
Detektif suruhan Feng mendapatkan informasi tentang Bella berawal dari sebuah majalah lama yang masih disimpan di sebuah perpustakaan yang terdapat di kota itu yang akan di renovasi. Saat itu ia sedang berjalan di sekeliling kota dan melihat seseorang sedang memasukkan majalah ke kardus. Tanpa sengaja ia menemukan itu dan bertanya kepada pustakawan tersebut.
Di mulai dari majalah itu, ia mencari informasi sepuluh tahun yang lalu pada penerbit majalah itu. Dan di situlah ia menemukan informasi tentang Bella yang sudah menjadi artis bintang top di Negara A kota C.
"Bella?" panggil Feng yang sedang terkejut.
"Bagaimana mungkin selama ini orang yang aku cari itu adalah dia. Orang yang beberapa Minggu ini telah hadir di kehidupan ku? Apa ini benar-benar sebuah takdir atau kebetulan?" tanya Feng dalam hatinya.
Kemudian ia tersadar bahwa dirinya telah melakukan hal yang tidak baik beberapa menit yang lalu kepada Bella. Dia telah melukai hati Bella dengan kata-katanya tanpa di sadari oleh dirinya sendiri. Tersadar akan hal itu, Feng langsung berjalan dari ruang kantor ya menuju kamar inap Bella untuk menemukan Bella dan mengiyakan tawaran dari Bella.
Sementara di pintu keluar rumah sakit, Bella sudah membawa koper dan menunggu taksi online. Saat itu, karena emosi akibat Feng. Bella mengalami keseleo pada kaki kanan dirinya. Semua itu terjadi karena ia menggunakan heels dan tumitnya patah akibat dirinya sendiri yang tidak hati-hati berjalan.
Tanpa memikirkan kakinya yang sakit, Bella mencampakkan sepatunya begitu saja di depan lift dan berjalan ke pintu keluar dimana taksi online yang di pesan olehnya sudah tiba.
"Di mana dia?" tanya Feng yang mencari keberadaan Bella tidak ada di dalam kamar pasien kemudian suster datang untuk merapikannya.
"Maksud anda nona Bella?" tanya suster.
"Iya." Jawab Feng.
"Dia baru saja pergi dengan memaksa karyawan administrasi untuk memberikan izin ia pergi dari rumah sakit." Jawab Suster.
"Apa?" tanya Feng kemudian berjalan keluar dari kamar inap Bella menuju kantornya untuk mengambil kunci mobil miliknya dan meletakkan jas dokternya begitu saja di meja kerja ya.
Feng berjalan dengan cepat ke arah lift dan menekan tombol angka menuju lobi pintu keluar rumah sakit. Saat Feng baru saja keluar dari lift, Taxi yang di kendarai oleh Bella baru saja pergi. Feng sedikit lambat untuk mengejar Zhafira yang baru saja pergi menggunakan taxi.
"Apakah perempuan ini sudah keluar?" tanya Feng kepada penjaga rumah sakit yang berada di pintu keluar.
"Baru saja tuan. Itu dia" Jawabnya security sambil menunjukkan ke arah taxi yang baru saja keluar.
"Terima kasih." Jawab Feng yang terburu-buru berlari ke arah mobil yang terparkir di depan lobi utama setelah melihat nomor plat taxi yang digunakan oleh Bella.
Feng segera masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraannya untuk menyusul Bella yang baru saja pergi menggunakan taxi. Feng berusaha untuk menyusul taxi Bella hingga di suatu perjalanan Feng dengan cepat melajukan mobilnya dan memberhentikan taxi yang di kendarai oleh Bella.
"Crkkkkkkkk." Suara rem taxi yang mendadak karena ulah Feng yang memberhentikan di depan.
"Maaf nona," ucap supir taxi.
"Ada apa?" tanya Bella yang badannya maju ke depan hampir terantuk kursi depan.
"Itu nona, ada mobil yang tiba-tiba berhenti di depan kita." Ucap Supir taxi.
"Siapa?" tanya Bella yang mendadak jadi waspada dan keluar dari taxi bersamaan dengan Feng yang keluar dari mobilnya.
"Pak ini biaya ongkosnya, kembaliannya untuk bapak saja dan koper miliknya pindahkan ke mobil saya sekarang." Jawab Feng kepada supir.
"Baik tuan." Jawab Supir taxi yang menerima dua lembar uang dolar yang lebih dari cukup untuk tarif ongkos Bella.
"Apa yang kau lakukan memberhentikan taxi ku dan kemudian membawa barang-barang ku ke mobil mu?" tanya Bella yang terkejut.
"Apakah aku tidak boleh mengantarkan pacar ku sendiri ke rumah ya?" tanya Feng yang menggandeng tangan Bella dan berjalan menuju mobilnya.
"Auuu." Suara Bella yang menahan sakit ketika berjalan dengan Feng yang menarik tangan Bella untuk mengikuti langkah dirinya menuju mobil.
Feng yang mendengar suara itu berjalan menuju melihat kaki Bella yang terluka karena keseleo. Feng memeriksa kakinya dengan sangat lembut dan langsung menggendong Bella dengan begitu saja. Feng meletakkan Bella ke kursi depan mobil di samping kursi pengemudi. Bella yang melihat perlakuan Feng saat ini benar-benar terkejut.
"Apa yang sedang dia lakukan kepadaku?" tanya Bella dalam hati ketika Feng memeriksa kaki ya yang terluka.
"Dingin seperti biasanya tapi tiba-tiba menjadi sangat lembut kepada ku?" tanya Bella kembali dalam hatinya ketika ia berada dalam gendongan Feng.
"Tunggu, tadi dia mengatakan bahwa aku adalah pacar ya?" tanya Bella yang sudah berada di kursi mobil.
Bella terus memandangi Feng yang sedang menyetir menuju apartemen milik ya. Feng yang mengetahui Bella sedang memperhatikan diri sejak tadi hanya bersikap biasa saja tanpa merespon apa pun hingga tiba di apartemen Bella.
Feng mematikan mesin mobil ya setelah memarkirkan mobilnya di depan gedung apartemen itu. Kemudian ia membuka pintu mobil Bella dan menggendong ya kembali menuju apartemen.
"Pak tolong parkirkan mobil saya dan bawakan koper yang berada di bagasi menuju pintu kamar apartemen nona Bella." Jawab Feng yang sudah memberikan kunci mobil ya terlebih dulu kepada penjaga lingkungan apartemen itu.
Feng menurunkan Bella di depan pintu apartemen.
"Bukalah." Jawab Feng yang memerintah Bella untuk membuka password apartemen ya.
Bella yang sejak tadi hanya bertanya-tanya dalam hati atas perubahan Feng yang berubah total kepadanya baru tersadar ketika Feng memerintahkannya membuka pintu apartemen milik ya.
"Oh iya." Jawab Bella yang membukanya kemudian Feng menggendong Bella lagi dan meletakkannya di sofa milik Bella.
"Di mana kotak P3K? tanya Feng.
Bella memberikan petunjuk dengan jari telujuk kanan milik ya ke arah kanan laci di bawah TV itu. Feng berjalan menuju tempat yang di tunjuk oleh Bella kemudian mencari es batu di kulkas dan diletakkan di baskom dan juga handuk kecil.
Batu es di letakkan ke dalam handuk kecil da Feng mengkompres bengkak kaki Bella akibat ke seleo.
"Katakan kepada ku kenapa kau tiba-tiba mengatakan bahwa aku adalah pacar mu? Bukan ya kau sudah mengatakan bahwa kau menolak ku bahkan menghina ku dengan seenak ya saja?" tanya Bella dengan wajah yang serius karena telah menata fikirannya sejak tadi.
"Bukan kah kau yang menawarkan hal itu kepada ku. Mungkin memberikan kesempatan untuk mu tidak ada salah ya?" Ucap Feng yang masih serius dengan luka kaki Bella.