Junior Sandreas

Junior Sandreas
Pemikiran Gibrel



Gibrel melepaskan kerah baju Kriss yang dipegang olehnya. Semua murid duduk di tempat duduknya masing-masing. Mereka mendengarkan pelajaran dari guru dengan baik dan tenang.


"Baguslah jika dia tidak ada hubungannya dengan Ella juga libur sudah berapa hari ini." Jawab Gibrel dalam hatinya dengan melirik Kriss ketika duduk di kursinya.


Satu mata pelajaran sudah selesai dan segera berganti dengan mata pelajaran berikutnya. Seseorang yang duduk di belakang Kriss menggunakan pulpennya untuk memanggil Kriss dari belakang. Kriss yang merasa bahunya disentuh oleh sesuatu menoleh ke belakang.


"Apakah kau libur sekolah karena bersama dengan Ella?" bagi seorang teman sekelas yang berada di belakang kursi Kriss.


"Tidak." Jawab Kriss dengan singkat kemudian membalikkan badannya lagi untuk menghadap ke depan.


"Ketika kau tidak masuk, Ella juga tidak masuk. Aku kira semua teman yang berada di dalam kelas ini berpikiran sama sepertiku dan tidak terkecuali dengan Gibrel dan teman-temannya." Jawabnya lagi.


"Jadi karena itu mereka pagi-pagi sudah mencari gara-gara terhadapku." Ucap Kriss dalam hatinya.


Setelah perbincangan singkat itu, mereka kembali belajar untuk mengikuti mata pelajaran berikutnya hingga jam istirahat tiba. Kriss yang langsung keluar dari ruang kelas tanpa menunggu Kyler dan juga Farel menjemputnya karena mereka sudah membuat perjanjian untuk bertemu di kantin saja.


Ketika Kriss gerakan melangkahkan kakinya keluar dari pintu kelas, dirinya dicegah oleh Gibrel dan gengnya. Kriss berhenti melangkah dan berekspresi dingin seperti biasanya tanpa ada mengeluarkan kata apapun.


"Kau belum menjawab pertanyaanku tadi. Dari mana kau sebenarnya 2 hari ini?" tanya Gibrel kepada Kriss untuk memuaskan keinginannya mengetahui apakah ketidak hadiran Kriss di dalam kelas benar-benar tidak ada hubungannya dengan Ella.


"Apakah aku wajib melaporkan kemanapun aku pergi ketika aku tidak masuk ke dalam kelas?" tanya Kriss yang kemudian melanjutkan perjalanannya dengan menyenggol bahu Kelvin yang menghalangi jalannya untuk melangkah keluar dari kelas. Kelvin yang berada di samping Gibrel untuk menahan Kriss keluar dari kelas.


"Tentu saja. Karena aku ketua kelas ini." Jawab Gibrel yang membawa statusnya sebagai ketua kelas di dalam kelas tersebut.


"Jika kau adalah seorang ketua kelas kasih kau mengetahui alasanku tidak masuk sekolah beberapa hari ini dari wali kelas atau kepala sekolah." Jawab Kriss yang memberhentikan langkah kakinya ketika ingin meninggalkan ruang kelas kemudian melanjutkannya lagi untuk pergi ke kantin.


Gibrel dan geng terdiam tanpa kata. Gibrel berpikir dari pernyataan yang diberikan oleh adanya. Dan dia menyadari bahwa dirinya terlalu bodoh dan mempermalukan dirinya sendiri di hadapan Kriss.


"Kenapa aku tidak berfikir seperti itu." Jawab Gibrel dalam hatinya.


"Brengsek itu." Jawab Gibrel yang membentak Kriss yang sudah meninggalkan mereka untuk tidak mempermalukan dirinya sendiri di hadapan kedua temannya.


"Kita kejar saja dia. Sepertinya dia akan ke kantin." Ucap Kelvin.


"Tidak perlu, biarkan saja." Jawab Gibrel yang kemudian menyuruh mereka berdua untuk mengikutinya ke kantin.


Kriss yang sudah berada di kantin sedang mengantri untuk mendapatkan makanan. Ada 5 baris antrian dalam mendapatkan makanan di dalam kantin tersebut. Kriss berada di antrian paling ujung sebelah kanan.


"Kami juga sudah tiba." Jawab Farel yang berada di samping Kriss.


Kriss melihat keberadaan Farel yang berada di antrian nomor 2, tepatnya di sampingnya. Dan Kyler yang berada di antrian nomor 3, tepatnya di samping Farel. Mereka bertiga berada di posisi yang sejajar dalam menunggu antrian untuk mendapatkan makanan yang ada di kantin.


Tiba giliran mereka di depan pelayan kantin untuk mengambil makanan mereka setelah mereka mengeluarkan kartu siswa sebagai alat untuk membayar makanan yang ada di kantin itu. Kemudian mereka bertiga mengambil posisi duduk untuk menikmati makanannya di meja nomor 80. Tepatnya jauh dari posisi antrian.


"Aku dengar kau tadi di cegah oleh biang rusuk itu lagi." Jawab Farel yang sangat cepat mendapatkan gosip yang tersebar dari beberapa siswa yang melihat kejadian Kriss dicegah oleh Gibrel di depan kelas mereka.


"Dan kau tukang gosip. Sudahlah ayo berdoa dan kita nikmati makanan kita." Jawab Kyler.


Mereka bertiga berdoa dan menikmati makanannya dengan cepat, setelah itu melanjutkan obralan ya.


"Oh ya, tidak terasa kita sudah hampir memasuki waktu sebulan di sekolah ini. Menurut peraturan di buku panduan sekolah JS tepatnya di bab 3 bahwa setiap bulan akan diadakan ujian yang berguna untuk mengevaluasi setiap murid." Ucap Kyler.


"Apa? Ujian? Aish." Jawab Farel yang menghembuskan napasnya.


"Itulah yang menarik dari sekolah ini." Jawab Kriss.


"Maksudmu?" tanya Kyler.


"Aku yakin dengan kemampuan kalian bertiga. Cukup kalian menjaga stamina dan juga belajar dari apa yang sudah kalian pelajari beberapa waktu ini di sekolah." Jawab Kriss.


"Benar juga. Pasti tiap bulan diadakan ujian untuk melihat seberapa cepat perkembangan setiap murid dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan juga ilmu beladiri ya." Jawab Kyler.


"Iya. Kalian tenang saja, aku yakin kalian bisa. Dan kau Farel jangan terlalu malas untuk menulis dan juga belajar." Jawab Kriss.


"Baiklah, akan aku usahakan." Jawab Farel.


Farel yang memiliki keceriaan dalam kehidupannya dan tidak memiliki sifat yang dingin seperti Kyler dan juga Kriss. Tetapi dia memiliki sifat yang malas untuk belajar apalagi ketika menulis. Dia yang lebih suka langsung praktek dibandingkan dengan mendengarkan atau belajar teori. Sifatnya yang seperti itulah yang terkadang menjadi kelemahannya.


Kyler selalu berada di peringkat atas daripada Farel yang selalu dibawa Kyler. Walaupun Farel malas untuk belajar tetapi dia memiliki kecepatan dan pemahaman yang baik dalam proses belajar.


"Apakah kita tidak perlu untuk menyelesaikan strategi dalam menghadapi ujian ini?" tanya Kyler.


"Bagaimana jika kita berlama di sekolah untuk berlatih beladiri atau kita mencari tempat untuk latihan beladiri, mungkin sekitar apartemen?" tanya Farel.


"Lebih baik kita berlatih di luar sekolah daripada di sekolah karena aku tidak ingin ada biang rusuh yang akan menghampiri kita." Jawab Kyler.


"Aku akan meminta paman Robert mencarikan tempat latihan kita. Dan dalam seminggu ini ini kita akan belajar bersama di apartemen kita." Jawab Kriss.


"Ide yang bagus. Dengan begitu aku tidak perlu untuk membaca semua buku sekolah. Jika sudah ada kalian berdua yang akan membuat beberapa rangkuman untuk aku pelajari." Jawab Farel tersenyum memandangi mereka berdua.


"Dasar kau." Jawab Kyler.


"Tapi tidak di pungkiri bahwa sebenernya dia lebih teliti dari pada kita bertiga. Keahliannya dalam mencermati sama dengan uncle Jimmy." Jawab Kriss.


"Tentu saja." Jawab Farel.


Bel sudah berbunyi menandakan bahwa jam istirahat sudah selesai. Semua siswa kembali ke kelasnya masing-masing untuk mengikuti mata pelajaran berikutnya.