Junior Sandreas

Junior Sandreas
Menjadikan Kriss Pion Catur : Episode Krissta Sandreas



Kriss yang tidak bisa mendengar apa yang mereka katakan karena Daniel berbisik-bisik dengan Dien.


"Sial! Aku tidak bisa mendengarkan apa yang mereka katakan." Jawab Kriss dalam hati.


"Anak baru itu akan kita jadikan pion catur kita untuk menyingkirkan Gibrel." Jawab Daniel dengan kuat sehingga terdengar oleh Kriss.


"Siapa yang mereka maksud?" tanya Kriss dalam hati.


"Tapi kak jika Kriss itu bisa kita jadikan sebagai bawahan kita, itu akan menjadi sesuatu yang lebih seru lagi." Jawab Dien.


"Aku?" tanya Kriss yang kaget.


"Benar juga yang kamu katakan. Namun sebelum itu kita harus mengetahui identitas latar belakangnya yang ia miliki. Karena kakak tidak mau ada kesalahan dalam merekrut anggota." Jawab Daniel.


"Iya kita telusuri dulu latarbelakang yang ia miliki. Setelah cocok, kita rekrutmen dia sebagai bawahan kita. Jika ia tidak setuju maka akan kita paksa sesuai datang yang kita miliki." Jawab Dien lagi


"Mereka ingin merekrut ku untuk apa?" tanya Kriss dalam hati yang ingin mengetahui lebih banyak lagi.


"Hahahhaha. Tenang saja, aku sengaja mendekatinya selama ini juga karena untuk bisa mengetahui identitas miliknya." Jawab Daniel.


"Maksud Kak?" tanya Dien.


"Aku sudah memerintahkan seseorang untuk mengikutinya." Jawab Daniel.


"Sejak kapan?" tanya Dien.


"Sejak aku melihat dia masuk ke sekolah JS dengan penampilan dia yang seperti itu. Saat itu aku di buatnya untuk mengetahui lebih banyak lagi." Jawab Daniel.


"Apa? Pak Daniel memerintahkan orang untuk mengikuti ku?" tanya Kriss dalam hati sambil berfikir.


"Di tambah lagi, aku melihat dia yang sering bertentangan dengan Gibrel hanya karena Gibrel yang tidak menyukai dia berdekatan dengan Ella. Hal ini menjadi salah satu alasan ku mencari informasi tentang Kriss lebih jauh lagi." Jawab Daniel lagi


"Jadi sejak itu. Lalu apa yang sudah kak kumpulkan selama ini." Jawab Dien.


"Ada yang aneh. Aku sulit membuka identitas dia dari server sekolah. Dan juga seperti ya ada yang aneh dari anak itu?" Jawab Daniel.


"Aneh?" tanya Dien.


"Seperti ada suatu rahasia yang besar tentang dia. Dan itu aku perkuat saat aku ingin mencoba sedikit melukainya. Tapi anak buah kita semuanya menghilangkan tanpa jejak." Jawab Daniel.


"Membunuhnya?" tanya Dien.


"Apa jangan-jangan orang yang di kirim itu adalah orang suruhan dia?" tanya Kriss dalam hati ( Lihat episode 110-111 kejadian Kriss di ikuti orang tidak di kenal ).


"Iya, saat itu aku mengirimkan beberapa orang untuk melukai Kriss. Aku ingin mengetahui bagaimana kemampuan yang di miliki olehnya." Jawab Daniel.


"Lalu bawahan kita menghilang tanpa jejak setelah mendapatkan perintah itu?" tanya Dien.


"Sepertinya seperti itu. Karena setelah aku mengirimkan pesan itu kepada mereka, mereka menghilang malam itu juga. Aku juga memeriksa terakhir panggilan sinyal yang aku dapatkan dari mereka. Tapi tidak menemukan apa-apa." Jawab Daniel.


"Di mana?" tanya Dien.


"Apa? Bukannya Kakak adalah perentas nomor 1 di benua ini?" tanya Dien.


"Kemampuan ku tidak bisa melakukan ya. Dana saat aku periksa, Kriss dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan ia sudah berada di apartemen ya sebelum larut malam. Ia kembali pulang seperti biasanya. Aku melihat rekaman CCTV yang berada di apartemen miliknya." Jawab Daniel.


"Jadi benar dia yang telah ingin mencelakai ku? Jadi apa yang di katakan oleh Daddy itu benar?" Jawab Kriss dalam hati sambil mematahkan ranting pohong yang ada di dekatnya tanpa sadar. Karena saat ini Kriss sedang duduk di batang pohon yang cukup sejuk di tutupi oleh daun sehingga tidak nampak dari bawah atau sudut arah ke rumah Dien.


"Jadi kakak menyimpulkan ada yang aneh darinya?" tanya Dien.


"Iya. Namun aku sudah melihat bagaimana kehidupannya selama ini. Dan dia memang seperti seorang yang kekurangan uang. Bahkan setelah ia pulang sekolah, ia pergi bekerja part time." Jawab Daniel.


"Dan juga, saat aku menahan pukulannya saat itu ( saat Kriss emosi kepada Gibrel), kekuatan dan aura terlalu menyeramkan. Ada kekuatan besar dari aura yang dia keluarkan." Jawab Daniel.


"Aura?" tanya Dien.


"Iya. Aura yang sangat familiar dari seseorang yang sering aku kenal. Dan juga seseorang yang selama ini ingin aku bunuh." Jawab Daniel.


"Benarkah?" tanya Dien.


"Iya. Tapi sudahlah jangan fikirkan itu. Aku akan berusaha lagi untuk mendapatkan identitas yang dimiliki oleh Kriss untuk nyuruh orang kita sekarang menyelidikinya. Jika tidak bisa mendapatkan identitasnya dari server sekolah. Aku akan melakukan cara untuk mendapatkan alamat rumah kamu halamannya dari Pak Samuel." Jawab Daniel.


"Semakin seru. Jadi antara tato prisma berbentuk C yang ada pada diri kalian, juga ada kaitan tentang racun darah dari kalian. Tidak sia-sia aku mengikuti kalian satu harian di hari libur ini." Jawab Kriss tersenyum licik. Senyuman yang penuh dengan rencana menyeramkan yang selalu ia lakukan.


"Jika latarbelakang dia tidak terlalu mencurigakan aku akan merekrut ya sebagai bawahan kita untuk menghancurkan Gibrel. Dengan menggunakan tangannya, kita tidak perlu repot-repot bersaing dengan Gibrel." Jawab Daniel.


"Benar, biarkan dia jadi pion catur kita untuk mengalahkan Gibrel. Dengan begitu kita tidak perlu menunjukkan diri." Jawab Dien.


"Gibrel? Jadi yang kalian bisikkan tadi adalah untuk membuat ku seperti pion catur kalian dalam mengalahkan Gibrel?" tanya Kriss dalam hati.


"Lalu apa hubungannya kalian sebenarnya?" tanya Kriss lagi dalam hati.


"Baiklah, cukup sampai di sini. Aku akan kembali, kau berhati-hatilah dan tahan emosi. Jangan mengacaukan rencana kita. Dan jangan terlalu ikut campur perselisihan antara Gibrel dan Kriss. Tapi buatlah Gibrel semakin membenci Kriss, dan sebaliknya." Jawab Daniel yang menepuk pundak Dien.


"Aku akan berusaha." Jawab Dien.


"Bagus." Jawab Daniel berjalan ke arah pintu untuk keluar.


"Biar aku antar keluar." Jawab Dien yang mengikuti Daniel.


Drone yang bisa berubah menjadi laba-laba bergerak dari dinding dalam keluar dari ruangan. Setelah mereka sudah jauh, Kriss mengontrol Drone kembali kepadanya.


"Kerja yang bagus." Jawab Kriss kepada Drone milik ya dan menyimpannya kembali di saku kantong. Turun dari pohon dan pergi meninggalkan tempat itu dengan melajukan sepeda motor miliknya.


Sedangkan Daniel di antar oleh supir Dien untuk kembali ke asrama sekolah. Namun menggunakan mobil taksi. Mereka memang pandai dalam menyembunyikan identitas mereka agar tidak di ketahui oleh orang lain.


"Hati-hati Kak," ucap Dien yang membukakan pintu taksi kepada Daniel.


"Jaga diri mu baik-baik di luar ini, jangan cari masalah." Jawab Daniel sebelum masuk ke dalam taksi.


"Oke Kak." Jawab Dien kemudian menutup pintu taksi.