Junior Sandreas

Junior Sandreas
Tes DNA : Kenzo Sandreas



Jack sedang menunggu kedatangan Richard dan juga Kenzo.


"Akhirnya kau tiba." Jawab Jack yang membuka pintu rumah.


"Bos." Jawab Richard.


"Hahah, Jack saja. Lagian kita sudah tua." Jawab Jack.


"Bos kenapa berubah menjadi lebih ramah?" tanya Richard.


"Hubby suruh tamunya masuk dulu." Teriak Caca dari dalam ruang dapur.


"Ternyata karena sudah beristri semua orang bisa berubah." Jawab Richard dalam hati.


"Masuklah." Jawab Jack yang mempersilahkan Richard masuk.


Richard masuk dan di ikuti oleh Kenzo dan para bodyguard Richard. Lalu duduk di ruang tamu.


"Wah, suatu kehormatan bisa melayani Raja Lease." Ucap Caca membawa jus untuk Richard.


"Hahahha bisa saja Kakak Ipar. Lihatlah bos ku telah banyak berubah setelah menikah." Jawab Richard menggoda.


"Tentu, jangan selalu jadi sedingin beruang kutub." Jawab Caca.


"Hahahha." Jawab Richard, Caca yang tertawa.


"Richard..." Panggil Jack dengan wajah melotot.


"Ampun bos." Jawab Richard tersenyum berhenti tertawa.


"Sudah-sudah, minum dulu jus dengan madu sebagai penguat manisnya." Jawab Caca menawarkan minuman kepada Richard.


Bodyguard Richard yang sejak tadi sudah berdiri mengelilingi Richard di belakang sofa tiba-tiba berjalan menuju Richard dan mengambil gelas jus yang diberikan oleh Caca.


"Tidak perlu." Jawab Richard yang memberhentikan bodyguard-nya untuk mengambil gelas yang diberikan oleh Caca. Richard mengambil gelas itu dari tangan Caca dan memerintah bodyguard-nya untuk kembali di tempat.


"Kau kira aku akan di racuni di sini. Tempat ini adalah tempat teraman di bandingkan dengan istanah." Jawab Richard kepada bodyguard-nya dengan wajah yang menakutkan.


"Maaf Raja." Jawab bodyguard dengan merasa bersalah.


"Minta maaf pada bos dan keluarganya terutama Kakak Ipar." Jawab Richard.


"Maaf Nyoya." Jawab Bodyguard.


"Tidak apa-apa. Riki bawa mereka semua di taman dan hidangkan makanan dan minuman untuk mereka. Ambil di kulkas dan meja makan " Jawab Caca.


"Baik Nyoya." Jawab Riki.


"Kalian ikuti saja dia. Aku tidak akan terluka disini. Kalian santai saja." Jawab Richard.


Para bodyguard yang dibawa oleh Richard mengikuti perintah dari Richard untuk mengikuti Riki dari belakang. Mereka menuju taman belakang.


"Kakak Ipar kenapa tidak ada satu pelayan pun yang ku lihat di tempat ini kecuali penjaga di luar?" tanya Richard yang heran dengan suasana rumah.


"Karena aku bisa melakukan hal-hal kecil." Jawab Caca.


"Dia tidak ingin ada orang lain selain keluarga yang ada di rumah ini. Dan tidak suka pekerjaan yang bisa di lakukan olehnya itu di kerjakan orang lain. Seperti yang kau lihat tadi." Jawab Jack.


"Tapi dia tetap akan memanggil pelayannya setiap hari. Setelah mereka selesai, mereka akan pergi meninggalkan kami. Toh, mereka juga tinggal di samping rumah ini." Jawab Caca.


"Hahahah. Aku paham. Jadi apa yang ingin di beritahukan kepada ku hingga membuat para bodyguard ku pergi?" tanya Richard.


"Akhirnya kau paham." Jawab Jack.


"Aku hanya heran saja jika kakak ipar juga mampu membuat skenario seperti ini. Klian berdua sama-sama belajar pada dunia masing-masing sehingga bisa kompak seperti ini ." Jawab Richard.


"Kenzo panggilkan Zhafira di kamar ya." Jawab Caca.


"Baik bun." Jawab Kenzo.


Kenzo pergi memanggil Zhafira di kamar.


"Kau yakin dia anak mu yang hilang?" tanya Jack dan Caca.


"Aku sudah melihat wajahnya. Dia sangat mirip dengan istri ku." Jawab Richard.


"Jika kau yakin lakukan test DNA." Jawab Jack.


"Itu juga maksud ku. Tapi sebelum ini jelas jangan katakan apapun dulu." Jawab Richard.


"Kami juga ingin mengatakan itu." Jawab Jack.


"Baiklah." Jawab Richard yang sepakat.


Kenzo dan Zhafira datang.


"Zhafira kemarilah. Perkenalkan ini tuan Richard. Dia yang akan membantu mu untuk mencari tau keberadaan orangtua mu." Jawab Jack yang memperkenalkan Richard di depan Zhafira.


"Hy." Ucap Richard mengulurkan tangannya.


"Hy tuan Richard. Senang bertemu dengan mu. Dan mohon bantuannya." Jawab Zhafira dengan Ramah sambil menerima uluran tangannya.


"Tentu." Jawab Richard.


"Duduklah, kita bicara sambil duduk." Jawab Caca.


Mereka semua duduk dan mulai berbicara.


"Zhafira tunjukkan liontin giok itu kepada Richard beserta dengan diary ibumu." Jawab Jack yang sudah memerintahkan Riki untuk mengambil diary yang tertinggal di rumah Zhafira.


Zhafira dengan senang hati membuka kalung liontin giok yang dipakai olehnya dari leher untuk diberikan ke Richard beserta dengan diare yang sudah dibawa olehnya tadi.


Richard mulai meneliti kalung giok yang terlebih dahulu.


"Bagaimana?" tanya Jack.


"Ini asli." Jawab Richard.


"Baguslah." Jawab Jack.


"Zhafira, boleh lah aku meminta rambut mu sehelai saja untuk melakukan test DNA?" tanya Richard.


"Test DNA?" tanya Zhafira yang tidak paham.


"Iya. Untuk menemukan orangtua mu. kau harus melakukan test DNA." Jawab Richard.


"Baiklah " Jawab Zhafira yang mencabut rambutnya lalu memberikannya kepada Richard.


Richard menerimanya lalu mengambil sampel lain yang sudah di kantong jas miliknya. Jadi ada dua sampel rambut yang di tangan Richard.


"Biar aku yang mengantarkan ke tempat uncle Max." Jawab Kenzo yang sedang menawarkan diri kepada Richard.


"Kau benar mau mengantarkannya?" tanya Richard.


"Tentu. Paman disini saja, lagian baru saja tiba di tempat ini, paman pasti lelah. Aku akan membantu mu melakukan hal ini." Jawab Kenzo.


"Berikan padanya saja." Jawab Jack.


"Baiklah. Aku percayakan hal ini. Setelah hasilnya telah keluar segerah untuk memberitahu kepada ku." Jawab Richard.


"Tentu." Jawab Kenzo.


"Baiklah. Mohon bantuannya Kenzo." Jawab Richard yang memberikannya kepada Kenzo.


"Kau tidak makan dulu sebelum pergi?" tanya Caca.


"Tidak Bun, tadi sudah makan siang bersama dengan Riki sebelum menjemput paman Richard." Jawab Kenzo.


"Baiklah. Hati-hati." Jawab Caca.


"Iya Bun, aku pamit dulu." Jawab Kenzo yang berpamitan kepada Caca, Jack, Richard dan juga Zhafira. Kenzo pergi membawa sampel DNA untuk dites kecocokannya di rumah sakit Max.


"Richard aku tau kau belum makan, aku sudah menyiapkan makan siang untuk mu. Kita makan dulu, setelah ini kita bahas kembali." Jawab Caca.


Zhafira yang sebenarnya masih ingin bertanya lebih banyak kepada Richard tentang tes DNA ini namun terhenti karena Caca.


"Iya kita makan siang dulu. Setelah test DNA sudah keluar baru kita bicarakan lagi. Zhafira aku tahu u bahwa banyak pertanyaan yang ingin kamu ajukan kepada Richard namun saat ini Richard baru saja tiba dari penerbangan dia pasti lapar dan juga lelah. Biarkan ia makan siang dulu dan istirahat. Setelah itu kita bicarakan lagi." Jawab Jack.


"Benar juga, tuan Richard pasti lapar dan lelah atas perjalanan ya." Ucap Zhafira.


"Padahal yang dikatakan oleh Daddy Jack bahwa aku memiliki banyak pertanyaan itu benar. Namun tidak sopan juga jika terlalu terburu-buru." Jawab Zhafira dalam hati.