Junior Sandreas

Junior Sandreas
Pertemuan Tak Terduga: Bella Sandreas



"Dasar Bubo," Panggil Bella dengan mencubit bahu untuk melepaskan lilitan kedua tangannya yang memeluk pinggang Bella.


"Bubo? Apakah itu nama panggilan kesayangan untuk ku?" Tanya Feng yang langsung melihat Bella namun tetap saja tangannya tidak melepaskan.


"Iya, burung hantu di kutub Utara sama dengan mu. Dingin dan tidak peka." Jawab Bella namun tiba-tiba perut keroncongan karena belum makan apa-apa.


"Princess suara perut mu?" tanya Feng ya langsung bangkit dan duduk menghadap Bella.


"Kau salah dengar." Ucap Bella yang malu.


"Iya, iya karena baru pulang dari kota A dan aku hanya memakan es krim untuk melampiaskan kekesalan ku terhadapmu dan belum makan apa-apa lagi selain itu." Jawab Bella.


"Pantas saja. Bagaimana jika membawamu ke apartemenku untuk makan bersama dengan adikku sekalian memperkenalkan kalian berdua." Jawab Feng.


"Benarkah?" tanya Bella.


"Tentu." Jawab Feng yang mengulurkan tangannya untuk mengajak Bella.


Bella masuk ke dalam apartemen Feng dan duduk di meja makan.


"Oh sudah baikan?" tanya Priscilla yang sedang duduk menonton TV melihat Feng dan Bella masuk ke dalam apartemen.


"Makanan masih ada dek?" tanya Feng.


"Ada. Aku akan memanaskannya lagi." Jawab Priscilla yang berjalan ke dapur dan menyiapkannya.


"Bella perkenalkan ini adalah adikku Priscilla Zou. Dek ini adalah calon kak ipar mu Bella Chan." Ucap Feng yang sedang memperkenalkan mereka berdua bersama-sama.


"Maaf sudah salah paham. Dan Priscilla." Jawab Bella.


"Tidak apa-apa Kak, seharusnya meminta maaf adalah aku karena telah mengerjaimu. Namun jika itu tidak aku lakukan maka kakakku ini tidak akan pernah paham tentang perasaan wanita." Jawab Priscilla.


"Hahaha, benar juga. Seharusnya aku berterima kasih kepada mu untuk membantu ku." Jawab Bella.


"Kakak tenaga saja. Jika Kak Feng melakukan hal yang buruk kepadamu maka aku akan membela Kakak Bella. Aku berada di pihak Kak." Jawab Priscilla.


"Jadi kalian dengan mudah dekat dan berhasil mengerjai ku?" tanya Feng.


"Hahaha. Sudahlah Kak, biarkan Kak Bella makan. Jangan mungkin masa lalu lagi karena jika aku tidak bertindak Apakah kakak kamu mengerti bagaimana untuk mempercayai seorang wanita yang aku cintai?" tanya Priscilla.


"Iya iya. Princess makan yang banyak." Ucap Feng yang mengambilkan makanan untuk bela dipilihnya. Mereka berdua makan bersama sedangkan Priscilla hanya melihat kemesraan yang ditampilkan oleh mereka berdua.


"Kakak bagaiman jika kita hari ini pulang ke rumah untuk memperkenalkan Kakak Bella dengan kakek dan nenek. Pasti mereka akan sangat senang sekali jika bertemu dengan Kak Bella sekalian aku ingin mengambil beberapa barang-barangku yang tertinggal." Jawab Priscilla.


"Ide yang bagus. Bagaimana Princess?" tanya Feng.


"Besok adalah hari terakhirku berlibur setelah itu jadwal syuting sudah menunggu." Jawab Bella.


"Tidak masalah, jarak antara kota A menuju desa Mangruve tidak jauh dari sini, hanya membutuhkan waktu 2 jam saja perjalanan." Jawab Priscilla


"Desa Mangruve?" tanya Bella.


"Iya." Jawab Feng.


"Sangat kebetulan sekali. Aku akan mengadakan syuting selama satu minggu di tempat itu." Jawab Bella.


"Ke betulan sekali. Bagaimana jika Kakak Bella tinggal bersamaku disana dengan nenek dan kakek saat Abang pergi bekerja. Lagian aku akan masuk kuliah seminggu lagi. Dengan begitu aku bisa melihat kakak berakting secara langsung." Jawab Priscilla dengan bersemangat.


"Iya princess. Bagaimana?" tanya Feng.


"Bisakah aku membawa bibi Melly? Karena dia yang mengurus semuanya." Jawab Bella.


"Baguslah. Aku setuju." Jawab Bella.


"Baiklah, besok pagi kita akan berangkat." Jawab Feng.


Keesokkan harinya,


Mereka bertiga di jemput oleh Rom untuk pergi menuju ke paviliun keluarga Zou. Bella juga di perkenalkan oleh Feng dengan Rom.


"Aku akan memberikan kejutan lain untuk Kakak setelah tiba di paviliun nanti." Jawab Priscilla dalam hati.


Saat mereka tiba di paviliun, Nenek dan Kakek sudah menunggu mereka di bawah pohon depan gerbang Paviliun.


"Kalian sudah datang?" tanya Yen yang berdiri menyambut mereka. Xi juga meletakkan kopinya dan berdiri untuk memeluk cucunya itu. Sedangkan saat itu, Bella sibuk melihat ke bawa karena meletakkan kopernya.


"Ini cucu menantu ku?" tanya Yen yang ingin memeluk Bella.


"Salam nenek." Jawab Bella yang menampakkan wajahnya kepada Xi dan Yen.


"Kamu?" tanya Xi yang kaget.


"Kakek, Nenek?" panggil Bella juga terkejut.


"Kalian kenapa?" tanya Feng.


"Pantas saja aku merasa tidak asing dengan wajahmu pada malam itu ternyata kau adalah Bella Chan. Xi lihatlah, dia juga akan menjadi cucu menantu kita." Jawab Yen langsung memeluk Bella dengan erat.


"Hahaha, benar-benar pertemuan tidak terduga denganmu tapi aku benar-benar senang." Jawab Xi.


"Ada apa sebenarnya Kek?" tanya Priscilla.


"Duduk dulu, Kakek akan menjelaskannya. Pelayan bawa semua barang-barang mereka ke kamar yang sudah disediakan." Jawab Xi.


"Kakek dan Nenek pernah menceritakan kepadamu bahwa saat kami ingin menjengukmu kami mengalami beberapa hal dan ternyata yang menolong kami itu adalah pacar mu Bella Chan." Jawab Xi.


"Apa?" tanya Feng dan Priscilla bersama-sama.


"Sebenarnya siapa kau Kak Bella?" tanya Priscilla yang mengetahui kejadian malam itu dari cerita kakek dan neneknya.


"Kejutan apa lagi yang akan kau berikan kepadaku princess? Sebenarnya siapa kau?" tanya Feng dalam hati.


"Heheh, semua hanya kebetulan saja Kakek Nenek. Dan syukurnya aku pernah belajar bela diri untuk keperluan akting sehingga bisa membantu kalian pada saat itu." Jawab Bella dengan cepat sebelum diberi pertanyaan tentang kemampuannya mengalahkan para penjahat pada malam itu.


"Hahah, tapi aku benar-benar terkesan melihat mu pada malam itu. Aku juga sangat menyetujui hubungan kalian dan jika boleh aku ingin kalian melanjutkan ke jenjang pernikahan secepatnya." Jawab Xi.


"Benar. Nenek juga sangat menyetujui hal itu sehingga ada seseorang yang akan merawatmu Feng disaat kau sakit." Jawab Yen.


"Nenek, Kakek jangan terlalu menyanjungku sehingga membuatku malu seperti ini." Jawab Bella.


"Hahaha, tidak perlu malu. Lagian Jika Kau bukanlah wanita yang menyelamatkan kami pada malam itu kami juga akan sangat mendukung mu untuk bersama dengan cucu kami yang keras kepala ini." Jawab Xi.


"Dan saat ini karena Kau adalah wanita yang menyelamatkan kami maka semua ini menjadi takdir yang kebetulan dan sangat beruntung bagi keluarga Zou kami." Ucap Xi lagi


"Kakek," Ucap Feng.


"Iya, selama ini kami sudah lelah mencari wanita untuk dijodohkan dengannya. Tapi tidak ada satu pun yang tertarik di matanya. Hingga pada akhirnya Bella adalah wanita pertama yang dibawa oleh Feng ke paviliun ini dan juga diperkenalkan oleh kami." Jawab Yen.


Wajah Bella yang memerah karena di sanjung dengan hal yang seperti itu.