Junior Sandreas

Junior Sandreas
Cuek Tapi Perhatian



Episode Bella dan Feng


"Jika pada saat hujan sore itu aku tidak bertemu dengan mu, mungkin aku bukan Feng yang sekarang." Jawab Feng ketika mengingat kembali waktu mereka pertama kali bertemu.


Feng berjalan melewati lorong rumah sakit menuju ke ruangannya dengan wajah yang sangat ceria. Wajah dingin yang biasanya ditampilkan olehnya saat ini ada sebuah senyuman tipis dari ujung bibir Feng yang dilihat oleh para suster yang ada di rumah sakit.


"Benar-benar aneh." Ucap seseorang.


"Iya." Jawab suster yang berada di sebelah ya.


"Dokter Feng senyum untuk pertama kali ya."


"Aku baru pertama kali ya melihat dia senyum selama bekerja di sini."


"Apa yang membuat ya tersenyum?"


"Ahhh dingin aja tampan apalagi dengan senyum ya sekarang. Tolong jantung ku meleleh melihat ya."


"Aku mau pingsan."


"Apa ini bukan mimpi?"


Mereka para suster yang dilewati oleh dokter Feng sangat heran dengan wajah ceria yang ditampilkan oleh dokter Feng pada malam hari ini. Mereka semua tidak mengetahui Apa alasan senyuman itu. Mereka hanya heboh sendiri dengan kesempatan telah melihat senyuman yang di tampilkan oleh dokter Feng.


Bella yang sejak tadi belum bisa tertidur kembali menyalakan lampu kamar dan mengambil ponsel ya. Bella mencari nomor kontak Feng yang sudah tersimpan di ponsel ya.


Suara ponsel kembali berbunyi dari kantong celana Feng.


"Apakah sudah tidur?" tanya Bella dalam pesan chat itu.


"Berhentilah bermain ponsel, istirahat dengan baik. Besok aku akan datang untuk mengecek kaki ku kembali." Jawab Feng.


"Siap dokter pribadi sekaligus pacar." Jawab Bella dalam pesan chat dengan tambahan E-motion love.


"Dasar anak kecil yang selalu mengatakan apa yang di dalam fikirannya." Jawab Feng dalam hati ketika membaca pesan Bella tanpa membalas ya lagi.


"Tidak di balas? Baiklah aku segera tidur. Selamat malam pacar." Jawab Bella dalam pesan kedua ya karena tidak di balas Feng.


"Oke." Jawab Feng.


"Dasar manusia kutub." Jawab Bella membaca balasan pesan Feng yang singkat.


Bella yang mencampakkan ponselnya karena emosi atas balasan Feng yang dingin dan cuek itu. Tapi, ponsel ya diambil kembali kemudian mengganti nama Feng dalam kontak ponselnya dengan sebutan pacar kutub.


"Hahaha, ini lebih cocok untuk mu." jawab Bella dengan tertawa ketika selesai mengganti nama kontak Feng.


"Kira-kira dia akan membuat kontak nama ku di ponselnya dengan nama apa ya?" tanya Bella dalam hatinya.


"Ahhh sudahlah, lebih baik aku tidur. Jadi besok bisa tampil cantik tanpa mata panda di hadapan ya. Hehe." Jawab Bella dalam hatinya sambil mengambil guling dan memeluk ya kembali lalu memejamkan mata setelah meletakkan ponsel ya di atas meja lampu tidur.


Sedangkan Feng kembali bekerja pada jam malam di rumah sakit. Ada beberapa pekerjaan yang harus tangani seperti biasanya. Hari ini Feng mendapat shift malam. Feng kembali mengecek seluruh pasien. Dan tidak ada pasien baru yang datang pada malam hari ini sehingga dirinya bisa beristirahat di jam dua pagi.


*****


Fajar telah tiba, Bella selalu terbiasa bangun pagi sejak kecil hingga dewasa ini. Diri ya bergegas melaksanakan kewajibannya dan kemudian merapikan tempat tidur ya sendiri.


Saat Bella akan membereskan rumah, tiba-tiba suara bel berbunyi dari pintu apartemen Bella.


Bella bergegas untuk membuka pintu.


"Apakah Melly sudah mengetahui bahwa aku sudah tidak ada di rumah sakit?" tanya Bella dalam hati dengan berjalan menuju pintu.


Beberapa detik Bella berjalan menuju pintu dan membuka pintu apartemen, ternyata yang datang berkunjung adalah Feng.


"Kenapa ke sini di waktu fajar begini?" tanya Bella.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Bella, Feng masuk ke dalam apartemen dengan membawa dua bungkus kantong plastik di tangan kanan dan kiri ya. Bella terbengong saja sambil memegang vacuum cleaner dan melihat kelakukan Feng yang dengan santai ya berjalan masuk ke dalam apartemen ya.


"Duduk." Ucap Feng ketika duduk di sofa berwarna pink milik Bella dengan menghentakkan tangan kanan di sebelah posisi duduk ya. Menandakan untuk Bella duduk di samping ya. Bella yang mengerti maksud Feng, ia berjalan dan duduk di sofa itu setelah meletakkan vacuum cleaner di samping sofa.


Feng memberikan kode mata ke arah kaki Bella dan tangan kanan yang menghentakkan ke paha ya.


"Apa?" tanya Bella.


"Kaki?" tanya Bella.


"Iya." Jawab Feng.


Bella meletakkan kaki ya di atas paha Feng dan memperhatikan bagaimana Feng sedang memeriksa keadaan kaki Bella.


"Apakah masih sakit?" tanya Feng.


"Lebam ya sudah tidak, tapi luka ya masih perih. Tadi aku membuka ya karena sedang mandi." Jawab Bella.


Feng memberikan obat kepada luka di tumit kaki Bella dan menutupi ya dengan plester handyplas yang sudah di bawa oleh ya dari kantong plastik tadi. Bella tersenyum melihat bagaimana perhatian dan kelembutan yang di beri oleh Feng.


"Ganti plester setiap selesai mandi dan oleskan obat ini. Dua hari akan sembuh." Ucap Feng.


"Hah..." ucap Bella yang baru sadar.


"Aku bilang ganti plester setiap selesai mandi dan oleskan obat ini. Dua hari akan sembuh." Ucap Feng.


"Iya." Jawab Bella.


"Makan bubur itu." Ucap Feng yang menunjukkan kantong plastik satu ya yang berisi bubur ternyata.


"Bubur?" tanya Bella.


"Iya bubur jagung dengan susu kambing. Bagus jika di konsumsi di pagi hari." Jawab Feng.


"Oh." Jawab Bella.


"Tunggu apa lagi?" tanya Feng.


"Hehe, tidak ada. Oke." Jawab Bella yang mengambil bubur yang berada di samping kiri ya.


Feng berdiri dan berjalan mengambil vacuum cleaner membantu Bella untuk membersihkan apartemen ya.


"Jangan, biarkan saja aku." Jawab Bella.


"Dengan keadaan mu seperti itu kau tidak boleh banyak bergerak." Jawab Feng.


"Aku bukan struk atau di amputasi Feng. Aku hanya sedikit hampir keseleo dan lecet. Masih bisa berjalan dengan baik." Jawab Bella.


"Apakah kau membantah aku sebagai dokter? Lagian aku adalah artis, bukan kah penampilan adalah hal utama bagi mu?" tanya Feng.


"Ah baik lah, letakkan saja di situ vacuum cleaner. Biarkan Melly saja yang akan mengerjakannya." Jawab Bella.


"Sudah jangan berisik. Nikmati saja bubur itu." Jawab Feng mulai bekerja membersihkan apartemen kecil Bella itu. Kemeja lengan panjang berwarna putih miliknya di gulung hingga ke siku lalu mulai membersihkan debu di rumah Bella.


Bella yang sedang makan bubur jagung susu kambing di tambah sedang menikmati pemandangan melihat lelaki tampan yang si taksir oleh ya sedang berada di dalam apartemen ya dan sedang membersihkan apartemen ya.


"Lelaki idaman. Aku tidak salah pilih." Jawab Bella dalam hati kemudian mengkhayal bahwa dirinya dan Feng sudah menikah dan tinggal di rumah sama sehingga setiap hari Feng yang melakukan pekerjaan membersihkan rumah.