
Suara bel istirahat telah berbunyi, menandakan jam pembelajaran telah selesai. Semua siswa bersorak bahagia seperti biasanya ketika kebebasan telah datang. Yah, terbebas dari mendengarkan dan mengerjakan soal dari pembelajaran. Tapi tidak dengan ruang kelas Kriss saat ini, mereka dihentikan oleh beberapa anggota OSIS yang mencari anggota baru di tahun ini.
Perwakilan OSIS datang memasuki ruang kelas dengan beranggota perwakilan 3 orang. 1 perhati laki yang akan mewakili pidato dalam penyampaian dan 2 orang wanita yang mendampinginya.
"Masa jabatan kami sebagai anggota OSIS akan segera berakhir dalam beberapa minggu kedepan. Seperti yang sudah di ketahui bahwa setiap tahun pergantian anggota inti di wajibkan untuk berganti. Hari ini kami yang berada di depan kalian akan memberikan informasi persyaratan dalam acara recruitment." Ucap anggota OSIS itu.
1 orang anggota OSIS yang masuk di dalam kelas itu membawa selembar kertas yang berisi informasi persyaratan tentang OSIS baru. Setelah mereka mengumumkannya hal itu, salah satu dari mereka menempelkan kertas itu di mading kelas.
"Kalian bisa melihat persyaratannya dari kertas yang baru saja ditempelkan oleh teman saya." Ucapnya.
Semua orang yang berada di dalam kelas itu bersuara dia mendengar pengumuman ini. Hampir semua orang menginginkan kedudukan sebagai salah satu anggota OSIS walaupun tidak bisa mendapatkan posisi sebagai ketua OSIS.
Seperti biasanya mereka akan mendapatkan kekuasaan atas kedudukan yang dimilikinya sebagai seorang ketua OSIS. Namun, tidak semua orang dapat memenuhi syarat untuk menduduki posisi ketua OSIS.
3 Orang perwakilan OSIS itu keluar dari ruang kelas, semua siswa-siswi menuju papan Mading untuk melihat informasi yang tertera. Papan Mading dengan waktu yang singkat dikerumuni oleh siswa-siswi yang ingin melihatnya. Kriss yang masih duduk tenang di kursi itu bersama dengan Ella.
Sedangkan Gibrel dan rekan-rekannya sudah berada di barisan utama Mading melihat pengumuman itu.
"Kenapa kau tidak ke sana? " tanya Ella tiba-tibq kepada Kriss.
"Kenapa kau tidak ke sana juga?" tanya Kriss balik.
"Kenapa tidak menjawab pertanyaanku malah balik mau bertanya?" tanya Ella.
"Karena aku tidak tau." Jawab Kriss kepada Ella.
"Oh, aku lupa kau murid pindahan." Jawab Ella dengan ketus.
"Lalu apa yang kau ketahui tentang hal itu, mengapa semua orang sangat antusias terhadap hal itu?" tanya Kriss.
"Mungkin karena dengan menduduki posisi si OSIS mereka dapat melakukan apapun yang mereka inginkan ketika di sekolah ini selama setahun." Jawab Ella.
"Maksudnya?" tanya Kriss.
"Membully orang yang lemah dari mereka. Atau menjadikan dirinya seperti seorang raja yang sedang berkuasa pada suatu wilayah." Jawab Ella.
"Untuk seluruh?" tanya Kriss kepada Ella.
"Itu hanya untuk ketua OSIS. Semua punya peran dan juga kebebasan yang masing-masing sesuai dengan jabatan yang dimiliki olehnya di OSIS." Jawab Ella.
"Oh." Jawab Kriss yang sedang berfikir.
"Seperti jika kau bisa menduduki sebagai salah satu anggota OSIS maka bukan hanya di hargai , di hormati dan di perlakukan berbeda dari siswa lainnya. Tapi juga mendapatkan kebebasan untuk melakukan program kegiatan OSIS walau mengganggu jam pelajaran atau jam ujian." Jawab Ella.
"Bukannya itu hal biasa?" tanya Kriss.
"Beda." Jawab Ella.
"Jika kau menjadi siswa biasa kau hanya mendapatkan 100 point setiap bulannya. Sedangkan jika menjadi anggota OSIS akan mendapatkan 200 point setiap bulannya. Jika menjadi anggota inti mendapatkan 500 point setiap bulannya dan untuk ketua OSIS sendiri mendapatkan 1000 point setiap bulannya. Itu hanya contoh biasa selebihnya kau bisa membaca buku panduan di perpustakaan." Jawab Ella.
" Lalu kenapa kau tidak ingin ikut menjadi anggota itu?" tanya Kriss.
"Bukan tidak ingin tapi sudah termasuk menjadi kandidat ya." Jawab Ella.
"Karena memiliki kualifikasi dari persyaratan yang sudah di tentukan?" tanya Kriss.
"Iya." Jawab Ella.
"Pantas saja. Lalu Auren, Gibrel, Kevin dan David juga?" tanya Kriss.
"Mungkin saja." Jawab Ella.
"Apa aku juga bisa mencalonkan diri?" tanya Kriss.
"Menjadi orang pertama dari semua bidang?" tanya Kriss.
"Iya." Jawab Ella.
"Baiklah." Jawab Kriss.
"Selamat menghalu dan biarkan aku lewat terlebih dulu." Jawab Ella yang ingin keluar dari meja belajar.
"Silahkan." Jawab Kriss yang berdiri dan keluar dari kursi belajarnya untuk membuat tela bisa keluar dari meja belajar mereka.
"Terima kasih," jawab Ella.
Ella yang sudah meninggalkan ruang kelas itu. Sedangkan Kriss masih duduk dan memikirkan sesuatu di kepalanya.
"Jika aku menjadi ketua OSIS atau bagian dari OSIS saja, mungkin bisa dengan mudah untuk mendapatkan bukti dari apa yang diperintahkan oleh Abang Kenzo." Jawab Kriss dalam hatinya.
Saat Kriss masih memikirkan dalam lamunannya tiba-tiba Kyler dan juga Farel datang mengkejutkannya.
"Apa yang sedang kau fikirkan hingga tidak menyadari kedatangan kami berdua." Ucap Farel.
"Mau membuat penawaran kepada kalian berdua." Jawab Kriss.
"Apa itu?" tanya Farel.
"Ikut aku ke perpustakaan." Jawab Kriss.
Mereka bertiga bergegas menuju ke ruangan perpustakaan untuk mencari informasi tentang OSIS. Kriss meminjam buku panduan OSIS dari perpustakaan untuk dibawa ke apartemen.
"Apa yang kau maksud dengan penawaran kepada kami berdua?" tanya Kyler.
"Kalian berdua pelajarilah buku panduan ini saat malam nanti kita akan berdiskusi di kamar ku." Jawab Kriss.
"Baiklah." Jawab Kyler dan Farel menganggukkan kepalanya.
*****
Mereka berdua sudah di dalam ruang kamar Kriss. Mereka mulai membicarakan tentang apa yang sudah terputus ketika di sekolah tadi.
"Kami berdua sudah membaca dan mempelajari sesuai yang kau perintahkan. Lalu apa yang kau inginkan sebenarnya?" tanya Kyler.
"Kalian mengetahui tentang rekrutmen anggota OSIS yang baru?" tanya Kriss.
"Iya." Jawab Farel.
"Maksud mu kita bertiga harus memasuki dunia OSIS agar mempercepat mencari informasi tentang nomor IP dan dalam dari orang yang mengirim pesan itu sesuai dengan yang diminta oleh Abang Kenzo?" tanya Kyler.
"Iya. Sebenernya aku malas. Tapi dengan begitu mungkin kita akan mendapatkan informasi lebih cepat dibandingkan menjadi seorang siswa yang biasa saja. Jadi aku butuh bantuan kalian dan juga dukungan kalian." Jawab Kriss.
"Maksudnya? bukan ya kita adalah keluarga dan saling mendukung dan memberi pertolongan?" tanya Farel.
"Lebih tepatnya, aku ingin kalian juga ikut menjadi bagian OSIS di anggota inti." Jawab Kriss.
"Jadi kau mau kita mendapatkan posisi itu?" tanya Kyler.
"Iya. Tapi aku ingin berusaha mendapatkan posisi sebagai ketua OSIS walaupun harus melewati beberapa tes yang merepotkan. Namun, hal itu bukanlah perihal kesulitan untuk kita." Jawab Kriss.
"Maksud mu, kau harus bisa mengalahkan Ela di bagian akademisi dan mengalahkan Gibrel di bagian bidang seni bela diri?" tanya Farel.
"Iya." Jawab Kriss.