Junior Sandreas

Junior Sandreas
Makan Hot Pot



Episode Bella Sandreas


jangan lupa like dulu❤️🙏🤣


"Jadi kau sejak tadi menunggu ku untuk datang menemui mu sehingga kau tidak sabar dan langsung ingin mendatangi ku?" Tanya Feng dengan wajah ya yang tersenyum.


"Kenapa aku merasa laki-laki ini sengaja mengatakan semua itu seolah-olah tebak kan yang diberikan olehnya itu memang benar adannya. Atau dia berpura-pura bodoh?" tanya Bella dalam hati sambil terbengong melihat Wajah Feng.


"Hmmmm." Jawab Bella yang tidak ingin mengakui nya dan hanya berpura-pura tidak merindukan Feng.


"Aku juga merindukan mu. Sangat bahkan." Jawab Feng yang semakin memeluk Bella.


"Benarkah?" tanya Bella yang membalikkan badannya dan berekspresi sangat senang.


"Tentu." Jawab Feng yang menyentuh hidup kecil yang mancung Bella. Bella langsung tersenyum ke arah Feng, sedangkan Feng merangkul badan Bella kembali dan mendekati wajahnya ke arah Bella.


"Aku ingin memakan mu segera." Jawab Feng dalam hati yang ingin mencium Bella.


"Kriuk......kriukk.."Suara perut Bella yang kelaparan membuat Feng yang tadinya ingin mencium membatalkan niatnya dan melotot di hadapan Bella.


"Hehehehe, aku lapar." Jawab Bella dengan polosnya.


"....." Satu kecupan di atas kening Bella dengan cepat dari Feng.


"Kali ini aku lepaskan." Jawab Feng saat mencium kening Bella.


"Mau makan apa?" tanya Feng kepada Bella.


"Apa yang bisa di makan." Jawab Bella.


"Iya makan kamu." Jawab Feng dalam hati.


'Kalau kita belanja ke supermarket terdekat, akan lama menunggu aku masak. Jika pesan delivery juga akan menunggu lama. Mau cari restoran juga, restoran mana jam segini masih buka?" tanya Feng.


"Aku tau di mana jualan makanan yang masih buka." Jawab Bella.


"Baiklah kita keluar. Pakai sepatu mu dan ganti baju dengan cepat. Aku tunggu di sini." Jawab Feng yang tersenyum.


"Oke." Jawab Bella yang berlari masuk ke dalam apartemen ya dengan bahagia.


Bella yang berganti pakaian dan Feng masuk ke dalam apartemen ya untuk mengambil jaket yang lebih tebal. Bella dengan cepat keluar dari pintu apartemen miliknya di mana Feng sudah menunggu dia di depan.


"Ayo pergi." Jawab Bella.


"Tunggu!" Jawab Feng yang berjalan ke arah Bella dan memakaikan jaket yang di ambilnya tadi.


"Di luar dingin. Jangan sampai terkena flu." Jawab Feng ketika memakaikan jaket kepada Bella.


"Oh." Jawab Bella yang ingin sekali meledak karena tersentuh dengan tingkah Feng yang romantis.


Feng melihat dari ujung kepala Bella hingga ujung kaki. Feng jongkok dan mengikatkan tali sepatu Bella yang sebelah kanan tidak terikat.


"Dasar gadis ceroboh. Bagaimana jika terjatuh saat di jalan?" tanya Feng mengomel sambil mengikat tali sepatu Bella.


"Kan ada kamu, mana mungkin tega melihat ku terjatuh." Jawab Bella yang percaya diri.


"Jika di bilangi itu jangan bandel." Jawab Feng yang berdiri dan mengusap kepala Bella.


"Iya-iya." Jawab Bella yang mengangguk.


Setelah itu, Feng mengenggam tangan Bella dan berjalan ke arah lift "Ayo pergi!"


Bella yang tersenyum merona atas segala tindakkan Feng. Mereka berdiri di dalam lift dan masih bergandengan tangan. Beberapa menit di dalam lift mereka turun gedung dan keluar dari gedung.


"Di mana kita akan menuju?" tanya Feng kepada Bella.


"Tidak jauh dari gedung ini. Ke kanan." Ucap Bella yang menunjukkan ke arah kanan.


Mereka berjalan ke arah kanan melewati satu gedung yang sebelah gedung apartemen mereka. Menemukan satu kedai Hua Guo atau di sebut hot pot. Rumah makan ini tidak besar, tapi ia buka mulai matahari terbenam hingga matahari terbit. Bella dan Feng masuk ke dalam rumah makan itu.


"Tempat yang sempit tapi cukup bersih." Jawab Feng ketika masuk ke dalam.


"Kenapa tidak ramai seperti biasannya?" tanya Bella dalam hati.


"Nona Bella." Jawab seorang wanita paruh baya yang menjadi pelayan sekaligus pemilik rumah makan yang melihat ada pelanggan masuk.


"Kemana semua pelanggan bi? tanya Bella.


"Oh iya juga. Pantas saja. Bibi pesan seperti biasannya." Jawab Bella.


"Pacar nona?" tanyanya.


"Heheh seperti itu lah bi." Jawab Bella tersenyum.


"Silahkan duduk nona, tuan." Jawabnya.


"Baik bi." Jawab Bella.


"Tunggu sebentar ya nona, tuan. Makanan segera datang."


Bella hanya menganggukan kepala dan berjalan bersama Feng untuk duduk.


"Kenal?" tanya Feng.


"Iya. Aku sering makan dengan Bibi Melly di sini." Jawab Bella.


"Oh." Jawab Feng.


Feng yang mengambil tisu dari meja itu dan mengelapkannya ke atas meja untuk membersihkan. Feng yang tidak pernah makan di tempat seperti ini.


"Tenang saja, semuanya bersih dan higenis." Jawab Bella kepada Feng melihat tingkah Feng.


"Susah kebiasaan." Jawab Feng.


"Ternyata kau sama seperti Daddy." Jawab Bella.


"Daddy?" tanya Feng.


"Iya. Daddy juga memiliki kebiasaan seperti itu. Bahkan di restoran bintang lima. Dia akan menggunakan sapu tangan miliknya untuk mengelap meja dan akan membuangnya setelah di gunakan." Jawab Bella.


"Kap...." Feng tidak jadi berbicara karena makan telah datang.


"Makanan telah datang." Ucap seorang lelaki paru baya yang menjadi suami wanita itu.


"Terima kasih paman." Jawab Bella.


"Silahkan di nikmati nona Bella." Jawabnya tersenyum.


Paman itu membawakan sup yang di letakkan di atas meja dan menghidupkan kompor yang sudah tersedia di atas meja itu. Lalu di susul oleh sang istri yang membawa beberapa mangkok yang berisi sayuran, daging sapi dan sosis ayam.


"Selamat menikmati nona." Ucap Bibi kemudian pergi.


Paman itu berjalan ke arah pintu dan membalikkan plang close dari luar dan tersenyum ke arah Bella.


"Tadi kau ingin bicara apa Feng." tanya Bella.


"Tidak ada. Ya sudah makanlah." Jawab Feng memasukkan daging itu ke dalam sup yang mendidih. Dan mengangkatnnya ketika matang. Feng mengambil dengan sumpit dan menghembuskannya untuk tidak terlalu panas. Memberikannya ke dalam mulut Bella.


"Aaaa." Jawab Feng kemudian Bella membuka mulutnya dan menerima daging dari sumpit Feng. Bella menguyah itu dengan tersenyum. Lalu membalasnya dengan hal yang sama.


"Enak?" tanya Bella.


"Tentu. Tapi..." Jawab Feng yang kepedasan.


"Tidak suka pedas? Maaf, maaf, minum ini." Jawab Bella yang memberikan minum air mineral kepada Feng.


Feng meminum ya dan agak mendingan.


"Tidak apa-apa. Aku memang tidak terlalu suka pedas."Jawab.


"Kenapa tidak menolaknya?" tanya Bella.


"Tidak mungkin menolak cinta dari my princess." Jawab Feng.


"Dasar gombal." Jawab Bella.


"Ya sudah, makanlah. Aku akan menggunakan kuah sup yang tidak pedas ini." Jawab Feng.


"Lain kali jangan seperti itu. Jika tidak suka maka katakan padaku." Jawab Bella.


"Iya-iya my princess." Jawab Feng.


Di dalam tempat sup itu terbagi dua. Ada yang pedas dan tidak.