
.Kriss, Kyler dan Farel menggunakan transportasi umum jalur udara yaitu pesawat. Mereka bertiga kembali ke sekolah tanpa ada pengawal di sekitar mereka bertiga. Mereka duduk bertiga dengan kursi yang 2 saling berhadapan dengan kuota 4 orang. Tetapi di sebelah Kris tidak ada ada penumpang lainnya.
Mereka bertiga tidak membawa banyak barang hanya satu tas ransel kecil yang digunakan mereka bertiga masing-masing. Jadi mereka tanpa harus ada pengecekan koper ketika memasuki pesawat saat check-in. Mereka langsung masuk setelah pemeriksaan diri.
Pramugari menyampaikan pesan informasi seperti biasanya sebelum memulai lepas landas pesawat yang akan terbang kepada para penumpang. Mereka bertiga duduk di di pinggir pesawat dekat jendela. Dengan posisi saling berhadapan. Kriss duduk sendirian tanpa ada penumpang lainnya sedangkan Kyler duduk tepat di hadapan Kriss dekat jendela juga. Dan Farel duduk di samping Kyler.
"Kapan kau mengetahui semua ini?" tanya Kyler kepada Kriss ketika mereka bertiga sudah duduk di dalam pesawat.
"Ketika aku berumur 7 tahun. Aku tidak sengaja mendengar percakapan Abang Kenzo dan juga Kakak Bella." Jawab Kriss dengan singkat.
"Kenapa tidak memberitahu kami?" tanya Farel.
"Janji antara saudara." Jawab Kriss dengan singkat lagi sambil melihat keluar jendela.
"Aish." Desah Farel yang sudah mengetahui bahwa Kriss tidak boleh diganggu saat ini.
Sejak tadi Kyler tidak ingin mempertanyakan ini karena ia mengetahui suasana hati Kriss tidak ingin diganggu dan ditanya lagi tentang hal apapun. Mereka yang sudah mengenal sejak lama pasti mengetahui bagaimana sikap Kris ketika tidak ingin mengobrol dengan mereka.
Kriss seperti sedang memikirkan sesuatu dengan menyadarkan tangan di kepalanya dan melihat keluar jendela pesawat dari awal pesawat sebelum lepas landas hingga sudah lepas landas ke udara. Farel dan Kyler lebih memilih untuk tidur hingga sampai ke bandara kota A.
Kriss yang baru tersadar atas kelilingnya melihat Kyler dan Farel Yang sudah terlelap dalam tidurnya dihadapannya.
"Beban yang akan kalian pikul bukanlah beban seperti anak remaja lainnya."Jawab Kriss dalam hatinya ketika melihat keduanya tertidur.
Kriss mengeluarkan ponsel dan memakai headset ke telinganya untuk mendengarkan musik sebagai aktivitas menunggu hingga sampai ke bandara. Kriss hanya memejamkan matanya dan hanya dalam bait-bait syair lagu yang ia dengarkan tanpa tertidur.
Setelah puluhan lagu yang sudah terputar dan didengar oleh Kriss, suara pramugari sudah terdengar kembali untuk menginformasikan bahwa mereka agar segera sampai. Kriss yang mendengar hal itu langsung membangunkan Kyler dan juga Farel yang masih terlelap dalam tidurnya.
"Bangunlah kita segera sampai." Ucap Kriss dengan menyenggol kaki Kyler dan juga Farel dari bawah.
Kriss yang tidak ingin mengeluarkan banyak suara melakukan cara itu untuk membangunkan mereka. Dan mereka berdua pun terbangun dari tidur lelap nya.
***
Mereka bertiga mencari taksi untuk menuju apartemen tetapi ada 1 memperhatikan mereka bertiga ketika berdiri untuk mencari taksi. Kriss yang mengetahui ada yang sedang memperhatikan mereka bertiga hanya diam hingga masuk ke dalam mobil taksi yang sudah dipanggil oleh Farel.
Seseorang itu adalah Kelvin yang juga baru saja keluar dari bandara dan memasuki mobil yang sedang menjemputnya. saat itu Kelvin sedang melamun di luar jendela mobil dan melihat mereka bertiga sedang berdiri.
"Berhenti." Ucap Kelvin kepada supirnya.
"Baik tuan." Jawab supir.
"Kriss. Sedang apa dia di sini, bukankah saat ini seharusnya dia berada di sekolah." Ucap Kelvin dalam hati saat melihat kaca spion mobil.
Kelvin yang sudah melewati mereka bertiga berhenti sebentar dan melihat mereka dari kaca spion untuk memastikan bahwa apa yang ia lihat itu benar-benar adalah Kriss.
"Ada laporan menarik yang akan berikan kepada Gibrel." Ucapnya lagi dalam hati diantara sumber hati kan mereka bertiga hingga memasuki mobil taksi.
Awalnya Kelvin ingin mengikuti mereka tetapi ia diingatkan oleh sang sopir harus segera pergi dari bandara menuju ke kantor ayahnya.
"Tuan Kel, kita harus segera pergi karena tuan besar sudah menunggu." Jawab sang supir.
"Aish. Jalan pak." Desah Kelvin dan menyuruh supirnya untuk kembali menjalankan mobil mereka.
Di dalam mobil taksi Kriss duduk di samping Kyler dan Farel duduk di samping supir.
"Kenapa Kriss?" tanya Kyler yang melihat wajah serius Kriss melihat mobil yang baru saja dilewati oleh mobil taksi mereka.
"Aku merasa orang yang berada di dalam mobil itu sedang memperhatikan kita sejak kita berdiri tadi untuk menunggu taksi." Jawab Kriss kepada mereka berdua.
"Benarkah? aku tidak merasakan hal itu." Jawab Farel.
"Mungkin orang yang kita kenal di sekolah JS." Jawab Kyler.
"Mungkin saja, tapi ada tatapan yang tidak baik yang aku rasakan dari orang yang ada di dalam mobil itu. Semoga saja itu hanya perasaanku saja." Jawab Kriss.
"Semoga saja. Ya sudah tidak usah kita pikirkan dan lebih baik kita segera untuk kembali ke apartemen.
*** Keesokan harinya ***
Kriss yang sudah berada di dalam kelas duduk sambil mendengarkan musik menggunakan handsetnya, tiba-tiba Kelvin mencopot satu bagian handset Kriss sebelah kanan yang langsung di sadari Kriss. Kriss meraih tangan Kelvin yang sedang memegang handset yang akan dilepaskan dari telinga Kriss. suasana menjadi tegang karena Kriss dengan cepat ia memegang tangan Kelvin dengan sekuat tenaga.
Kriss yang menyadari siapa pemilik tangan itu langsung melepaskannya saat memegang tangan Kelvin.
"Kekuatan apa itu." Jawab Kelvin dalam hatinya karena merasa sakit dan langsung menyembunyikan tangannya.
"Ada apa?" tanya Kriss kepada Kelvin
"Tidak ada. Aku hanya ingin melepaskan handset mu saja." Jawab Gibrel.
Kriss yang tidak ingin diganggu dan menganggap hal itu untuk dilepaskannya dan ia lebih memilih untuk kembali memasangkan headset ya ke telinganya dan menikmati musik yang ini dengarkan. Kriss tidak menghiraukan keberadaan Gibrel yang berada di sampingnya.
"Aku belum siap berbicara." Jawab Kelvin.
Kriss hanya melirik Kelvin sekilas kemudian Kelvin mencopot handsetnya Kriss kembali dan membuat Kriss berdiri di hadapan Kelvin dengan wajah yang seram.
"Dari mana kau semalam?" tanya Kelvin kepada Kriss.
"Bukan urusanmu, pergilah." Jawab Kriss ya sudah mengepalkan kedua tangannya untuk menahan emosinya karena diganggu oleh Kelvin.
"Oh jadi benar kau kemarin tidak masuk sekolah karena sedang berada di suatu tempat dimana kau dan teman-temanmu itu dari bandar dan di lihat Kelvin?" tanya Gibrel.
"Apa itu menjadi urusanmu?" tanya Kriss kepada Gibrel.
"Kau!" jawab Gibrel dengan meraih kerah baju Kriss dan ingin berkelahi tapi tidak jadi karena bel sekolah berbunyi.
"Ah sial," Jawab Gibrel yang melepaskan tangannya yang berada di kerah baju Kriss.
Perkelahian yang mungkin terjadi saat itu tidak terjadi karena bel berbunyi untuk masuk mengikuti kegiatan sekolah seperti biasanya.