Junior Sandreas

Junior Sandreas
Terima Kasih Kriss



Sebuah tonjokan dan juga tendangan beberapa detik lagi akan melayang ke arah Ella. Ella yang sudah terjatuh di tanah belum masih merasakan sakit untuk tidak bisa menghindari lonjakan dan juga tendangan itu, Ella menutup matanya. Dan ternyata seseorang sedang membantu ya.


Kriss yang sedang menikmati makanan dan memperhatikan sekeliling jalanan mengubah arah sorotan matanya ke arah jalanan sepi yang berada tidak jauh dari supermarket yang sedang ia kunjungi itu. Kriss melihat satu orang gadis yang di ikuti beberapa orang laki-laki berbadan besar. Melihat hal yang mencurigakan, Kriss mempercepat makannya dan meminum air mineral dengan terburu-buru.


"Sebenarnya aku tidak ingin ikut campur. Tapi jika ini diketahui oleh Bunda, bunda pasti akan menyuruhku untuk menolong wanita itu." Ucap Kriss dalam hatinya yang mengingat pesan Caca untuk saling menolong apalagi menolong wanita, anak kecil dan orang tua.


Kriss berjalan mendekati mereka tetapi berhenti melihat wanita itu bisa bela diri dan seseorang itu adalah orang yang dikenalnya dapat melawan, Ella.


"Ella?" tanya Kriss yang sedang melihat Ella sedang berkelahi untuk mempertahankan dirinya.


Kriss yang melihat Ella telah dikalahkan, dan saat laki-laki tidak di kenal itu akan menyerang Ella secara bersamaan, Kriss datang untuk membantu Ella.


"Sial, mereka akan menyerangnnya." Jawab Kriss yang berlari mendekati Ella.


Kriss mengalahkan mereka semua dengan waktu 1 menit dan Ella masih menutup matanya.


"Berdirilah, apa kau akan tetap terus menutup matamu?"tanya Kriss yang mengulurkan tangannya di depan Ella.


Ella yang menyadari seseorang sedang berbicara dengannya, ia membuka mata dan melihat Kriss berada di depan mata ya.


"Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Ella.


"Buka mata mu dengan lebar dan lihat sekelilingmu, itulah yang aku lakukan." Jawab Kriss yang menarik tangannya dan meletakkan ke saku celananya.


Ella berdiri dari posisi ya yang terjatuh di lantai.


"Kau yang mengalahkan mereka?" tanya Ella.


"Jadi menurut mu siapa lagi?" tanya Kriss.


"Tapi bagaimana mungkin bisa? Di perkirakan mereka adalah tentara bayaran yang sudah terlatih, sebab itu aku tidak bisa mengalahkan mereka." Jawab Ella yang tidak percaya.


"Terserah mu saja." Jawab Kriss membalikkan badan dan melangkah berjalan meninggalkan Ella.


"Tunggu!" perintah Ella kepada Kriss.


"Apa lagi?" tanya Kriss yang memberhentikan langkahnya dan membalikkan badannya kembali ke arah Ella.


"Terima kasih telah menolongku." Jawab Ella dengan nada yang terbata-bata.


Kriss terkejut dengan ucapan yang sedang ia dengar dari mulut wanita yang selama ini terlihat cuek dan egois bisa mengucapkan hal ini kepada orang lain. Suasana tiba-tiba hening dan di pecahkan oleh suara ponsel yang berdering.


"Apa ponsel mu?" tanya Kriss yang mencari asal suara ponsel itu.


"Tidak." Jawab Ella yang juga mendengarnya.


Kriss berjalan ke arah belakang Ella, di mana ada seseorang yang telah ia kalahkan tadi sudah pingsan. Kriss memeriksa kantong celananya dan mengambil ponsel yang berdering.


"Bos?" tanya Kriss yang melihat layar ponsel dengan nomor yang tertera.


"Apa jangan-jangan..." ucap Ella yang juga melihat Kriss mengambil ponsel yang kemudian mereka saling menatap.


Mereka berdua saling menganggukkan kepala sebagai kode persetujuan Kriss menerima panggilan itu. Kriss menggeser ke arah tombol hijau untuk menerima panggilan itu dan menakan tombol speaker ponsel.


"Jangan lupa untuk tidak terlalu menyakitinya dan kerjakan tugas kalian dengan cepat. Apa kalian sudah mengerti?" Ucap seseorang dari ponsel itu.


"Baik bos, jadi kapan pembayaran akan di lakukan? kami sudah menjalankan tugasnya." Jawab Kriss untu menyamar dengan suara dubber berbeda dari suaranya.


"Kau.." panggilan itu terputus.


"Dia sudah mengetahui bahwa orang-orang yang telah diperintahkannya untuk mencelakaimu gagal." Jawab Kriss.


"Sepertinya aku tidak asing pada suara tadi." Jawab Ella dengan berfikir bahwa ia mengenal suara yang didengar olehnya tadi tapi ia tidak mengetahui siapa itu.


"Sudahlah lebih baik kau simpan ponsel ini untuk mencari bukti siapa lelaki yang telah ingin mencelakai tadi." Jawab Kriss memberikan ponsel itu kepada Ella.


Kriss kembali melangkah untuk meninggalkan Ella di tempat itu.


"Siapa sebenernya kau Kriss? Kenapa kau begitu misterius?" tanya Ella dalam hati ketika melihat Kriss berjalan pergi meninggalkan ya.


Supir sekaligus pengawal Ella tiba di tempat dan menyadarkan Ella yang sedang memikirkan tentang siapa Kriss sebenarnya.


"Nona baik-baik saja?" tanyanya yang baru saja tiba.


"Tidak apa-apa. Ayo kembali ke rumah." Jawab Ella.


"Baik Nona." Jawabnya.


******


Saat Kriss mengetahui orang yang akan ditolong nya adalah Ella yang dikenal olehnya dan juga seseorang yang harus dilindungi sesuai dengan perjanjian oleh Abang Gerry, Kriss memberi tahukan tentang apa yang di lihat olehnya saat ini.


"Ada apa Kriss?" tanya Gerry.


"Aku sedang melihat Ella sedang bertarung dengan beberapa laki-laki yang tidak dikenal di jalan sempit sekitar dekat supermarket...." Kriss memberi tahukan alamat dimana dia sekarang dengan cepat dan menutup teleponnya karena melihat Ela yang akan segera dikalahkan oleh beberapa laki-laki itu.


*****


Ella yang sudah pergi bersama dengan pengawal ke dalam mobil untuk kembali ke rumah. Sedangkan keris yang berjalan kembali ke arah supermarket untuk menikmati makanannya kembali.


"Ahh sudah dingin." Jawab Kriss yang melihat ramen ya sudah dingin dan ia memilih untuk minum air mineral saja.


Dan suara ponsel milik Kris kembali berdering dan terlihat di layar bawah itu panggilan Gerry. Kriss menerima panggilan itu.


"Apa kau dan Ella baik-baik saja?" tanya Gerry kepada Kriss.


"Iya pak Gerry, aku dan Ella baik-baik saja. Saat ini ia sudah kembali bersama dengan pengawal atau supir ya itu?" jawab Kriss.


"Baguslah. Terima kasih sudah menolongnya. Tapi tadi kau memanggilku Pak? Ayolah aku ini Abang mu?" Jawab Gerry yang tidak ingin sepupu ya itu memanggilnya Pak seperti di sekolah.


"Bukannya ini adalah tugas yang kau minta? Lagian aku hanya ingin membiasakan diri untuk memanggil mu seperti di sekolah." Jawab Kriss dengan mudahnya.


"Kau, lihat jika aku sudah bertemu dengan mu." Jawab Gerry yang sebenarnya sangat menyayangi Kriss karena tidak memiliki adik.


"Baiklah Abang Gerry. Tapi aku ingin Abang mencari tahu siapa sebenarnya orang yang ingin mencelakai Ella." Jawab Kriss.


"Maksudmu?" tanya Gerry.


" Tadi aku menerima panggilan dari ponsel milik orang-orang yang telah aku kalahkan. Dan sepertinya Ella mengenali suara itu


Jadi aku memerintahkannya untuk mengambil ponsel itu sebagai bukti mencari informasi siapa dalang di balik kejadian malam ini." Jawab Kriss yang menceritakan dengan singkat.


"Baiklah aku mengerti." Jawab Gerry.


"Oke. Aku tutup karena akan segera kembali ke apartemen." Jawab Kriss menekan tombol merah untuk mengakhiri panggilan Gerry dari ponsel.