Junior Sandreas

Junior Sandreas
Pertanyaan Penonton: Episode Bella Sandreas



Jangan Lupa Like ya dulu sebelum melanjutkan membaca 😂🙏❤️


jangan lupa add Instagram author wichan606


Doakan Author lulus berkas CPNS ya 🙏🙏🙏🙏


"Kau tidak apa-apa?" tanya Bella yang berlari ke arah Dailon dan memberikan tangannya untuk membantu Dailon tadi berdiri.


"Aku tidak apa-apa." Jawab Dailon tersenyum.


"Maaf aku tidak menjawab dengan baik sehingga kau harus terjatuh." Jawab Bella yang membantu Dailon berdiri.


Perhatian yang diberikan oleh Bella kepada Dailon membuat dua pasang mata yang tidak jauh dari mereka berdua sedang memandang tidak senang, yaitu kedua mata dari Rose. Rose tidak menyukai apa yang sedang di lihatnya.


Dailon yang merasa tingkah laku heronya telah dapat membuat hati Bella tersentuh. Sedangkan perasaan yang dirasakan Bella hanyalah perasaan bersalah karena tidak bisa menyelesaikan game dengan baik. Hal yang dilakukan oleh Bella saat ini hanya sekedar rasa terima kasih kepada Dailon.


"Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Karena semua ini aku yang meminta, bukan kah seharusnya seorang lelaki menanggung semua ini?" tanya Dailon.


"Hahah, okelah." Jawab Bella yang tertawa kecil.


"Sudahlah ayo kita ke tempat duduk." Ucap Bella.


"Tentu." Jawab Dailon yang berjalan mengikuti Bella dari belakang untuk keluar dari kolam bola-bola.


"Wah-wah benar-benar menjadi pahlawan untuk wanita cantik. Dailon kau benar-benar lelaki sejati." Ucap Host yang memanasi.


"Bagaimana rasanya?" tanya Host yang mendatangi mereka berdua karena apa yang di lakukan mereka saat ini sangat terlihat alami dan membuat para penonton live langsung acara ini bertanya-tanya.


"Sakit saat jatuh tapi tidak lama, karena hanya sakit pada tumpukan bola-bola." Jawab Dailon.


"Bukan itu, seperti kata penonton bagaimana rasanya menolong wanita cantik? Bahkan tidak menyalakannya karena tidak dapat mendapat jawaban." Tanya Host.


"Tentu saja sangat puas karena telah melindungi ratu kita semua." Jawab Dailon sambil tertawa.


"Wah benar-benar jawaban yang memuaskan " Jawab host.


"Bagaimana dengan anda Bella?" tanya Host.


"Tentu saja berterima kasih kepada Dailon karena menanggung kesalahan yang aku perbuat." Jawab Bella.


"Tidak-tidak, ini kesalahan kami berdua." Ucap Dailon memotong.


"Lihat, Penonton mengatakan bahwa kalian sedang menjalin sebuah hubungan?" tanya host yang membacakan komentar yang muncul.


"Itu tidak benar, bukan kah ini adalah permainan tim pasangan. Kami hanya saling membantu sama lain." Jawab Bella.


"Benar. Jika bukan Bella yang menjadi pasangan ku dalam permainan ini aku juga akan melakukan hal yang sama." Jawab Dailon.


"Kenapa kau tidak ingin menjadi bahan gosip dengan ku? Apakah sampai segitu ya aku tidak memiliki harapan untuk dekat dengan mu Bel?" tanya Dailon dalam hati saat melihat Bella dan dia yang sedang di wawancarai oleh host.


"Hahahah, ternyata mereka sangat coulpe. Penonton mengatakan bahwa kalian sangat cocok jika bersama." Jawab Host.


"Oh ya, bagaimana jika aku mengatakan sudah menyukai orang lain?" tanya Bella yang memberi sanggahan kepada para penonton dan membuat penonton semakin heboh dan ingin mengetahuinya.


"Privasi." Jawab Bella dengan tersenyum di hadapan kamera.


"Wah benar-benar sebuah kejutan besar. Baiklah kita tidak perlu memperpanjang ya lagi karena saat ini kita masih dalam konteks permainan bukan sedang bergosip." Jawab host dan membuat semua orang tertawa.


"Apakah lelaki yang datang waktu itu yang merupakan orang yang di sukai olehnya?" tanya Dailon dalam hati.


"Dasar wanita penggoda, kemarin bukannya sudah pacar, lalu mengapa masih dekat dengan Dailon ku?" tanya Rose dalam hati yang memaki Bella dan memberikan tatapan sini Ke arahnya.


Bella yang merasa dirinya saat ini sedang diperhatikan oleh seseorang membuat dirinya melihat ke kanan dan ke kiri pada sekitarnya. Ia melihat tatapan tajam yang diberikan oleh Rose dan aura membunuh. Hal ini membuat Bella yang profesional menjadi ingin bertanya tapi tetap diam dan tidak ingin mengeluarkan ya.


Bella dan Dailon berjalan ke kursi tunggu untuk istirahat dan melihat babak selanjutnya di mulai setelah mereka kembali mendapatkan nomor urut. Kali ini mereka mendapatkan nomor urut ke 3 setelah Rose.


Saat mereka duduk di kursi tunggu, Dailon yang terus ingin bertanya untuk mencari informasi pribadi Bella.


"Kenapa kau melihat ku dengan tatapan seperti itu?" tanya Bella yang bertanya kepada Dailon karena sedang memperhatikan dia sangat intens.


"Hanya ingin bertanya, lelaki yang kemarin datang di lokasi syuting adalah orang yang kau sukai?" tanya Dailon keceplosan.


"iya." Jawab Bella tersenyum kemudian memalingkan pandangannya ke arah acara selanjutnya di mana Host menjelaskan babak kedua kembali.


Dan para peserta melakukan permainan hingga giliran mereka berdua datang. Bella dan Dailon bergegas untuk menyelesaikan permainan babak kedua yaitu babak menembak sasaran. Mereka hanya di berikan 11 peluru dalam pistol. Bisa di gunakan bergantian atau satu orang mewakili dalam menembak target yang berjumlah 10.


"Jika aku melakukannya akan dengan mudah membuat orang terkejut. Dan membuat mereka akan bergosip atas kehebatannya ku. Jika aku membiarkan Dailon yang melakukan sendiri aku juga akan di gosipkan seperti tadi. Apa yang harus aku lakukan" tanya Bella dalam hati sejak tim pertama di panggil hingga giliran mereka tiba.


"Soal menembak aku bukanlah ahlinya. Tapi aku harus berusaha bisa." Ucap Dailon kepada Bella tapi Bella tidak mendengarkannya.


"Bella." Panggil Dailon yang berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Bella untuk naik ke babak berikutnya.


"Ah, apa yang kau katakan?" tanya Bella.


'Sepertinya kita akan kalah lagi. Aku tidak akan menang." Jawab Dailon.


"Tenang saja. Lihat para peserta lain yang ikut dalam pertandingan ini mereka tidak bisa menyelesaikan sasaran lebih dari 3." Jawab Bella tersenyum kepada Dailon.


"Iya juga." Jawab Dailon.


"Tentu saja kita harus mendapatkan 6 sasar maksimal. Hanya tinggal tim Rose yang belum tampil karena mereka terakhir pada ronde ini." Jawab Bella.


"Benar juga apa yang kau katakan. Ayo semangat." Jawab Dailon.


"Tentu " Jawab Bella tersenyum tenang.


"Dari semua babak, babak ini dan babak selanjutnya adalah hal yang mudah untuk ku." Jawab Bella tersenyum.


"Tapi aku juga tidak akan menyelesaikan ya dengan cepat seperti biasanya. Tapi akan melakukan akting yang begitu alami. Bukan begitu Bella?" tanya Bella dalam hadi sambil melihat jalan yang berjalan.


"Bagaimana jika aku dulu yang menembaknya?" tanya Dailon saat host telah memberi aba-aba kepada mereka yang sudah berada di depan permainan untuk memegang pistol yang telah disediakan dan menembak ke sasaran yang ada di depan hadapan mereka.


"Baiklah. Aku percaya pada mu." Ucap Bella tersenyum.


"Jantungku?" tanya Dailon yang merasa saat ini jantung ya berdetak kencang karena melihat wajah Bella dan perkataan Bella yang membuatnya tidak konsentrasi.