Junior Sandreas

Junior Sandreas
Ke butik: Bella Sandreas



Tiba di sebuah butik ternama di Kota A. Kriss, Kyler, dan Farel mengikuti Bella masuk ke dalam butik dengan tampilan mereka yang masih menggunakan masker kacamata dan juga topi untuk menghindari keramaian.


"Bisa saya bantu?" tanya seorang karyawan butik yang memberikan keramahannya kepada pengunjung.


"Siapa mereka? Kenapa menggunakan tampilan seperti itu?" tanya Seorang kasir kepada temannya yang sedang membungkus belanjaan pengunjung.


"Bisa aku melihat beberapa pakaian wanita yang sesuai dengan ukuran ku?" tanya Bella.


"Tentu nona, tapi..." Ucap pelayan dengan ramah namun melihat kehadiran Kris, Farel dan Kyler yang berada di belakang Bella


"Oh mereka?" Ucap Bella.


"...." Pelayan menganggukkan kepalanya kepada Bella.


"Maaf belum memperkenalkan diri." Jawab Bella sambil membuka maskernya.


"Anda?" tanya karyawan kasir yang langsung mendatangi.


"Siapa?" tanya karyawan yang ingin melayani Bella.


"Ssttttt. Bisa aku masuk dengan membawa pengawal bersama ku?" tanya Bella dengan tersenyum.


"Oh iya, anda Bella Chan. Maaf tidak mengenali mu. Baiklah saya antarkan anda untuk mencari pakaian yang cocok." Jawab pelayan dengan ramah dan mempersilahkan Bella untuk mengikuti.


"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda. Apa perlu saya memanggil manajer butik?" tanya pelayanan.


"Tidak perlu. Saya juga hanya sebentar, dan menjadi kehormatan saya juga bisa berkunjung kemari lagi." Jawab Bella lalu mengikuti karyawan tadi setelah berbicara dengan karyawan kasir.


Walaupun Bella sudah berkata seperti itu namun karyawan kasir itu memberi kabar kepada manajernya bahwa kedatangan Bellaa di butik mereka. Manajer yang mendapat kabar itu langsung keluar dari ruangannya menuju ke tempat Bella.


"Nona, di sini beberapa gaun musim semi. Anda bisa memilihnya." Jawab Karyawan yang memberitakan jajaran gaun yang terletak di kanan mereka yang saat ini tergantung di lemari pakaian toko.


"Di sebelah sana beberapa steel gaun untuk di pesta yang menjadi favorit dan limited edition. Hanya ada dua model yang sama setiap yang dipajang dengan warna yang berbeda." Ucap Karyawan yang menunjukkan di arah depan.


"Di selah sini adalah stelan jas wanita yang bisa Anda lihat sesuai dengan ukuran anda." Jawab Karyawan yang menunjukkan ke arah kiri Bella. Karya menjelaskan beberapa tempat yang sesuai dengan hukum aturan tubuh Bella dan cocok untuknya.


"Apa perlu saya mencarinya untuk Anda?" tanya Karyawan.


"Tidak perlu. Biarkan aku memilihnya." Jawab Bella.


"Baiklah Nona." Jawab Karyawan.


"Wah, sebuah kehormatan bagi ku kedatangan tamu spesial hari ini." Ucap manajer yang datang kepada Bella.


"Lama tidak bertemu." Jawab Bella mengulurkan tangannya.


"Hahha, apa kabar artis besar?" tanya Manajer.


"Sehat dan masih sama seperti dulu. Dan Bibi?" tanya Bella kepada wanita paruh baya itu dengan ramah dan memeluknya.


"Sama seperti biasa juga. Kenapa tidak konfirmasi terlebih dahulu jika ingin kemari?" tanya Manajer.


"Heheh hanya dalam keadaan mendadak saja kemari hanya untuk waktu yang tak terduga." Jawab Bella.


"Hmmm. Mungkin lain kali Bi, saat ini aku sedang terburu-buru. Bahkan lihatlah di belakang ku, sudah ada pengawal yang sedang mengikutiku." Jawab Bella menunjuk ke arah Kriss, Farel dan Kyler.


"Hahah. Baiklah, have fun memilih bajunya. Aku akan menyiapkan ruang ganti khusus untuk mu agar lebih leluasa." Jawab manajer.


"Terima kasih bibi. Oh ya satu lagi, jangan sampai media atau orang lain tau keberadaan ku disini ya bi." Jawab Bella dengan memainkan mata.


"Tentu. Aku mengerti kau ingin bebas. Pantas saja manajer mu tidak ikut bersama dan hanya meninggalkan 3 pengawal yang seperti ya wajah mereka tampan di lihat dari mata saja." Jawab Manajer dengan melihat mereka bertiga yang masih menggunakan topi dan masker sedangkan kacamata dibuka oleh mereka.


"Bibi bisa saja. Oh ya bi, aku tau kerjaan anda selalu banyak. Jadi tinggalkan saja aku, aku tidak apa-apa sendiri. Adanya karyawan anda sudah cukup." Jawab Bella.


"Tentu, silahkan. Aku tinggal dulu. Terima kasih, tau saja kerjaan ku masih menumpuk." Jawab manajer dengan tertawa dan berpamitan pergi meninggalkan Bella.


"Layanin nona Bella dengan baik, dan siapkan ruang ganti yang nyaman untuknya." Jawab Manajer kepada karyawan lain yang ada di sana.


Bella lanjut memilih pakaian dari jajaran kanan yang langsung diberikan kepada Kyler setiap baju yang dipilih oleh nya. Bella melanjutkan memilih pakaian dari jajaran sebelah kiri yang diberikan oleh Bella kepada Farel. Dan mengambil beberapa baju yang dipilih oleh ya dari depan dan belakang yang diberikan oleh Kriss.


"Kakak kau ingin mencoba semua baju ini?" tanya Kriss yang sudah melihat tumpukan baju yang dipegang olehnya, Farel dan Kyler.


"Tentu. Seorang artis harus memiliki citra yang baik terhadap fashion yang digunakan olehnya yang salah satunya adalah baju." Jawab Bella.


"Kakak hanya memakainya sekali di depan an kamera dan setelah itu tidak digunakan lagi. Apakah itu tidak mubazir?" tanya Kriss.


"Tenang saja. Bunda sudah mengajariku untuk menjadi anak yang tidak mubazir terhadap segala sesuatu. Jadi setelah aku menggunakannya di depan kamera maka akan aku lelang untuk mendapatkan uang yang akan di sumbangkan ke orang yang membutuhkan atau langsung aku sumbangkan ke panti asuhan." Jawab Bella.


"Oh. Tapi apakah cukup satu jam mencoba semua baju ini?" tanya Kyler.


"Tentu saja dengan bantuan kalian." Jawab Bella yang masih berjalan menuju ke arah pakaian jas laki-laki. Bella memilih beberapa pakaian laki-laki yang santai yang diberikan olehnya kepada karyawan toko.


"Sudah cukup." Jawab Bella lalu mereka semua diantar ke ruang ganti yang telah disiapkan.


Kyler, Farel dan Kriss membawa pakaian itu ke dalam ruang ganti khusus wanita dan mereka duduk di sofa.


"Kalian tunggu di sini dan aku akan memakainya satu persatu." Jawab Bella.


"Oke." Jawab mereka bertiga dengan wajah kusut.


"Lebih baik aku di suruh keliling lapangan 10 putaran dibandingkan menemani seorang wanita shoping memilih baju." Jawab Farel yang meletakkan kepalanya di disandarkan ke sofa lalu membuka masker dan topinya.


"Lebih baik aku di suruh bertarung 10 orang dari pada melakukan ini." Jawab Kyler yang melakukan hal yang sama seperti Farel.


"Kalian yakin? Bukankah ini yang paling enak di bandingkan kita harus pergi ke mall seperti biasanya, atau ke hutan untuk mendaki, atau..." jawab Kriss yang membuka maskernya juga dan ingin meneruskan pernyataan ya namun di hentikan.


"Berhenti mengingatkannya." Jawab Kyler dan Farel dengan wajah kusut yang bangkit dari sandaran sofa melihat Kriss.


"Bagaimana?" tanya Bella yang memakai stelan jas wanita berwarna pink.


"Bagus." Jawab mereka bertiga dengan memberikan jempol tangan.


"Seperti tidak. Betis ku nampak besar." Jawab Bella yang masuk kembali dan mengganti pakaian.


Mereka bertiga yang mendengarkan ocehan Bella dalam mengganti pakaian yang membuat mereka lelah harus mengikuti Bella dalam berbelanja. Sedangkan Bella asyik mencoba beberapa baju yang telah diambilnya tadi dan meminta komentar dari Farel, Kriss dan Kyler.