Junior Sandreas

Junior Sandreas
Untung Di tahan Kyler!



Sebuah restoran yang sudah di pesan oleh Mawar untuk merayakan kegiatan pesta penyambutan anggota baru dan juga perayaan kemenangan Queen di dekat sekolah JS. Jaraknya sekitar 2 Km dari sekolah JS. Terlihat jelas restoran yang bisa di katakan sebagai cafe juga bagi anak-anak remaja seusia mereka.


Tempat itu ada aula ruangan tersendiri, dan ada juga ruangan outdoor yang di tawarkan. Dan Mawar lebih memilih untuk ruangan indoor. Sebuah aula untuk kelas VIP. Sebenarnya ini adalah sebuah tempat yang di miliki oleh keluarga Gibrel. Namun tetap saja yang ada di balik semua ini adalah grup Sandreas. Tapi grup Sandreas hanya sebagai investor tetap sedangkan keluarga Gibrel menjalankan bisnisnya.


Ruang VIP dengan fasilitas meja panjang bundar mengelilingi dinding beserta dengan sofa yang melekat di dinding nya. Sebuah tempat karaoke juga dan juga beberapa fasilitas yang ditawarkan sebagai tamu VIP yang diberikan hak istimewa pada restaurant. Yaitu adanya sebuah meja billiard berjumlah 3. Dan terserah tamu ingin fasilitas apa selagi ada di draf restoran.


Tapi Mawar hanya meminta fasilitas makanan, tempat karaoke yang diganti dengan sebuah musik DJ yang dapat dimainkan di dalam ruangan dan juga tempat permainan billiard untuk meramaikan kegiatan malam ini.


Sebuah mobil mewah berwarna merah berhenti di depan restoran. Saat untuk mobil terbuka ternyata adalah Queen dan juga Mawar. Mereka berdua menjadi orang pertama yang tiba di restoran. Dan beberapa detik kemudian Gibrel Dien dan juga Kelvin tiba di belakang mobil Queen dengan membawa kendaraan mereka masing-masing.


Mobil Gibrel yang berwarna biru langit di belakang mobil merah Queen. Kelvin dan Dien bersama di dalam mobil berwarna silver. Lalu mereka memberikan kunci kepada satpam yang ada di sana untuk memarkirkan mobil mereka. Dan saat mereka menunggu, anggota yang lainnya tiba dengan di antarkan masing-masing supir mereka. Begitu juga dengan Ella, seperti biasanya dia di antar oleh supir pribadinya.


Queen menggunakan celana panjang kulit dan juga jaket lengan panjang kulit berwarna serba hitam. Rambutnya yang di kucir satu di belakang tanpa ada riasan sedikit pun di wajahnya. Berbeda dengan Mawar yang menggunakan gaun biru yang cukup anggun dipakai olehnya.


Sedangkan Ella menggunakan gaun berwarna merah yang cukup cantik dan cocok untuknya. Gibrel memakai kemeja berwarna merah maroon. Kelvin menggunakan kemeja berwarna biru dan Dien menggunakan kemeja berwarna abu-abu. Mereka semua menggunakan pakaian yang bebas sesuai dengan selerah mereka.


Dan semua orang berada di depan restoran untuk masuk dan selesai melihat penampilan mereka yang berbeda ada di saat di luar sekolah. Tiba-tiba Kyler dan Farel tiba di sana dengan menggunakan taxi. Mereka turun dari taksi dengan di beri tatapan kepada mereka yang hadir di depan restoran.


"Hahahahha." Gibrel yang menertawakan mereka baru turun dari taxi, lalu di ikuti oleh beberapa temannya dan anggota lainnya juga kecuali Queen, Mawar dan Ella yang diam saja.


"Ada apa?" tanya Farel.


"Kalian benar-benar tidak sadar diri?" tanya Dien.


"Maksudnya?" tanya Farel.


"Saat semua orang datang dengan mobil pribadinya dan juga di antar oleh supir pribadinya, kalian datang hanya menggunakan taxi?" tanya Kelvin menjelaskan.


"Kau? Kalau saja kau tau..." Farel yang berhenti berbicara karena di tahan oleh Kyler dengan menepuk bahunya saat Farel ingin berbicara.


"Lalu apa yang salah?" tanya Kyler dengan tatapan sinisnya memotong pembicaraan.


"Aish, andai kau tau kami siapa? kau hanyalah orang kaya seperti semut bagi kami." Jawab Farel dalam hatinya karena emosi.


"Apa? Memang kalian orang miskin yang bermimpi bisa terus menerus bersama kami?" tanya Dien.


"Apakah ada larangan status sosial dalam anggota OSIS?" tanya Farel.


"Oh satu lagi, semua fasilitas kalian adalah harta orangtua. Apa yang perlu di banggakan?" tanya Kyler yang menarik Farel melewati mereka begitu saja dan berjalan ke arah Mawar.


"Sudah, kita datang untuk berpesta bahagia bukan untuk berkelahi." Jawab Mawar.


"Iya benar apa yang di katakan senior. Lebih baik kita sekarang masuk ke dalam." Jawab Gibrel yang menahan kedua temannya itu.


"Tapi Gibrel." Ucap Dien yang heran dengan tingkah Gibrel.


"Kalau kalian masih mau berkelahi di sini lebih baik kalian semua pulang." Jawab Queen yang mengangkat suara dan pergi meninggalkan mereka.


Akhirnya mereka mengikuti Queen masuk ke dalam restoran. Kyler menganggukkan kepalanya memberikan kode kepada Farel untuk mengikuti Queen dari belakang. Ella juga mengikuti mereka berdua. Lalu Mawar di belakang mereka. Kemudian di susul geng Gibrel dan anggota OSIS lainnya yang hanya bisa menyaksikan hal itu.


"Di mana Kriss?" tanya Ella kepada Kyler dan Farel lalu di dengar Queen. Tapi Queen berhenti melangkah sebentar lalu melanjutkan kembali.


"Iya benar, kenapa anak itu tidak datang?" tanya Queen dalam hatinya lalu melanjutkan langkahnya lagi dengan memasang telinga dengan tajam untuk mendengar jawaban dari Kyler dan Farel.


"Mungkin masih baru bangun tidur." Jawab Farel yang tersenyum.


"Dia tidak ke sini?" tanya Ella.


"Kenapa kau bertanya? apakah kau menyukai teman kami itu?" tanya Kyler dengan sifat dinginnya seperti biasa.


"Aku hanya bertanya bukan ada maksud lain." Jawab Ella.


"Benarkah? saat semua orang tidak merasa ada yang mencari keberadaan Kriss. Tapi kau bertanya kakak senior?" tanya Farel yang menggoda.


"Sudahlah lupakan. Anggap tidak pernah bertanya." Jawab Ella yang menampilkan wajah memerah karena malu dan berjalan melewati Farel dan Kyler.


Mawar menyusul Queen yang berada di depannya dan menunjukkan ruangan yang telah di pesan olehnya. Saat mereka di depan ruangan sudah ada seseorang staf yang berdiri menunggu mereka.


"Makannya bisa di bawa sekarang nona?" tanyanya staf pelayan.


"Iya." Jawab Mawar.


"Baiklah, silahkan masuk dan selamat bersenang-senang." Jawab staf pelayan membukakan pintu untuk mereka.


Di apartemen Kriss, dia baru saja terbangun dari tidurnya. Dengan santai dirinya bergegas ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Kriss menyelesaikan tugas ibadahnya kemudian langsung bersiap-siap dengan memakai pakaian yang biasa saja tapi tetap menampilkan ketampanan yang dimiliki oleh.


Kriss berpakaian menggunakan celana panjang berwarna hitam dengan kaos putih sebagai dalaman yang dilapisi dengan kemeja hitam bergaris-garis putih. Kancing kemejanya tidak di kancing melainkan di buka begitu saja. Kriss juga menggunakan jam tangan kecil yang biasa ia gunakan sehari-hari. Tapi jam tangan itu adalah jam tangan yang di modifikasi oleh Kenzo. Sehingga tidak banyak orang yang mengetahui tentang jam tangan yang di pakai oleh Kriss. Setelah terlalu lama berdandan didepan cermin, akhirnya Kriss bergegas pergi menuju ke pesta.