
"Jadi kalian mengira ini ada kaitannya atas kematian Andrew dan juga Katie?" tanya dokter Mugu.
"Entahlah, saat ini kami hanya ingin mencari sebuah petunjuk yang di dapatkan sekecil apapun itu." Jawab Max.
"Aku paham. Aku ingat-ingat kembali siapa saja yang mengetahui resep ini." Jawab Dokter Mugu.
"Cobalah di ingat guru." Jawab Max.
"Bukan aku yang meraciknya bahkan bukan aku yang membuatnya. Jika itu aku, maka seseorang itu akan mati dalam waktu 5 detik saja saat racun itu terkonsumsi pada darah." Jawab dokter Mugu.
"Lalu siapa?" tanya Max.
"Sebentar aku berusaha mengingatnya." Jawab dokter Mugu sambil memperhatikan sampel itu lagi.
"Sepertinya aku mengetahui ini ulah siapa?" Jawab dokter Mugu.
"Siapa?" tanya Max.
"Dulu ada seseorang yang di kirimkan oleh Camp Militer untuk belajar dengan ku. Sama seperti mu. Ada 3 orang yang aku ajarin selain kau dan juga cucu ku. Jadi kemungkinan ada pada 3 orang itu." Jawab dokter Mugu.
"Seperti yang kau ketahui bahwa racikan racun ini sudah lama tidak di gunakan di dunia ini bahkan telah di larang karena dapat mengakibatkan penyalahgunaan dalam pemakaiannya." Jawab dokter Mugu lagi.
"Kalau cucu ku mungkin dia tidak melakukan hal itu, bahkan dia membenci trik kotor itu walaupun dia memiliki jiwa psikopat pada dirinya." Jawab dokter Mugu lagi.
"Dan saat pertama kali percobaan racun ini, hanya beberapa petinggi saja yang mengetahuinya. Dan saat ini mereka semua sudah meninggal kecuali aku dan Andrew. Dan saat ini hanya tinggal aku seorang. Dan kalian mengetahui hal ini juga karena kau murid ku dan juga karena Jack yang menyempurnakan racun ini." Jawab Mugu lagi.
"Siapa mereka?" tanya Max kembali.
"Aku lupa, tapi kau bisa melihat catatan itu di buku diary ku." Jawab Dokter Mugu yang meminta Max membantunya untuk berjalan ke arah kamarnya yang berada di dalam gedung.
Mereka berjalan menuju kamar dokter Mugu. Dokter Mugu berjalan kearah lemari dan mengambil sebuah kotak kayu yang tidak dikunci namun tertutup.
"Apa ini?" tanya Max.
"Barang berharga." Jawab dokter Mugu.
Dokter Mugu membuka kotak kayu itu yang berukuran sekitar 1 meter berada di bawah lemari pakaian bajunya. Max membantunya untuk membuka.
"Ambilkan buku itu." Ucap Max menunjukkan sebuah buku yang berwarna hitam berada di di di sebelah kanan paling ujung dari kotak.
"Ini?" tanya Max yang menunjukkan.
"Iya." Jawab dokter Mugu.
Dokter Mugu membuka sebuah buku yang berwarna hitam itu kemudian mengambil tiga kertas yang diselipkan di dalam buku tersebut. 3 kertas itu diberikan kepada Max dan menerimanya.
"Apa ini?" tanya Max.
"Bacalah. Itu informasi mereka bertiga yang di kirimkan oleh pihak militer kepada ku saat itu " Jawab Dokter Mugu.
Max yang langsung membuka 3 lembar kertas yang telah terlipat 2 itu di tangannya. Max membaca dengan perlahan satu persatu kertas yang ada di tangannya.
"Kau boleh membacanya tapi jangan membawanya. Biarkan itu di letakkan di dalam buku itu lagi." Jawab dokter Mugu.
"Baiklah aku akan memotret ya saja menggunakan ponsel." Jawab Max.
"Oke." Jawab dokter Mugu.
"Photo ya sudah tidak jelas, apakah masih ada photo yang jelas melihat wajah mereka?" tanya Max.
"Baiklah." Jawab Max.
Max yang menghidupkan komputer atas perintah dari dokter Mugu. Dokter Mugu duduk di kursi depan monitor komputer tersebut kemudian mulai mencari photo yang dibutuhkan olehnya. Saat ia menemukan foto yang dicari olehnya ia langsung memberikan kepada Max.
"Ini, ini dan ini." Ucap dokter Mugu memberikan photo itu kepada Max.
"Aku tidak bisa memilikinya?" tanya Max.
"Atur sendiri untuk di kirim saja." Jawab dokter Mugu.
"Terima kasih." Jawab Max kepada dokter Mugu.
Max yang berdiri sedang memegang mouse dan mengarahkan kursor ke layar monitor menuju ke email kemudian mengirimkan foto-foto itu ke email pribadinya. Setelah itu selesai dia lagi-lagi mengucapkan terima kasih kepada dokter Mugu.
"Terima kasih sudah memberikan sedikit petunjuk untuk ku." Jawab Max.
"Jadi mungkin yang meraciknya adalah salah satu dari mereka?" tanya dokter Mugu.
"Mungkin, saat ini hanya petunjuk ini saja. Jadi aku tidak akan melepaskan begitu saja. Aku harus menelusuri semuanya dengan jelas untuk membuktikan apa yang telah terjadi." Jawab Max.
"Aku mengerti perasaan mu. Sepertinya aku juga harus memperlihatkan mu sesuatu." Ucap dokter Mugu kepada Max.
"Apa itu?" tanya Max.
"Ikuti aku ke ruang CCTV." Jawab dokter Mugu yang keluar dari kamar di ikuti oleh Max di belakang.
Saat mereka tiba di sana, dokter Mugu memberikan beberapa video rekaman CCTV yang terjadi di pulau. Durasi rekaman yang tidak terlalu lama dan juga tanggal yang berbeda. Semua isi rekaman itu adalah sebuah rekaman penyusup yang ingin datang ke pulau itu.
Jika dari laut lalu ke darat mereka semua mati karena racun dari hewan atau tumbuhan sehingga mereka tidak akan sampai di tengah pulau yang terdapat gedung yang di tempati dokter Mugu saat ini.
Dan saat mereka menggunakan helikopter, mereka tidak akan bertahan dari bom udara yang akan secara otomatis terlempar ke atas setelah mendeteksi orang-orang yang tidak di kenal. Ada beberapa drone mini berbentuk burung yang di lemparkan di sekitar udara untuk mendeteksi musuh.
"Jadi tadi aku datang, burung-burung itu?" tanya Max.
"Iya. Karena itu kau, robot yang di berikan oleh Jack tidak mendeteksi kau adalah musuh." Jawab dokter Mugu.
"Jadi semua peralatan pengamanan ini dari Jack?" tanya Max.
"Sebagian ia, sebagai dari cucu ku." Jawab dokter Mugu.
"Oh pantas saja." Jawab Max.
"Kembali pada topik sebelumnya, jadi guru juga di incar seseorang?" tanya Max lagi.
"Sepertinya, tapi aku tidak ingin membuat orang lain khawatir. Aku hanya mengumpulkan uang kiriman dari cucu ku untuk lebih memperketat keamanan pulau ini dan meminta bantuan Jack untuk mencari alat-alat canggih." Jawab dokter Mugu.
"Aku mengerti. Sepertinya guru tidak boleh di sini sendirian. Aku akan meminta Jack untuk menyetujui mengirimkan beberapa orang-orang kami untuk melindungi mu." Jawab Max.
"Tidak perlu, bukanya kalian sudah tidak ingin terlibat lagi dengan dunia militer. Jika kalian menunjukkan diri, kalian tidak akan bebas kembali. Sama seperti ku yang di kurung di sini selamanya." Jawab dokter Mugu.
"Jadi orang militer juga sering mengunjungi mu?" tanya Max.
"Iya, tapi mereka hanya sekedar mengecek saja dari kejauhan atau diam-diam mengirimkan kamera pengintai menggunakan drone." Jawab dokter Mugu.
"Tidak apa-apa. Aku dan Jack tetap akan mengirimkan beberapa orang yang akan menjaga mu. Kau bilang saja pada mereka bahwa kau menyewa orang-orang kami untuk melindungi mu sebagai pengawal mu. Menutupi identitas kami." Jawab Max.
"Jika aku menolaknya kalian juga akan memaksanya juga. Baiklah aku terima. Dan juga apa yang ingin aku sampaikan sudah aku sampaikan." Jawab Dokter Mugu