Junior Sandreas

Junior Sandreas
Bella Kesal



Episode Bella Sandreas


Bella kembali menunggu Feng untuk keluar dari kamar mandi. Namun, Feng terlalu lama di dalam kamar mandi sehingga membuat Bella tertidur kembali. Feng yang berada di dalam kamar mandi berendam air dingin hingga ketiduran selama satu jam.


"Karena ingin mengontrol diri hingga aku tertidur." Jawab Feng yang membuka mata dalam posisi yang berendam di bak mandi yang berisi air dingin.


Feng bergerak keluar dari bak mandi dan mengambil handuk mengeringkan tubuhnya kemudian keluar dari kamar mandi menuju ke ruang mengganti untuk mencari baju yang berada di lemari. Feng hanya sekilas saja melihat Bella yang masih terbaring pulas tertidur di atas ranjang miliknya.


Setelah Feng selesai menggunakan pakaian piyama miliknya yang berwarna hitam, ia berjalan melihat kondisi Bella kembali.


"Lebih baik aku tidur di sofa saja." Ucap Feng yang merapikan selimut Bella yang tidak menutup tubuhnya. Setelah itu Feng berjalan keluar dari kamar menuju ruang tamu dengan membawa selimut dan juga bantal.


Feng merapikan sofa untuk dirinya tidur Kemudian menarik selimutnya dan memejamkan mata untuk tertidur.


***


Pukul 04.00 pagi suara telepon berdering di samping Feng. Dengan sangat terburu-buru Feng mengganti pakaiannya dan pergi dari apartemen setelah mendapatkan panggilan telepon.


Bella yang terbangun di jam 05.00 pagi dari tempat tidur Feng dengan perlahan melihat sekeliling. Bella kembali mengingat ingatan nya tadi malam bahwa Feng sudah kembali. Bella yang terbangun langsung turun dari tempat tidur dan mencari sekeliling ruangan namun tidak menemukan keberadaan Feng.


Bella hanya melihat sebuah bantal dan juga selimut yang sudah rapi berada di sofa ruang tamu. Bella berfikir bahwa itu adalah tempat tidur Feng tadi malam, dan Bella kembali mencari ke kamar mandi namun tidak menemukan keberadaan Feng.


"Di mana dia?" tanya Bella dalam hati setelah lelah mencari keberadaan Feng.


"Apa mungkin dia pergi ke rumah sakit?" tanya Bella dalam dan berfikir lagi.


"Tidak mungkin, apa ini sudah pagi?" tanya Bella dalam hati kemudian melihat jam dinding yang berada di ruang tamu dan terlihat bahwa jarum pendek berada di angka 5 dan jarum panjang berada di angka 2.


"Ah sudahlah." Jawab Bella dalam hati dengan kesal membuka pintu dan keluar dari pintu apartemen yang menuju ke apartemen miliknya.


Bella dengan sangat kesal membuat dirinya membersihkan diri kemudian berdandan untuk bersiap menuju rumah sakit untuk menemui Feng. Bella ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Feng seperti ini. Bella berjalan pergi meninggalkan apartemen dengan menggunakan masker dan topi lalu mengambil kunci mobilnya.


Setelah beberapa saat tiba di rumah sakit, Bella memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju ruangan Feng. Tapi saat tiba Feng tidak ada lagi di ruangannya. Saat Bella bertanya kepada resepsionis ternyata Feng masih berada di ruang ICU.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Bella.


"Pukul 03.00 Wib Mahasiswa dari Universitas World Sea dari jurusan bisnis datang ke rumah sakit dalam keadaan keracunan makanan. Karena jumlah mahasiswa sebanyak 40 orang mengalami keracunan, dokter Feng datang untuk membantu dalam keadaan darurat. Karena adanya dokter Feng, semuanya akhirnya bisa di kendalikan hingga saat ini." Jawab suster.


"Jadi sejak tadi dia berada di ruang ICU?" tanya Bella.


"Iya nona, dokter Feng menangani semua ini dengan dokter lainnya. Untung saja ini adalah keahliannya dalam racun." Jawab suster.


"Terima kasih." Jawab Bella yang ingin pergi namun di cegah oleh suster.


"Tapi maaf jika saya bertanya, Anda siapa?" tanya Suster.


Saat Bella ingin menjawab pertanyaan dari suster itu, Bella di tarik oleh Feng dari belakang. Feng yang keluar dari ruang ICU melihat Bella sedang di depan resepsionis dan membuat dirinya berjalan menghampiri sosok yang di kenali ya dari belakang.


"Ikut aku." Ucap Feng menarik tangan Bella dan membawanya ke ruangan miliknya.


Saat itu, 3 orang suster yang berada di resepsionis terkejut heran melihat pemandangan itu dan beberapa suster yang berpapasan oleh Feng dan Bella sampai memutar balik arah melihat mereka.


"Siapa wanita itu?"


"Tapi siapa wanita yang bersama dengannya?"


"Wanita itu juga memakai masker?"


Karena penasaran mereka bersama-sama mengikuti Feng menuju ke ruangan. Mereka menguping pembicaraan Feng dan Bella dari balik pintu. Di mana Feng sudah menutup kaca dinding ruangannya dengan gorden.


"Sttttthhhh." Ucap para suster.


"Bella apa yang kau lakukan di sini?" tanya Feng dengan suara pelan dan wajah yang lelah.


"Kenapa kau menghindari ku? Apa salah ku?" tanya Bella.


"Aku sedang lelah, jangan memberikan pertanyaan yang tidak penting." Jawab Feng.


"Jadi menurut mu ini tidak penting?" tanya Bella.


"Bukan begitu, tapi lihat keadaan saat ini? Sudahlah, lebih baik kau kembali dulu. Aku masih banyak pekerjaan yang belum di selesaikan." Jawab Feng.


"Aku menunggu mu pulang hingga ketiduran namun kau bahkan tidak membangunkan ku saat kembali. Dan kemarin aku ke sini, kau tidak ada di ruangan ini. Dan saat ini aku datang mempertanyakan apa masalahnya, kau bilang ini tidak penting?" tanya Bella dengan meluapkan semua emosinya.


Setelah mengatakan hal itu, Bella berjalan keluar dari pintu ruangan Feng membuat para suster itu berpura-pura berdiri di depan pintu. Mereka mendengar semua itu dan melihat siapa wanita yang berada di balik masker itu. Dan ternyata mereka melihat bahwa itu adalah Bella Chan. Mereka sangat terkejut dan membuat mereka berdiri melihat adegan itu.


Feng yang ingin mengejar Bella namun berhenti melihat banyak suster yang berdiri di depan ruangannya.


"Apa yang kalian lihat? Apa pekerjaan kalian tidak ada?" tanya Feng.


"Bella Chan itu siapa dok?" tanya para suster.


"Tunangan ku." Jawab Feng.


"Jadi dia adalah tunangan dokter ?" tanya mereka lagi memastikannya.


"Iya, memangnya kenapa jika dia adalah tunangan ku?" tanya Feng dengan tatapan dingin.


"Tidak apa-apa." Jawab mereka kemudian pergi terburu-buru meninggalkan Feng.


Sementara Bella yang berjalan keluar dari lorong rumah sakit membuatnya dirinya kesal dan melihat kebelakang.


"Bahkan dia tidak mengejarnya?" tanya Bella dalam hati kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan rumah sakit.


Saat Bella berada di depan mobilnya untuk masuk, suara ponsel miliknya berdering panggilan masuk dari Melly.


"Nona berada di mana? Kita harus pergi di hutan beberapa hari dalam pengambilan syuting." Ucap Melly.


"Siapkan semua barang-barang. Kita bertemu di bawah apartemen." Jawab Bella.


"Ada di mana pagi-pagi begini?" tanya Melly memastikan tapi panggilan sudah di matikan oleh Bella.


"Aish nona?" Ucap Melly yang menggumam karena di matikan telponnya.


Bella menginjak gas mobil dengan melaju cepat menuju apartemen dengan hati yang masih kesal karena Feng.