
Zhafira yang mendengar pernyataan dari Richard seketika terkejut dan langsung memeriksa kertas yang sedang dipegang oleh Nya dan di kertas itu berisi tentang kecocokan tes DNA.
"Ayah sudah membaca buku diary ibu asuh mu itu. Dia adalah salah satu pelayan di kerajaan yang paling setia dengan kakek mu. Untung saja bahwa dia yang diperintahkan oleh Henry untuk membunuhmu ketika waktu baru lahir. Sehingga Iya tidak tega untuk melakukan itu dan pergi menjauh dari kami."
"Aku seharusnya sangat berterima kasih kepada ibu asuh mu. Dia telah menyelamatkan nyawamu dari Henry, paman mu sendiri. Aku sebagai ayah kandungmu sangat minta maaf karena tidak datang yang ada waktu yang tepat untuk menyelamatkanmu. Karena ketika itu ada kekacauan perebutan kekuasaan....." Richard menceritakan keadaan waktu itu.
"Iya. Ibu juga meminta maaf karena tidak bisa menjagamu dengan baik. Karena saat aku melahirkan mu dan ingin melihatmu ternyata kau sudah diambil oleh Henry saat...." Jasmine menceritakan keadaan waktu melahirkan Zhafira.
"Jadi seperti itu kejadian waktu aku dilahirkan?" tanya Zhafira yang tiba-tiba ikut mengeluarkan air mata mendengar dari cerita Richard dan juga Jasmine.
"Jadi dia adalah kembaran ku?" tanya Zhafira yang sedang menunjuk Leo.
"Hy adik ku yang cantik." Jawab Leo dengan humoris tersenyum kepada Zhafira.
"Kenapa kau menangis sayang?" tanya Jasmine yang menghapuskan air mata Zhafira menggunakan tisu.
"Tidak apa-apa Ibu, aku saya terharu bahwa ternyata orang tuaku masih hidup." Jawab Zhafira.
"Ibu? Lihatlah sayang, Zhafira sudah memanggilku dengan kata ibu." Jawab Jasmine kepada Richard.
"Jangan hanya memanggil ibu, bagaimana dengan ku?" tanya Richard.
"Benarkah paman Richard adalah ayah ku?" tanya Zhafira.
"Tentu saja." Jawab Richard.
"Ayah." Panggil Zhafira.
Richard dan Jasmine langsung memeluk Zhafira yang berada di tengah-tengah mereka.
"Akhirnya aku menemukan orang tua kandungku yang selama ini tidak aku ketahui bahwa orang tua yang kuanggap sebagai orangtua kandungku ternyata bukan. Dan mereka sepertinya sangat baik. Tuhan benar-benar adil dalam melakukan rencana takdirnya untukku. Terima kasih Tuhan, telah mengabulkan doa-doa yang selama ini aku panjatkan." Ucap Zhafira dalam hatinya ketika dipeluk oleh Richard dan juga Jasmine.
"Akhirnya mereka berkumpul setelah sekian lama berpisah dari segala kejadian yang terjadi pada kehidupan mereka yang sangat prihatin." Jawab Caca berbisik kepada Jack.
"Semua ini memang sudah menjadi rencana yang maha kuasa untuk mempertemukan mereka dengan cara yang seperti ini." Jawab Jack.
"Dan hubby sebagai perantaraannya untuk membantu keluarga ini berkumpul kembali. Dan Zhafira memang sudah seharusnya mendapatkan kebahagiaan yang saat ini karena apa yang telah terjadi padanya itu diluar batas seorang wanita." Jawab Caca.
"Aku hanya melakukan apa yang harus di lakukan." Jawab Jack.
"Baiklah, semua sudah kelar. Jadi kita bisa makan siang dulu?" tanya Caca.
Akhirnya mereka melanjutkan nya untuk makan siang terlebih dahulu dan kembali membahas beberapa hal dengan Zhafira.
Saat Zhafira pergi ke toilet, Kenzo menunggunya di depan pintu toilet.
"Bagaimana dengan kejutan ya? Apakah sudah bahagia ketika bertemu dengan orang tua kandung?" tanya Kenzo yang sedang bersandar di dinding samping pintu toilet saat Zhafira keluar dari pintu toilet.
"Kenzo?" tanya Zhafira yang terkejut bahwa Kenzo di situ.
"Sudah tidak sedih lagi?" tanya Kenzo.
"Tidak, tapi masih belum menyangka dengan semua yang terjadi pada hari ini bawa ini seperti mimpi saja." Jawab Zhafira.
"Au, sakit." Jawab Zhafira.
"Masih pelan sudah dikatakan sakit. Oh ya, Aku hanya ingin bilang kepadamu bahwa lebih baik ikut dengan mereka untuk mendapatkan kasih sayang selama ini hilang darimu sebelum menikah dengan ku. Fikirkan baik-baik yang aku katakan." Jawab Kenzo kepada zafira lalu pergi meninggalkan Zhafira menuju ke ruang tamu kembali.
"Kenapa itu orang tiba-tiba bersikap aneh seperti ini kepadaku?" tanya Zhafira dalam hati.
"Lebih baik memberikan kesempatan kepadaku untuk tinggal bersama dengan mereka sebelum kau berada disisiku selamanya." Jawab Kenzo dalam hati.
Mereka semua yang sudah selesai makan siang Kembali lagi ke ruang tamu untuk membicarakan tentang niat yang sudah di rencanakan oleh Richard dan keluarganya.
"Zhafira duduk bersama dengan ibu." Jawab Jasmine yang memanggil Zhafira untuk duduk di samping dia Lalu Zhafira datang.
"Zhafira, Ayah dan Ibu berniat untuk membawa mu kembali ke kerajaan bersama dengan kamu. Apakah kau menyetujuinya?" tanya Richard.
"Bersama dengan kalian?" tanya Zhafira.
"Iya. Lagian kami juga sudah mendengar cerita bahwa kau akan menikah dengan Kenzo. Jadi sebelum kau menikah dengannya maka izinkan kami untuk bisa tinggal bersamamu. Biarkan kami menebus semua waktu yang telah hilang dari kehidupanmu yang selama ini tidak bersama dengan kami." Jawab Jasmine.
"Kami juga sudah menyiapkan pesta pernikahan mu dengan Kenzo dengan persiapan 60%. Hanya tinggal 40% lagi persiapannya.'" Jawab Leo.
"Pernikahan ku?" tanya Zhafira yang lebih kaget dengan pernyataan yang diberikan oleh Richard , Jasmine dan Leo.
"Iya, seharusnya kami bertanya pendapat kamu lebih dulu tentang resepsi pernikahan yang akan diadakan di kerajaan tapi kami malah mempersiapkan semua itu tanpa bertanya kepadamu dan juga Kenzo." Jawab Jasmine.
"Jadi apakah kalian bersedia untuk melakukan resepsi pernikahan di kerajaan?" tanya Richard kepada Kenzo dan juga Zhafira dengan menatap mereka berdua.
"Aku memberikan kesempatan kepada Zhafira untuk menjawabnya. Karena bagiku dimanapun tempatnya dan bagaimanapun acaranya yang terpenting adalah hal itu merupakan pernikahan impian dari Zhafira." Jawab Kenzo.
"Benarkah seperti itu?" tanya Caca.
"Kenapa harus di sana?" tanya Jack.
"Tentu saja sebagai acara yang akan memperkenalkan Zhafira di hadapan para rakyat dan juga memberikan kebahagiaan kepada orang lain bagaimana kebahagiaan yang kamu dapat bos." Jawab Richard.
"Hmmm, aku akan menyetujuinya jika mereka berdua juga menyetujuinya tapi tetap harus mengadakan acara disini untuk para kolega bisnis Sandreas." Jawab Jack.
"Iya aku juga tidak akan keberatan jika resepsi awal diadakan di kerajaan kalian selama itu persetujuan dari Kenzo dan juga Zhafira." Jawab Caca.
"Kenapa semua menyerahkan keputusan ini kepadaku?" tanya Zhafira.
"Tentu saja karena kau adalah orang yang akan menjalaninya dan juga Putri kamu yang harus kami manja." Jawab Jasmine.
"Iya. Semua ini kami lakukan untuk menggantikan setiap detik kebahagiaan yang tidak kau dapat selama ini." Jawab Richard.
"Iya. Lagian setahu ku bahwa seorang wanita memiliki pemikiran tentang pernikahan impiannya. Karena mereka itu hanya sekali seumur hidup dan selamanya."Jawab Leo.
"Jangan terbawa suasana, dengarkan kata hatimu dalam mengambil setiap keputusan. Karena apapun keputusan yang akan kau ambil kami semua akan menerimanya." Jawab Kenzo tanpa ekspresi.
"Inikah yang dikatakan oleh Kenzo saat di depan toilet tadi?" tanya Zhafira dalam hati.