
Episode Bella dan Feng
"Apakah Anda berdua adalah pengantin baru?" tanya Kasir itu melihat sejak tadi banyak bareng couple yang di beli. Dan kasir itu bersama pegawai lainnya yang bekerja di toko itu sejak tadi memperhatikan Bella dan Feng yang berbelanja.
Karena mereka melihat Bella yang memakai masker dan topi tidak kelihatan wajahnya, sedangkan Feng tidak menutup ketampanannya sehingga mereka berfikir bahwa Bella sangat beruntung mendapatkan Feng yang begitu tampan dan lembut kepadanya.
Mereka juga sangat penasaran tentang wajah di balik masker Bella. Mereka sangat penasaran wajah Bella dan mereka juga menduga-duga bahwa wajah di balik masker itu sangat jelek. Mereka yang bergosip jelek tengang wajah Bella terdengar Bella saat itu. Itulah yang membuat Bella sejak tadi memilih barang-barang couple kepada Feng.
"Tentu." Jawab Bella memeluk tangan Feng dengan mesra membuat Feng terkejut untuk menunjukkan kepada pegawai dan kasir itu.
"Oh pantas saja, Anda benar-benar beruntung mendapatkannya karena tuan ini sangat tampan dan lembut kepada Anda sejak tadi." Jawab Kasir sambil menghitung belanjaan Feng dan Bella.
"Oh dia cemburu." Ucap Feng dalam hati kemudian Feng mengikuti permainan yang di buat Bella karena ia baru saja mengerti bahwa sepertinya Bella cemburu karena sejak tadi dirinya menjadi pusat perhatian di toko itu.
"Anda salah, saya yang beruntung mendapatkannya." Jawab Feng yang memberikan kata-kata manis mengejutkan Bella.
"Benarkah?" tanya Bella yang semakin manja memeluk tangan Feng dan mengalihkan kepalanya ke atas melihat Feng.
"Dengan status mu bisa mendapatkan lelaki yang lebih tampan dan kaya dari ku." Jawab Feng.
"Tapi saya penasaran, siapa nona ini?" tanya seorang pegawai yang sejak tadi menceritakan Bella dari belakang.
"Dia? Bagaimana princess?" tanya Feng dengan menunjuk diri Bella kemudian meminta persetujuan Bella.
"Boleh. Tapi rahasia ya." Jawab Bella dengan menganggukkan kepalanya kemudian membuka masker yang menutupi dirinya. Semua orang yang melihat itu terkejut dengan Bella menampilkan wajah senyuman dirinya.
"Bella Chan?"
"Artis Bella?"
"Benarkah ini dia?"
"Aku seperti sedang bermimpi?"
"Pantas saja dia begitu percaya diri."
"Apakah saya boleh meminta tanda tangan Anda?" tanya Kasir yang terkejut.
"Saya juga."
"Saya juga."
"Boleh, satu-satu. Tapi saya harap kalian bisa merahasiakan hal ini dari publik." Jawab Bella dengan tersenyum.
"Tentu." Jawab mereka semua. Tapi tidak dengan wanita yang sinis sejak tadi itu dengan memberikan tatapan tidak suka dan meninggalkan mereka di sana.
"Ternyata cemburu mu itu sungguh imut." Jawab Feng dalam hati dengan tersenyum.
Bella yang sejak di ketahui oleh mereka siapa dirinya membuat Bella harus ramah kepada para fans nya. Bella memberikan tanda tangan dan photo bersama dengan mereka bahkan Feng menjadi photografer mereka.
Dan saat Bella asyik dengan fans ya itu, Feng menelpon Rom untuk memerintahkan dirinya mengambil barang-barang yang ada di toko ini ke apartemen barunya.
"Maafkan prilaku kami tadi." Jawab sang kasir yang memberikan permintaan maaf dengan tulus membungkukkan badannya.
"Tidak apa-apa." Jawab Bella yang tertawa ramah.
"Sekarang bisa melanjutkan menghitung belanjaan kami?" tanya Feng.
"Tentu." Jawab Kasir dan menghitung kembali belanjaannya.
"Benar yang dikatakan oleh tuan ini, bahwa nona Bella bisa saja mendapatkan lelaki yang lebih tampan dan lebih kaya karena fansnya di luar sana sangat banyak. Dia adalah ratu di kalangan lelaki bahkan wanita." Jawab salah satu pegawai itu.
"Tentu saja aku beruntung." Jawab Feng yang gantian memeluk Bella dan Bella tersenyum dengan bahagia.
"Mereka memang pasangan yang cocok. Aku akan mendukung kalian berdua." Jawab Kasir kemudian di ikuti dengan pegawai lainnya yang memberikan pernyataan itu.
"Terima kasih." Jawab Bella.
"Berapa semuanya? Gunakan kartu ini." Ucap Feng yang tau bahwa semua barang sudah selesai di hitung.
"Baik tuan." Jawab Kasir.
"Oh ya biarkan barang-barang ini disini. Akan ada yang mengambilnya nanti." Jawab Feng.
"Baik tuan." Jawab Kasir.
"Terima kasih. Dah semua..." Ucap Bella yang tersenyum lebar dengan bahagia kemudian memakai masker ya kembali.
"Akting mu sangat bagus." Jawab Bella.
"Jadi menurut princess itu hanyalah sebuah akting?" tanya Feng dengan memberhentikan langkahnya dan melirik Bella dengan tajam.
"Lalu?" tanya Bella dengan melepaskan tangannya dari tangan Feng dengan wajah yang memelas.
"Tentu saja itu kebenaran. Kau memang akan menjadi istri ku satu-satunya di dunia ini." Jawab Feng dengan mengelus kepala Bella.
"Benarkah?" tanya Bella.
"Tentu. Tapi apa maksud dari perkataan kau tidak ingin publik tau tentang hubungan kita?" tanya Feng dengan wajah seriusnya.
"Aku tidak ingin membuat mu repot nantinya." Jawab Bella.
"Benarkah? bukannya ada maksud lain?" tanya Feng.
"Tentu tidak." Jawab Bella kembali memeluk tangan kiri Feng dengan manja.
"Kenapa sejak tadi dia bertingkah dengan imut. Pengen sekali memakannya." Jawab Feng dengan wajah memerah dan menahan diri.
"Baiklah. Lain kali jangan cemburu pada wanita-wanita yang tidak sebanding dengan mu." Jawab Feng yang membahas hal tadi.
"Cemburu?" tanya Bella.
"Iya." Jawab Feng dengan menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana aku tidak cemburu, mereka mengatakan bahwa aku jelek. Aku tidak pantas untuk mu. Dan mereka seperti wanita yang kelaparan." Jawab Bella dengan jujur.
"Hahahha." Feng tertawa melihat Bella bertingkah seperti itu.
"Kenapa kau tertawa." Jawab Bella dengan cemberut.
"Tentu saja aku bahagia. Ternyata kau benar-benar menyukai ku." Jawab Feng.
"Is." Jawab Bella yang kesal dan malu berjalan meninggalkan Feng.
Feng berlari mengejar Bella dan merangkulnya dengan mesra lalu berjalan menggenggam tangan Bella.
"Jangan cemberut, bagaimana jika kita belanja beberapa barang yang kau inginkan?" tanya Feng.
"Benarkah? Kau tidak takut bangkrut membelanjakan untukku?" tanya Bella.
"Tentu tidak akan, gaji sebagai dokter cukup untuk membiayai mu dan aku." Jawab Feng
"Tentu saja aku sanggup, tidak mungkin seorang Presdir tidak sanggup membiayai seorang wanitanya." Jawab Feng dalam hati.
"Baiklah, ayo." Jawab Bella yang menarik Feng berlari menuju lift untuk masuk.
Mereka pergi ke lantai dua dan membuat Feng heran karena di lantai satu itu hanya ada mainan anak-anak dan es cream. Ternyata Bella berlari ke arah es cream setelah keluar dari lift.
"Aku mau rasa strawberry dan vanila." Jawab Bella yang menunjukkan es cream itu lalu diberikan oleh tukang es cream.
"Bayar." Ucap Bella kepada Feng.
Feng tersenyum dengan membuka isi dompetnya dan memberikan selembar uang untuk membayar.
"Ambil saja kembaliannya." Jawab Feng.
"Itu saja?" tanya Feng dan Bella menganggukkan kepalanya sambil memakan es cream.
"Kenapa tidak membeli yang lain?" tanya Feng.
"Ini saja sudah cukup." Jawab Bella yang tersenyum.
"Yakin?" tanya Feng.
"Ayo berjalan keluar." Jawab Bella.
"Iya." Jawab Feng.
Mereka berjalan ke mobil setelah duduk sebentar menikmati es cream.