
Kriss tiba di rumah Robert setelah mengikuti Daniel dan Dien.
"Tuan muda sudah kembali?" tanya Robert.
"Paman, panggilkan 3 orang andalan kita. 1 sebagai pengawal bayangan, 1 perentas, 1 orang yang memiliki akses di bar king." Jawab Kriss.
"Untuk apa tuan muda? Anda baru saja pulang tidak istirahat dulu?" tanya Robert.
"Tidak apa-apa paman, setelah aku selesai mandi. Aku mau mereka sudah di sini." Jawab Kriss.
"Baik tuan muda." Jawab Robert.
Sebenarnya Kriss mewarisi sikap Jacob yang tidak suka disentuh oleh orang lain dan juga sangat pembersih. Namun, ia menutupi hal itu agar tidak dikawatirkan oleh Caca. Hal itu membuat OCD ya tidak separah Jack.
Kriss selalu merasa tidak nyaman ketika berada di luar terlalu lama dan bertemu dengan banyak orang yang tidak ia sukai. Debu dan polusi yang didapatkan dari kehidupan kota membuat dirinya sering menjaga kebersihan dengan mandi.
Setelah kegiatan mengikuti mereka berdua, Kriss bergegas untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai, Robert meminta Kriss untuk makan karena siang tadi Kriss tidak kembali.
"Tuan makan dulu, saya percaya anda belum makan siang." Jawab Robert.
"Bibi yang membuatkannya sebelum ia pergi ke mall tadi." Jawab Robert yang membujuk Kriss untuk makan dengan menggunakan istrinya.
"Baiklah. Tapi suruh orang-orang yang aku katakan tadi untuk kemari." Jawab Kriss yang tidak bisa menolak ajakan Robert untuk makan karena menggunakan bibi. Tapi Kriss juga memerintahkannya untuk memanggil tiga orang yang telah disuruh olehnya.
"Baik tuan muda." Jawab Robert yang mempersilahkan Kriss berjalan kearah dapur. Setelah melayani Kriss untuk menikmati hidangannya, Robert pergi meninggalkan Kriss di meja makan untuk memanggil tiga orang yang sudah berada di depan rumahnya.
"Kalian masuklah, tuan mudah sudah menunggu." Jawab Robert.
"Jadi mereka bertiga yang cocok dari permintaan ku?" tanya Kriss yang memberhentikan makannya.
"Iya tuan muda." Jawab Robert.
Mereka bertiga dan Robert hanya berdiri di samping meja makan sedangkan Kriss. menikmati hidangannya setelah bertanya untuk memastikan kepada Robert. Setelah selesai makan, Kriss membersihkan tangannya dengan tisu. Dan mulai berbicara kepada mereka bertiga.
"Bagaimana aku memanggil kalian? Bisa aku memanggil kalian Kakak?" tanya Kriss.
"Siap tuan muda, apapun yang Anda katakan kami akan mengikutinya." Jawab mereka bertiga.
"Aku sedang meminta bantuan kalian, kalian bersedia membantu ku dengan senang hati?" tanya Kriss.
"Tentu saja, menjadi sebuah kehormatan kami bisa membantu." Jawab Mereka.
"Baiklah. Terima kasih." Jawab Kriss.
"Pertama aku ingin kau, atur jadwal untuk kita ke bar King. Kapan bisa melihat mu bertanding?" tanya Kriss.
"Besok juga bisa tuan muda, asalkan kita bisa membawa uang untuk melakukan setiap ronde pertandingan."
"Oke, ambil ini. Password ya 0 sebanyak 6 kali. Saldonya 50 Milyar. Apa itu cukup?" tanya Kriss.
"Tuan muda, ini terlalu banyak. 10 Milyar cukup untuk satu kali pertandingan."
"Tidak apa-apa, sisanya ambil untuk keperluan mu dan keluarga mu Kakak. Satu lagi, jika informasi yang kita mau bisa di dapatkan dari uang, gunakan uang itu." Jawab Kriss.
"Baik tuan. Besok saya akan menjemput anda dan pergi ke bar King bersama."
"Baik tuan."
"Kedua, aku mau seorang perentas untuk bisa ikut bersama ku masuk ke bar King untuk menghacker CCTV yang ada di bar tersebut." Jawab Kriss.
"Baik tuan muda."
"Aku berharap kau dapat bertindak sesuai yang aku harapkan." Jawab Kriss.
"Dan kau, ikuti orang-orang yang sedang menyelidiki ku. Aku ingin saat aku pergi, kau akan menggantikan aku. Jangan sampai ketahuan. Dan aku mau kau bersembunyi di apartemen. Lalu pergi secara diam-diam tanpa diketahui oleh mereka. Dan aku mau kau Untuk mencari informasi orang yang sedang mengikuti gerak-gerik aktifitas kehidupan ku." Jawab Kriss.
"Anda di ikuti orang lain? tanya mereka serentak.
"Ia. Mereka sudah hampir sebulan ini mengikuti aku. Namun mereka tidak mengetahui aku di sini....." Kriss menceritakan situasi agar mereka paham. Setelah mereka paham, Kriss menyuruh mereka melaksanakan apa yang diperintahkan olehnya kalau pergi meninggalkan. Kriss juga kembali ke apartemen karena besok ke sekolah.
Esok Harinya....,
Kriss yang baru saja keluar dari sekolah menuju ke apartemennya. Kriss berhenti di tempat kamar mandi umum untuk berganti posisi kepada pengawal bayangan yang sudah diperintahkan oleh. Seseorang itu berdandan seolah-oleh sebagai Kriss untuk mengelabui musuh yang di perintahkan untuk mengikuti Kriss.
Kriss pergi ke rumah Robert. Sementara orang yang menggantikan posisinya keluar dari kamar mandi dan diikuti oleh seseorang yang telah diperintahkan oleh Daniel kemudian ia pergi ke apartemen Kriss. Mereka masuk ke toilet hanya untuk bertukar posisi.
Di rumah Robert, Kriss sudah ditunggu oleh seseorang yang memiliki akses untuk masuk ke dalam bar King.
"Semua sudah siap tuan muda." Ucap Nico dengan membukakan pintu mobil untuk Kriss.
"Ok." Jawab Kriss.
"Tuan, nanti tuan akan menyamar sebagai asisten ku. Itu adalah hal yang paling aman untuk tuan sendiri agar tidak diperhatikan oleh banyak orang. Ini informasi tentang saya dan bar itu." Jawab Nico.
"Oke." Jawab Kriss menerima tablet yang telah diberikan oleh Nico yang berisi tentang informasi bar dan juga tentang dirinya.
Beberapa menit setelah perjalanan menuju ke Bar King, mereka tiba. Jika dilihat dari gedung luar bahwa itu hanyalah bar seperti biasanya. Namun, ada sebuah pintu yang di dekat dengan toilet. Sebuah pintu yang di jaga oleh 2 orang berbadan besar yang berdiri di depan pintu itu.
Kriss mengikuti Nico masuk ke dalam bar hingga tiba di depan pintu yang dijaga oleh dua orang berbadan besar tersebut. Nico mengeluarkan kartu membernya kepada dua orang tersebut.
"Tuan Nico?" tanya seorang penjaga yang mengenal Niko saat melihat kartu member.
"Masih mengenal ku? Padahal sudah 5 tahun aku tidak kemari lagi." Jawab Nico.
"Tentu, selama permainan yang anda lakukan di dalam sudah menggemparkan area ring. Dan setelah kekalahan Anda, anda menghilang begitu saja. Ke mana saja anda selama ini?" tanya lagi dengan memberikan kartu member Nico kepada Nico.
" Nanti aku akan cerita, sekarang sudah boleh masuk?" tanya Nico.
"Tentu saja, tapi dia?" tangannya.
"Oh, dia asisten ku." Jawab Nico.
"Anda benar-benar sudah berubah. Baiklah silahkan masuk." Jawab pengawal itu.
"Siapa?" tanya seseorang pengawal yang satunya karena dia baru bekerja di tempat itu selama dua tahun.
"Oh dia tuan Nico. Petarung yang menjadi andalan 5 tahun yang lalu. Selama kemunculannya dia tidak pernah kalah. Tapi karena sesuatu terjadi, dia kalah karena campur tangan para petinggi. Setelah itu, dia tidak pernah muncul lagi." Jawabnya.
"Pantas saja. Tapi kenapa aku merasa aura yang kuat bukan dari dirinya melainkan orang yang bersama dengannya?"