Junior Sandreas

Junior Sandreas
Zhafira Shen



Nama : Zhafira Shen


Umur :  25 tahun


Tinggi: 170 cm


Sifat : Ceroboh namun Cerdas


Status : Anak Tunggal Keluarga Shen


Kenzo pergi meninggalkan apartemennya Kriss. Mereka memang berpindah pada tengah malam agar tidak dilihat banyak orang saat mengantarkan Kriss, Kyler dan Farel. Kenzo sedang terburu-buru untuk melakukan hal lainnya. Kenzo bergegas cepat bergerak menuju tempat tujuannya.


“Semuanya sudah siap?” tanya Kenzo dari ponsel.


“Sudah tuan muda, semua sudah kita siapkan. Mereka semua sudah berada di dalam gedung. Tapi tuan muda, mereka membawa seorang gadis.” Jawab Riki dalam ponsel itu.


“Pantau terus sampai aku tiba.” Ucap Kenzo.


“Baik tuan muda.” Jawab Riki.


Di dalam gedung tua itu adalah tempat terpencil yang sudah lama tidak dihuni. Lingkungan di sana sangat kumuh dan berumput tinggi. Jauh dari perkotaan, itu adalah target Kenzo untuk menghancurkan rekan bisnisnya yang sudah hampir merusak bisnis Sandreas. Dia menukar obat-obatan di dalam produk sabun mandi yang produksi oleh perusahaan Sandreas.


Kenzo mengetahui hal ini baru 3 hari yang lalu. Dengan informan yang digunakan oleh Riki dan bawahan mereka akhirnya mereka mendapatkan siapa dalang di balik semua itu. Hari ini merupakan hari dimana dalang itu akan di berantas oleh Kenzo dan lainnya.


Di dalam gedung tersebut terdapat banyak laki-laki berbadan gagah seperti seorang bodyguard. Beberapa orang berjaga di luar gedung dengan menggunakan senjata dan beberapa orang berada di dalamnya. Yang baru saja masuk dengan membawa seorang wanita adalah bos dari mereka semua. Wanita itu bernama Zhafira, seorang wanita dari keluarga Shen. Seorang anak tunggal dari perusahaan Shen yang ingin di hancurkan oleh ibu tirinya sendiri. Ibu tirinya sendiri menjual Zhafira untuk menyingkirkannya.


“Bos, permintaan pasar meminta lebih.” Ucap seseorang bawahan.


“Kerjakan malam ini, aku ingin bermain dengan gadis yang baru saja aku beli ini.” Jawab sang bos.


Zhafira yang terus melawan diberikan minum obat perangsang oleh laki-laki brengsek itu. Dan keadaan di luar gedung Kenzo sudah tiba, mereka akan langsung segera membereskan semua orang-orang ini.


Pasukan yang datang dari Kenzo hanya berjumlah 20 orang. 5 orang penembak jitu, 5 orang petarung kelas atas tanpa senjata, 5 orang petarung kelas atas bersenjata, 3 orang petarung biasa yang memiliki kemampuan medis, dan 2 orang lagi adalah Kenzo dan Riki. Mereka semua sudah siap di posisi masing-masing.


Menyembunyikan diri di rumput lalang yang tinggi-tinggi untuk membidik sasaran penjaga diluar yang membawa senjata. Mereka semua menembak dengan kedap suara dengan cepat melumpuhkan semua penjaga yang berjaga di luar gedung. Kenzo dan lainnya bergegas bergerak untuk masuk kedalam. Pertarungan di mulai di dalam gedung oleh bawahan Kenzo. 2 petarung kelas atas, Kenzo dan Riki menelusuri tempat hingga ke tempat bos.


Kenzo langsung membidik laki-laki itu dengan pistolnya tepat di kepalanya. Kenzo melakukan hal itu karena Zhafira yang sudah tidak berdaya berada di dalam sebuah bak mandi yang berisi air dan kelopak-kelopak bunga mawar.


“Bunuh semuanya tanpa sisa, dan hancurkan semua yang ada disini. Ambil data yang bekerjasama dengan mereka.” Jawab Kenzo.


“Baik tuan muda.” Jawab Riki.


Kenzo membuka jas dirinya dan menutupi tubuh Zhafira. Zhafira yang sudah tidak berdaya dengan obat yang sudah di telan olehnya, sekujur tubuhnya panas. Kenzo menggendong Zhafira dan keluar dari gedung.


“Mereka menyimpan batu syafir di ruang obat-obatan. Mereka mengatakan akan mengirim barang besok pagi di kota B.” Ucap Zhafira dalam gendongan Kenzo.


“Riki kau dengar apa yang dia katakan. Priksa dan ambil batu syafir itu mungkin itu adalah petunjuk.” Jawab Kenzo.


“Baik tuan.” Jawab Riki.


Kenzo memasukkan Zhafira kedalam mobilnya dan mengantarkan Zhafira ke rumah sakit Max dan Kazumi yang berada di kota A dekat dengan perusahaan Sandreas.


“Panas.” Jawab Zhafira yang menarik dasi Kenzo saat Kenzo meletakkan tubuhnya di dalam mobil.


“Bersabarlah.” Jawab Kenzo.


“Perempuan ceroboh ini kenapa bisa disini.” Ucap Kenzo lalu memutarkan kunci mobilnya dan menancapkan gas.


Kenzo langsung menghubungi Kazumi untuk segera datang ke mansion ya.


“Tante segera datang ke mansion. Ada wanita yang sedang aku selamatkan karena obat perangsang.” Jawab Kenzo.


“Oke. Setelah berpamitan dengan uncle Max, tante akan segera ke sana.” Jawab Kazumi.


“Oke.” Jawab Kenzo.


Kenzo hanya meminta Kazumi untuk menghilangkan obat perangsang yang ada pada tubuh Zhafira. Dengan kecepatan yang bisa dia lakukan,Kenzo sampai di mansion dengan cepat. Kazumi sudah berada di dalam mansion. Kenzo membawa Zhafira ke dalam kamarnya dan membiarkan Kazumi memeriksannya.


Kazumi memberikan obat penenang dan memerintah Kenzo untuk memasukkan Zhafira kedalam bak yang berisi es batu. Setelah setengah jam akhirnya berhasil. Kazumi menggantikan baju Zhafira bersama dengan Selly. Kenzo menunggu di luar, di ruang tamu.


“Dia sudah baik-baik saja. Siapa dia Kenzo?” tanya Kazumi.


“Hanya kenalan saja tante. Jangan katakan kepada siapapun tentang hal ini.” Ucap Kenzo.


“Kenapa? Apakah dia perempuan simpanan mu? Kenapa tidak lakukan sebagai pria sejati malah memanggilku?” tanya Kazumi yang menggoda Kenzo.


“Tante Kazumi aku tidak seperti yang kau fikirkan. Aku juga mengingat apa yang dikatakan bunda, bahkan tante mengetahui bahwa aku memiliki OCD terhadap perempuan asing.” Jawab Kenzo.


“Aku mengerti. Ya sudah aku tidak akan memberitahukan kepada siapapun dan aku sudah melakukan tugasku.” Jawab Kazumi.


“Perlu aku mengantar Tante?” tanya Kenzo.


“Tidak perlu, lagian aku bersama dengan supirku.” Jawab Kazumi.


“Baiklah, sekali lagi terimakasih Tante Kazumi.” Jawab Kenzo.


“Sama-sama. Main-mainlah ke rumah, Meysha sering bertanya tentang dirimu.” Jawab Kazumi.


“Jika aku ada waktu akan mampir nanti.” Jawab Kenzo.


Kazumi pergi meninggalkan mansion Kenzo dan Kenzo masuk kedalam untuk melihat keadaan Zhafira. Kenzo memandangi wajah Zhafira dengan intens dan merasa iba.


“Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Kenapa bisa berada di sana?” tanya Kenzo yang melihat dan duduk di samping tubuh Zhafira.


“Kalau saja aku tidak ada di sana, apa yang akan terjadi padamu?” tanya Kenzo sekali lagi.


Kenzo meninggalkan Zhafira tenang beristirahat, karena waktu sudah hampir pagi Kenzo harus bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Kenzo memberikan pesan kepada Bibi Selly untuk melayani Zhafira dengan baik dan tidak membiarkan dirinya untuk pergi.


“Ada apa?” tanya Kenzo yang menerima telepon setelah berbicara dengan Selly.


“Jangan biarkan Zhafira pergi sebelum aku tiba.” Jawab Bella.


“Iya aku sudah mengatakan kepada bibi Selly.” Jawab Kenzo.


“Baguslah. Aku kira kau tidak berperi kemanusian.” Jawab Bella.


Kenzo langsung menutup teleponnya tanpa mendengarkan omelan Bella.