Junior Sandreas

Junior Sandreas
Hotel Milik Keluarga Auren



"Alamat IP itu tertuju dari ruang komputer yang tidak tahu posisinya ada di ruang komputer yang mana?" tanya Kyler.


"Iya, aku mengumpulkan kalian bertiga untuk mengatakan bahwa aku menguji kalian bertiga untuk mendapatkan informasi ini secepat mungkin." Jawab Kenzo.


"Jadi ini adalah tantangan pertama kami setelah memutuskan kami ingin menjadi menerus Dragon Black?" tanya Kyler.


"Aku mengerti." Jawab Kriss sebelum Kenzo menjawab pertanyaan Kyler.


"Maksudnya?" tanya Kyler dan Farel bersamaan.


"Sebenarnya pesan Abang Kenzo menyuruh kita semua adalah karena kita yang paling mudah untuk mendapatkan informasi ini dibandingkan dengan detektif yang akan di sewa oleh ini ataupun mungkin dia sendiri yang harus mencari informasi itu. Benar begitu?" tanya Kriss.


"Cerdas, satu kapal dua pulau terlampaui." Jawab Kenzo.


"Jadi bukan hanya untuk menguji kemampuan kami bertiga tetapi juga untuk melatih kami jika terjun ke dunia hitam yang sebenarnya. Di mulai dari tempat yang paling terdekat?" tanya Kyler.


"Karena kami adalah siswa dari sekolah JS yang memberikan kemungkinan bahwa kami leluasa untuk mendapatkannya dibandingkan dengan orang luar yang mungkin menginginkan informasi dari JS. dilihat dari keamanan yang super ketat dari sekolah JS merupakan hal yang sulit untuk di tangani tapi bukan berarti tidak mungkin untuk di tangani." Jawab Farel.


"Hal ini tidak akan menimbulkan kecurigaan pada pihak sekolah walaupun sebenarnya kita bisa meminta bantuan dari Gerry." Jawab Kriss.


"Iya, aku ingin melihat kemampuan yang kalian miliki sebagai seorang detektif." Jawab Kenzo.


"Apakah Abang Gerry tidak mengetahui hal ini?" tanya Kyler.


"Aku berharap masalah internal kita tidak perlu diberitahukan kepada orang lain bahkan dari keluarga terdekat. Karena kita adalah keluarga Sandreas." Jawab Kenzo.


"Kami mengerti." Jawab Farel dan Kyler.


" Ingat jangan menimbulkan kecurigaan atau bahkan meninggalkan jejak." Jawab Kenzo.


"Baik." Jawab mereka bertiga bersamaan.


"Kabarin aku secepatnya jika kalian sudah mendapatkan informasi itu." Ucap Kenzo yang berdiri membenahi kancing jas tengah dan ingin berjalan keluar ruangan untuk meninggalkan mereka.


"Abang langsung pergi?" tanya Kriss.


"Iya, karena sudah beberapa hari ini aku tidak hadir di perusahaan." Jawab Kenzo.


"Hati-hati." Jawab Kriss.


"Satu lagi, jika ada waktu datanglah untuk berkunjung karena bunda dan Daddy sudah tinggal di rumah." Ucap Kenzo sebelum melangkah pergi yang memberitahu Kriss bahwa Caca dan Jack pindah ke rumahnya.


"Oke." Jawab Kriss.


Setelah kepergian Kenzo dari ruangan itu mereka bertiga kembali perundingan hal apa yang akan dilakukan kan mereka untuk mendapatkan informasi itu.


"Kita harus mencari tahu tentang berapa ruangan komputer yang berada di sekolah JS jadi kita membutuhkan denah sekolah JS." Jawab Kriss.


"Kau benar. Dengan begitu kita dapat mengecek semua nomor IP yang berada di dalam ruangan ruangan tersebut." Jawab Kyler.


"Kau benar, tapi bagaimana kita bisa mendapatkannya?" tanya Farel.


"Aku pernah melihat sebuah buku yang berisi tentang lokasi-lokasi yang berada di sekolah jazz di perpustakaan pada klarifikasi 900. Tepatnya lemari yang berada di di ujung dinding sebelah kanan ketika kita keluar dari ruangan referensi." Jawab Kriss.


"Baiklah. Kita mulai dari sana besok siang ketika jam istirahat." Jawab Kyler.


" Ide yang bagus." Jawab Farel.


"Sepakat." Jawab mereka bertiga dengan saling menatap kemudian berdiri untuk melangkah keluar meninggalkan ruangan.


Mereka dari ruangan itu dan segera menuju ke pintu keluar hotel. Tapi saat mereka berada di ruangan lobby resepsionis hotel, mereka bertiga bertemu dengan Auren.


Auren yang penasaran karena berhubungan dengan Kriss yang menjadi lelaki incarannya saat ini, melangkah untuk mendekati mereka bertiga.


"Kriss!" Panggil Auren yang berjarak 10 m dari mereka memanggil Kriss.


Kriss yang merasa dirinya sedang dipanggil oleh seseorang memberhentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Farel dan Kyler juga mengikuti tindakan seperti yang Kriss lakukan untuk melihat siapa yang memanggil Kriss dari belakang mereka.


"Kalian sedang apa disini?" tanya Auren yang sudah mendekat dengan penampilan seorang wanita yang memiliki gaya fashion wanita karir.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Kriss bertanya kembali.


"Tentu saja belajar mengolah hotel ini, ini adalah hotel milik ayah ku." Jawab Auren


"Oh." Jawab Kriss dengan wajah yang datar.


"Lalu kalian bertiga disini sebagai tamu? atau sedang mencari pekerjaan part time?" tanya Auren yang langsung to the point.


"Siapa dia?" tanya Farel yang berbisik kepada Kriss.


"Teman kelas mu?" tanya Kyler.


Kriss hanya menganggukkan kepalanya yang menandakan bahwa yang dikatakan oleh Kyler itu benar.


"Iya benar Kakak senior. Saya di sini ingin bertanya apakah ada lowongan untuk resepsionis shift malam. Jadi Abang Kriss dan Abang Kyler menemaniku." Jawab Farel yang memberikan alasan logis kepada Auren karena mereka tidak ingin meninggalkan kecurigaan.


"Abang Kriss?" tanya Auren dengan tekejut dan penasaran.


"Kenalkan mereka berdua adalah junior yang berasal dari daerah yang sama dengan ku sekaligus sahabat ku." Jawab Kriss dengan wajah yang datar tanpa ekspresi.


"Oh, aku kira mereka adalah saudara kandung mu karena jika itu ia, kalian tidaklah mirip." Jawab Auren.


"Saya Kyler." Ucap Kyler.


"Auren." Jawab Auren.


"Farel." Jawab Farel.


"Auren." Jawab Auren.


"Bisakah kami pergi?" jawab Kriss.


"Tunggu, bukankah kalian ingin melamar pekerjaan? aku bisa memberikan satu lowongan untuk Farel." Jawab Auren.


"Benarkah?" tanya Farel dengan aktingnya yang menggambarkan dia sangat senang dengan tawaran itu.


"Tentu saja." Jawab Auren.


"Tapi kami sudah bertanya dan tidak ada lowongan apapun di hotel ini." Jawab Kyler.


"Akulah anak dari pemilik hotel ini. Maka aku bisa melakukan apapun yang aku sukai. Kriss adalah teman sekelas ku dan kalian adalah sahabatnya. Mungkin aku bisa membantu kalian." Jawab Auren dengan sombongnya kepada mereka bertiga.


"Ini adalah kesempatan ku untuk menarik perhatiannya dengan begitu aku akan lebih mudah untuk mendekatinya." Ucap Auren di dalam hatinya setelah memberikan tawaran itu kepada Farel.


"Tidak perlu, kami memang bukan orang yang terpandang. Tapi kami selalu menjunjung tinggi tentang arti kejujuran dan juga kemampuan yang kami miliki sendiri tanpa harus meminta bantuan kepada orang yang kami kenal." Jawab Kriss yang menolak dengan cepat dan berjalan meninggalkan Auren tanpa berpamitan.


"Hmm, iya Kakak Senior. Maaf aku tidak bisa menerimanya dan terimakasih atas tawarannya." Jawab Farel yang memberi hormat kepada Auren dan mengikuti Kriss dan Kyler yang melanjutkan langkahnya untuk keluar dari hotel.


"Lain kali kau bisa bertemu denganku jika kau sudah berubah fikiran." Jawab Auren yang memberikan nomor kontaknya kepada Farel sebelum ia pergi.