Junior Sandreas

Junior Sandreas
Ke Rumah Dien: Krissta Sandreas



"Tidak apa-apa Pak. Aku baik-baik saja." Jawab Kriss dengan memegang kepalanya.


"Kau ikut dengan kami saja ke rumah ku." Jawab Dien.


"Iya ikut dengan kami. Ayo." Jawab Daniel.


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil Daniel menuju ke rumah Dien. Kyler dan Farel melihatnya dari tebing dengan ketinggian 10 m dari bar King. Kemudian mereka berdua mengikuti Daniel tanpa di ketahui.


"Rumah ini ternyata." Jawab Kriss dalam hati ketika tiba di rumah Dien, rumah yang pernah dimasuki oleh Kriss.


Mereka berada di dalam ruang tamu dimana para pelayan memberikan makanan dan dokter pribadi yang memeriksa mereka bertiga. Mereka bertiga di obati oleh dokter dan pelayan. Setelah selesai, Kriss berniat untuk memancing mereka memberikan beberapa informasi untuk dirinya.


"Pak Daniel dan Dien bagaimana kalian mendapatkan wajah yang seperti itu? Aku hampir lupa ingin bertanya apa sejak tadi karena kepalaku masih pusing dan baru bisa melihat dengan jelas saat ini dengan keadaan kalian yang babak belur." tanya Kriss yang baru saja mempertanyakan.


"Ini semua karena ulah Gibrel. Tapi tenang saja. Kami sudah mengalahkannya bersama dengan hiasan." Jawab Daniel.


"...." Dien menceritakan awal kejadian kepada Kriss.


"Maaf ini kesalahan ku." Jawab Kriss.


"Tidak. Ini adalah tanggung jawab kami yang melibatkan mu Jadi bukan kesalahan mu." Jawab Daniel.


"Iya. Lagian sesuai dengan kesepakatan bahwa ketika kau sudah melakukan 2 permintaan dari kami kami akan menjamin keselamatan mu dan keluargamu dan tidak akan melibatkan mu lagi." Jawab Dien.


"Yang dikatakan Dien benar. Jadi untuk Malam ini aku tinggal dulu di sini setelah itu kami tidak akan pernah mati bertemu lagi dalam hal apapun." Jawab Daniel.


"Bagaimana jika Gibrel atau keluarga mencari tahu tentang diriku bahwa aku telah menyerahkan anaknya." Jawab Kriss.


"Tenang saja. Kau tidak akan terkenal seperti itu karena malam ini kami akan bergerak tuntaskan dendam yang ada di kota ini. Benarkan Kak?" tanya Dien.


"Iya. Karena ada sepupuku yang ingin aku balas budinya dengan cara membantunya membalaskan dendam juga." Jawab Daniel.


Tiba-tiba seorang datang laki-laki datang menghampiri Daniel


"Tuan, sejak tadi Bos sudah menunggu karena dia memiliki informasi bahwa Kenzo Sandreas menghadiri pesta malam ini." Ucapnya yang bisa di dengar Kriss dan Dien.


"Abang? Apa maksud laki-laki ini?" tanya Kriss dalam hati.


"Di mana bos?" tanya Daniel.


"Dia sudah di ruangannya."


"Baiklah aku akan ke sana. Dien, antar Kriss ke kamar tamu. Biarkan dia istirahat begitu juga dengan mu. Aku akan memberikan perintah selanjutnya nanti." Jawab Daniel.


"Baik Kak." Jawab Dien.


Daniel pergi bersama dengan lelaki yang merusak tiba tadi sedangkan dia mengantarkan turis ke kamar tamu.


"Kau ingin bertanya siapa yang di maksud dengan pelayan tadi?" tanya Dien.


"Tidak. Semakin sikit yang aku ketahui maka akan semakin sedikit pula ancaman yang akan aku dapat di masa depan. Aku tidak menginginkan sesuatu yang mengganggu di masa depan." Jawab Kriss yang menunjukkan ketidak ketertarikannya tentang hal itu.


"Laki-laki ini memang sangat dingin dan tidak peduli. Pantas saja bisa di percaya, yang dia ketahui hanya uang dan juga kehidupannya saja." Jawab Dien dalam hati.


"Tapi karena dia ingin menguasai lebih banyak harta warisan yang bisa ia dapat dari kakak sepupu sehingga ia akan melakukan pemberontakan. Namun di ketahui oleh Kakak Daniel yang sejak awal sudah menjadi mata-mata kakak sepupu untuk mengontrol pergerakan Kayasi." Jawab Dien.


"Stop. Aku tidak ingin mendengarkannya. Jadi di mana kamarku? Aku sudah ingin istirahat dan mencoba melupakan apa yang terjadi hari ini untuk tidak membuatku menjadi trauma." Jawab Kriss saya ingin menghentikan Dien.


"Baiklah jika kau tidak ingin mendengarkannya. Kamar mu di sini, selamat beristirahat." Jawab Dien.


"Terima kasih." Jawab Kriss.


Kriss menutup pintu itu lalu menguncinya dan membersihkan dirimu dari kotoran debu yang menempel. Namun sebelum itu, Kriss yang menggunakan gelang elektronik yang menggunakan infra merah dapat memanggil orang dengan beberapa cara. Kriss mengubungi Kyler dan Farel.


"Kau sudah masuk?" tanya Kyler.


"Iya. Saat ini mereka hanya mengetahui bahwa aku sedang istirahat. Tapi Aku mau selesai Aku mandi kalian sudah petugas yang sudah aku perintahkan. Kyler melakukan perlintasan kamera CCTV yang ada di dalam rumah mereka ini terutama saat ini mereka sedang berada di ruangan khusus. Aku ingin mengetahui orang yang bersama dengan mereka." Ucap Kriss.


"Tapi pengawal mereka?" tanya Kyler.


"Kalian pergilah ke kanan mengikuti jalan dan akan menemukan sebuah pohon besar yang batangnya memasuki lahan mereka. Di pohon itu ada kamera CCTV. Dari situ kalian bisa meretasnya." Jawab Kriss memberikan petunjuk kepada Kyler untuk segera meretas CCTV.


"Oke."


"Setelah itu kirmkan photo mereka yang sedang berbicara. Aku ingin melihat rupa yang mereka sebut dengan bos." Jawab Kriss matikan panggilan yang lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya


"Oke." Jawab Kyler.


"Sebenarnya ada apa tadi menyebutkan tentang Abang?" tanya Kriss dalam hati pada shower yang sedang dihidupkan.


"Aku segera ke sana." Jawab Kriss dalam hati.


Kriss cepat-cepat memakai baju yang ada di dalam lemari. Dan melakukan panggilan lagi dengan Farel untuk memastikan mereka sudah berhasil memberantas nya.


"Bagaimana?" tanya Kriss.


"Sudah bisa." Jawab Kyler


"Buat hasil rekaman cctv-nya sangat normal karena aku ingin keluar dan mencari tahu apa yang sedang mereka obrolkan." Jawab Kriss.


"Oke. Kami akan melindungi dirimu yang akan tampak dalam kamera." Jawab Kyler


"Aku mengandalkan mu." Jawab Kriss.


Kriss mulai keluar dengan bersembunyi-sembunyi karena banyak pelayanan yang berlalu di lorong rumah dan beberapa penjaga pada titik-titik yang sudah ditentukan. Kriss berusaha untuk mencari ruang pertemuan antara Daniel dan juga bos mereka.


"Siapa sebenarnya mereka?" Tanya Kriss dalam hati.


Kriss, 1 langkah demi satu langkah menghindari para pengawal dan pelayan yang ada di dalam rumah begitu juga menghindari kamera yang sudah diamankan oleh Kyler.


"Aku sudah menemukannya. Kalian coba cari tahu hasil dari rekaman yang aku masukkan ke dalam ruangan itu." Jawab Kriss


"Oke." Jawab Farel.


"Oke Terima kasih. Sepertinya aku harus kembali agar tidak di curigai apa pun.