dien dalam hati seseorang mengamati kejadian di dalam kelas ini. Dien merasa sangat puas tentang apa yang telah dilakukan oleh Kriss pada hari ini.
"Kalian berdua bukanlah tandingan ku." Jawab Kriss dalam hati saat melihat mereka berdua lalu duduk di kursinya.
Bel masuk sudah terdengar sehingga pengawas ujian masuk ke dalam kelas untuk memulai ujian pertama. Seperti yang sudah ditentukan bahwa ujian hari ini pada ujian tertulis sehingga mereka harus menyelesaikan soal-soal yang sudah dibagikan oleh mereka untuk dikerjakan dalam waktu 1 jam setiap mata pelajaran ya sudah ditentukan.
Semua orang yang tadinya heboh dengan hubungan Kris dan Ella menjadi kembali mengingat bahwa hari ini adalah hari ujian sehingga mereka lebih fokus ke ujian saat pengawas sudah datang dengan membawa kertas ujian.
Semua murid sudah duduk di kursinya masing-masing dan juga menyiapkan beberapa alat tulis yang diperlukan untuk menghadapi ujian kali ini. Mereka semua menunggu pengawas ujian untuk membagikan soalnya.
Satu persatu soal guru oleh pengawas ujian diletakkan di meja para murid. Saat seluruh kertas ujian sudah berada di atas meja maka waktu ujian di mulai.
Semua siswa kalau sibuk dengan membaca soal-soal dan memberikan jawaban pada kertas jawaban yang sudah mereka buat data diri masing-masing. Lembar demi lembar telah dibaca. Waktu terus berjalan dengan cepat sehingga seluruh siswa tidak terasa bahwa waktu yang telah diberikan untuk menjawab soal sudah hampir habis.
Di saat semua orang sedang sibuk mengerjakan soal di menit-menit terakhir. Gibrel mengumpulkan lembar jawaban miliknya kepada pengawas ujian.
Melihat hal itu, Kriss dan Ella juga mengikuti untuk mengumpulkan lembar jawaban kepada pengawas. Tindakan ini lagi-lagi membuat Gibrel emosi. Tapi dia menahannya dan keluar dari ruangan.