
"Tenang racun itu akan membuatmu cepat mati. Jadi sudah kita mulai saja permainannya." Ucap Feng lagi.
"Baiklah, pertanyaan pertama. Apakah benar kau sedang mengikuti artis wanita yang masuk bersama ku di dalam lift saat itu?" tanya Feng dengan menundukkan dirinya berjongkok di hadapan lelaki yang terduduk di lantai itu.
"Kenapa tidak menjawab? Berati kesimpulan ku benar?" tanya Feng dengan tatapan tajam melihat lelaki itu yang mulai kesakitan lagi.
"Iya benar, sekarang bisa kau berikan obat penawarnya?" tanyanya.
"Tentu." Jawab Feng yang mengeluarkan sebuah jarum suntik dengan cairan berwarna biru.
"Apakah itu penawarnya?" tanya lelaki itu.
"Aku berikan apa yang kau mau." Jawab Feng dengan tersenyum licik.
Feng menancapkan jarum suntik itu di lehernya kembali dengan penempatan yang tidak ditentukan.
"Au.." Ucap lelaki itu kembali kesakitan karena jarum suntik yang tertancap pada lehernya yang sembarangan saja.
Feng menekan jarum suntik itu agar cairan biru itu memasuki tubuh lelaki itu. Namun, saat mencabut jarum itu dari leher.
"Tidak sakit lagi?" tanyanya ketika reaksi penawaran itu sudah beraksi.
"Bisa kita mulai kembali?"
Feng kembali menancapkan kembali jarum suntik yang berisi cairan berwarna merah di arah yang sembarangan lagi pada lehernya.
"Apa-apaan ini?" tanyanya kembali sebelum jarum suntik itu kembali di tancapkan ke lehernya.
"Tentu saja menjawab pertanyaan kedua." Jawab Feng yang menancapkan jarum suntik.
"Au.." Ucapnya kembali karena kesakitan.
"Kenapa kau mengikuti wanita itu?" tanya Feng.
"Kenapa reaksi sakitnya berbeda dari yang pertama? kali ini seluruh badanku terasa terbakar?" ucapnya dalam hati.
"Apa yang sedang kau masukkan?" tanyanya pada Feng.
"Tentu saja racun lagi. Jawab pertanyaannya!" Jawab Feng yang mencabut jarum itu.
"Kenapa kau ingin tau?" tanya dengan meringis kesakitan terasa seluruh tubuhnya terbakar.
"Tentu saja memastikan kebenaran bahwa kau tidak ada kaitannya dengan ku." Jawab Feng.
"Sudah aku katakan bahwa aku tidak mengikuti Anda, bahkan aku tidak kenal siapa Anda." Jawabnya.
"Maka jawablah setiap pertanyaan ku dengan benar." Jawab Feng.
"Berikan obat penawar untuk racun ini. Aku sudah tidak tahan, seperi terbakar." Jawabnya.
"Ingat baik-baik permainan ini. Aku bertanya kau jawab." Ucap Feng yang mengingatkan ia kembali bahwa ketika Feng memberikan racun akan memberikan sebuah pertanyaan dan ketika memberikan penawarannya setelah ia memberikan jawaban dari pertanyaan Feng.
"Aku hanya di perintahkan dari atasan untuk menculiknya dan mengantarkannya." Jawabnya.
"Mengantarkan kemana?" tanya Feng yang sangat penasaran.
"Berikan penawarnya atau aku akan mati kesakitan sebelum kau mendapatkan jawaban itu?" tanyanya dengan mengancam.
"Oh kau berani mengancam ku?"tanya Feng dalam hati.
"Kenapa masih terasa sakit?" tanya lelaki itu dan melihat bahwa cairan hanya setengah yang masuk pada tubuhnya.
"Jawab pertanyaan ku?" jawab Feng.
"Ke alamat hotel X yang berada di kota A." Jawabnya.
"Beri tahu aku semua yang kau ketahui maka aku akan melepaskan mu?" Ucap Feng kepada lelaki itu.
"Kau yakin akan melepaskan ku?" tanyanya.
"Tentu." Jawab Feng.
"Bagaimana bisa aku mempercayai mu?" tanyanya.
"Bukan kah kau yang mengatakan bahwa semua ini tidak ada urusannya denganku? Dengan begitu, melepaskan mu berarti membuktikan bahwa aku percaya dan yang kau katakan benar. Maka aku tidak ada hak untuk menahan mu." Jawab Feng.
"Di tambah dengan, kau lihat bagaimana caraku mengintrogasi dirimu? Apakah kau tidak lelah dengan permainan ini? Jika aku memberi pertanyaan satu persatu maka tubuh mu tidak akan tahan dengan racun yang aku masukkan kemudian aku sembuhkan kembali ketika aku mendapatkan jawaban."
"Namun berbeda jika kau memberi tahu ku semua apa yang kau ketahui, dengan begitu aku tidak perlu melakukan permainan ini. Dan apa yang kau ketahui cukup untuk menyakinkan ku."
"Tapi ingat, jangan pernah untuk membohongi ku dengan penjelasan mu. Atau kau akan mengetahui apa akibatnya." Jawab Feng yang memberikan penjelasan dalam sebuah tawarannya kepada lelaki itu.
Lelaki itu yang mendengarkan penjelasan dari Feng begitu panjang lebar membuat dirinya berpikir bahwa apa yang dikatakan Feng itu juga benar. Seperti yang dilihat bahwa Feng memiliki sifat psikopat, jika dibiarkan terus-menerus dirinya akan mengalami banyak kerugian.
Lebih baik mengatakan semua yang diketahui kepada Feng untuk menjamin dirinya dapat dibebaskan. Lagian misi yang sudah diberikan kepadanya saat ini telah gagal. Lebih baik membuat sebuah kesepakatan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri.
"Tapi bolehkah aku memberikan sebuah permintaan kepada Anda selain sebuah kebebasan untuk ku?" tanyanya.
"Apa itu?" tanya Feng.
"Karena misi yang diberikan atasan ini telah gagal maka ketika aku keluar dari sini aku juga akan mati. Jadi aku mohon kepada Anda untuk memberikan sebuah tiket untuk pergi dari negara lain." Ucapnya.
"Jadi maksudmu, setelah aku memberikan kebebasan kepada mu maka ketika kau sudah berada di luar kau akan di bunuh oleh mereka karena telah gagal melakukan sebuah misi?" tanya Feng.
"Iya. Aku akan beritahu semua informasi yang aku miliki kepadamu. Tapi aku mohon untuk memberikan aku kehidupan." Jawabnya.
"Oke." Jawab Feng dengan cepat.
"Kenapa kau begitu saja menerima kesepakatan ini?" tanyanya yang penasaran karena setelah ia fikirkan bahwa ini tidak berkaitan dengannya. Namun kepada Feng menginginkan semua informasi yang dimiliki ya.
"Tidak ada alasan yang pasti. Aku hanya ingin mengetahuinya. Karena memastikan musuh atau tidak, aku harus mengetahui ya dengan jelas." Jawab Feng.
"Baiklah aku mengerti. Tapi bisakah Anda menekannya?" tanyanya untuk memberikan cairan biru itu masuk seluruhnya ke tubuh.
Feng menuruti kemauannya dengan memberikan semua penawar itu kepadanya. Ia pun mulai bercerita.
"Aku adalah seorang penyuruh bayaran yang baru saja masuk ke sebuah organisasi gelap. Namun, aku tidak mengetahui apa namanya. Aku hanya ingin mendapatkan banyak uang untuk melunasi hutang almarhum ayah ku atau aku akan di bunuh oleh mereka dan diambil semua organ dalam ku."
"Dan aku tidak sengaja mendengar sebuah rekrutmen organisasi gelap ini yang akan mendapatkan banyak uang dengan segera. Karena itu aku mendaftar. Namun persyaratan nya harus melakukan sebuah misi percobaan. Jika berhasil maka akan menjadi anggota dan jika tidak maka akan terbunuh."
"Saat itu, aku mendaftar dari seseorang yang ada di bar itu. Kemudian aku di beri misi melalui email anonim. Isinya Anda bisa lihat sendiri di ponselku."
"Selain itu aku tidak mengetahui apapun lagi. Yang aku katakan semua sudah aku katakan." Jawabnya.
Feng yang mendengarkan penjelasan mengambil ponsel yang berada di saku celananya kemudian tidak sengaja menemukan sebuah luka yang kecil 3 jaitan kulit di perut lelaki itu.