Junior Sandreas

Junior Sandreas
Nayanika Feng dan Bella



Feng yang sedang ingin melihat keadaan Bella ternyata terhenti karena di dalam ruangan, Bella masih berbincang dengan Melly. Tanpa sengaja, Feng mendengarkan apa yang sedang di bicarakan mereka berdua. Langkahnya berhenti untuk mendengarkan percakapan mereka berdua dan setelah itu pergi meninggalkan tempat dan kembali ke dalam ruangan kantornya.


"Siapa sebenarnya dia?" tanya Feng dalam hatinya.


Feng yang sedang berfikir identitas sebenarnya dari Bella. Feng berpikir bahwa dia bukan hanya sekedar seorang artis tetapi juga seperti seorang Nona muda yang dilindungi oleh beberapa pengawal bayangan. Namun fikirannya terhenti dan lebih mengalihkan pemikiran yaitu apa pekerjaannya untuk melihat beberapa berkas pasien yang saat ini dirawat olehnya.


Sedangkan di dalam kamar inap, Bella dan Melly masih melanjutkan percakapannya.


"Kita di rumah sakit mana?" tanya Bella.


"Tentu saja di rumah sakit lelaki pujaan andam" Jawab Melly.


"Feng?" tanya Bella.


"Iya, ternyata nona tidak salah menilai dia. Seperti ya dia pantas untuk di jadikan sebagai tuan muda ku." Jawab Melly menggoda.


"Kenapa kau bisa berkata seperti itu?" tanya Bella.


"Dari yang ku dapat tentang informasi dirinya bahwa dia adalah seseorang yang jenius, lumayan tampan dan cukup setara dengan nona." Jawab Melly.


"Benarkah?" tanya Bella.


"Iya nona, aku juga mendengar bahwa selama dua tahun ini dia bekerja di rumah sakit ini. Tidak ada sekandal apapun tentang dirinya baik masalah pekerjaan maupun tentang percintaan. Bahkan beberapa suster dan dokter wanita yang berada di seluruh rumah sakit ini menyukainya. Dan beberapa sudah mengejar cintanya namun tidak ada satu pun dari mereka yang berhasil menaklukkan hati dokter Feng." Jawab Melly menjelaskan.


"Oh. Si dingin itu tentu saja tidak ada yang dapat menarik hatinya." Jawab Bella.


"Nona kenapa menyukainya?" tanya Melly.


"Tidak ada alasan mengapa mencintai karena ia datang dari sang pemberi cinta. Tapi jika pertanyaannya di ganti sejak kapan tertarik? jawabanku adalah ketika nayanika miliknya beradu dengan nayanika milikku."


Nayanika adalah mata yang indah dan memiliki daya tarik.


"Maksud ada dari mata ya" tanya Melly.


"Iya. Malam itu walaupun dia menggunakan masker dan aku tidak melihat wajahnya tapi entah kenapa aku menyukainya. Setelah bertemu dengannya kembali, detak jantung ini berdetak dengan cepat. Ada rasa yang berbeda melihatnya sebagai pria. Apalagi ciuman tanpa sengaja yang menjadi ciuman pertama bagiku sendiri." Jawab Bella.


"Tapi anda artis yang sudah banyak mencium banyak pria." Jawab Melly.


"Itu hanyalah sebuah pekerjaan yang harus menyesuaikan peran tidak terhitung adanya." Jawab Bella.


"Hahahah, baik lah. Nona apakah kamu benar-benar tidak apa-apa?" tanya Melly.


"Iya. Jika kau ingin pulang. Pulang lah, aku mengetahui kau lelah. Aku tidak apa-apa di sini sendirian." Jawab Bella.


"Anda serius?" tanya Melly.


"Iya. Lagian tidak ada reporter yang mengetahui keadaan ku, dan aku sedang di rumah sakit dengan banyak suster dan kamera pengawas. Dan ada dokter Feng. Pergilah istirahat. Besok pagi baru kembali." Jawab Bella.


"Ehmm, tapi akan memerintahkan satu orang suster dari anggota kita untuk menjagamu." Jawab Melly yang selalu mengkhawatirkan Bella.


"Oke, tapi bersikap biasa saja. Jangan terlalu terlihat sedang mengawasi ku." Jawab Bella.


"Baik nona, saya akan kembali dulu. Anda beristirahatlah dengan baik. Besok pagi aku akan kembali dan membawakan mu bubur ayam." Jawab Melly.


"Iya." Jawab Bella dengan tersenyum.


Akhirnya Melly keluar dari ruang Bella. Melly yang berjalan menuju lift untuk turun dari lantai atas menuju pintu keluar rumah sakit terlihat oleh Feng. Melly yang melewati kantor Feng dan Feng yang melihat Melly dari kaca yang tembus pandang 1 arah itu.


"Ini kesempatanku. Tapi ini hanya sebagai kewajiban ku memeriksa pasien setelah siuman." Jawab Feng dalam hatinya.


Feng membawa catatan medis hasil laboratorium milik Bella menuju kamar inap Bella. Bella yang baru saja ingin memejamkan matanya terhentikan karena kedatangan Feng.


"Di mana wali mu?" tanya Feng.


"Dia ku suruh istirahat di rumah." Jawab Bella.


"Baiklah, besok saja aku akan membahas keadaan mu kepada ya." Jawab Feng.


"Bacakan saja hasil laboratorium ya kepadaku. Lagian aku sudah mengetahui apa hasilnya." Jawab Bella.


"Maksud mu? Kau sudah mengetahui hasilnya?" tanya Feng.


"Iya. Sudah tidak ada racun di dalam tubuh ku. Dan pasti kau sengaja kemari untuk bertanya kepada ku mengapa itu bisa terjadi." Jawab Bella yang tersenyum.


"Mungkin." Jawab Feng yang cukup lama membalas pernyataan Bella.


"Aku akan memberitahu mu alasanya dengan satu syarat." Jawab Bella.


"Apa?" tanya Feng.


"Mudah saja. Kau tau apa yang aku mau." Jawab Bella.


"Kenapa?" tanya Feng yang mengetahui maksud dari syarat yang di ajukan oleh Bella.


"Tidak ada alasan mengapa aku mencintai mu karena ia datang dari sang pemberi cinta. Tapi jika pertanyaannya di ganti sejak kapan tertarik? jawabanku adalah ketika nayanika milik mu beradu dengan nayanika milikku." Jawab Bella dengan tersenyum.


"....." Feng hanya memberikan tatapan terkejut dengan wajah yang tetap dingin.


"Aku mengetahui kau sudah mencari tahu siapa aku tapi yang kau dapat hanyalah status ku sebagai artis di kota ini. Tapi jika kau menjadi milikku, kau akan mengetahui seluruhnya tentang aku." Jawab Bella lagi.


"Oh satu lagi. Ciuman pertama kita bertemu dan ciuman kedua kita bertemu dengan identitas yang berbeda. Itu adalah ciuman pertama milik ku yang sudah di rebut oleh mu. Jadi bukan kah seharusnya kau bertanggung jawab atas semua itu?" tanya Bella.


"Itu juga ciuman pertama ku bahkan tidak sebanding dengan mu yang sebagai artis sudah banyak mencium artis lelaki dalam syuting." Jawab Feng yang tidak ia sadari.


Bella yang terkejut atas kejujuran Feng hanya melihat Feng dengan rasa kagum. Feng yang tidak mendapatkan balasan mengintimidasi dari Bella memberanikan untuk melihat wajahnya Bella karena sejak tadi hanya fokus pada hasil Lab yang ingin di bacakan olehnya.


Nayanika milik mereka berdua saling beradu dalam beberapa waktu. Entah apa yang di fikirkan mereka berdua masing-masing dalam pemikirannya. Namun yang pasti mereka berdua merasa bahwa waktu seketika berhenti. Hanya ada satu sosok yang sedang mereka nikmati dalam pandangan.


Tiba-tiba Bella tersadar lebih dulu.


"Hmmmm. Benarkah? itu sangat bagus." Jawab Bella yang memecahkan suasana waktu terhenti itu.


"Sudahlah. Aku permisi pergi." Jawab Feng.


"Oh kau juga bisa tersipu malu?" tanya Bella yang melihat Feng mengalikan pandangannya dan berjalan menuju pintu ya.


"Aku tunggu jawabannya besok." Jawab Bella yang berteriak.


Feng terus berjalan keluar karena sudah tersipu malu. Sedangkan Bella sedang dalam keadaan mood baik ketika mendengarkan pernyataan dari Feng.


"Ternyata aku juga mendapatkan ciuman pertama dari lelaki dingin itu." Ucap Bella yang menarik selimut dan menutup wajahnya dengan berekspresi malu.