
Episode Kenzo Sandreas
Zhafira menjelaskan semua hal dengan jujur kepada Caca di depan Kenzo dan juga Jack. Tapi sebenarnya Zhafira sudah menceritakan semua hal kepada Caca. Awalnya Caca tidak setuju dengan alasan Zhafira. Namun, setelah Zhafira menjelaskan tentang ia yang jatuh cinta sejak awal kepada Kenzo dan juga alasan kuatnya itu untuk bisa diterima oleh Kenzo.
Perlahan Caca memahami situasi itu. Caca akhirnya menyetujui hal tersebut dan mereka menyembunyikannya dari sepengetahuan Kenzo dan juga Jack. Dan saat ini, Caca berpura-pura tidak mengetahui semua hal yang telah terjadi dan ia memutuskan untuk membuat Kenzo untuk jatuh cinta kepada Zhafira. Caca benar-benar iba dengan kondisi kehidupan Zhafira.
"Lalu sejak kapan kalian berhubungan? Kenapa Kenzo atau Bella tidak memberitahu ku lalu kalian mengatakan sudah bertunangan saja?" tanya Caca yang mengkorek kembali informasi.
"Sebulan lebih ini aku bertemu kembali dengan Zhafira Bunda. Dia menjadi sekertaris ku tanpa sengaja dan dia mengungkapkan semua perasaannya dengan ku baru-baru ini. Lalu tanpa menolaknya aku mengumumkannya di depan semua orang saat pesta publik 2 hari yang lalu." Jawab Kenzo.
"Iya bunda seperti itu." Jawab Zhafira membantunya.
"Oh, baguslah. Bagaimana dengan keluarga Zhafira? Kapan aku dan Jack dapat bertemu dengan mereka?" tanya Caca dengan tersenyum.
" Soal itu,...." Kenzo yang tidak bisa bercerita lalu dia menoleh ke arah Zhafira.
"Begini bunda, Daddy. Sebenarnya tentang keluargaku terlalu rumit untuk diceritakan tapi semoga bisa dimengerti saat aku menjelaskan ini." Jawab Zhafira dengan memasang wajah sedihnya kepada Jack dan Caca.
"Ada apa?" tanya Caca dengan berjalan memeluk Zhafira kemudian Zhafira menjelaskannya dengan perlahan.
"Ibu ku sudah lama meninggal saat aku berumur sepuluh tahun." Jawab Zhafira.
"Ayah yang di anggapnya sebagai ayah kandungnya itu bukanlah ayah aslinya. Dan ia di jual oleh ibu tirinya. Saat itu aku menolong ......." Kenzo yang menjelaskannya.
"Sungguh malang nasib mu." Ucap Jack.
"Tenang saja. Aku sekarang adalah ibu mu, dan Jack adalah ayah mu. Jika ada orang yang mengganggu mu maka akan berurusan dengan keluarga Sandreas." Jawab Caca.
"Benar, katakan pada kami jika ada yang mengganggu mu." Jawab Jack.
"Termasuk kau Ken, jika kau menyakiti Zhafira. Bunda akan memberi hukuman kepada mu." Ucap Caca yang memeluk Zhafira sambil menunjuk Kenzo.
"Iya, iya." Jawab Kenzo.
"Sudah jangan menangis. Sekarang ini adalah keluarga mu." Jawab Caca yang menghibur.
"Terima kasih Bunda, Daddy, Kenzo." Jawab Zhafira yang matanya berbinar melihat mereka semua.
Soal balas dendam Zhafira mereka tidak membahas hal itu, mereka masing-masing menyimpan kesimpulan sendiri.
"Aku juga tidak akan melepaskan orang yang berani menjual ku." Ucap Caca dalam hati yang berjalan kembali ke arah tempat duduknya di samping Jack.
"Aku akan melindungi siapapun yang akan bergabung dengan keluarga Sandreas. Tapi entah kenapa perawakan anak ini tidak asing " Ucap Jack dalam hatinya.
"Bunda, maaf aku tidak bisa memberitahu mu alasan sebenarnya. Sebelum aku memastikan ini rasa cinta atau hanya rasa iba semata karena memikirkan jika Bella yang ada di posisi itu." Ucap Kenzo dalam hatinya.
"Terima kasih Tuhan, mengirimkan keluarga ini untuk menjadi kekuatan ku untuk hidup kembali. Terima kasih bunda Caca sudah merestui hubungan ku." Jawab Zhafira.
Setelah bercerita tentang kehidupan Zhafira, Kenzo dan Zhafira berpamitan untuk meninggalkan rumah dan kembali ke kantor.
"Tidak bisa kah kalian lebih berlama di sini?" tanya Caca.
"Tidak Bun, aku memiliki banyak pekerjaan. Lagian Zhafira akan menyelesaikan kuliahnya." Jawab Kenzo.
"Kuliah?" tanya Caca
"Aku baru ingat, dia di universitas sama dengan bunda mengajar hanya saja beda fakultas. Bunda baru saja menjadi dosen di sana." Jawab Kenzo.
"Benarkah?" tanya Caca.
"Bunda dosen di Universitas WS?" tanya Zhafira yang baru saja mengetahui ya.
"Siapa nama asli bunda?" tanya Zhafira.
"Wika Chalista." Jawab Caca.
"Aku masuk kelas bunda." Ucap Zhafira yang sejak tadi sedang mengecek file pdf tentang jadwal yang sudah ia terima untuk menyelesaikan kuliah akhirnya.
"Zhafira di jurusan apa?" tanya Caca
"Baking and pastry art bunda." Jawab Zhafira.
"Oh iya, aku ada mengisi kelas kalian menggantikan profesor Marta. Karena ia sudah pensiun. Baguslah jika seperti itu, aku bisa sering bertemu dengan mu di kampus." Jawab Caca.
"Bolehkah?" tanya Zhafira.
"Tentu saja." Jawab Caca.
"Baguslah jika seperti itu, dengan begitu dia tidak akan macam-macam di kampus." Jawab Kenzo.
"Kau cemburu jika Zhafira di dekati lelaki lain?" goda Caca.
"Sudahlah, Daddy, Bunda kami pergi dulu karena akan telat jika terus berdiri dan bercerita di depan pintu." Ucap Kenzo dengan menyalami Caca dan Jack.
"Kan kau bosnya, kenapa harus takut telat." Ucap Caca.
"Sudah mylotus, jangan menjahilinya lagi. Kalian hati-hati dalam perjalanan ke kantor sering-seringlah untuk ke rumah karena kita juga berada di kota yang sama." Jawab Jack.
"Iya Daddy." Jawab Jack.
Zhafira yang sudah tersipu malu melihat tingkah laku keluarga Kenzo. Zhafira mengikuti Kenzo yang memberi salam kepada Caca dan juga Jack untuk berpamitan pergi. Kenzo dan Zhafira masuk ke dalam mobil dimana Riki sudah membuka pintu untuk mereka masuk.
Setelah kepergian Kenzo dan juga Zhafira daerah rumah Caca dan Jack, Caca dan Jack kembali mengobrol di ruang tamu.
"Hubby, kau mengetahui ya juga kan?" tanya Caca.
"Apa yang kau maksud?" tanya Jack yang berpura-pura.
"Zhafira itu mungkin akan menjadi cahaya untuk Kenzo menemukan kebahagiaan yang menemani hidupnya dan begitu pula sebaliknya." Ucap Caca.
"Mungkin." Jawab Jack yang selalu cuek.
"Aku tau, Kenzo belum bisa memastikan perasaannya sendiri terhadap Zhafira. Entah itu rasa iba atau rasa cinta yang sebenarnya." Ucap Caca.
"Maksudnya?" tanya Jack yang kembali bertanya cuek dan berpura-pura tidak mengetahui.
"Zhafira katakan semua hal kepadaku dan aku mengetahui bahwa kau dan Kenzo tidak ingin membuatku terlalu banyak berpikir dan mengalami kesalahpahaman." Jawab Caca.
"Huh, memang filing wanita susah di hindari." Jawab Jack.
"Kalian berdua itu sama, walaupun di luar terlihat dingin dan cuek namun sebenarnya perhatian dan juga hangat." Ucap Caca dengan menyandarkan kepalannya di paha Jack dan meluruskan badannya di kursi.
"Benarkah?" tanya Jack.
"Tentu, walaupun dia bukan darah daging asli mu tapi dia sudah berada di hidupmu sejak ia di lahirkan." Ucap Caca.
"Tapi berbeda dengan Kriss. Kriss itu bisa di bilang perpaduan sifat kau, Jacob dan juga aku. Dia akan menyisakan dirinya pada situasi dengan sadar apa yang sedang ia lakukan." Ucap Caca.
"Kenapa membawa Jacob?" tanya Jack.
"Karena aku mengetahui kalian sering di hutan bukan berkemah atau berburu saja. Tapi kau mengajari dirinya untuk menghadapi dunia yang sudah kacau ini." Jawab Caca.