
Daniel dan Dien yang apa untuk menyembunyikan hal itu saling bertatapan untuk menyepakati jawaban yang akan mereka berikan pada Kriss. Dien yang terlanjur mengatakan hal itu membuat Daniel harus mengatakan yang sebenarnya namun tetap saja di tutupi untuk beberapa hal.
"Tentu saja aku mengetahui ya. Apa kau pikir untuk merekrut seseorang dalam lingkaran kami tidak mencari tahu latar belakangnya dan bagaimana kehidupan sehari-hari?" tanya Daniel.
"Kalian memeriksa identitas ku?" tanya Kriss.
"Tentu saja." Jawab Dien.
"Aku yakin mereka tidak mengetahui tentang Daddy." Jawab Kriss dalam hati.
Tapi untuk memastikan bawah mereka tidak akan pernah mengetahui tentang Jack maka Kriss harus bertanya lebih dalam kepada mereka Apa yang sebenarnya mereka ketahui saat mencari identitas dia.
"Apa yang kalian dapat?" tanya Kris.
"Tentu saja mengetahui kampung halamanmu dan mengetahui identitas orang tuamu yang hanya sebagai seorang penjual buku di sebuah pinggir kota." Jawab Daniel.
"Lalu?" tanya Kriss.
"Apakah itu harus aku sebutkan?" tanya Daniel.
"Tidak harus, hanya saja ingin mengetahui hal apa saja yang sudah kalian dapatkan untuk memeriksa identitas Apakah itu benar atau tidak. Aku hanya membantu membenarkan. Bisa saja apa yang kalian dapatkan itu salah " Jawab Kriss dengan tersenyum licik.
Memang benar bahwa selama ini Jack dan Caca sering melakukan penjualan di toko buku yang sengaja mereka bangun untuk menjadikan pusat saling bertukar informasi antara keluarga. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak orang-orang yang ingin mencari tahu keberadaan mereka semua. Dan juga menjadi alasan mereka untuk beberapa hal.
Dan juga, Robert cara mengatur informasi yang akan didapatkan oleh Daniel seperti apa tanpa sepengetahuan Kriss. Karena Kriss sudah menyerahkan urusan ini kepada Robert.
"Hahahahhah. Kau benar juga. Tapi orang-orang ku tidak mungkin salah dalam memeriksa identitas seseorang." Jawab Daniel.
"Aku tahu paman Robert sudah mengaturnya. Baguslah mereka tidak mengetahui Daddy." Jawab Kriss dalam hati.
"Padahal kalian bisa saja bertanya kepada ku secara langsung, aku akan menjawabnya dengan jujur apa yang ingin kalian ketahui." Jawab Kriss sambil mengambil minum jus jeruk yang di pilih olehnya daripada bir.
"Kau tidak minum?" tanya Dien.
"Tidak, jika aku meminumnya aku tidak akan sadar diri dan tidak bisa memberikan jawaban kepada kalian." Jawab Kriss tersenyum kalau meletakkan gelas jus itu.
"Hahahaha. Aku semakin suka dengan cara mu ini." Jawab Daniel.
"Terima kasih." Jawab Kriss.
"Jadi bagaimana dengan tawaran kami berdua?" tanya Dien.
"Aku memiliki 3 syarat." Jawab Kriss.
"Katakanlah." Jawab Daniel.
"Pertama, aku akan bekerjasama dengan Kyler dan Farel jika di perlukan." Jawab Kriss.
"Lalu kami membayar mereka sama dengan seperti membayar mu?" tanya Dien.
"Dasar orang kaya yang pelit. Sudah berfikir uang saja." Jawab Kriss dalam hati.
"Tidak perlu. Lakukan pembayaran seperti yang kalian katakan dari awal. Aku juga tidak akan mengatakan terlalu banyak tentang kesepakatan kita ini kepada orang lain untuk menjaga kerahasiaan kalian." Jawab Kriss.
"Hahahhah, kau tau diri juga. Lalu yang kedua?" tanya Daniel.
"Anak ini semakin suka-suka dia aja." Jawab Dien dengan pelan kepada Daniel.
"Tidak apa-apa." Jawab Daniel.
"Ketiga, setelah misi ini selesai. Putuskan semua hubungan, anggap saja kita tidak pernah melakukan kerjasama. Aku tidak ingin terlibat dengan kalian lagi." Jawab Kriss.
"Kenapa kau mengatakan hal itu?" tanya Daniel dengan wajah serius.
"Karena aku tidak bisa menolak tawaran kalian ini. Jika aku menolak maka kalian akan bertindak untuk bisa memaksaku menerima tawaran ini. Benar?" tanya Kriss.
"Hahaha. Bagus lah jika kau sudah berfikir seperti itu. Deal." Jawab Daniel dengan mengulurkan tangannya kepada Kris untuk menyepakati kerjasama mereka.
Kriss mengulurkan tangannya juga untuk bersalaman dengan Daniel dan juga Dien.
"Silahkan kau nikmati makanannya." Jawab Daniel.
"Boleh aku bertanya Kriss?" tanya Dien.
"Tentu." Jawab Kriss.
"Kenapa kau bisa menerima tawaran ini dan dengan cepat kau mengetahui jika kau menolaknya kami akan memaksamu?" tanya Dien.
"Karena orang kaya memiliki uang dan karena uang mereka bisa mengatur seseorang untuk bisa bekerja sama dengannya. Berbeda dengan kami yang tidak memiliki uang dan harus patuh pada orang yang memiliki uang. Dan lagi apa yang kalian tawarkan adalah hal yang tidak sulit untuk aku lakukan. Karena tanpa sekalian minta aku harus mendapatkan peringkat pertama agar mempertahankan beasiswa ku."
"Dan untuk mendapatkan Ella sebenarnya aku tidak ingin melibatkan seorang wanita dalam rencana ini. Namun, aku hanya perlu untuk mendekatinya saja tanpa harus menyakiti hatinya. Karena yang terpenting adalah membuat Gibrel cemburu sehingga tidak fokus terhadap setiap ujian yang ada di sekolah. Jadi 1 kapal 2 pulau terlampaui." Jawab Kriss.
"Hahaha, jadi itulah yang menjadi rencana awal mu sejak mendengar permintaan kami. Tapi jika itu yang ingin kau lakukan maka kami tidak akan memprosesnya selagi memang tujuan yang ingin kami lakukan dapat tercapai." Jawab Dien.
"Lagian jika benarkah kau bisa mendapatkan Ella itu dapat mengubah status kau dan juga keluarga mu." Jawab Daniel.
"Maksudnya." Jawab Kriss.
"Apakah kau tidak mengetahui tentang identitas Ella yang sebenarnya?" tanya Daniel.
"Tidak. Untuk apa aku mengetahui identitas banyak orang sedangkan tugasku di sekolah hanya ingin mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan secara gratis tanpa harus menyusahkan kedua orang tua soal biaya." Jawab Kriss.
"Hahahha. Baiklah aku akan memberitahukan kepadamu tentang identitas Ella sebagai bonus kerjasama kita." Jawab Daniel.
"Apa itu perlu Kak?" ucap Dien.
"Tidak apa-apa, lagian kau tidak menyukai wanita itu." Jawab Daniel.
"Kenapa dengan identitas Ella?" tanya Kriss.
"Ella adalah satu-satunya pewaris yayasan sekolah JS. Dia merupakan salah satu anak dari pembunuh orang tua Abang Ho. Jadi, siapapun yang bisa mendapatkan Ella dan menyiksanya seumur hidup maka harta kekayaan yang dimiliki oleh ayah kami maka akan diberikan kepadanya."
"Apa?" ucap Kriss dalam hati yang kaget mendengarkan hal ini.
"Aku tidak paham." Jawab Kriss.
"Sebenarnya kekayaan yang dimiliki oleh kami adalah kekayaan Abang Ho. Ayah hanya menjalankannya sebagai pengantin Abang Ho. Jika di ceritakan kau juga tidak akan paham. Tapi intinya, kekayaan Ella sudah cukup untuk membuatmu hidup dengan tenang seumur hidup bersama dengan keluarga tanpa harus memikirkan biaya makan atau kesehatan." Jawab Daniel.
"Sial dia tidak ingin memperjelas ya. Bagaimana cara ku mengetahuinya lebih dalam lagi." Jawab Kriss dalam hati sambil berfikir.