
Episode Kriss dan Ella
Ujian beladiri taekwondo hari ini selesai dengan baik. Seluruh siswa dan juga orang tua memberikan pelukan hangat ketika selesai ujian yang berlangsung. Di hari itu juga penilaian beladiri taekwondo di bacakan.
Kyler mendapatkan peringkat pertama dengan perolehan nilai yang paling tinggi diantara yang lainnya. Penilaian itu dilihat dari pertahanan, kecepatan dan penyerangan Kyler yang memberikan waktu yang sangat cepat untuk menyelesaikan pertandingannya.
Sementara, Farel mendapatkan posisi kedua setelah Kyler. Karena dinilai dari Farel yang tidak mendapatkan perhitungan dari wasit. Mereka berdua sudah mendapatkan hasil sesuai rencana. Predikat pertama dan kedua dalam ujian beladiri sudah di raih mereka berdua.
"Baguslah jika sesuai dengan rencana." Jawab Farel.
"Tentu, tinggal melihat bagaimana hasil ujian teori kita. Jika kita mendapatkan hasil yang sama seperti ini sudah dipastikan rencana kita akan berhasil untuk memasuki kandidat sebagai anggota OSIS." Jawab Kyler yang berbisik.
"Tentu." Jawab Farel.
Mereka berdua yang merasakan bahagia berjalan ke arah Kriss dan memberikan tos tangan atas keberhasilan mereka.
"Mereka memang dekat. Aku ingin membuat kecurangan pada nilai mereka berdua tetapi terlalu terbuka untuk membuat ketidakadilan dihadapan para orangtua dan juga para guru lainnya." Ucap Wilson dalam hati.
"Kalian berhasil sesuai dengan rencana."Jawab Kriss.
"Tentu." Jawab mereka berdua dengan wajah mendominasi Kriss yang menandakan bahwa mereka ingin ditraktir makan.
"Baiklah, karena kalian berhasil aku akan mentraktir kalian malam ini." Jawab Kriss kepada mereka berdua karena Jam sudah menunjukkan pukul sore hari.
Ujian beladiri taekwondo hari ini memakan waktu hingga 12 jam penuh. Kriss, Kyler dan Farel langsung ke arah parkiran sepeda. Mereka langsung menggowes sepedanya menuju ke arah restoran kecil terdekat di daerah sekolah untuk menikmati pesta kecil mereka.
"Disini?" tanya Farel.
"Untuk saat ini aku hanya bisa menerapkan kalian di tempat seperti ini." Ucap Kriss yang memberhentikan sepeda yang dinaiki olehnya di sebuah restoran kecil.
Kriss merasakan ada seseorang yang sedang mengikuti mereka. Namun, Kriss tidak ingin memberitahukan kepada Kyler dan Farel. Kriss tidak ingin membuat kebahagiaan mereka berdua menjadi kacau hanya karena hal sepele menurutnya.
"Padahal kaya, tapi pelit." Jawab Farel.
"Iya." Jawab Kyler.
Walaupun mereka berdua mengatakan hal itu kepada Kriss, mereka berdua tetap berjalan mengikuti Kriss yang masuk ke dalam restoran kecil itu.
"Apa kalian lupa kita sedang di daerah kekuasaan sekolah." Jawab Kriss.
"Benar juga. Terkadang kemandirian ini tidak ingin aku lalui. Aku lebih menyukai permainan saham seperti biasanya daripada harus menyamar menjadi orang biasa." Jawab Farel yang memang sejak kecil tidak pernah merasakan hal kecil seperti ini.
"Aku lebih baik tinggal di hutan selama seminggu tanpa menggunakan uang dan bertahan hidup di sana." Jawab Kyler.
"Jadi kalian menyesal atas keputusan kalian sendiri?" tanya Kriss.
"Bukan, bukan seperti itu." Jawab Kyler dan Farel dengan kompak.
"Lalu?" tanya Kriss kalau sedang mengambil menu dari pelayan yang datang memberikan draf menu kepada mereka.
"Aku pesan steak daging sapi satu. Minuman ini saja." Jawab Farel yang merebut draft menu makanan dan minuman yang diberikan oleh pelayan itu ke tangan Kriss.
"Aku sama." Jawab Kyler.
"Anda tuan?"tanya pelayan.
"Samakan saja." Jawab Kriss.
"Kita hanya tinggal menunggu 3 hari lagi untuk mendapatkan hasil nilai ujian teori." Jawab Kyler.
"Iya, dengan begitu kita akan dengan cepat untuk bisa masuk ke pendaftaran anggota OSIS dengan mudah tanpa banyak penyaringan lainnya." Jawab Farel.
"Agar kalian lebih cepat menyelesaikan tugas dari Abang Kenzo untuk mendapatkan informasi tentang alamat IP itu?" tanya Kriss mengungkit pertanyaan ia kembali untuk menekan mereka berdua.
"Sudahlah Kriss kami hanya bercanda tadi, kau langsung menanggapinya dengan serius." Jawab Farel.
"Kami hanya belum terbiasa dengan kehidupan seperti ini. Mau tidak mau, siap tidak siap. Hal ini adalah pilihan kami untuk melindungi keluarga Sandreas." Jawab Kyler.
"Iya dengan begini mungkin kami akan menjadi lebih kuat dan dapat melindungi orang-orang di sekitar kita." Jawab Farel.
"Baguslah jika kalian sudah memahami situasinya." Jawab Kriss.
"Ternyata seperti inilah kehidupanmu di masa lalu untuk melatih dirimu terbiasa dengan hal-hal yang seperti ini. Tidak seperti kamu yang sejak awal sudah merasa berkecukupan karena harta keluarga." Jawab Kyler.
"Yah, kemandirian kami juga di dukung sepenuh ya oleh Daddy dan Ibu kami. Jadi kami hanya menjalaninya yang sudah terjadi. Bukan seperti mu yang sudah ingin dari nol." Jawab Farel.
"Baiklah, jangan bahas masa lalu. Sekarang nikmati saja makanan kalian karena aku yang mentraktir ya." Jawab Kriss.
"Ah begitulah sejak tadi." Jawab Farel yang tertawa dan di ikuti Kyler kemudian di ikuti senyum tipis dari raut wajah Kriss.
Makanan ini pesan Mereka telah datang Dan mereka langsung menyantapnya dengan wajah yang sangat bahagia sambil mengobrol santai. Beberapa menit berlalu, mereka berdua sudah sangat kenyang menghabisi makanan yang telah mereka pesan.
"Ah, makanan gratis memang paling enak." Jawab Farel.
"Tentu." Jawab Kyler.
"Aku akan pergi membayar." Jawab Kriss yang langsung berjalan ke arah karsir yang posisinya dekat dengan pintu keluar.
Kriss sengaja melakukan itu untuk memeriksa apakah perasaan yang sedang diikuti memang benar adanya. Setelah memastikan hal itu dan menyelesaikan pembayaran makanan mereka, Kriss kembali berjalan ke arah Kyler dan Farel.
"Susah bisa pulang?" tanya Kriss.
"Tentu." Jawab mereka berdua.
Mereka bertiga berjalan menuju pintu keluar bersama-sama. Ketika sampai di pintu keluar, Kriss menghentikan langkahnya dan mengucapkan beberapa kata untuk membiarkan mereka berdua kembali ke apartemen terlebih dulu.
"Sepertinya aku sedang melupakan sesuatu." Jawab Kriss dengan memegang ponsel ya.
"Apa?" tanya Farel.
"Bunda menelpon. Kalian pergilah terlebih dahulu untuk kembali. Aku akan menerima panggilan bunda terlebih dulu.
"Oh, baiklah." Jawab mereka berdua.
Mereka berdua pergi terlebih dahulu meninggalkan restoran dan Kriss yang sedang berpura-pura menerima telepon dari Caca.
"Aku ingin melihat apakah mereka mengincar kami bertiga atau salah satu dari kami." Jawab Kriss dalam hati ya melihat ponsel yang berpura-pura seperti sedang video call. Padahal Kriss melihat apakah mobil hitam jam yang mengikuti mereka sejak tadi itu akan mengikuti Farel dan Kyler yang pergi.
Ternyata tidak, Kyler dan Farel sudah pergi namun mobil itu tidak mengikuti mereka. Kriss mulai berjalan setelah mematikan konsernya dan kemudian membawa sepedanya ke arah gang sempit. Ternyata ada 4 orang yang berbadan besar keluar dari mobil yang ternyata mengikuti Kriss.
Mereka yang mengikuti Kriss berjalan terpisah untuk mencari keberadaan Kriss yang masuk ke dalam ganggang sempit bangunan yang sepi karena waktu sudah menjelang malam.