Junior Sandreas

Junior Sandreas
Pesta Publik Part 3



Feng berjalan meninggalkan Bella di meja itu dan segera menuju ke arah utara sesuai dengan petunjuk dari Rom. Feng tetap bersikap biasa saja dengan beberapa orang yang mengenalinya sebagai CEO muda. Feng tetap bersikap biasa saja dan meladeni mereka dengan ramah.


"Mr. Zo!" panggil seseorang pembisnis lainnya.


"Iya." Dengan senyuman tipis yang di tampilkan oleh Feng.


"Bagaimana bisnis anda?" tanyanya.


"Begitulah." Jawab Feng.


Mereka berbincang beberapa kalimat dan beberapa orang pembisnis lainnya ikut bergabung dengan mereka kemudian memberikan crissss untuk meminum wine yang sudah tersedia di sana. Feng pelan-plan menyingkirkan dirinya dari perkumpulan mereka dan kembali bergegas ke arah utara untuk melihat seseorang yang sedang diincar olehnya.


"Ternyata benar, kau masih hidup dan terlihat bahagia." Jawab Feng dalam hati ketika melihat seseorang yang berada pada jarak 5 m dari dirinya.


Seseorang lelaki dengan perawakan berbadan tinggi dan berisi, berumur sekitar 40-an dengan wajah yang masih tampan. Lelaki itu sedang tertawa dengan mengobrol pada orang-orang yang ada di sekelilingnya sambil memegang sebuah gelas wine.


"Rom sudah pada rencana?" tanya Feng.


"Oke tuan." Jawab Rom.


"Lakukan." Jawab Feng.


Seorang pelayan wanita yang sudah di sewa oleh Rom untuk menabrak lelaki itu dengan wine tanpa sengaja sudah terlaksana. Rencana itu berhasil ketika lelaki itu sedang ingin mengambil gelas wine lainnya di meja tanpa melihat arah tangannya kemana karena sedang berbicara dengan rekan-rekannya. Dengan mudahnya pelayan itu sengaja menabrak lelaki itu.


"Maaf tuan." Jawab wanita itu dengan memberikan hormat permohonan maaf yang sangat tulus.


"Tidak apa-apa." Jawabnya.


"Gunakan ini tuan." Ucap Feng yang menyerahkan sebuah saputangan kepada lelaki itu untuk membersihkan wine yang ada di jasnya.


"Ah terima kasih." Jawabnya dengan membersihkan wine yang sudah tumpah di jas miliknya dengan saputangan


"Sepertinya itu tidak akan hilang. Oh jika Anda berkenan saya memiliki 1 set jas yang berada di mobil dan sepertinya ukuran ya sama." Jawab Feng.


"Hmm." Jawabnya masih mencoba membersihkan dan berjalan ke arah toilet untuk membersihkannya.


Feng yang sudah dengan segala persiapannya mengambil jas itu dari Rom. Feng menunggu beberapa menit di depan toilet kemudian mengetuk pintu dan mencoba untuk memberikan pertolongan yang lagi kepada lelaki itu.


"Maaf, ini jas ya tuan. Saya tidak ada bermaksud apa-apa, hanya membantu tuan saja. Di lihat acara sudah hampir di mulai sebentar lagi." Jawab Feng memberikan jas itu.


Tanpa menjawab perkataan Feng lelaki itu mengambil jas dan menutup pintu toilet kemudian menggunakannya.


"Sesuai dengan ukuran dan model yang aku suka." Ucapnya di depan kaca toilet


Setelah itu ia langsung keluar dari toilet.


"Selerah mu bagus juga." Ucap ya.


"Baguslah jika Anda menyukai ya. Saya duluan." Ucap Feng yang tersenyum dan melangkah meninggalkan ya.


"Tunggu, berapa aku harus bayar?"


"Tidak bisa, aku tidak suka berhutang budi pada orang lain. Ini kartu nama ku, jika kau membutuhkan bantuan ku katakan silahkan hubungi saja." Ucapnya memberikan kartu nama miliknya yang di ambil dari dompet milik ya.


"Iya, ini juga kartu nama ku." Jawab Feng yang juga memberikan kartu nama miliknya kepada.


"Mr. Zo? Pantas, sesuai dengan rumor ya bahwa dia ternyata lelaki muda yang selalu ramah dan baik kepada semua orang." Jawabnya.


"Kena kau." Ucap Feng dengan tersenyum licik menyimpan kartu nama milik lelaki itu.


Feng berjalan untuk masuk ke ruang aula kembali dan berbaur kepada semua tamu. Rencananya selesai sehingga membuatnya bisa tenang di dalam pesta tersebut dan bisa memberikan perhatiannya dengan penuh ke arah Bella yang sedang menikmati pesta bersama mereka.


Karena status Bella sebagai Pablik figur menjadikannya sebagai pengisi acara pada pesta acara publik hari ini. MC membacakan pembukaan dan beberapa hal pada acara hari ini. Di awali dengan perkenalan dirinya, kemudian perkenalan semua tamu.


MC membacakan nama dan status mereka satu persatu dengan di ikuti setiap yang di panggil menunjukkan dirinya. Semua orang sudah di panggil oleh MC dengan memberikan senyum terbaik menurut mereka di hadapan yang lainnya.


"Oh, Mr. Zo dari perusahaan farmasi yang terkenal itu. Tapi menurut rumor dia jarang tampil di depan publik walaupun dia memiliki sifat yang ramah." Jawab Bella dalam hati.


Sedangkan di sebuah ruangan yang berada di depan ruangan aula, Kenzo dan Zhafira sudah bersiap untuk menunjukkan diri ya setelah MC memanggil mereka.


"Tuan muda semua hal sudah di lakukan sesuai rencana. Sebentar lagi Anda akan tampil." Jawab Riki.


"Ok. Terima kasih uncle." Jawab Kenzo yang tersenyum.


"Sudah tugas saya." Jawab Riki.


"Bagaimana dengan mu? Gugup?" tanya Kenzo.


"Sedikit." Jawab Zhafira yang sejak tadi tidak tenang.


"Tidak apa-apa. Ada aku, percayakan semua ya padaku." Jawab Kenzo dengan tatapan dingin yang menatap Zhafira. Kenzo menenangkan Zhafira dengan cara mengusapkan tangannya di atas kepala Zhafira di saat Zhafira yang menghentakkan kakinya saat duduk di tempat tidur dengan tidak tenang.


"Iya." Jawab Zhafira yang wajah ya memerah.


"Entah kenapa saat ini aku tenang. Dan kali ini dia terlihat begitu lembut memperlakukan ku." Jawab Zhafira dalam hati.


"Pasti semuanya saat ini sedang penasaran dengan perkenalan inti pada acara ini. Perkenalan yang baru saja akan terjadi, sebuah momen yang selama ini menjadi perbincangan hangat bagi semuanya. Yah, seseorang yang sangat misterius sejak 20 tahun lalu. Siapa lagi jika bukan CEO Sandreas yang menguasai pasar lokal maupun luar negeri."


"Walaupun kali ini yang akan tampil adalah penerus dari seorang yang misterius itu. Namun karena dirinya sejak 10 tahun terakhir ini semakin meningkat saham Sandreas karenanya. Seorang yang menurut rumornya adalah lelaki tampan dan jenius ini menjadi idola dan idaman bagi setiap manusia di negeri ini."


"Sebagian orang sudah pernah bertemu dengannya, namun beberapa orang tidak pernah bertemu dengannya. Maka malam ini adalah malam spesial, di mana lelaki ini akan menunjukkan dirinya. Ia juga seorang yang sudah memberikan distribusi setiap tahunnya untuk tempat pada acara ini."


"Saya panggilkan Tuan Muda Kenzo Sandreas." Ucap MC yang sejak tadi menjelaskan banyak sekali tentang Kenzo setelah mengenalkan semua tamu yang datang.


"Sudah waktunya tuan."Jawab Riki.


"Iya." Jawab Kenzo yang berdiri dan melirik Zhafira.


"Ayo!" Ucap Kenzo yang mengulurkan tangannya kepada Zhafira.


Zhafira menyambut tangan Kenzo dengan tersenyum dan juga berdiri di samping Kenzo dengan memeluk tangan kiri Kenzo. Mereka berdua memasuki pintu aula dengan pengawal yang telah membukanya dengan penuh hormat.