
Episode Kenzo Sandreas
Di dalam ruang kerja Jack, Jack dan Kenzo duduk berhadapan di sebuah kursi yang membatasinya adalah meja.
"Daddy aku akan mulai menceritakan tentang pertama kali aku bertemu dengan Zhafira. Saat itu aku hanya mengetahui bahwa dia adalah teman Bella saat di kampusnya." Kenzo terus menjelaskan dan Jack diam mendengarkan.
"Dan aku tidak sengaja menyelamatkannya saat melakukan pemberantasan agen narkotika beberapa bulan ini. Karena dia adalah teman Bella aku menyelamatkannya."
"Dan saat aku mengetahui alasan dia berada di sana membuat ku prihatin. Alasannya....." Kenzo menjelaskan problematika kehidupan Zhafira dan keluarganya.
"Karena hal itu, aku memberitahu Bella. Dan Bella juga menceritakan kebenarannya sesuai dengan informasi yang aku dapatkan itu. Bella juga mengatakan untuk menjaganya." Jawab Kenzo.
"Bella yang memerintah mu untuk menjaga ya?" tanya Jack.
"Iya Daddy, aku memberikan dia tempat tinggal di rumah kontrakan bunda dulu." Jawab Kenzo.
"Lalu kau tiba-tiba mencintai ya?" tanya Jack.
"Bisa di katakan tidak bisa di katakan ia. Awalnya dia yang menawarkan diri untuk memanfaatkan aku untuk membalaskan dendam dirinya terhadap keluarganya. Tapi dia menyatakan cintanya yang tulus kepada ku. Karena aku tertarik aku mengiyakan dan sekarang mungkin aku sedikit menyukainya yang berawal dari kecanduan masakkannya." Jawab Kenzo dengan simple dan singkat.
"Jadi itu alasan kau mengumumkan pertunangan mu dengan ya secara mendadak tanpa sepengetahuan Daddy dan Bunda?" tanya Jack.
"Iya. Saat itu adalah momen paling bagus untuk memanfaatkan dia juga pada pesta publik. Perusahaan kita harus lebih terbuka sedikit agar memberikan kepercayaan kepada para kolega Daddy." Jawab Kenzo.
"Hahahahha, kelicikan mu yang tidak ingin di manfaatkan orang lain membalasnya untuk saling memberikan keuntungan satu sama lain?" tanya Jack yang tertawa kecil.
"Tentu, bukannya itu adalah ajaran Daddy. Lagian aku juga lelah harus di dekati oleh banyak wanita-wanita yang seperti itu." Jawab Kenzo.
"Zhafira menjadi tameng untuk mu begitu?" tanya Jack.
"Mungkin bisa seperti itu. Lagian tidak ada salahnya untuk menjadikan dia sebagai istri ku Daddy." Ucap Kenzo.
"Ken, Daddy tidak akan pernah mencampuri urusan hati mu bahkan masa depan mu selama ini. Semua atas kemauan mu sendiri dan Daddy selalu mendukung apapun itu selagi itu baik kecuali tidak baik. Tapi satu hal yang pernah Daddy katakan kepada mu sejak dulu bahkan kepada Kriss juga." Jawab Jack.
"Jangan bermain perempuan, jangan minum alkohol dan jangan merendahkan orang lain. Menolong wanita cantik, orang tua dan anak-anak." Jawab Kenzo.
"Bagus jika kau masih mengingatnya." Ucap Jack yang berdiri dan menepuk pundak kanan Kenzo yang juga ikut berdiri ketika Jack berjalan menghampirinya.
"Aku selalu mengingat itu Daddy." Jawab Kenzo.
"Kau juga paham dengan dengan ajaran bunda mu bagaimana? Jika dia mengetahui semua alasan ini, apakah dia akan mengizinkan mu bertunangan dengannya?" tanya Jack.
"Ehmm..,Tidak." Jawab Kenzo yang lama dalam menjawab karena berfikir beberapa detik.
"Ken, sebuah pernikahan adalah hal yang sakral. Kau harus benar-benar siap dalam setiap kosekuensi yang aku hadapi dalam berumah tangga."Ucap Jack menasehati Kenzo dengan duduk di atas mejanya dan menghadap Kenzo.
"Jika kau tidak mencintainya lebih baik lepaskan dia. Tidak baik mempermainkan hati seorang wanita." Jawab Jack lagi.
"Tapi Daddy, aku hanya membantunya. Dan dia seharusnya berusaha untuk membuatku jatuh cinta kepada ya." Jawab Kenzo yang membela dirinya.
"Jadi menurut mu cinta bisa di permainkan atau pernikahan adalah uji coba mencoba seperti bisnis?" tanya Jack.
"Jadi kalau kau tidak mencintainya lalu kau memutuskan Zhafira begitu saja setelah pernikahan?" tanya Jack.
"Iya." Jawab Kenzo setelah berfikir sedikit lama.
"Lalu akan ada Zhafira berikutnya?" tanya Jack.
Kenzo tidak bisa menjawabnya lagi. Ia hanya diam dengan wajah yang sedang berfikir.
"Setiap orang mendeskripsikan cinta itu berbeda. Tapi Daddy yakin setiap orang tidak akan mungkin untuk mengambil resiko untuk mempermainkan pernikahannya." Jawab Jack menasehati Kenzo.
"Dan ingatlah Ken, jika kau memang tidak mencintainya. Kau harus menemukan alasan kenapa kau harus menikahinya, dan alasan yang paling baik adalah..... Kau sudah mengetahui jawabnya seperti apa yang pernah di katakan oleh Bunda mu." Jawab Jack yang memegang pundak Kenzo kembali dan tersenyum ke arahnya saat Kenzo menatap Jack.
"Aku akan memikirkan hal itu. Terima kasih Daddy." Jawab Kenzo yang memeluk Kenzo saat berdiri.
"Sudah tidak apa-apa. Anak Daddy sudah dewasa, jadi apapun pilihan mu kami akan mendukung mu tapi dengan cara memantau apa yang kau lakukan itu baik atau tidak." Jawab Jack yang memeluk Kenzo dan menasehatinya lagi lalu melepaskan pelukannya.
"Sudah, sudah, lebih baik sekarang kita keluar. Entah apa yang akan di lakukan bunda mu jika kita terlalu lama." Jawab Jack yang berjalan keluar dari ruangan.
" Apa yang sudah kalian bicarakan di dalam kenapa begitu lama?" tanya Caca yang melihat Jack dan Kenzo sudah keluar dari ruang kerja.
Wajah Kenzo yang memiliki banyak beban fikiran itu tidak bisa di tutupi dari penglihatan Caca. Tapi Caca tidak bertanya apa-apa. Dia hanya bertanya kepada Jack saja.
"Mylotus, bagaimana jika membiarkan mereka untuk istirahat. Ini sudah terlalu malam, mereka juga dari perjalanan jauh." Jawab Jack yang sudah mendekati Caca dan menariknya dalam pelukannya saat berdiri.
"Tapi aku belum selesai bercerita kepada Zhafira." Jawab Caca dengan wajah yang manyun kepada Jack.
"Besok lagi ya. Mereka juga besok masih di sini." Jawab Jack.
"Hmmm, baiklah." Jawab Caca yang menuruti Jack.
" Kenzo bawa Zhafira ke kamar tamu. Dan kau tidur di kamar mu sendiri." Ucap Caca yang memerintah Kenzo.
"Baik bunda." Jawab Kenzo.
"Zhafira jangan sungkan-sungkan, anggap saja rumah sendiri. Jika membutuhkan sesuatu katakan saja pada bunda ya." Jawab Caca kepada Zhafira.
"Baik bunda." Jawab Zhafira.
"Eh tapi kalian sudah makan?" tanya Caca.
"Sudah bunda." Jawab Zhafira dan Kenzo bersamaan.
"Hahahaha, imut sekali. Kalau begitu jika kalian lapar di tengah malam, Bunda sudah ada stok di kulkas. Pilih saja apa yang di sukai dan panasi saja." Jawab Caca dengan tertawa melihat mereka berdua yang sedang kompak menjawab pertanyaan dari dirinya.
"Iya bunda." Jawab Kenzo.
"Baiklah kalau begitu kami masuk lebih dulu. Ingat, kalian jangan tidur terlalu malam. Dan jangan lupa bersihkan diri dulu sebelum tidur." Jawab Caca.
"Sudah-sudah. Ayo kita ke kamar. Mereka juga sudah dewasa bukan lagi anak kecil mylotus " Jawab Jack dengan melihat mereka dan menggendong Caca begitu saja untuk meninggalkan Kenzo dan Zhafira di ruang tamu.