
Kriss yang berhasil berada di blakon ruangan Daniel sedang berbicara dengan seseorang di dalam ruangan itu. Kriss mendengarkan pembicaraan Mereka.
"Kau sudah menyelesaikan dendam mu?" tanya seorang yang tidak kelihatan karena di tutupi tubuh Daniel yang berdiri.
"Tinggal selangkah lagi."Jawab Daniel.
"Bodoh, kau terlalu lambat untuk menyelesaikan semua ini dan mengharuskanku untuk turun tangan."
"Maksudnya bos?" tanya Daniel.
"Kau lihat ini?" dengan menunjuk sebuah photo.
"Anda sudah mengurung Ayah?" tanya Daniel.
"Tentu saja. Dia selama ini yang mengetahui siapa diriku dan berani-beraninya ingin menghianatiku dengan mengambil seluruh harta warisan yang aku dapatkan. Dia juga sudah merencanakan pemberontakan untuk membunuhku karena aku sudah tidak bisa di atur ya lagi." Jawabnya.
"Kau pergilah biarkan dendam dan segera ikut bersamaku besok dalam rencana menculik Kenzo Sandreas di bangunan yang sedang di buat di selatan kota ini."
"Menculik Abang? Apa maksudnya?" tanya Kriss dalam hati.
"Baik bos." Jawab Daniel.
"Aku sengaja tidak membunuhnya karena menyisakan untuk kalian berdua melampiaskan amarah kalian. Tapi ingat apa yang harus kau lakukan setelah menyelesaikan urusan mu di sini." Jawabnya.
"Aku mengerti, aku akan pergi ke markas pembuatan racun darah di kota C dan mengantarkannya kepada mu tepat waktu." Jawab Daniel.
"Baguslah jika kau sudah paham." Jawab berdiri sehingga Kriss melihat wajah lelaki itu.
"Ho? Apa maksudnya menculik Abang Kenzo, Racun darah? Ada apa dengan semua ini?" tanya Kriss dalam hati.
Ho mengetahui ada seseorang di balik jendela blakon sehingga membuatnya berjalan ke arah jendela untuk memastikan. Kriss yang mengetahui itu langsung pergi dari tempat itu untuk bersembunyi. Saat Ho melihat keluar, tidak menemukan apapun sementara Kriss berada di bawah blakon.
Ho pergi meninggalkan tempat itu. Daniel kbalo ke kamarnya dan Kriss berhasil kabur dari situ kembali ke kamarnya.
"Farel, kau pergi ikuti mobil yang akan keluar sebentar lagi dari rumah ini. Jangan sampai ketahuan dan kehilangan jejak." Jawab Kriss.
"Baik." Jawab Farel turun dari pohon dan bergegas melaksanakan yang diperintahkan oleh Kriss.
"Kyler, beritahu paman Billy bagaimana perkembangan penyelidikannya. Dan katakan padanya Aku memiliki firasat bahwa aku memiliki niat buruk terhadap Abang Kenzo." Jawab Kriss.
"Baiklah. Aku pergi dulu. Kau baik-baik di sini." Jawab Kriss.
"Iya." Jawab Kriss.
Kriss berpura-pura tidur saat Daniel datang ke kamarnya untuk mengecek bahwa yang dilibatkan tadi di blakon bukanlah Kriss. Kriss yang berpura-pura ketiduran hingga tertidur sampai pagi. Padahal pada malam itu juga Daniel dan Dien membunuh Gibrel dan Kayasi dengan sangat kejam.
"Dien antarkan Kriss ke apartemennya dan berikan bayaran yang sesuai dengan perjanjian. Setelah itu, susul Kakak ke kota C." Jawab Daniel kepada Dien.
"Senang berbisnis dengan mu Kriss. Mulai dari sekarang sesuai dengan perjanjian kita bahwa kita tidak akan saling mengenal ketika bertemu kembali." Jawab Daniel.
"Oke." Jawab Kriss tersenyum.
Sekitar jam 3 pagi, Dien membangunkan Kriss agar bisa mengantarkannya tanpa di lihat orang lain. Mereka berpisah di rumah Dien. Dien mengantarkan Kriss ke apartemennya dan memberikan sejumlah uang yang sudah di janjikan di dalam tas. Kriss juga sudah menempelkan GPRS di mobil Dien untuk membuatnya bisa mengetahui arah mana Dien akan pergi.
"Ini uang mu. Senang bekerjasama dengan mu." Jawab Dien.
"Tentu. Terima kasih, akhirnya setelah ini aku tidak akan terlibat dengan hal gila kalian itu yang bisa membahayakan nyawaku." Jawab Kriss berpura-pura terlepas dari mereka.
"Hallo Kriss, kau harus melihat ini." Jawab Billy berita beberapa informasi mengenai hal-hal yang membuat mengenali sosok itu.
"Dia adalah Kayasi. Dan lukisan yang digambarkan oleh yaitu bukankah paman, paman Max, paman Jimmy, paman Deni, Daddy, Brian dan Bibi Lauren?" tanya Kriss
"Apa? Pantas saja aku tidak asing dengan hal ini." Jawab Billy.
"Paman kabari semuanya dan diskusikan tentang lukisan ini untuk mengingat kejadian itu agar kita mengetahui siapa sebenarnya Ho." Jawab Kriss
"Baiklah. Paman segera kembali dan akan mengkabarin yang lain." Jawab Billy. Billy mematikan ponsel itu menghubungi Deni, Jimmy, Max, Brian dan Lauren.
"Sebenarnya ada dendam apa kau dengan keluarga ku?" tanya Kriss dalam hati.
Kriss bergegas meletakkan tas yang berisi uang itu ke dalam apartemen dan mengambil kunci sepeda motor yang belum ia pulangkan ke Robert.
Kriss berjalan mengikuti GPRS yang berada di mobil Dien. Kyler juga ikut menyusul Kriss dengan menggunakan sepeda motor. Mereka berdua menuju kota C.
Saat mereka tiba di tempat Dien, Daniel dan Dien akan pergi lagi. Namun kali ini Dien tinggal di tempat itu dan Daniel yang pergi.
"Kyler kau lihat apa yang dilakukan Dien. Aku akan mengikuti Daniel." Jawab Kriss.
"Baiklah." Jawab Kyler.
Beberapa saat mereka berpisah, markas yang ada itu telah di bom. Kyler menelpon Kriss untuk melaporkan hal itu, karena itu Kriss berhenti dan kehilangan jejak Daniel.
"Apa kau bilang di bom ? Jadi Dien masih berada dalam bangunan itu?" tanya Kriss.
"Iya, aku belum ada melihatnya keluar dan aku mendapatkan informasi bahwa itu adalah markas untuk membuat rancu darah dengan formula baru. Dan orang yang melakukan pemboman ini berjumlah kurang lebih 20 orang. Dan saat aku melihat arah lain, ternyata ada gedung yang juga runtuh tidak jauh dari markas itu." Jawab Kyler.
"Sial aku kehilangan jejak Daniel." Jawab Kriss.
"Jadi bagaimana?" tanya Kyler.
"Tidak apa. Apa lagi yang kau dapat?" tanya Kriss.
"Orang-orang yang menghancurkan itu mengatakan bahwa terdapat pabrik obat-obatan narkotika dan juga racun darah ini yang sengaja mereka hancurkan. Dan saat ini mereka semua sudah pergi. Itulah yang sedikit aku dengarkan dari mereka tadi. Saat itu untung saja aku tidak ketahuan oleh mereka. Jawab Kyler.
"Baiklah aku mengerti. Sekarang kau susul aku. Aku akan mengirimkan lokasinya." Jawab Kriss.
"Oke aku akan segera pergi. " Jawab Kyler yang keluar dari hutan dan menaiki keretanya yang sudah ia sembunyikan.
Setelah Kriss menghubungi Kyler, ia menghubungi Farel. Kriss mempertanyakan tentang kondisi Farel yang mengikuti mobil yang diperintahkan oleh Kriss dan meminta lokasi sekarang saat ini.
"Di mana lokasi mu?" tanya Kriss.
"Saat ini sedang berada di perusahaan Alexander." Jawab Farel.
"Baiklah aku dan Kyler akan segera ke sana." Jawab Kriss.
"Tunggu-tunggu, orang itu keluar lagi dan ingin pergi. Aku segera mengikutinya." Jawab Farel.
"Baiklah. Kirim lokasinya jika sudah." Jawab Kriss.
"Aku mengerti." Jawab Farel.
Farel kembali mengikutin Ho menggunakan mobilnya tanpa di ketahui oleh Ho. Sedangkan Kriss menunggu Kyler tiba untuk bersama-sama pergi.