
Atmosfer ruang meja makan menjadi sangat panas dikarenakan banyak pertanyaan yang sedang dipikirkan oleh banyak orang yang ada di sana. Jack dengan lantangnya mempertanyakan beberapa pertanyaan kepada laki-laki itu untuk mengakui apa yang pernah ia katakan padanya. Jack memerintahkannya untuk menjawab pertanyaannya dihadapan semua orang.
Setelah laki-laki itu menjawab pertanyaan dari Jack dan mengakuinya bahwa iya diperintahkan oleh Max untuk membunuh Katie dan juga Andrew. Mendengar jawaban dari lelaki itu semua orang menjadi terkejut terutama MX dan juga Kazumi.
"Apa maksudmu? Sejak kapan aku memerintahkan mu?" tanyak Max dengan wajah yang melotot dan juga melihat ekspresi Jack.
Billy, Jimmy dan Deni mendekati sosok Jack dan melihat ekspresinya.
"Kapan dan di mana aku memerintahkan mu?" tanya Max.
"Ketika saat nyonya dan juga tuan besar datang ke rumah sakit. Tuan menggunakan limbah hitam dan menggunakan masker rumah sakit datang menemuiku di dalam kantor ku." Jawab laki-laki itu dengan wajah yang benar-benar polos dan juga berekspresi seperti orang yang sedang jujur.
"Bagaimana kau bisa memastikan bahwa itu adalah aku?" tanya Max dengan nada yang sudah normal.
"Iya, bagaimana kau aku bisa memastikan bahwa itu adalah suamiku?" tanya Kazumi dengan nada yang lembut.
"Saat itu tuan menggunakan jas seperti biasa dan juga berpenampilan seperti biasa. Tuan hanya tiba-tiba datang kedalam kantorku dan memberikan selembar kertas yang berisi pesan itu." Jawabnya.
"Lalu kau tidak memastikan bahwa itu adalah benar-benar aku?" tanya Max.
"Lalu setelah memberikan surat itu apakah iya berbicara denganmu lagi?" tanya Billy.
"Tidak. Seperti biasanya, anda tidak banyak bicara. Jadi aku kira itu benar-benar anda." Jawabnya.
"Apa isi surat itu?" tanya Jimmy.
"Di dalam surat itu hanya berisi tentang memutuskan rem mobil dengan plat xxxx yang berada ada di parkiran rumah sakit. Dan aku juga tidak mengetahui bahwa mobil itu adalah milik nyonya dan tuan besar." Jawabnya.
"Kapan aku memberikan surat itu kepada mu?" tanya Max.
"Setelah operasi yang berada di ruangan ICU pasien nomor kamar 30 itu. Jika aku tidak salah ingat pada pukul jam 1 pagi dini hari." Jawabnya.
"Dengan mudahnya kau mempercayai itu?" tanya Jimmy.
"Awalnya aku juga heran mengapa tuan Max memerintahkanku untuk melakukan hal itu. Tetapi karena anda jarang memerintahkan seseorang jadi itu membuatku merasa mendapatkan kepercayaan dari mu." Jawabnya.
"Kau yakin dengan jawabanmu itu?" tanya Jack yang mulai mengeluarkan suaranya kembali setelah melihat drama pertanyaan dan jawaban dari mereka yang ada di dalam ruangan.
"Kau benar-benar hebat dalam berakting." Jawab Jack dengan menarik rambut kepala laki-laki itu kebelakang dan memberikan tatapan yang menyeramkan.
"Tentu saja aku tidak berbohong dan itulah kenyataannya." Jawabnya.
"Kriss tunjukan semua bukti-bukti itu." Ucap Jack yang memerintah Kriss.
"Baik Daddy." Jawab Kriss dengan mengambil ponselnya.
"Katakan yang sejujurnya siapa yang menyuruh kau dan siapa pria itu." Tanya Jack kepadanya dengan mencengkram kerah baju leher lelaki itu dengan sekuat tenaga hingga lelaki itu merasa tercekik.
Semua orang melihat ponselnya masing-masing setelah Kriss mengirimkan video itu ke mereka semua. Mereka semua terkejut apa yang dilihat dari ponsel mereka masing-masing. Semua orang sudah mendapatkan penilaian dan dari video tersebut.
"Dia?" tanya Kazumi setelah melihat video tersebut dan terkejut apa yang dilihat olehnya lalu membisikkan kepada Max kesimpulan yang ia miliki.
"Sayang, kalau aku tidak salah menilainya dia adalah Han. Supir yang kita terima beberapa bulan lalu untuk menjadi super pribadi ibu dan ayah." Bisik Kazumi pada telinga Max.
"Kau yakin sayang?" tanya Max.
" Iya, topi yang ia gunakan adalah topi yang sering aku lihat ketika dia menjemput ayah dan juga ibu." Jawab Kazumi memperkuat keterangannya.
"Baiklah." Jawab Max kemudian berjalan menghampiri Jack dan menceritakan apa yang ia dapatkan dari Kazumi.
Jack hanya memberikan lirikan matanya kepada Max setelah mendengarkan apa keterangan dari Max. Sedangkan yang lainnya hanya menduga bahwa laki-laki yang dibawa oleh Son adalah orang yang sedang berbohong.
Tetapi ada 1 video lagi yang menunjukkan bahwa Max masuk ke dalam ruangan kantornya dan memberikan perintah itu melalui surat yang sesuai dengan keterangan dari laki-laki itu.
Dalam video itu tidak terlalu jelas apakah itu wajah Max atau bukan karena ia menggunakan masker medis dan juga keterangan yang memperkuat itu adalah Max adalah jas yang ia gunakan.
Jas dokter yang digunakan laki-laki itu memang menunjukkan bahwa ia adalah Max. Tetapi maksud menyangkal bahwa itu adalah dia. Max mengingat kembali kejadian waktu yang sama di video tersebut bahwa ia sedang berada di dalam ruang operasi. Operasi yang dilakukan oleh Ian bukan hanya operasi yang sesuai dengan jadwal tetapi juga operasi mendadak karena ada 1 pasien yang mengalami kecelakaan ketika hari itu, di waktu yang sama sesuai dengan video yang ada di dalam tersebut.
Kenzo berjalan menuju Max dan menepuk pundaknya lalu tersenyum. Kenzo mengambil ponselnya lalu mengirimkan sebuah video kepada semua orang untuk menjawab semua pertanyaan yang sedang bimbang ada di dalam fikiran mereka. Video itu adalah video Max di dalam ruang operasi sedang mengoperasi pasien kecelakaan tersebut. Semua orang melihat waktu dan kejadian yang sama. Lalu menyimpulkan bahwa orang yang menggunakan jas putih dan memakai masker medis itu bukanlah Max.
Orang yang dibawa san benar-benar bingung apa yang sedang terjadi di dalam ruangan itu karena ia sudah menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh Jack dengan jujur.
"Jelaskan padaku, apa yang kau lakukan dan bicarakan padanya?" tanya Jack menunjukkan video orang itu dengan sedang berbicara di depan mobil Katie dan juga Andrew.
"Sesuai dengan apa yang ada di dalam surat itu bawa aku harus merusak mobil dengan plat itu. Lalu aku bertemu dengan pak Han lalu membantuku untuk melakukan hal itu dengan menjaga lingkungan di sekitar agar tidak dicurigai oleh siapapun." Jawabnya.
"Setelah itu?" tanya Max dengan wajah yang menyeramkan.
"Saya benar-benar tidak mengetahui apapun lagi setelah melakukan perintah itu." Jawabnya.
"Kau yakin?" tanya Son yang kemudian memberikan video ketiga kepada semua orang.
Video ketiga itu berisi tentang laki-laki itu bertemu dengan Han di sebuah kafe dan melakukan transaksi uang.
"Tahan dia sampai berkata jujur." Jawab Jack memerintahkan Son.
"Baik tuan." Jawab Son membawanya.
"Kita sudah menemukan petunjuk pertama." Jawab Jack.